Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

KKN 09 STAIN Madina Sosialisasikan Konsep Moderasi Beragama Pada Siswa SD di Tambiski

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Uapaya menciptakan kerukunan beragama Kelompok Kerja Kuliah Nyata (KKN) 09 STAIN Madina sosialisasikan konsep moderasi beragama kepada peserta didik di SD Negeri 056 Aek Nauli, Desa Tambiski Nauli, Kecamatan Naga Juang.

Abdur Rahman Humasi KKN 09 mengatakan, kegiatan itu salah satu kegiatan Program Kerja KKN serta pengabdian masyarakat dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai implementasi mahasiswa kepada lingkungan sosial dan pendidikan dasar.

“Tema utama Moderasi Beragama.Kegiatan moderasi beragama yang dilaksanakan oleh kelompok KKN ini berangkat dari sebuah realitas sosial yang terjadi di Desa Tambiski Nauli. Desa ini berbatasan langsung dengan Desa Humbang yang mayoritas penduduknya beragama non-muslim,” Kata Abdur Rahman Pada Mandailing Online. Selasa, (02/08/2025).

Berdasarkan hasil pengamatan para peserta KKN 09. Anak-anak Desa Tambiski Nauli dengan anak-anak Desa Humbang cenderung kurang memiliki interaksi sosial yang harmonis. Minimnya pertemanan dan kerja sama antar siswa / i dari kedua desa ini dikhawatirkan akan berdampak kurang baik terhadap pembentukan sikap toleransi sejak usia dini.

“Oleh karena itu, melalui program kerja ini, Kelompok 09 KKN STAIN Madina berupaya menanamkan nilai-nilai toleransi, persaudaraan, serta sikap saling menghargai perbedaan dengan cara memperkenalkan konsep moderasi beragama kepada peserta didik di SD Negeri 056 Aek Nauli,” Tambah Humas.

Selain itu, Khoirun Rambe selaku Ketua KKN 09 juga menyampaikan ia beserta seluruh 7 anggota kelompok jadi pemateri Moderasi.

Dijelaskannya Metode pelaksanaan sosialisasi dilakukan dengan Ceramah interaktif, penyampaian materi dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami siswa, dan diskusi singkat memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapat dan pengalaman terkait pertemanan dengan teman berbeda keyakinan. Sasaran dari kegiatan ini adalah peserta didik kelas 4, 5, dan 6 SD Negeri 056 Aek Nauli, pemilihan kelas ini didasarkan pada pertimbangan bahwa anak-anak pada usia tersebut sudah lebih mudah diajak berdiskusi, menerima pemahaman baru, serta mampu menerapkan nilai-nilai yang ditanamkan dalam kesehariansehari-hari.

“Materi yang disampaikan serta nilai yang terkandung dalam moderasi beragama, akan menumbuhkan toleransi antarumat beragama, komitmen kebangsaan dan cinta tanah air, anti kekerasan serta menjunjung tinggi perdamaian, menghargai kearifan lokal dan budaya setempat. Kami (KKN 09) tegaskan lagi moderasi beragama adalah sikap hidup beragama dengan cara yang seimbang, adil, serta menghargai perbedaan,” Dicontohkan Khairun.

Harapan dari pelaksanaan sosialisasi itu jelas Khairun Peserta didik mulai membangun interaksi positif dengan teman sebaya dari desa lain tanpa membedakan agama maupun latar belakang, sekolah dapat melanjutkan penanaman nilai toleransi melalui kegiatan belajar mengajar, baik di dalam maupun di luar kelas, lalu orang tua dan masyarakat turut serta mendukung terciptanya suasana rukun, damai, dan harmonis antarwarga desa serta Program kerja KKN ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa maupun pihak sekolah untuk terus menanamkan nilai moderasi beragama sejak dini.

Pelaksana kegiatan itu Moderasi beragama itu Ada Khoirun Raambe, Abdur Rahman, Mila Rizky, Salsabilla Az-Zahra, Khoirun Nisah, Masitoh Tanjung, Fadilah Nauli dan Adji Putrah.

Berikut tujuan dari pelaksanaan kegiatan konsep moderasi beragama :

1. Memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang pentingnya sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

2. Menumbuhkan kesadaran untuk saling menghormati perbedaan keyakinan dan latar belakang.

3. Mendorong terjalinnya interaksi sosial yang positif antara peserta didik muslim Desa Tambiski Nauli dan peserta didik non-muslim Desa Humbang.

4. Mengajarkan nilai-nilai moderasi beragama sejak dini agar tertanam dalam kehidupan bermasyarakat.

5. Meningkatkan peran sekolah dasar sebagai lembaga pendidikan awal dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan cinta damai.

Reporter : Fikri

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yayasan Mataniari Suplay Bibit Buah di Madina

    Yayasan Mataniari Suplay Bibit Buah di Madina

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    HUTABARGOT (Mandailing Online) – Pemberdayaan ekonomi rakyat yang terintegrasi dengan pelestarian lingkungan hidup patut dikembangkan. Interaksi kedua aspek ini sangat urgen dan memiliki nilai yang sangat mulia di tengah kian tingginya ancaman kerusakan ekosistem global. Dan kedua aspek itu menjadi bagian dari beberapa program Yayasan Mataniari di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut). Yayasan Mataniari […]

  • PG dirikan posko banjir Ranto Baek

    PG dirikan posko banjir Ranto Baek

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Jajaran DPD Partai Golkar (PG) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) prihatin terhadap banjir yang melanda enam desa di Kecamatan Ranto Baek. Menurut data akhir bencana, dan laporan tertulis Camat Kamal Khan, kejadian itu mengakibatkan 34 rumah penduduk hanyut, 47 rusak berat, 47 unit rusak ringan, dua jembatan gantung dan empat mesjid rusak ringan. “Atas […]

  • Program Kompor Induksi Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah?

    Program Kompor Induksi Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah?

    • calendar_month Minggu, 11 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Fani Ratu Rahmani Aktivis Dakwah dan Penulis tinggal di Balikpapan Kompor listrik menjadi andalan baru untuk perlengkapan di dapur, karena dari segi keamanan penggunaan kompor listrik ini relatif lebih aman dibandingkan kompor minyak ataupun kompor gas. Di sisi lainnya, kompor listrik dianggap sebagai alternatif untuk menghindari eksplorasi berlebihan pada minyak. Kompor listrik sebenarnya […]

  • Pj Bupati Ngaku Tak Paham

    Pj Bupati Ngaku Tak Paham

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sementara itu, Pj Bupati Mandailing Natal (Madina) Aspan Sopian Batubara MM dalam nota jawaban atas tanggapan fraksi-fraksi DPRD Madina menyebutkan tak memahami tanggapan dan pertanyaan fraksi terkait kualitas pelayanan RSUD Panyabungan yang semakin menurun. Jawaban ini disampaikan Aspan atas pandangan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD Madina menilai pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan […]

  • 20 Kementerian/Lembaga Sampaikan Usulan Reformasi Birokrasi

    20 Kementerian/Lembaga Sampaikan Usulan Reformasi Birokrasi

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, Sebanyak 20 kementerian/lembaga telah menyampaikan dokumen usulan reformasi birokrasi pada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi E.E. Mangindaan selaku Ketua Tim Reformasi Birokrasi Nasional. “Tahun 2011 terdapat 20 kementerian/ lembaga yang telah menyampaikan dokumen usulan reformasi birokrasi,” kata Menpan dan RB, EE Mangindaan dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR, di Jakarta, Senin. […]

  • Poligami di Mata Kartini dan Feminisme

    Poligami di Mata Kartini dan Feminisme

    • calendar_month Selasa, 23 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Novida Sari, S.Kom Ketua Forum Muslimah Peduli Generasi Mandailing Natal Ide Feminisme merupakan ide yang senantiasa menjunjung tinggi kebebasan dan kesetaraan kedudukan, hak, hukum, perlakuan dan berbagai dimensi kehidupan bagi perempuan agar senantiasa sama dengan laki-laki. Sehingga Feminisme meniscayakan perempuan untuk menentukan pilihan atas dirinya sebagaimana laki-laki termasuk dalam pernikahan. Jika seorang perempuan […]

expand_less