Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Penambang Emas Liar di Huta Bargot Abaikan Pemerintah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
  • print Cetak

Panyabungan,

Gencarnya upaya Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam menertibkan penambangan emas liar di Kecamatan Huta Bargot melalui surat peringatan maupun sosialisasi, tak membuat penambang emas liar menghentikan aktifitasnya.

Penambang tidak menghiraukan larangan pemerintah. Jumlah penambang malah semakin bertambah dan marak melakukan penggalian tanpa memikirkan keselamatan warga sekitar dan rusaknya lingkungan akibat bahan kimia yang digunakan.

Informasi yang diperoleh wartawan di Panyabungan, Ahad (20/02/2011), upaya penertiban penambangan emas liar di Huta Bargot oleh Pemkab Madina sudah dilakukan sejak November 2010 dengan surat Bupati Nomor 33.1/576/SAT.POL-PP/2010 ditindaklanjuti surat Camat Huta Bargot Nomor 33.1/48/HB/2010 Tanggal 18 Oktober 2010 Tentang Penertiban Penambangan Liar.

Sebelumnya, Camat Huta Bargot Murnadi Pasaribu saat dikonfimasi melalui telepon, mengatakan pihak kecamatan kembali mengeluarkan surat yang ketiga kalinya Tanggal 14 Februari 2011 perihal penertiban tambang liar.

“Selain itu, upaya yang kita lakukan untuk menertibkan masyarakat dari kegiatan penambangan liar ini, kita telah mengundang seluruh kepala desa di Kecamatan Huta Bargot dengan tujuan mereka bisa mensosialisasikan dampak negatif penambangan emas liar untuk lingkungan sekitar,” kata Murnadi.

Masih kata Murnadi, upaya lain yang dilakukan dalam menertibkan penambang emas liar, pihak kecamatan memerintahkan kepala desa melakukan pendataan atau menginventarisasi nama-nama pemilik lubang dan mesin penggilingan, serta semua yang terkait dengan penambangan emas liar di atas bukit.

Sementara Kabid Pertambangan Dinas Pertambangan dan Energi Madina Hamonangan Hutasuhut saat dikonfirmasi melalui telepon mengatakan, Dinas Pertambangan dan Energi Madina sudah beberapa kali menyurati pihak kecamatan agar segera melakukan penertiban penambangan emas liar di Huta Bargot.

“Karena mengingat dampaknya terhadap lingkungan sangat besar yang nantinya akan membahayakan masyarakat di sekitar penambangan emas liar, baik itu merusak air, hutan dan tanah di Kecamatan Huta Bargot,” tegas Hamonangan. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ayo ke Tambangan Besok, Pekan Raya Durian Dibuka Jam 10

    Ayo ke Tambangan Besok, Pekan Raya Durian Dibuka Jam 10

    • calendar_month Jumat, 11 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Pekan Raya Durian akan dibuka besok, Sabtu (12/2/2022). Berlangsung selama 2 hari, yakni Sabtu dan Minggu. Dibuka mulai pukul 10.00 Wib hingga sore. Lokasinya berada di kawasan SMP Tambangan, Desa Laru Baringin Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal. Berada di pinggir jalan Lintas Sumatera. Kurang lebih 1 km dari pasar Laru jika pengunjung […]

  • Malaysia Siapkan Amnesti TKI

    Malaysia Siapkan Amnesti TKI

    • calendar_month Selasa, 30 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, – Kabar baik bagi ratusan ribu tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal di Malaysia. Negeri jiran itu merencanakan akan membuka masa amnesti atau pemutihan dokumen keimigrasian. Dengan pemutihan ini, TKI berstatus ilegal karena urusan keimigrasian bisa dipulihkan menjadi berstatus legal. Penyelenggaraan masa amnesti merupakan program yang ditunggu-tunggu oleh TKI di manapun. Khususnya di negara-negara kantong […]

  • 468 Knalpot blong Digilas situmalas

    468 Knalpot blong Digilas situmalas

    • calendar_month Sabtu, 18 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN- Sebanyak 468 knalpot blong bernilai Rp163 juta digilas alat berat perata jalan atau yang biasa disebut situmalas, di Alaman Bolak Padang Nadimpu, Kota Padangsidimpuan, Jumat (17/2). Penghancuran knalpot blong tersebut langsung dipimpin Kapolres Psp AKBP Andi Syahriful Taufik bersama Wali Kota Drs H Zulkarnain Nasution, dan disaksikan unsur muspida plus, praktisi hukum, tokoh masyarakat, […]

  • Bupati Madina: Kami Yang Harus Datangi Ulama

    Bupati Madina: Kami Yang Harus Datangi Ulama

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    HUTABARGOT (Mandailing Online) –  Bupati Mandailing Natal, H. Muhammaf Jafar Sukhairi Nasution menyatakan bahwa selaku bupati dia yang harus mendatangi ulama. Itu dinyatakannya di hadapan para ulama dan guru-guru agama saat melaksanakan safari Jum’at di masjid Istiqomah, Desa Hutabargot Nauli, Kecamatan Hutabargot, Jumat (24/9/2021). “Kami yang harus mendatangi setiap ulama di kampung ini, bukan kami […]

  • Bayi Lahir Cacat Jangan Divonis Akibat Merkuri

    Bayi Lahir Cacat Jangan Divonis Akibat Merkuri

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kelahiran bayi cacat dengan kelainan otak di luar tempurung kepala (Anenchepali) di Madina jangan divonis akibat merkuri bahan kimia tambang emas. Bayi asal Desa Aek Garingging, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina), Senin (18/11) cukup menggemparkan masyarakat hingga ke jejaring media sosial. Bayi ini masih dalam perawatan dokter […]

  • Pasokan Terbatas, Harga Beras Mahal

    Pasokan Terbatas, Harga Beras Mahal

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Harga berbagai jenis di Pasar Sipirok, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel, mahal. Dalam sebulan terakhir harga beras bertahan sekitar Rp160 ribu per kaleng (16 kg). Padahal, akhir Desember harga beras masih Rp140 ribu per kaleng. Menurut sejumlah pedagang, harga beras yang mahal dipicu pasokan gabah dari petani di wilayah Sipirok terbatas. Pasokan terbatas disebabkan petani […]

expand_less