Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Penambang Emas Liar di Huta Bargot Abaikan Pemerintah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
  • print Cetak

Panyabungan,

Gencarnya upaya Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam menertibkan penambangan emas liar di Kecamatan Huta Bargot melalui surat peringatan maupun sosialisasi, tak membuat penambang emas liar menghentikan aktifitasnya.

Penambang tidak menghiraukan larangan pemerintah. Jumlah penambang malah semakin bertambah dan marak melakukan penggalian tanpa memikirkan keselamatan warga sekitar dan rusaknya lingkungan akibat bahan kimia yang digunakan.

Informasi yang diperoleh wartawan di Panyabungan, Ahad (20/02/2011), upaya penertiban penambangan emas liar di Huta Bargot oleh Pemkab Madina sudah dilakukan sejak November 2010 dengan surat Bupati Nomor 33.1/576/SAT.POL-PP/2010 ditindaklanjuti surat Camat Huta Bargot Nomor 33.1/48/HB/2010 Tanggal 18 Oktober 2010 Tentang Penertiban Penambangan Liar.

Sebelumnya, Camat Huta Bargot Murnadi Pasaribu saat dikonfimasi melalui telepon, mengatakan pihak kecamatan kembali mengeluarkan surat yang ketiga kalinya Tanggal 14 Februari 2011 perihal penertiban tambang liar.

“Selain itu, upaya yang kita lakukan untuk menertibkan masyarakat dari kegiatan penambangan liar ini, kita telah mengundang seluruh kepala desa di Kecamatan Huta Bargot dengan tujuan mereka bisa mensosialisasikan dampak negatif penambangan emas liar untuk lingkungan sekitar,” kata Murnadi.

Masih kata Murnadi, upaya lain yang dilakukan dalam menertibkan penambang emas liar, pihak kecamatan memerintahkan kepala desa melakukan pendataan atau menginventarisasi nama-nama pemilik lubang dan mesin penggilingan, serta semua yang terkait dengan penambangan emas liar di atas bukit.

Sementara Kabid Pertambangan Dinas Pertambangan dan Energi Madina Hamonangan Hutasuhut saat dikonfirmasi melalui telepon mengatakan, Dinas Pertambangan dan Energi Madina sudah beberapa kali menyurati pihak kecamatan agar segera melakukan penertiban penambangan emas liar di Huta Bargot.

“Karena mengingat dampaknya terhadap lingkungan sangat besar yang nantinya akan membahayakan masyarakat di sekitar penambangan emas liar, baik itu merusak air, hutan dan tanah di Kecamatan Huta Bargot,” tegas Hamonangan. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Olimpiade Sains Nasional, MAN 1 Raih Emas

    Olimpiade Sains Nasional, MAN 1 Raih Emas

    • calendar_month Senin, 6 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing online) – Madrasah Aliah Negeri (MAN) 1 Mandailing Natal (Madina) seperti tiada hari tanpa prestasi. Kali ini, Husny Abdillah, utusan MAN 1 Madina meraih emas di ajang Olimpiade Sains #2 Global Youth Action (OSN GYA) bidang matematika, 28 November 2021 lalu secara online melalui g-from. Padahal, baru beberapa hari lalu sejumlah pelajar MAN 1 […]

  • Madina Masuk Lima Besar se-Sumut Penerima Dana Desa 2017

    Madina Masuk Lima Besar se-Sumut Penerima Dana Desa 2017

    • calendar_month Senin, 17 Jul 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Dana Desa untuk Kabupaten Mandailing Natal tahun 2017 bertotal Rp 284.048.518.000. Total itu berdasar akumulasi dari jumlah Alokasi Dasar dikali jumlah desa ditambah Alokasi Formula. Demikian data yang diperoleh Mandailing Online dari www.djpk.depkeu.go.id situs Departemen Keuangan RI. Angka itu memposisikan Mandailing Natal nomor urut ke 5 menerima penerima pagu Dana […]

  • Pujakesuma Deklarasi Dukung SAHATA, Saipullah Pidato Bahasa Jawa

    Pujakesuma Deklarasi Dukung SAHATA, Saipullah Pidato Bahasa Jawa

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon bupati Madina Saipullah Nasution ternyata sangat mahir berbahasa Jawa. Nyaris sebagian besar durasi pidatonya disampaikan dalam bahasa Jawa pada acara Deklarasi Dukungan DPD Pujakesuma Madina kepada Saipullah-Atika yang berlangsung di Ball Room, Panggorengan, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Kamis (10/10/2024). Acara deklarasi berjalan lancar oleh pengurus Pujakesuma serta keluarga besar Pujakesmuma […]

  • Badan Pemangku Adat Akan Memprotes Bupati Madina

    Badan Pemangku Adat Akan Memprotes Bupati Madina

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Buntut pembekuan Badan Pemangku Adat (BPA) oleh Bupati Bupati Mandailing Natal (Madina) berbuntut panjang. Pengurus BPA akan memprotes keputusan itu. “Pembekuan itu cacat hukum dan tidak sesuai dengan anggaran dasar BPA Madina,” kata Ketua BPA Madina, Baginda Mangaraja Soaloon Nasution kepada wartawan, Senin (10/11) di Panyabungan. Diungkapkannya, bahwa pihak pemangku […]

  • Ridwan Rangkuti: Para Pembisik Supaya Jangan Menyesatkan Bupati

    Ridwan Rangkuti: Para Pembisik Supaya Jangan Menyesatkan Bupati

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Tabagsel, H.Ridwan Rangkuti SH.MH, Jum’at (14/11/2014) menghimbau orang-orang yang ada dilingkaran bupati Madina supaya tidak membisikkan data-data sesat agar kebijakan bupati Madina Dahlan Hasan tidak sesat. Itu dikatakannya menjawab wartawan terkait keluarnya surat keputusan Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution yang membubarkan atau […]

  • KETAKUTAN DI TANAH SENDIRI

    KETAKUTAN DI TANAH SENDIRI

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Warga Sibanggor Tak Lagi Tidur Nyenyak (Bagian 2)   Laporan : Dahlan Batubara dan Seri Aida Lubis   Hamparan sawah itu kini terbengkalai. Petaninya takut ke sawah itu. Bayangan meregang nyawa di sawah oleh sebaran racun senantiasa menghantui sanubari petani. Itu gambaran terkini di kalangan petani Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal, […]

expand_less