Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

Imbas Lemahnya Nilai Tukar Rupiah, Pengrajin Tahu dan Tempe di Madina Mulai Wanti Wanti

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Sabtu, 29 Jun 2024
  • print Cetak

Pengrajin tahu di kawasan aek galoga, Kelurahan Pidoli, Mandailing Natal ( Fikri)

MADINA-Mandailing Online : Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS mulai diwanti-wanti para pengrajin tahu dan tempe yang bahan bakunya kacang kedelai impor karena akan membuat harga komoditas tersebut naik.

Mandailing Online menyambangi sejumlah pengrajin tempe di kawasan Kota Sianta Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina ), Sabtu (29/6). Menurut mereka harga kedelai masih terpantau stabil dan normal.

Jailani pengrajin tempe ini mengaku harga kedelai masih berkisar Rp. 650.000/ karung nya. Untuk penjualan produksi sendiri setelah di potong dengan ukuran 10×12 cm ia menjual tempe pada pengecer diharga Rp 1800 saja, sementara pengecer menjual Rp. 2000.

” Sejauh ini belum ada pengaruh ke produksi meski harga nilai tukar rupiah ke dolla AS melemah. Harga Kedalai sendiri masih normal, namun kalau harga kedelai impor naik, otomatis saya mengikuti saja ” Jelas Jailani.

Sementara itu Adi pengrajin tahu di kawasan aek galoga, Kelurahan Pidoli Panyabungan memberi keterangan serupa. Harga tahu dari hasil produksi pabriknya masih normal. Ia menjual ke pengecer Rp. 900/ potong dengan ukuran 6×6 cm. Pengecer sendiri menjualnya Rp. 1000/ potong nya.

Saat harga kedelai naik, Adi mengaku terpaksa menyiasatinya dengan mengurangi ukuran potongan tahu, namun harga tetap normal. Hanya saja keuntungan yang diperoleh berkurang dari yang biasa.

” Kalau pengalaman ketika harga kedelai naik, keuntungannya hanya dikisaran 20 persen saja, tetapi kalau harga kedelai normal, keuntungan bisa mencapai 50 persen, ” Jelas Adi.

Daya beli sendiri diakui Adi yang sudah membuka usaha produksi tahu sejak 2008 lalu terus menurun. Penurunan drastis itu sejak covid 19 terjadi. Ia memperkirakan penurunan omset mencpai 30 persen.

“Sampai 30% turun. Kedepannya mungkin juga semakin menurun karena tahu juga sudah mulai kurang peminatnya ditambah harga bahan baku yang tidak menentu” Tutur Adi.

Penelusuran Mandailing Online dari sejumlah pengrajin tahu dan tempe mengaku sempat menggunaka bahan baku kedelai lokal. Selain harga lebih murah dari barang kedelai impor kualitas nya juga lebih bagus. Namun hanya bertahan beberapa waktu saja karena produksi kedelai lokal terus tergerus oleh kedelai impor.

Para pengrajin tahu tempe menilai, kondisi ini terjadi akibat tidak adanya kepedulian Pemerintah terhadap petani kedelai, sehingga petani memilih tidak nanam kedelai yang pada akhirnya berdampak pada pengrajin tahu tempe.

Kondisi itulah yang membuat pengrajin tahu dan tempe terpaksa bergantung pada kedelai impor yang harganya lebih mahal. ( fikri)

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalinsum Titik Mandailing Julu Diperbaiki, Supir Harus Waspada

    Jalinsum Titik Mandailing Julu Diperbaiki, Supir Harus Waspada

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Malintang Pos) :  Supir perlu waspada, sejumlah titik jalan Lintas Sumatera titik Tambangan-Muarasipongi saat ini dalam pelebaran. Pantauan, Selasa (28/9), ruas Jalinsum di sekitar Muara Mais Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal (Madina) sedang pembangunan parit dan pelebaran badan jalan. Sejumlah alat berat terlihat sedang berada di badan jalan. Begitu juga tumpukan material memasuki sebagian […]

  • Warga Temukan Mayat di Parit

    Warga Temukan Mayat di Parit

    • calendar_month Minggu, 15 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Warga Jalan Abri Kelurahan Panyabungan II Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) geger atas penemuan mayat di parit, Kamis (12/1) malam. Mayat tersebut diduga korban lakalantas. Ternyata korban bernama Harun (30) warga Desa Manyabar kecamatan Panyabungan yang sudah dua hari tidak pulang ke rumah. Hal itu terungkap salah seorang keluarganya Binuh mendatangi lokasi kejadian […]

  • Candi Sipamutung

    Candi Sipamutung

    • calendar_month Selasa, 15 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Candi Sipamutung di Desa Siparau Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas merupakan bukti sejarah peradaban yang diperkirakan berdiri pada abad XI. Candi yang dikelilingi oleh rangkaian perbukitan rendah tersebut  terletak, di dipinggir Sungai Barumun yang membelah dataran Padanglawas dan berjarak sekitar 40 Km dari ibukota Kabupaten Padanglawas, Sibuhuan dan dari kota Padangsidimpuan berjarak -+ 70 Km […]

  • Rupiah Melemah Pengaruhi Harga Karet di Madina

    Rupiah Melemah Pengaruhi Harga Karet di Madina

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pelemahan rupiah atas mata uang dollar AS mempengaruhi harga penjaualan karet alam, termasuk di Mandailing Natal (Madina). Para pedagang pengumpul menyatakan posisi 1 dollar AS yang mencapai 12.000 rupiah menyebabkan posisi sulit bagi pergerakan harga karet. “Pembelian kita kali ini (di tingkat petani-red) harganya 8.500 rupiah per kilo. Sebelumnya harga sekitar […]

  • Taruhan Draf

    Taruhan Draf

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

          INI hari ketiga setelah Presiden Jokowi mengumumkan larangan total ekspor minyak sawit.  Harga minyak goreng di pasar masih bervariasi. Ada yang turun sedikit. Ada yang naik sedikit –seperti dikutip CNN Indonesia dari pasar di Bekasi kemarin. Sambutan umum sangat menggembirakan. “Ini baru presiden,” tulis salah satu komentar di Disway memuji ketegasan larangan ekspor itu. […]

  • “Adakah Karakter Pancasila?” (1)

    “Adakah Karakter Pancasila?” (1)

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. Adian Husaini PADA tanggal 24 Oktober 2013 lalu, saya bersyukur mendapatkan kesempatan berbicara dalam satu seminar tentang peradaban Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Seminar itu diadakan sebagai satu rangkaian kegiatan peringatan Dies Natalis ke-55 UMS. Bertindak sebagai keynote speaker adalah Prof. Malik Fadjar, mantan rektor UMS yang dikenal sebagai salah satu tokoh […]

expand_less