Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Saipullah Infakkan Sebagian Hartanya untuk Bangun Masjid Nurul Haromain Puncak Barokah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 20 Okt 2024
  • print Cetak

 

BUKITMALINTANG (Mandailing Online) – Tokoh masyarakat Mandailing Natal (Madina) yang sukses berkarier di tingkat nasional, H. Saipullah Nasution, SH, MM menginfakkan sebagian hartanya untuk pembangunan Masjid Nurul Haromain di kawasan pengajian Puncak Barokah, Kecamatan Bukitmalintang, Madina.

Infak dari Saipullah itu diserahkan langsung kepada pemilik kawasan Puncak Barokah, H. Salman Ahmad Nasution saat Saipullah menghadiri pengajian untuk kali kedua di Puncak Barokah, Minggu (20/10/2024).

Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Nasution (Ikanas) dohot Anakboruna ini menyampaikan, infak tersebut diberikan karena, dia merasa prihatin terhadap seluruh jamaah pada saat pengajian berlangsung.

Kondisi pengajian tersebut tanpa atap dan memiliki tempat duduk tikar yang dibentangkan di tanah. Meski demikian, jamaah sangat bersemangat mendengar tausyiah.

Saipullah mengatakan pembangunan Masjid Nurul Haromain saat ini masih terkendala. Dia berharap infak tersebut dapat membangun atap masjid supaya jamaah kedepannya bisa mendengarkan tausiyah di dalam masjid tersebut.

“Kadang cuaca tidak bagus. Kalau hujan para jamaah terpaksa pakai payung mendengarkan tausiyah dari Buya Salman. Untuk itu, izinkan saya memberikan infak untuk pembangunan atap masjid itu. Nanti atapnya biar dicor,” kata Saipullah Nasution.

Sementara H. Salman Ahmad Nasution mengucapkan terima kasih kepada H. Saipullah Nasution. Salman berdoa semoga hajat yang dicita-citakan Saipullah dikabulkan oleh Allah SWT.

“Seperti dikatakan Rasulullah, sedekah itu menghilangkan penyakit. Sementara infak itu untuk mendapatkan yang diangan-angan. Mudah-mudahan sedo’a kita semua, bapak ini (Saipullah) tercapai cita-citanya,” ucapnya.

Buya Salman juga merasa haru mendengar komitmen Saipullah jika terpilih menjadi Bupati Madina berikutnya. Saipullah, kata dia, bersedia menjadi donatur di hari-hari besar Islam di pengajian Puncak Barokah.

“Selain jadi donatur, Pak Saipullah juga komitmen apabila diberi amanah menjadi pemimpin (Bupati) di Madina, jalan menuju pengajian kita ini akan di aspal hotmix. Kita doakan supaya niat itu terwujud,” ujarnya.

Pantauan di lokasi, ribuan jamaah yang berhadir merasa bangga melihat kehadiran Saipullah. Bahkan, setelah tausyiah berakhir, jemaah meminta agar Saipullah memimpin doa.

Keakraban antara Saipullah, pengurus pengajian dan jemaah terlihat seperti sosok pemimpin yang sangat mampu mengayomi dan melayani rakyatnya. Saipullah duduk sama rata makan bersama ribuan jemaah tersebut. (dahlan batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kekerasan Verbal pada Anak

    Kekerasan Verbal pada Anak

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Ummi Zaimah Mahasiswa S2 Jurusan Pendidikan Biologi, Unimed   Kekerasan pada anak sering kita lihat terjadi di media sosial atau bahkan sering terjadi di sekitar kita. Orang tua, kerabat, dan keluarga yang seharusnya mengasuh, melindungi dan memberikan kasih sayang kepada anak justru menjadi penyebab utama yang menyebabkan terjadinya kekerasan. Kekerasan pada anak di […]

  • Korban Penembakan Kader Terbaik Muhammadyah, Dirujuk ke RSU Adam Malik

    Korban Penembakan Kader Terbaik Muhammadyah, Dirujuk ke RSU Adam Malik

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Edwin Adyantho, korban penembakan kerusuhan di Desa Sihepeng, kini dirujuk ke RSU Adam Malik, Medan. Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Wakapolres Madina Kompol Hariun Dalimunthe menjeguk korban di RSU Panyabungan sebelum diberangkatkan ke Medan, Selasa (20/9). Edwin tertembak pada bagian pahanya yang dilaporkan sebagai peluru nyasar […]

  • PNS protes kebijakan Wabup

    PNS protes kebijakan Wabup

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LIMAPULUH – Aksi demo PNS di gedung DPRD Kabupaten Batubara memprotes kebijakan Wabup Gong Matua Siregar, berbuntut panjang. Kerana hal itu mengarah penghinaan kepada Wabup sesuai isi poster yang dibawa massa pada aksi tersebut. ”Ini merupakan penghinaan terhadap diri saya,” tukas Wakil Bupati (Wabup), Gong Matua Siregar, pagi ini, seraya mengaku telah memanggil Sekda, sekaligus […]

  • Kenapa DPRD Madina Enggan Membahas 11 Ranperda

    Kenapa DPRD Madina Enggan Membahas 11 Ranperda

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejak tanggal 27 Juni 2013 lalu, 11 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menyangkut kepentingan pembangunan dan hajat hidup rakyat Mandailing Natal (Madina) masih terkatung-katung nasibnya di DPRD Madina. Pasalnya, sampai saat ini Badan Legislasi (Baleg) DPRD Madina masih enggan untuk membahas Ranperda tersebut. “Informasi yang kita himpun digedung DPRD Madina menyebutkan enggannya […]

  • Sosialisasi Panas Bumi di Desa Hutabaringin Jae

    Sosialisasi Panas Bumi di Desa Hutabaringin Jae

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Apabila kegiatan pengeboran proyek panas bumi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, PT. SMGP akan bertanggung jawab sesuai peraturan yang berlaku. Dan PT.SMGP juga tetap mematuhi serta berkomitmen tinggi menjalankan semua peraturan yang diterapkan pemerintah. Demikian dikatakan Janes Simanjuntak pada acara sosialisasi proyek eksplorasi panas bumi dan aktifitas perbaikan […]

  • Uang Palsu di Medan Capai Rp 102,29 Juta

    Uang Palsu di Medan Capai Rp 102,29 Juta

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Data Kantor Bank Indonesia (BI) Medan mencatatkan, hingga Desember 2011, temuan uang palsu mencapai Rp 106,29 juta. Jumlah temuan ini merupakan rekapitulasi sepanjang tahun 2011 dengan total sebanyak 1.881 lembar. Jumlah nominal yang cukup besar ini tetap didominasi oleh pecahan Rp 50.000 sebanyak 1.271 lembar senilai Rp 63,5 juta. Sementara untuk pecahan Rp 100.000 […]

expand_less