Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Ada Dana APBN Untuk Wisata Desa, PMD Madina Akui Dana Belum Cair

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
  • print Cetak

Kantor Dinas PMD Madina di Bukit Payaloting Aek Godang, Parbangunaan, Madina.( fikri )

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ternyata Ada anggaran untuk Bantuan Pengembangan Obyek Wisata di Kabupaten Mandailing Natal senilai Rp. 250.000.000. Dasar bantuan tersebut yakni usaha mendorong perubahan kepariwisataan dengan tujuan memperoleh keuntungan dan manfaat yang lebih baik.

Diketahui dari data yang diperoleh Mandailing Online sumber dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementrian Desa Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia. Satuan Kerja Direktorat Jendral Pembangunan Desa Dan Perdesaan. Diserahkan atau terkoordinasi kepada Pemerintah Daerah Instansi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di setiap Kabupaten dalam bentuk uang. Untuk 47 Kabupaten di Seluruh Indonesia. Kabupaten Mandailing Natal termasuk.

Kemudian, uraian pekerjaan belanja gedung kegiatan bantuan pengembangan objek wisata di kabupaten meliputi toilet umum, home stay, kios atau kedai, gazebo atau saung,balai kesenian tradisional, dan kolam pemandian serta saran dan prasarana pendukung lainnya.ada

Sementara, Kadis PMD Madina Irsal Pariadi yang dikonfirmasi wartawan mengaku belum menerima dana tersebut.

“Secara resmi sampai saat ini belum ada kalau untuk tahun 2024, belum keluar dan disalurkan secara resmi. Kami sudah di infokan, tapi penyerahan resmi belum,” Ujar Irsal Pada Mandailing Online melalui Pesan Whatsapp.

Namun, sesuai dengan data laman Kementrian kontrak mulai dari April 2024 hingga Agustus 2024. Dan tanggal pengumuman paket 02 Januari 2024.

Sementara itu Birul Walidain Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Madina mengungkapkan. belum mengetahui soal Bantuan Pengembangan obyek wisata di Kabupaten Mandailing Natal dari APBN itu.

Namun, disampaikannya. Kalau APBN bisa saja usulan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tekhnis. Ia memisalkan beberapa destinasi wisata yang layak di danai.

“Kalau APBN Kementrian yang penentu layak atau tidak,” Ucap Birul saat dijumpai di Kantornya. Kamis, (19/09/2024).

Disisi lain Birul berharap. Hal itu bisa termanfatkan lebih baik untuk pengembanga wisata daerah Mandailing Natal.

“Jika benar pendanaan ini, jika bisa dimanfaatkan oleh OPD terkait untuk pengembangan destinasi wisata sesuai dengan Petunjuk Tekhnis (Juknis) yang ada,” Tandas Birul. ( fikri )

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peradaban Sungai Batang Gadis dan Batang Angkola (Bagian II)

    Peradaban Sungai Batang Gadis dan Batang Angkola (Bagian II)

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Falah Nasution Guru Sejarah SMAN 2 Plus Panyabungan/Alumni Pend. Sejarah FIS UNIMED Menurut Drs. Askolani, selaku budayawan Mandailing, mengatakan bahwa sungai Batang Angkola menjadi rute transportasi air dalam pengangkutan kapur barus dan kemenyan dari dataran tinggi Tapanuli Bagian Selatan menuju Barus melewati laut barat Sumatera pada perdagangan kapur barus di Barus saat itu. […]

  • Penambang Emas Liar di Huta Bargot Abaikan Pemerintah

    Penambang Emas Liar di Huta Bargot Abaikan Pemerintah

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Gencarnya upaya Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam menertibkan penambangan emas liar di Kecamatan Huta Bargot melalui surat peringatan maupun sosialisasi, tak membuat penambang emas liar menghentikan aktifitasnya. Penambang tidak menghiraukan larangan pemerintah. Jumlah penambang malah semakin bertambah dan marak melakukan penggalian tanpa memikirkan keselamatan warga sekitar dan rusaknya lingkungan akibat bahan kimia yang […]

  • ICW Laporkan Kecurangan UN 2013 ke Irjen Kemendikbud

    ICW Laporkan Kecurangan UN 2013 ke Irjen Kemendikbud

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Indonesia Corruption Watch melaporkan kasus dugaan kecurangan Ujian Nasional 2013 di SMK Widuri, Jakarta Selatan ke Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Peneliti ICW untuk Monitoring Pelayanan Publik, Siti Juliantari Rachman diterima langsung Irjen Haryono Umar. ICW meminta pihaknya menginvestigasi lebih lanjut kasus kebocoran UN di SMK Widuri. “Kami juga meminta adanya rehabilitasi […]

  • DAKWAH ITU WAJIB, TAK PERLU SERTIFIKAT

    DAKWAH ITU WAJIB, TAK PERLU SERTIFIKAT

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kementerian Agama (Kemenag) berencana meluncurkan Program Penceramah Bersertifikat mulai akhir September 2020 (Republika, 7/9). Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Kamaruddin Amin, menyebut target peserta program ini adalah 8.200 penceramah untuk tahun ini. Terdiri dari 8.000 penceramah di 34 provinsi dan 200 penceramah di pusat. Menag Fachrul Razi menyatakan Program Penceramah Bersertifikat dimaksudkan untuk mencegah penyebaran […]

  • Bupati Hadiri Peringatan Maulid Nabi oleh BKMT

    Bupati Hadiri Peringatan Maulid Nabi oleh BKMT

    • calendar_month Sabtu, 15 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Ja’far Sukhairi Nasution Hadiri Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw yang dilaksanakan oleh Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) di Mesjid Agung Nur Ala Nur Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Madina, Sumut, Minggu (15/10/2022). Selain dihadiri oleh Bupati, perayaan maulid nabi oleh BKMT ini juga turut dihadiri Ketua […]

  • Ramadhan: Saatnya Mewujudkan Islam Kaffah

    Ramadhan: Saatnya Mewujudkan Islam Kaffah

    • calendar_month Jumat, 10 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ramadhan sudah sepatutnya menjadi momentum penting bagi kaum Muslim untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT dengan cara melaksanakan syariah-Nya secara kâffah (total). Tentu taqarrub itu tidak hanya terkait dengan amal-amal ritual-spiritual, semata seperti ibadah mahdhah dan akhlak, namun juga mencakup amal-amal politik dalam makna mengurusi urusan umat dengan syariah Islam. Islam tidak mempertentangkan antara […]

expand_less