Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Program Kompor Induksi Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 11 Apr 2021
  • print Cetak

Oleh : Fani Ratu Rahmani
Aktivis Dakwah dan Penulis tinggal di Balikpapan

Kompor listrik menjadi andalan baru untuk perlengkapan di dapur, karena dari segi keamanan penggunaan kompor listrik ini relatif lebih aman dibandingkan kompor minyak ataupun kompor gas. Di sisi lainnya, kompor listrik dianggap sebagai alternatif untuk menghindari eksplorasi berlebihan pada minyak.

Kompor listrik sebenarnya sudah banyak beredar di tengah masyarakat. Bahkan kalau mau melihat sejarahnya, ini sudah ditemukan di sekitar abad ke 19, hanya saja masih perlu modifikasi hingga bisa siap pakai seperti sekarang. Di Indonesia kita akan dapati kompor listrik di kawasan elit, karena merogoh kocek yang tidak sedikit pula, meski lebih praktis tanpa menggunakan minyak dan gas.

Dan masih menjadi berita hangat, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyiapkan produk layanan untuk mengakselerasi pengguna kompor induksi (kompor listrik). Proses rancangan program mulai dilakukan pada awal April 2021. Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi menjelaskan, program itu ditujukan untuk pelanggan pasang baru, yang akan diberi insentif daya yang lebih besar dari yang dimohonkan, dengan syarat pelanggan memasang kompor induksi pada hunian mereka.

Upaya pengguna kompor induksi sendiri dinilai tak hanya memberi keuntungan bagi masyarakat dan menekan angka impor LPG dalam negeri, namun juga mampu mendorong kinerja keuangan PLN. Meski begitu, Agung enggan menjelaskan keuntungan yang nantinya diperoleh perseroan. (Sumber : Sindonews)

Program kompor induksi ini diyakini akan berhasil. Mengapa? Karena program ini bersinergi dengan program kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan pelaksanaan program terkait pembangunan perumahan atau hunian yang dikerjakan kementeriannya. Anggaran kementerian PUPR bertambah, sehingga bentuk sinergi ini dinilai bisa berhasil dan bisa membantu PLN dalam menyerap kelebihan produksi energi yang hingga mencapai 50 persen dan konsumsi.

Hanya saja, adanya program kompor induksi ini tentu juga patut ditelaah lebih mendalam. Strategi konversi sudah berlaku sejak dulu, sejak kompor minyak dikonversi menjadi gas LPG, kemudian gas LPG kiloan disubtitusi menjadi jargas, hingga ini wacana beralih pada induksi. Dan setiap program konversi berujung pada masalah baru. Hemat iya, tapi ternyata juga mengundang persoalan lagi di tengah masyarakat.

Pertimbangan ini tentu akan mengeluarkan biaya juga di masyarakat. Ada perangkat yang harus diinstalasi, ada beban listrik yang harus ditambah, dan biaya bulanan yang memungkinkan membengkak. Jejak program pemerintah harusnya dipelajari agar tidak mengulangi kesalahan baru, yakni sekadar teori kemaslahatan umat padahal bisa mencekik umat di tengah kehidupan ekonomi yang sempit. Umat sedang menjerit.

Dan program ini tentunya ada keterkaitan dengan kebijakan global yakni energi bersih. Termaktub pula dalam sustainable development goals (SDGs) untuk penggunaan energi baru terbarukan. Ini menunjukkan pembebekan kebijakan antara negeri ini dengan negara adidaya yang telah merumuskan tujuan-tujuannya, yang hanya ingin mengeruk kekayaan negeri-negeri muslim. Konversi bagi kafir penjajah bukan semata-mata kemajuan teknologi, tapi bentuk penjajahan gaya baru dan melanggengkan penjajahan sebelumnya yakni eksploitasi terhadap energi minyak dan gas, yang potensi keuntungannya masih menggiurkan saat ini.

Dalam program EBT sebenarnya terdapat celah bisnis yang menggiurkan bagi  penguasa yang menganggap rakyatnya sebagai konsumen. Sebab potensi ekonomi EBT ini, program kompor listrik pun akan menjadi efektif. Karena dalam hal ini, EBT sangat berpeluang menjadi sumber energi bagi pembangkit listrik. Sehingga akan kuat potensi bermainnya pihak swasta, dan konsekuensinya, tagihan listrik yang harus dibayar rakyat juga harus siap melonjak.

Inilah wujud dari sistem kapitalisme yang sejatinya hanya akan menjajah, sebagai thariqah-nya. Ia akan berusaha sekuat tenaga menguasai sumber daya alam kaum muslim dengan berbagai kedok program. Ini tentu harus dihentikan. Dan yang mampu menghentikannya, tentu saja harus sesama ideologi, dan ideologi tersebut adalah Islam, bukan sosialisme-komunisme.

Ideologi Islam akan menjadikan negara yang menerapkan Islam yakni khilafah islamiyyah menjalankan peran dan tanggung jawabnya dalam pengelolaan sahih terhadap sumber daya energi dan listrik, sebagaimana sabda Rasulullah saw., “Imam/Khalifah adalah pengurus dan ia bertanggung jawab terhadap rakyat diurusnya.” (HR Muslim dan Ahmad). Tanggung jawab ini harus disadari negara sebagai bentuk ketaatan kepada Allah bukan hanya citra terhadap rakyat.

Mengelola sumber energi yang dimaksud tentu dengan memperhatikan dua aspek yakni, melarang adanya swastanisasi (bisnis) dan pengurusan penuh terhadap kebutuhan listrik masyarakat. Dua hal ini sejalan dengan syariat Islam yang memang harus dipegang teguh oleh umat islam.

Larangan swastanisasi karena memang energi yang jumlahnya berlimpah merupakan kepemilikan umum. Ada larangan untuk dikuasai oleh segelintir orang, negara atau bahkan privatisasi individu. “Kaum muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air, dan api.” (HR Abu Dawud dan Ahmad)

Kemudian, terkait aspek kedua yakni pengurusan kebutuhan energi masyarakat ini sesuai dengan sudut pandang pemimpin sebagai raa’in. Bahkan ditafsirkan sebagai pelayan umat. Memenuhi kebutuhan masyarakat dengan menyiapkan seluruh perangkat yang kompatibel terhadap energi yang digunakan. Dan tidak membebani umat dengan biaya yang mahal, dalam Islam bisa murah bahkan gratis dengan pengelolaan sesuai sistem ekonomi Islam.

Sejatinya kompor listrik merupakan madaniyah, atau kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di tengah kehidupan manusia. Apabila negara hendak mengadopsi ini untuk rakyat, sebenarnya tidak menjadi sebuah masalah, asalkan negara memastikan masyarakat terpenuhi dan tidak terbebani. Di lain sisi juga negara mengelola minyak dan gas untuk kemaslahatan umat pula, inilah bentuk negara yang diridhoi oleh Allah ta’ala. Negara yang menjalankan tanggung jawabnya sesuai dengan apa yang Allah firmankan. Jadi, untuk mengatasi masalah tanpa masalah hanya dengan sistem Islam, bukan yang lain. Wallahu a’lam bis shawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keselamatan Warga Prioritas Pemkab Madina

    Keselamatan Warga Prioritas Pemkab Madina

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      ​PANTAI BARAT (Mandailing Online) – Keselamatan warga menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) saat bencana banjir dan longsor di tengah intensitas hujan yang tinggi sekitar dua pekan terakhir. ​Hal itu disampaikan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi di hadapan para kepala desa di Kecamatan Batahan dan masyarakat Desa Banjar Aur, Kamis (11/12/ 2025). ​”Karena […]

  • Gempa Kembali Guncang Mandailing Natal

    Gempa Kembali Guncang Mandailing Natal

    • calendar_month Sabtu, 6 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gempa bumi kembali terjadi di Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, Sabtu (6/5/2017). Berdasar laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia, gempa tersebut berkekuatan 4,6 scala richter. Titik gempa berada sekitar 21 Km Tenggara Mandailing Natal. Gempa yang terjadi pukul  17.21 WIB itu berada di titik kedalaman 10 kilo meter. BMKG  dalam […]

  • Seorang Polisi Dikeroyok Tiga Pengedar Ganja

    Seorang Polisi Dikeroyok Tiga Pengedar Ganja

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasat Narkoba Polres Mandailing Natal (Madina) AKP Timbul Sihombing menyatakan, Senin (12/5/2014) pihaknya masih terus melakukan penyelidikan kasus pengeroyokan terhadap anggota Satuan Narkoba saat melakukan tugas. “Diduga anggota kita dikeroyok pada saat melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana narkotika golongan 1 jenis ganja,” sebutnya menjawab wartawan. Anggota Satuan Narkoba Bripka Frans […]

  • Motif Pembunuhan: Untuk Ambil Roh Anak Nabi Muhammad?

    Motif Pembunuhan: Untuk Ambil Roh Anak Nabi Muhammad?

    • calendar_month Selasa, 17 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Belum diketahui alasan pasti pembunuhan terhadap anak-anak di Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal (Madina) yang terjadi Minggu (15/11) kemarin. Sejauh ini, tersangka bernama Syahril alias Wawa (25) yang ditengarai mengalami stress, mengaku melakukan pembunihan karena ada bisikan roh halus untuk mengambil roh anak Nabi Muhammad. “Sampai saat ini kita belum bisa memeriksa […]

  • Terkait Surat Edaran Gubsu Tentang Galian C, Ombudsman Diminta Lakukan Investigasi

    Terkait Surat Edaran Gubsu Tentang Galian C, Ombudsman Diminta Lakukan Investigasi

    • calendar_month Rabu, 12 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online)- Menanggapi perdebatan hangat soal galian C di Mandailing Natal ( Madina ) dan terbitnya Surat Edaran Gubernur Sumut No 900.1.13.1/7845/2023 tanggal 4 Juli 2023, tentang penggunaan material pekerjaan kontruksi dari perusahaan memiliki izin tambang bukan logam, Irwan Daulay Pengamat Ekonomi & Pembangunan Sumut merespon dengan meminta SE itu sebaiknya dicabut dan selanjutnya […]

  • Masyarakat Diimbau Urus IMB Tepat Waktu

    Masyarakat Diimbau Urus IMB Tepat Waktu

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal mengimbau seluruh masyarakat agar segera mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Sampai saat ini masih banyak bangunan-bangunan liar, khususnya di Kota Panyabungan yang sama sekali belum memiliki IMB. (metr)

expand_less