Jumat, 14 Agu 2026
light_mode

Sikapi “Basa-basi” DPRD, Pemkab Madina Kasih Aksi Buktikan Nyali

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Sebelas rekomendasi telah dibacakan. Bahasa tertib, pembahasan disebut komprehensif, dan semua pihak sepakat bahwa kinerja pemerintahan belum maksimal.

Masalahnya—di titik itu semuanya berhenti.

Kritik disampaikan, diakui, lalu dinetralkan oleh kata-kata aman: akan dijadikan acuan, akan menjadi perhatian serius, sinergi akan diperkuat. Publik sudah terlalu sering mendengar kalimat-kalimat ini. Yang belum pernah benar-benar dilihat adalah apa yang terjadi setelahnya.

Di sinilah pertanyaan itu berdiri: apakah ini akan kembali menjadi arsip, atau kali ini berubah menjadi aksi?

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) sudah menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam sidang Paripurna LKPJ di gedung DPRD Madina, Senin (4/5/2026).

Dalam kesempatan mewakili Bupati itu, Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution mengakui, bahwa penyelenggaraan pemerintahan sepanjang tahun 2025 belum sepenuhnya berjalan optimal.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa melalui sinergi antara eksekutif dan legislatif, serta dukungan berbagai pihak, visi dan misi pembangunan daerah tetap dapat diwujudkan.

“Atas nama pemerintah, kami mengucapkan terima kasih atas seluruh rangkaian terkait dengan pembahasan laporan ini,” kata Atika.

Basa-basi yang Melembaga?

Mari jujur. Banyak rekomendasi DPRD bergerak di wilayah yang aman: umum, normatif, dan minim daya paksa.

Semua hal disebut penting, tapi:
* tidak ada prioritas yang tegas,
* tidak ada tenggat yang jelas,
* tidak ada konsekuensi jika diabaikan.

Akibatnya, rekomendasi berubah menjadi bahasa yang lembut untuk masalah yang keras.

Sikap itu terdengar serius, tetapi nampaknya tidak cukup kuat untuk memaksa perubahan ke arah yang lebih baik, alih-alih untuk menjalankan eksekusi yang progresif.

Jadi Sinergi atau Gerogi Eksekutif?

Narasi “sinergi eksekutif–legislatif” selalu terdengar menenangkan. Namun publik berhak curiga: terlalu sering, sinergi berubah menjadi sikap gerogi dan bikin zona nyaman baut elite.

Tidak ada tekanan berarti.
Tidak ada benturan kepentingan yang produktif. Tidak ada dorongan yang memaksa sistem bergerak lebih cepat.

Yang ada hanyalah keseimbangan yang rapi — dan trik memelihara stagnasi rasa aman.

Di Sini Pemkab Diuji: Nyali Beraksi atau Narasi Basi

Jika DPRD berhenti pada rekomendasi, maka titik balik sesungguhnya ada di tangan Pemkab Madina.

Bukan pada kemampuan merespons secara retoris, tetapi pada keberanian bertindak secara konkret.

Pemkab punya dua pilihan:

Pertama, mengikuti arus lama — menjadikan rekomendasi sebagai referensi administratif, lalu melanjutkan pola kerja yang sama.

Kedua, memutus siklus — mengubah catatan normatif menjadi langkah yang terukur, terbuka dan bisa diuji publik.

Pilihan kedua itulah yang membutuhkan nyali politik.

Nyali Terukur

Jika serius ingin membuktikan, maka langkahnya tidak boleh lagi abstrak. Harus konkret, terukur, dan bisa diawasi.

Beberapa langkah minimal yang bisa langsung diuji publik:
* Publikasikan matriks tindak lanjut: setiap rekomendasi dipecah menjadi aksi, penanggung jawab, target waktu, dan indikator hasil.
* Tetapkan tenggat terbuka (90–180 hari), untuk capaian awal, bukan janji tanpa waktu.
* Kaitkan dengan APBD perubahan, program yang tidak selaras dengan rekomendasi harus dikoreksi atau dihentikan.
* Buka laporan progres berkala ke publik, bukan hanya di forum internal.
* Lakukan audit manajemen, bukan sekadar evaluasi program di atas kertas.

Tanpa ini semua, “komitmen” hanya akan terdengar seperti versi lain dari basa-basi.

Ubah Arah, Jangan Menumpuk Dokumen!

Di APBD ke-25 ini, Madina tidak lagi kekurangan laporan. Begitu banyak forum.
Tak terhitung istilah yang menyebut “sinergi yang baik”.

Yang kurang adalah keberanian untuk mengubah cara bekerja.

Selama rekomendasi hanya berputar di ruang sidang, dan respons hanya berhenti di pernyataan resmi, maka yang terjadi bukan perbaikan — melainkan pengulangan yang makin rapi.

Penutup: Ujian Sebenarnya Baru Dimulai

DPRD sudah bicara.
Catatan sudah disampaikan.
Kritik sudah diakui.

Sekarang, semua mata tertuju pada satu hal:
apakah Pemkab Madina benar-benar berani keluar dari pola lama, atau sekadar merawatnya dengan bahasa baru?

Karena pada akhirnya, publik tidak menguji pemerintah dari apa yang dikatakan —
melainkan dari apa yang berubah.

Dan di situlah nyali itu akan terlihat jadi aksi yang menegaskan bahwa dalam LKPJ Pemkab Madina 2025, eksekutif sudah jauh melampaui ekspektasi (narasi basi legislatif).***

Mandailing Epicentrum adalah wadah pemikiran dan gerakan kritis, motivasi dan support penguasa daerah.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hanya 3 Lokal, Dipakai Untuk Ruang Kelas Merangkap Kantor Sekolah

    Hanya 3 Lokal, Dipakai Untuk Ruang Kelas Merangkap Kantor Sekolah

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Di Kecamatan Ulu Pungkut ditemukan satu sekolah dasar kekurangan ruang belajar. Tepatnya SD Negeri 226, Desa Tolang Pasalnya, 3 sekolah ini hanya memiliki 3 ruang belajar untuk 172 jumlah murid plus untuk ruang kepala sekolah dan perkantoran. “Dengan siswa sebanyak 172 orang, ruang kelasnya hanya tiga lokal dan juga […]

  • DCS Dapil1 PKB Madina

    DCS Dapil1 PKB Madina

    • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DAFTAR CALON SEMENTARA ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014 Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) Dapil 1 madina

  • MARSIDAO-DAO (episode 43)

    MARSIDAO-DAO (episode 43)

    • calendar_month Sabtu, 3 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Marayak pukul 5.20 potang ni ari tolap ma motor i i huta Bilah i. Ipaso parmotor i ma motor i. Idokonsa tu Si Isrot na madung tolap alai tu huta i.  Mambege na madung tolap tu huta Bilah i, naniligi si Pikek dot Si Poso ma tu ruar, manaili […]

  • Wisata Bukit Lawang diminati

    Wisata Bukit Lawang diminati

    • calendar_month Minggu, 22 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Pesona wisata alam Bukit Lawang Kabupaten Langkat saat ini sangat diminati masyarakat baik yang datang dari dalam maupun luar negeri . Sumber : Waspada

  • Sengketa Lahan PTPN Diselidiki

    Sengketa Lahan PTPN Diselidiki

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Hingga saat ini Polsek Percut Sei Tuan tengah melakukan penyelidikan kasus sengketa lahan antara masyarakat dengan pihak PTPN II. Terlebih lagi adanya laporan Lia (25) warga Pasar I, Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, yang melaporkan PTPN II. Hal ini ditegaskan Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Maringan Simanjuntak di kantornya, […]

  • Pembahasan APBD Madina Diprediksi Lawak-Lawak

    Pembahasan APBD Madina Diprediksi Lawak-Lawak

    • calendar_month Rabu, 20 Des 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pembahasan Rancangan APBD 2018 di DPRD Mandailing Natal diprediksi bakal menjadi pembahasan lawak-lawak. Pasalnya, jadwal yang ditetapkan pihak DPRD terlalu singkat, yakni antara tanggal 21 hingga 29 Desember 2017. “Waktu sesingkat itu akan sulit bagi anggota DPRD mencerna dan menganalisa ratusan program pemerintah daerah yang dianggarkan di RAPBD,” sebut  Latif Lubis, […]

expand_less