Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Antara Indonesia dan Sri Lanka

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 11 Apr 2022
  • print Cetak

Oleh: Djumriah Lina Johan
Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban

 

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menemukan komoditas daging ayam, bawang putih, cabai, gula, minyak goreng, daging sapi, telur dan tepung terigu selalu mengalami kenaikan harga tiap jelang Ramadhan.

Komisioner KPPU Dinni Melanie mengatakan, sebagian besar komoditas belum menunjukkan gejala kelangkaan. Hanya saja KPPU menyoroti lonjakan cabai merah yang diduga disebabkan oleh faktor cuaca.

Saat momentum hari besar nasional, KPPU meningkatkan intensitas pengawasannya

guna mengantisipasi terjadinya pelanggaran persaingan usaha.

Dia menjelaskan, sejak awal tahun Indonesia dihadapkan berbagai persoalaan di komoditas pangan, utamanya minyak goreng sejak akhir tahun 2021.

Persoalan tersebut juga dihadapkan dengan adanya kenaikan pajak dan harga bahan bakar minyak sejak awal April.

KPPU menilai pentingnya mencegah agar pelaku usaha di komoditas pangan tidak memanfaatkan momentum kenaikan dengan mengambil keuntungan secara berlebihan, atau bahkan melakukan tindakan anti persaingan dalam memasarkan produknya. (Kompascom, 2/4/2022)

Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa mengumumkan status darurat pada Jumat 1 April 2022 sehari setelah ratusan orang yang marah mencoba menyerbu rumahnya karena krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Seperti dilansir Channel NewsAsia, Sabtu 2 April 2022, langkah ini memberikan kekuatan besar kepada pasukan keamanan untuk mengamankan situasi ketika unjuk rasa yang menyerukan penggulingannya menyebar ke seluruh di negara Asia Selatan.

Negara berpenduduk 22 juta itu menghadapi kekurangan bahan pokok yang parah, kenaikan harga yang tajam dan pemadaman listrik yang melumpuhkan ekonomi paling parah sejak kemerdekaan dari Inggris pada 1948.

Sebelumnya pada malam hari, puluhan aktivis HAM membawa poster bertuliskan tangan dan lampu minyak di ibu kota saat berdemonstrasi di persimpangan yang ramai. “Saatnya mundur Rajapaksa,” kata salah satu poster. “Jangan korupsi lagi, pulang Gota,” kata yang lain – merujuk pada presiden.

Data resmi terbaru yang dirilis Jumat menunjukkan inflasi di Kolombo mencapai 18,7 persen pada Maret, rekor bulanan keenam berturut-turut. Harga makanan melonjak rekor 30,1 persen.

Namun, kekurangan solar sejak Kamis lalu yang memicu kemarahan di seluruh Sri Lanka dalam beberapa hari terakhir. Pemadaman listrik dilakukan selama 13 jam setiap hari mulai Kamis – terlama yang pernah ada – karena tidak memiliki diesel untuk generator. (Tempo.com, 2/4/2022)

Menarik melihat persamaan dan perbedaan dua pemberitaan di atas, di Indonesia, harga bahan pangan terus naik dan pemerintah seolah menganggap hal yang biasa dan mengabaikan penderitaan rakyat. Rakyat pun seperti terbius, tidak banyak bergerak untuk menyuarakan anti kezaliman dan lepas tangan pemerintah dalam hal pemenuhan kebutuhan hidup.

Kontras sekali dengan apa yang terjadi di Sri Lanka. Rakyat yang berada di negara berkembang yang terletak di Asia Selatan tersebut bergerak menyuarakan kekesalan, kekecewaan mereka akibat rezim zalim dan korup. Hal ini pun berkembang menjadi situasi darurat.

Bukan! Bukan penulis menginginkan atau memprovokasi agar rakyat +62 juga melakukan demonstrasi yang mengancam keamanan dalam negeri. Namun, penulis ingin memberikan opini bahwa menganggap kenaikan harga pangan menjadi hal yang biasa justru akan membuat ketimpangan sosial semakin parah. Kemiskinan merajalela. Kriminalitas kian meningkat tajam.

Maka, tidakkah kita butuh bersuara? Menyuarakan perubahan? Tentu perubahan revolusioner bukan hanya sekadar pergantian rezim. Sebab, sekian tahun sudah negeri ini bergonta-ganti pemimpin akan tetapi kesejahteraan tak kunjung dirasakan.

Dengan demikian, sebagai manusia yang telah Allah ciptakan dengan kesempurnaan akal. Patutlah kita memaksimalkan akal kita untuk berpikir out of box. Berpikir revolusioner. Sebuah perubahan sistem kehidupan, bukan sekadar berubah pemimpin dan kabinetnya.

Pentingnya Penerapan Syariah Islam

Saat ini kemiskinan yang menimpa umat lebih merupakan kemiskinan struktural/sistemik, yakni kemiskinan yang diciptakan oleh sistem yang diberlakukan oleh negara/penguasa. Itulah sistem kapitalisme-liberalisme-sekularisme. Sistem inilah yang telah membuat kekayaan milik rakyat dikuasai dan dinikmati oleh segelintir orang. Di negeri ini telah lama terjadi privatisasi sektor publik seperti jalan tol, air, pertambangan gas, minyak bumi dan mineral. Akibatnya, jutaan rakyat terhalang untuk menikmati hak mereka atas sumber-sumber kekayaan tersebut yang sejatinya adalah milik mereka.

Akibat lanjutannya, menurut laporan tahunan Global Wealth Report 2016, Indonesia menempati negara keempat dengan kesenjangan sosial tertinggi di dunia. Diperkirakan satu persen orang kaya di Tanah Air menguasai 49 persen total kekayaan nasional.

Di sisi lain rakyat seolah dibiarkan untuk hidup mandiri. Penguasa/negara lebih banyak berlepas tangan ketimbang menjamin kebutuhan hidup rakyatnya. Di bidang kesehatan, misalnya, rakyat diwajibkan membayar iuran BPJS setiap bulan. Artinya, warga sendiri yang menjamin biaya kesehatan mereka, bukan negara.

Dalam konteks global, di semua negara yang menganut kapitalisme-liberalisme-sekularisme telah tercipta kemiskinan dan kesenjangan sosial. Hari ini ada 61 orang terkaya telah menguasai 82 persen kekayaan dunia. Di sisi lain sebanyak 3.5 miliar orang miskin di dunia hanya memiliki aset kurang dari US$ 10 ribu. Karena itu mustahil kemiskinan bisa dientaskan bila dunia, termasuk negeri ini, masih menerapkan sistem yang rusak ini. Bahkan Oxfam International yang meriset data ini menyebut fenomena ini sebagai “gejala sistem ekonomi yang gagal!” (Tirto.id, 22/01/2018).

Karena itu saatnya kita mencampakkan sistem selain Islam yang telah terbukti mendatangkan musibah demi musibah kepada kita. Sudah saatnya kita kembali pada syariah Islam yang berasal dari Allah subhanahu wa ta’ala. Hanya syariah-Nya yang bisa menjamin keberkahan hidup manusia. Syariah akan menjadi rahmat bagi mereka (Lihat: QS al-Anbiya’ [21]: 107).

Lebih dari itu, penerapan syariah Islam secara kâffah dalam seluruh aspek kehidupan adalah wujud ketakwaan yang hakiki kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Wallahu a’lam bish shawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban Bentrok Karnaval Budaya HUT ke 78 RI di Madina Minta Panitia Tanggung Jawab

    Korban Bentrok Karnaval Budaya HUT ke 78 RI di Madina Minta Panitia Tanggung Jawab

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Photo ( istimewa ) PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Peristiwa bentrokan dua kelompok pemuda saat pelaksanaan karnaval budaya dalam memperingati HUT ke 78 RI di Mandailing Natal ( Madina ) Rabu 16/8/2023 membuat 5 orang warga Pidoli jadi korban. Korban minta Panitia tanggung jawab. Ke 5 orang itu adalah M Bakhtiar Pulungan (18) mengalami tusukan sejam, […]

  • Pendaftaran IPDN Ditutup Minggu

    Pendaftaran IPDN Ditutup Minggu

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Pendaftaran calon praja Institut Pemerintah Dalam Negeri atau IPDN akan ditutup Minggu (15/5). Lalu, hingga kemarin baru enam pelamar yang mendaftar ke Badan Kepegawaian Daerah Madina. Kepala BKD Madina Asrul Daulay SIP melalui Kabid Pendidikan dan Pelatihan, Hamdan Syukri Siregar menyebutkan, calon praja IPDN ini terbuka untuk umum dan seluruh alumni SMA dan MA […]

  • Dicari, Calon Kapolri Tak Korupsi

    Dicari, Calon Kapolri Tak Korupsi

    • calendar_month Minggu, 26 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sosok jenderal yang dicalonkan adalah yang tak terlibat pelanggaran HAM, korupsi, patuh membayar pajak, dan bisa menjalin kerjasama dengan lembaga terkait. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninjau Museum Polri dalam acara perayaan ulang tahun Bhayangkara (HUT Polri) ke-63, di Markas Besar Polri, Jakarta, 1 Juli 2009. [TEMPO/ Panca Syurkani] Masa jabatan Jenderal Bambang Hendarso Danuri tinggal […]

  • Jangka Dekat Berkas 7 Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Kota Nopan Akan Dilimpahkan

    Jangka Dekat Berkas 7 Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Kota Nopan Akan Dilimpahkan

    • calendar_month Senin, 24 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online : Terkait kasus tambang ilegal di Kecamatan Kota Nopan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) perkembangannya saat ini 7 tersangka yang ditetapkan polisi jangka dekat berkasnya akan dilimpahkan ke JPU ( Jaksa Penuntut Umum ) di Kejaksaan Negeri Madina. Ipda Bagus Seto KBO Reskrim Polres Madina pada Mandailing Online Senin 24/6/2024 mengatakan, untuk […]

  • Bupati Kunjungan Mendadak ke PLN

    Bupati Kunjungan Mendadak ke PLN

    • calendar_month Jumat, 20 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    Minta Listrik Tak Padam Selama Ramadan Panyabungan (MO) – Bupati Mandailing Natal, Hidayat Batubara, Jum’at (20/7) melakukan kunjungan mendadak ke kantor PLN Ranting Panyabungan. Para pejabat PLN pun gelagapan menerima kedatangan bupati yang tiba-tiba ini. Kedatangan bupati ini untuk memastikan langsung kesiapan pihak PLN dalam memenuhi pasokan listrik di Mandailing Natal selama bulan suci Ramadan, […]

  • Bupati Gratiskan Sewa Los Pasar Tapanuli 3 Bulan

    Bupati Gratiskan Sewa Los Pasar Tapanuli 3 Bulan

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) akan menggratiskan sewa los pasar Tapanuli selama tiga bulan kepada pedagang. Itu dikatakan Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution dalam acara dialog pedagang dengan pemerintah di Pasar Kuliling, Panyabungan, Jumat (26/9/2025). “Sewa los bagi pedagang sayur dan kue-kue basah gratis sampai akhir tahun. Pembayaran sewa baru […]

expand_less