Selasa, 10 Mar 2026
light_mode

Pemberantasan Kekerasan Terhadap Perempuan Butuh Sulusi Tuntas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 7 Des 2022
  • print Cetak

Oleh: Rahma
Ibu Peduli Generasi

Setiap bulan November digelar peringatan kampanye 16 hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan atau yang disingkat 16HKtP, yakni mulai tanggal 25 November hingga 10 Desember. Kampanye di Indonesia pun sudah berlangsung sejak 2001, namun nyatanya, kekerasan terhadap perempuan terus saja terjadi, bahkan ketika UU TPKS sudah disahkan baru-baru ini.

Maraknya kekerasan terhadap perempuan menunjukkan adanya kegagalan sistematik yang harus kita berantas. Kita harus membuka nalar berfikir yang cemerlang untuk mendeteksi dan menyelesaikannya.

Sistem sekular yang memengaruhi negara ini ternyata gagal dalam melindungi perempuan. Sistem ini menciptakan relasi yang salah antara laki-laki dan perempuan sebagai cerminan sistem kehidupan yang berlaku di masyarakat saat ini.

Sekulerisme kapitalisme menjanjikan kebebasan berperilaku antara laki-laki dan perempuan. Pandangan laki-laki lebih kuat dan berkuasa dari perempuan ini memicu munculnya kekerasan terhadap perempuan. Selain itu lemahnya visi pada kehidupan akhirat membuat mereka bebas melakukan apa saja yang diinginkan tanpa peduli pahala dan dosa, halal ataupun haram. Bagaimana tidak, hari ini kekerasan marak terjadi, padahal kampanye sudah dilakukan, undang-undang sudah disahkan, ini semua akibat pandangan manusia terhadap agama harus dipisahkan dari kehidupan. Padahal kita tahu agama adalah tonggak atau benteng pertahanan dalam diri, masyarakat dan negara.

Persoalan ini jelas membutuhkan solusi tuntas yang menyentuh akar persoalan. Solusi tuntas persoalan ini bukan hanya kampanye dan perjuangan jika tetap membiarkan tegaknya sistem kehidupan yang salah.

Solusi kekerasan terhadap perempuan hanya dapat diwujudkan dengan mengubah cara pandang yang salah dengan kehidupan. Yaitu cara pandang yang shahih adalah cara pandang berdasarkan Islam sebagai asas dan dunia adalah tempat beramal yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Karena itu hanya Islam yang memandang kedudukan perempuan itu mulia dan kehormatannya yang harus dijaga.

Penerapan hukum yang salah akan melahirkan berjuta masalah. Mengikuti sistem sekuler yaitu memisahkan agama dari kehidupan adalah akar masalahnya. Sudah saatnya kembali ke sistem Islam yang berasal dari Sang Pencipta alam semesta beserta isinya dengan cara memahamkannya dari akar hingga ke daun kepada seluruh umat manusia.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dahlan ungkap oknum pemeras BUMN ke DPR RI

    Dahlan ungkap oknum pemeras BUMN ke DPR RI

    • calendar_month Senin, 5 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, (MO) – Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan akan mengungkapkan nama-nama oknum anggota DPR RI yang memeras BUMN ke Badan Kehormatan DPR RI. “Saya belum mau berkomentar sekarang, tapi akan saya sampaikan di Badan Kehormatan di dalam. Saya baru akan ngomong banyak setelah ketemu Badan Kehormatan DPR,” kata Dahlan, yang pada […]

  • Dana APBD Binjai Diduga Bobol Rp8 Miliar Tiap Tahun

    Dana APBD Binjai Diduga Bobol Rp8 Miliar Tiap Tahun

    • calendar_month Jumat, 4 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Ketua Komisi A DPRD Kota Binjai Muhammad Yusuf angkat bicara soal dugaan penyelewengan gaji 1.574 pegawai honor di lingkungan Pemko Binjai Tahun 2007-2009. Yusuf meminta honorer yang merasa dirugikan, segera melapor dan membuat pengaduan. Permintaan tersebut disampaikan M Yusuf saat dihubungi via telepon, Rabu (02/03/2011). “Alokasi Rp8 miliar yang diambil dari dana APBD Kota […]

  • TGSC Laporkan Saipullah Nasution ke Polisi

    TGSC Laporkan Saipullah Nasution ke Polisi

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Perseteruan Bupati Mandailing Natal ( Madina ) Saipullah Nasution dengan tim Gordang Sambilan Canter ( TGSC )terkait hutang politik ternyata berbuntut panjang. Tim Gordang Sambilan resmi melaporkan Saipullah Nasution ke Polres Madina dengan delik aduan pemerasan dan pencemaran nama baik. Sebelumnya kuasa hukum Saipullah Nasution juga telah melaporkan ketua tim […]

  • Fraksi PHN Cuatkan Banyak Poin di Paripurna LPJ

    Fraksi PHN Cuatkan Banyak Poin di Paripurna LPJ

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) disarankan menyelesaikan status akses jalan ke lokasi tempat pembuangan akhir sampah di Desa Batang Gadis. Sebab, status jalan masih milik individu, atau belum milik pemerintah sehingga kerap terjadi komplain dari pemilik tanah kepada para supir truk pengangkut sampah. Saran itu disampaikan Fraksi Persatuan Hati Nurani DPRD Madina […]

  • Dana DPRD Madina Habis, Pembahasan 11 Ranperda Ditunda

    Dana DPRD Madina Habis, Pembahasan 11 Ranperda Ditunda

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 9Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD Mandailing Natal (Madina) mempertontonkan kekacauan. Pasalnya pihak Badan Legislasi (Baleg) DPRD Madina meminta melakukan kunjungan kerja ke luar provinsi sebelum melanjutkan pembahasan 11 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda). Di sisi lain, ternyata voucher perjalanan dinas anggota DPRD Madina untuk bulan Juli sudah tidak ada lagi alias habis karena sudah terkuras sebelum […]

  • Pedagang Pasar Baru Panyabungan Mulai di Verifikasi

    Pedagang Pasar Baru Panyabungan Mulai di Verifikasi

    • calendar_month Selasa, 20 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Dinas Perdagangan Kabupaten Mandailing Natal mulai melakukan pendataan pedagang yang bakal menempati gedung baru di Pasar Baru Panyabungan. Verifikasi dan validasi data ini dilakukan sehubungan akan dilaksanakannya pemungsian pasar tersebut dalam waktu dekat. Pasar semi modren terbesar di Mandailing Natal itu sendiri memiliki sebanyak 506 kios dan 304 losd. Kepala […]

expand_less