Jumat, 6 Mar 2026
light_mode

Pengeroyokan Terus Terjadi: Islam Solusi Hakiki

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Mei 2023
  • print Cetak

Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd
Aktivis Dakwah

Hari ini kita dikejutkan dengan banyaknya berita pengeroyokan anak dibawah umur. Bukan hanya anak yang menjadi korban tetapi pelakunya juga seorang anak dibawah umur. Seperti kasus pengeroyokan anak laki-laki kelas dua SD berinisial MHD, usia 9 tahun, warga Sukaraja, Kabutapen Sukabumi, Jawa Barat yang tewas akibat dikeroyok oleh 3 orang kakak kelasnya. (TribunTangerang.com, 21/05/23)

Pengeroyokan itu terjadi bukan hanya sekali saja. Tetapi dua kali dalam waktu yang berurutan. Akibat dari pengeroyokan itu korban mengalami kejang-kejang dan setelah divisum korban ternyata mengalami luka pecah pembuluh darah, dada retak, dan tulang punggung retak (Kompas.com, 20/05/23). Mengerikan sekali perilaku anak sekarang ini. Terkadang tidak masuk akal sehat kita, mengapa anak dibawah umur sudah kepikiran menganiaya orang lain? Sungguh ironis memang tetapi inilah kenyataannya. Kenyataan dimana anak-anak mengalami gangguan mental akibat permainan game kekerasan, tontonan, perilaku orang sekitar atau orang tua yang mungkin kasar dan bisa juga akibat kekurangan kasih sayang dari orang tua yang sibuk mencari uang setiap hari.

Melihat pelakunya adalah anak-anak, maka bisa jadi perilaku kekejaman itu berasal dari pengasuhan dalam keluarga, termasuk interaksi dengan orang tua dan anggota keluarga lainnya. Seperti kita ketahui bahwa keluarga adalah sekolah pertama untuk anak-anak, dimana sangat berperan penting dalam membangun karakter anak. Penanaman keimanan dan akhlak oleh orang tua akan menjadi dasar kepribadian anak yang baik. Namun, fakta yang kita dapati hari ini nyatanya menunjukkan para ibu juga harus berjuang mencari nafkah, bahkan menjadi buruh migran di luar negeri demi menjaga agar dapur tetap ‘ngebul’. Akibatnya, peran ibu sebagai pendidik generasi terabaikan. Sementara itu, ayah pun tak punya waktu untuk mendidik anak-anaknya karena mengejar setoran.

Belum lagi kurikulum pendidikan sekuler yang makin kuat dengan moderasi beragama, membuat anak makin jauh dari tuntunan agama. Negara membiarkan berbagai tayangan yang tak layak anak, menjadikan kekerasan terus merasuk dalam benak anak yang masih berkembang, tak mampu membedakan benar salah, terpuji dan tercela. Semua faktor tersebut menjadi pembentuk pola pikir anak, sehingga anak menganggap bahwa kekerasan adalah hal biasa. Maka rusaklah akhlak dan fitrah kepolosan dan kebaikan anak.

Ini semua adalah buah dari pengaruh sistem kapitalisme, dimana manusia tidak lagi mencampurkan aturan Islam dalam kehidupannya. Islam hanya dijadikan sebagai agama ritual semata. Sistem kapitalisme membuat manusia tidak lagi peduli dengan keadaan orang lain. Yang terpenting itu mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Walaupun atas perilakunya bisa merugikan orang lain. Dan hal inilah yang mendarah daging dalam tubuh anak ketika dalam mendidik mereka pada orang tua tidak mencampurkan agama.

Oleh karenanya, untuk menyelesaikan semua persoalan ini kita butuh penerapan sistem Islam secara kaffah. Karena sistem Islam adalah sistem yang berasal dari Allah yang menciptakan manusia. Sistem Islam akan menjaga keimanan seseorang kepada Allah sehingga menjadi asas semua perbuatan manusia, termasuk menjadi asas negara. Negara yang menerapkan aturan Islam akan memenuhi seluruh kebutuhan manusia dengan cara yang mulia, tidak hanya fisik tapi juga psikis dan spiritualnya agar sesuai dengan fitrah dan martabat kemanusiaan yang mulia. Sehingga anak-anak akan terjaga fitrahnya dan tumbuh dengan siraman kebaikan agar menjadi anak yang beriman dan berakhlak mulia.

Wallahu’alam bishowab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Acara Mangupa, SARASI Didoakan Bijak Pimpin Tapsel

    Acara Mangupa, SARASI Didoakan Bijak Pimpin Tapsel

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Tim relawan keluarga Syahrul Martua Pasaribu-Aldinz Rapolo Siregar (SARASI) menggelar prosesi mangupa, di Jalan Gende, Kelurahan Hutasuhut, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Sabtu (20/11) lalu. Ketua panitia acara, H Painan Siregar, bersama Ketua Naposo Nauli Bulung Napa Napa Ni Sibualbuali (NNBS), Faisal Reza Pardede, kepada METRO, Minggu (21/11), mengatakan, pelaksanaan syukuran tersebut merupakan […]

  • Narasi Jahat Mengkaitkan Perempuan dengan Terorisme

    Narasi Jahat Mengkaitkan Perempuan dengan Terorisme

    • calendar_month Senin, 5 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban Aksi terorisme belum lama ini kembali terjadi di Indonesia, kali ini menyasar Katedral Makassar dan Mabes Polri, Jakarta. Dari tiga pelaku, dua diantaranya berjenis kelamin perempuan. Peneliti hukum dan HAM LP3ES sekaligus dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang, Milda Istiqomah mengatakan, ada peningkatan tren aksi teror yang melibatkan perempuan dalam beberapa […]

  • TPID Bisa Meningkatkan Pendapatan Daerah

    TPID Bisa Meningkatkan Pendapatan Daerah

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      P Sidimpuan – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sibolga menggelar Rapat Kordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Tabagsel, di Aula Kantor Walikota Padangsidimpuan, Jumat (24/4). Rapat TPID itu digelar dalam rangka penguatan kerja sama perdagangan antar daerah dan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang palsu. Rapat Kordinasi TPID ini dihadiri perwakilan kepala daerah Tapanuli Selatan (Tapsel), Padang […]

  • Karang Taruna Madina Galang Dana Untuk Pengungsi Rohingya

    Karang Taruna Madina Galang Dana Untuk Pengungsi Rohingya

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Karang Taruna Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan penggalangan dana di Panyabungan untuk membantu pengungsi Rohingya. Penggalangan dana  ini dilaksanakan  selama 4 hari sejak Kamis hingga Minggu (28-32/5).  Aksi sosial penggalangan sumbangan kemanusiaan dilakukan di berbagai lokasi Panyabungan, yakni Pasar Lama, Pasar Baru, persimpangan jalan protokol. Kotak sumbangan juga diedarkan ke toko-toko di […]

  • Dahlan Hasan, Mendengar dan Berbuat Bagi Perubahan (bagian 1)

    Dahlan Hasan, Mendengar dan Berbuat Bagi Perubahan (bagian 1)

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Menghadapi perubahan bukanlah hal mudah. Proses adaptasi membutuhkan setiap orang dalam organisasi untuk membangun pola pikir dan kebiasaan berbeda, dan hal itu menuntut upaya keras untuk keluar dari zona kebiasaan yang nyaman menuju sebuah ketidakpastian. Yang namanya ketidakpastian, bagi sebagian orang sangatlah menantang, namun bagi sebagian yang lain justru menjadi masalah. Proses adaptasi yang menjadi […]

  • Tak Berkategori

    KPK Tangkap Kadis PU Mandailing Natal

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dua orang yang ditangkap KPK di Medan, Selasa (14/5) kemarin tiba di markas antikorupsi ini. Mereka adalah Plt Kadis PU Kabupaten Mandailing Natal Khairil Anwar dan seorang swasta berinisial Surung Panjaitan.(detik)

expand_less