Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Peraturan Berubah, Penyaluran Benih Padi Telat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 2 Sep 2013
  • print Cetak


PANYABUNGAN (Mandailing Online)
– Dinas Pertanian Mandailing Natal (Madina) menyatakan penyaluran benih kepada petani melorot dari jadwal, diperkirakan baru akan tersalur pada September ini.
Keterlambatan penyaluran benih unggul ini menyebabkan terganggunya satu kali musim tanam, yakni musim tanam bulan Maret.

Melorotnya jadwal itu akibat adanya perubahan kebijakan pemerintah Jakarta tentang perubahan dari Bantuan Langsung Banih Unggul (BLBU) menjadi Bantuan Benih Subsidi (BBS) melalui BUMN yang dihunjuk oleh pemerintah pusat.

“Sehingga penyaluran benih tersebut diperkirakan baru bisa terrealisasi pada bulan September ini,” kata Kepala Dinas Pertanian Peternakan Madina, Taufik Zulhenra Ritonga melalui Kabid Tanaman Pangan Holtikultura, Yaser A.Daulay kepada wartawan, Senin (2/9/2013).

Yaser mengatakan, peraturan Menteri Pertanian untuk penyaluran benih bersubsidi ini baru terbit pada bulan Juli, sehingga masih ada beberapa proses yang diperlukan.

Padahal tahun lalu penyaluran benih ini masih memakai pola BLBU secara gratis. Tetapi mulai tahun ini ada perubahan, yakni pola subsidi, dimana petani harus membayar benih unggul tersebut.

“Tahun kemarin pembagian itu masih secara gratis, berubah ke sitem petani disubsidi. Misalnya harga benih padi itu Rp.9.000 per kg, kini menjadi hanya Rp.2.200/ kg. Begitu juga dengan benih unggul lainnya atau sekitar 20 persen harus dibayar petani,” ujarnya.

Penyaluran benih itu nantinya melalui PT. Pertani. Dengan terbitnya peraturan baru ini, sosialisasi dilakukan bulan Agustus, makanya bulan September baru terrealisasi penyalurannya setelah ada pengusulan kuota atau permintaan berapa yang dibutuhkan kelompok petani.

“Peroses dimulai dari usulan kelompok tani, dikirim ke kecamatan, baru ke kabupaten dan seterusnya ke propinsi, karena wewenang benih adalah milik pusat, sementara kita sudah menyiapkan data-data yang diperlukan,” jelasnya.

“Memang jika kita perhatikan ada keterlambatan satu kali musim tanam, namun begitu kita hanya mengikuti sesuai dengan peraturan,” sebutnya.

Yaser menambahkan, benih yang mendapat bantuan dari pusat 3 jenis, yakni benih padi, jagung dan kacang kedelai.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hanafi Sang Pengayom Masyarakat

    Hanafi Sang Pengayom Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mentawai: Hanafi, seorang polisi lalu lintas, pengayom masyarakat yang gemar membagikan ilmu bercocok tanam kepada warga di Dusun Turonia, desa Tuapejat, Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, Ahad (28/11). Di petang hari dan di waktu luangnya, Hanafi lebih sering terlihat di lahan dekat kantornya bekerja, yang disulap menjadi ladang bercocok tanam. Sejak bertugas di Kepulauan Mentawai, Hanafi […]

  • KPU Madina Siap Laksanakan Pilkada

    KPU Madina Siap Laksanakan Pilkada

    • calendar_month Selasa, 8 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – KPU Mandailing Natal menyatakan siap menyelenggarakan Pilkada, besok, Rabu (9/12). “Secara garis besar ada dua tahapan yang dilaksanakan oleh KPU dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2015 ini, yaitu tahapan persiapan dan tahapan penyelenggaraan, dan kami siap mensukseskan pilkada pada 9 Desember 2015,” ungkap Ketua KPU Madina, Agus Salam saat menyampaikan laporan […]

  • Mendagri Minta Kepala Daerah Sosialisasi Soal Kenaikan BBM

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi meminta para gubernur, bupati atau walikota di seluruh Indonesia untuk melakukan sosialisasi kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Pemerintah akan memberlakukan kebijakan tersebut dalam waktu dekat. “Kami minta agar kepala daerah di masing-masing daerah bisa menyosialisasikan kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi ini kepada tiap warganya di […]

  • Benarkah Negara Nyasar di Arse Tapsel?

    Benarkah Negara Nyasar di Arse Tapsel?

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epcentrum   Ada bincang-bincang di Grup WA “Kami Sumut Bersatu dan Bersaudara”. Tajam, hiperbolis dan emosional. Muncul Pertanyaan tentang negara yang terlalu lama tersesat di jalan negara, jalan miliknya sendiri. Sekaligus mohon izin, kami angkat topik seru ini ke media. Teorinya, agenda media bisa jadi sama dengan agenda negara. Kadang-kadang, kegelisahan […]

  • Pertek Eselon II di Madina Disebut Sudah di BKSDM,  Mutasi Tinggal Tunggu Waktu

    Pertek Eselon II di Madina Disebut Sudah di BKSDM, Mutasi Tinggal Tunggu Waktu

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online-  Kabar terbaru berembus dari lingkup Pemkab Madina. Setelah beberapa bulan pasca asesmen, Pertimbangan Teknis (Pertek) untuk mutasi pejabat eselon II dikabarkan sudah berada di tangan BKSDM. Selasa 21/4/2026 Informasi yang beredar menyebut sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama akan bergeser ke jabatan baru. Ada 8 nama dan jabatan yang sudah keluar  Peraturan Teknis dari […]

  • Penambang Emas Liar Marak di Nagajuang

    Penambang Emas Liar Marak di Nagajuang

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Penambangan liar (ilegal mining) semakin menggila maraknya di Madina. Setelah beberapa tahun ini dilakoni ribuan orang di Kecamatan Hutabargot, penambangan emas tanpa izin ini juga marak di Nagajuang. Informasi yang didapat Metro, banyak dari penambang di Hutabargot yang pindah ke Nagajuang, tepatnya di Sambung Desa Humbang 1, Nagajuang. Tapi, penambang yang pindah ini banyak dari […]

expand_less