Rabu, 17 Jun 2026
light_mode

Imbas Lemahnya Nilai Tukar Rupiah, Pengrajin Tahu dan Tempe di Madina Mulai Wanti Wanti

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Sabtu, 29 Jun 2024
  • print Cetak

Pengrajin tahu di kawasan aek galoga, Kelurahan Pidoli, Mandailing Natal ( Fikri)

MADINA-Mandailing Online : Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS mulai diwanti-wanti para pengrajin tahu dan tempe yang bahan bakunya kacang kedelai impor karena akan membuat harga komoditas tersebut naik.

Mandailing Online menyambangi sejumlah pengrajin tempe di kawasan Kota Sianta Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina ), Sabtu (29/6). Menurut mereka harga kedelai masih terpantau stabil dan normal.

Jailani pengrajin tempe ini mengaku harga kedelai masih berkisar Rp. 650.000/ karung nya. Untuk penjualan produksi sendiri setelah di potong dengan ukuran 10×12 cm ia menjual tempe pada pengecer diharga Rp 1800 saja, sementara pengecer menjual Rp. 2000.

” Sejauh ini belum ada pengaruh ke produksi meski harga nilai tukar rupiah ke dolla AS melemah. Harga Kedalai sendiri masih normal, namun kalau harga kedelai impor naik, otomatis saya mengikuti saja ” Jelas Jailani.

Sementara itu Adi pengrajin tahu di kawasan aek galoga, Kelurahan Pidoli Panyabungan memberi keterangan serupa. Harga tahu dari hasil produksi pabriknya masih normal. Ia menjual ke pengecer Rp. 900/ potong dengan ukuran 6×6 cm. Pengecer sendiri menjualnya Rp. 1000/ potong nya.

Saat harga kedelai naik, Adi mengaku terpaksa menyiasatinya dengan mengurangi ukuran potongan tahu, namun harga tetap normal. Hanya saja keuntungan yang diperoleh berkurang dari yang biasa.

” Kalau pengalaman ketika harga kedelai naik, keuntungannya hanya dikisaran 20 persen saja, tetapi kalau harga kedelai normal, keuntungan bisa mencapai 50 persen, ” Jelas Adi.

Daya beli sendiri diakui Adi yang sudah membuka usaha produksi tahu sejak 2008 lalu terus menurun. Penurunan drastis itu sejak covid 19 terjadi. Ia memperkirakan penurunan omset mencpai 30 persen.

“Sampai 30% turun. Kedepannya mungkin juga semakin menurun karena tahu juga sudah mulai kurang peminatnya ditambah harga bahan baku yang tidak menentu” Tutur Adi.

Penelusuran Mandailing Online dari sejumlah pengrajin tahu dan tempe mengaku sempat menggunaka bahan baku kedelai lokal. Selain harga lebih murah dari barang kedelai impor kualitas nya juga lebih bagus. Namun hanya bertahan beberapa waktu saja karena produksi kedelai lokal terus tergerus oleh kedelai impor.

Para pengrajin tahu tempe menilai, kondisi ini terjadi akibat tidak adanya kepedulian Pemerintah terhadap petani kedelai, sehingga petani memilih tidak nanam kedelai yang pada akhirnya berdampak pada pengrajin tahu tempe.

Kondisi itulah yang membuat pengrajin tahu dan tempe terpaksa bergantung pada kedelai impor yang harganya lebih mahal. ( fikri)

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Minat Generasi Muda pada Pertanian Menurun

    Minat Generasi Muda pada Pertanian Menurun

    • calendar_month Senin, 7 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor (IPB) Yonny Koesmaryono mengatakan tren minat generasi muda terhadap pertanian mulai menurun. "Saya melihat trennya menurun. Sudah lima tahun terakhir menurun," kata Yonny dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu (5/11). Dia menekankan tren penurunan tersebut bukan dari IPB melainkan dilihat secara […]

  • Mari Menghadirkan Pilkada Damai

    Mari Menghadirkan Pilkada Damai

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Calon Bupati Madina Drs. HM. Yusuf Nasution, M.Si dan Calon Bupati Madina Safaruddin Haji Lubis (Akong) foto bersama penuh keakraban dan bersahaja. Dalam kurun waktu lebih 30 hari ke depan masyarakat Kabupaten Mandailing Natal akan dihadapkan pada perhelatan akbar pemilihan Kepala Daerah. Semua warga masyarakat di bumi Gordang Sambilan. Madina tentulah mengharapkan agar proses pra […]

  • Petani Tapsel dan Kementan Kembangkan Bawang Merah

    Petani Tapsel dan Kementan Kembangkan Bawang Merah

    • calendar_month Selasa, 15 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TAPSEL – Kementerian Pertanian RI menjalankan program pengembangan bawang merah di wilayah Tapsel, tahun anggaran 2019. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Ir. Bismark Muaratua, di Sipirok, Senin (14/10),  mengatakan pengembangan tahap awal bawang merah tersebut untuk 10 kelompok tani. Dengan rincian tiga kelompok tani di wilayah Kecamatan Angkola Muara Tais, dua di […]

  • Jakfar Sukhairi Mendaftar di Gerindra

    Jakfar Sukhairi Mendaftar di Gerindra

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – H.M Jakfar Sukhairi Nasution mendaftar di DPC Partai Gerindra Madina. Jakfar Sukhairi yang saat ini masih Wakil Bupati Madina itu mendaftar sebagai bakal calon bupati Madina di Partai Geindra Madina, Minggu (10/11/2019). Beliau didampingi Sekretaris DPC PKB Madina, Edi Anwar Nasution dan H. Sahminan Rangkuti juga juru bicara Jakfar […]

  • Harga Sayur Mayur di Panyabungan Kembali Normal

    Harga Sayur Mayur di Panyabungan Kembali Normal

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bulan Ramadan membawa berkah bagi pedagang sayur mayur di beberapa pasar tradisional yang ada di Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Di minggu pertama Ramadan harga kembali normal, bahkan sebagian ada yang mengalami tren naik. Demikian disampaikan Patimah, pedagang sayur mayur di Pusat Pasar Pagi Gunungtua, Senin (7/7/2014). “Sebelum memasuki bulan […]

  • Pemkab Madina Belum Tetapkan UMK Tahun 2024

    Pemkab Madina Belum Tetapkan UMK Tahun 2024

    • calendar_month Rabu, 22 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) sampai hari ini belum menetapkan UMK ( Upah Minimum Kabupaten ). Dinas Tenaga Kerja sendiri mengaku masih dalam tahap pembahasan besaran ketentuan UMK tersebut. ” Penyesuaian UMK untuk tahun 2024 berdasarkan formula Inflasi, pertumbuhan ekonomi serta tergantung indeks angka tertentu dan kesepakatan. Ini […]

expand_less