Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Sosok Atika di Mata Kawan Sebaya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
  • print Cetak

 

KOTANOPAN (Mandailing Online) – Atika Azmi Utammi melanjutkan penyantunan anak yatim dan piatu di Desa Singengu dan Desa Tombang Bustak, Kecamatan Kotanopan, Rabu (16/10/2024). Ibaratnya, calon wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 itu sedang pulang kampung.

Dari dua titik penyantunan, Atika memulai di Desa Singengu. Di sini dia bercerita tentang masa kecilnya. Ternyata desa ini sudah tidak asing bagi lulusan UNSW Australia itu. Selain karena keluarganya juga berasala dari sini, Desa Singengu merupakan tempat main Atika saat kecil.

“Di sini ada rumah nenek dan rumah Tulang. Saya juga sering makan pecal dan gorengan di desa ini,” katanya.

Atika mengungkapkan, dia juga sering menghabiskan libur lebaran di Desa Singengu. Bahkan semasa kanak-kanak dia acap mandi air leding. Biasaya selepas pulang sekolah dia main ke desa tersebut.

Namanya pulang kampung, Atika tak kuasa tidak menceritakan sedikit banyak masa kecilnya. Itu pula yang dia lakukan di titik ke dua penyantunan, Desa Tombang Bustak. Di desa ini bahkan ada beberapa kawan akrab wakil bupati Madina yang sedang cuti itu.

Desa Tombang Bustak boleh disebut sebagai jelajahan Atika di masa kecil. Di sini dia kerap memainkan permainan tradisional seperti petak umpet dan sebagainya. Tak hanya itu, Atika dan kawan-kawannya juga sering main ke sawah sebagaimana anak-anak pada masa itu.

Novianti, salah satu kawan sebaya Atika, menceritakan putri tokoh masyarakat H. Khoiruddin Nasution sosok yang rendah hati dan tak pilih-pilih kawan. “Semua dikawaninya,” kata Novi yang diamini beberapa ibu-ibu di lokasi.

Atika juga disebut sebagai sosok yang luwes. Mudah akrab dan menyenangkan. Dalam pergaulan, lulusan SMA Negeri 1 Kotanopan itu tak menunjukkan dirinya sebagai anak orang kaya.

Warga lain yang mengaku anaknya berkawan akrab dengan Atika mengungkapkan, meskipun lahir dari keluarga kaya, Atika tak merasa risih mendatangi rumah kawan-kawannya. “Dia sering datang ke rumah. Anak-anak saat itu belum pakai motor. Jalan kaki dia dari rumahnya ke sini,” katanya.

Ibu-ibu yang lain pun mengamini. Bagi mereka, Atika sama sekali tidak berubah sebelum dan setelah terpilih menjadi wakil bupati. “Masih sering datang ke sini. Bergaul,” sebut mereka.

Keakraban Atika dengan warga terlihat saat acara penyantunan selesai. Dia menjumpai beberapa orang. Tak hanya menyapa, calon wakil bupati yang berpasangan dengan Saipullah Nasution itu terlihat bercengkerama dan bercerita. (dahlan batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karyawan Perusahaan Sawit PT S3 Yang Ditemukan Meninggal Dunia Diduga Belum Terdaftar Sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan

    Karyawan Perusahaan Sawit PT S3 Yang Ditemukan Meninggal Dunia Diduga Belum Terdaftar Sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan

    • calendar_month Sabtu, 30 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- PT. Sawit Sukses Sejati ( S3 ) yang beropedasi di Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal ( Madina ) tadi malam Jum’at 29/9/2023 akhirnya mendatangi rumah Mirwan alias Junaidy yang menjadi korban kecelakaan kerja pada Rabu 27/9/2023 kemaren yang mengakibatkan Mirwan/ Junaidy meninggal dunia. Waitir keluarga korban mengaku ,diwakili Humasy […]

  • HUT Korpri ke-39 Pemko Santuni Anak Yatim dan Gelar Pengobatan Gratis

    HUT Korpri ke-39 Pemko Santuni Anak Yatim dan Gelar Pengobatan Gratis

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN- Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-39, Pemerintah Kota Padangsidimpuan (Psp), menggelar upacara di Stadion HM Nurdin, Senin (29/11). Lalu, dirangkai dengan berbagai kegiatan. Di antaranya, penyerahan santunan kepada anak yatim yang orangtuanya terdaftar sebagai anggota Korpi Psp, memberikan bingkisan kepada 63 PNS golongan I yang berprestasi di bidangnya, dan […]

  • Pemandian Air Panas Desa Sibanggor

    Pemandian Air Panas Desa Sibanggor

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kawasan Sibanggor yang berada di Kecamatan Tambangan, terdiri dari tiga desa, Sibanggor Jae, Sibanggor Tonga dan Sibanggor Julu. Desa Sibanggor Tonga, yang berada sekitar 12 kilometer dari Panyabungan, terdapat sumber air panas yang mengandung belerang. Lokasinya berada di tepian jalan, sehingga mudah dikunjungi. Lahan parkir cukup luas . Masyarakat secara swadaya mendirikan tempat pemandian air […]

  • Nelayan Madina Takut Melaut akibat Cuaca Ekstrem

    Nelayan Madina Takut Melaut akibat Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan Mandailing Natal (Madina) dalam beberapa hari ini membuat sejumlah nelayan di kabupaten itu takut melaut. Beberapa petani juga bingung untuk menaman padi karena hujan deras terus mengguyur. Warga Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Jasmudin Siregar, kepada MedanBisnis, Rabu (3/11), mengatakan, akibat masih tingginya curah hujan dan disertai […]

  • TRANSFORMASI SOSIAL ADAT DAN BUDAYA MANDAILING (1)

    TRANSFORMASI SOSIAL ADAT DAN BUDAYA MANDAILING (1)

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sebuah Perfleksi dan Reorientasi Oleh: Askolani Nasution*   Prolog Amat sulit untuk mendeskripsikan sejarah atau tipikal adat dan budaya Mandailing. Terutama karena adat dan budaya daerah ini tidak diwariskan melalui literasi. Sekalipun kita sudah mengenal huruf tulak-tulak 1), tetapi aksara tersebut tidak digunakan untuk tradisi literer. Tetapi, hanya ditulis untuk mantera, ramalan, perjanjian antardesa, […]

  • Jangan Marah Kepada Tirta Madina

    Jangan Marah Kepada Tirta Madina

    • calendar_month Selasa, 19 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Warga perumahan Cemara harus marah sejak pukul 5 pagi sampai jam 2 siang. Lalu, sejak pukul 2 siang hingga pukul 4 pagi giliran penduduk Desa Parbangunan yang harus marah-marah. Marah-marah itu gara-gara Tirta Madina menetapkan pembagian waktu aliran air kepada dua wilayah bertetangga itu. Parbangunan dan perumahan Cemara berada di Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), […]

expand_less