Rabu, 7 Okt 2026
light_mode

Sikapi “Basa-basi” DPRD, Pemkab Madina Kasih Aksi Buktikan Nyali

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Sebelas rekomendasi telah dibacakan. Bahasa tertib, pembahasan disebut komprehensif, dan semua pihak sepakat bahwa kinerja pemerintahan belum maksimal.

Masalahnya—di titik itu semuanya berhenti.

Kritik disampaikan, diakui, lalu dinetralkan oleh kata-kata aman: akan dijadikan acuan, akan menjadi perhatian serius, sinergi akan diperkuat. Publik sudah terlalu sering mendengar kalimat-kalimat ini. Yang belum pernah benar-benar dilihat adalah apa yang terjadi setelahnya.

Di sinilah pertanyaan itu berdiri: apakah ini akan kembali menjadi arsip, atau kali ini berubah menjadi aksi?

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) sudah menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam sidang Paripurna LKPJ di gedung DPRD Madina, Senin (4/5/2026).

Dalam kesempatan mewakili Bupati itu, Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution mengakui, bahwa penyelenggaraan pemerintahan sepanjang tahun 2025 belum sepenuhnya berjalan optimal.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa melalui sinergi antara eksekutif dan legislatif, serta dukungan berbagai pihak, visi dan misi pembangunan daerah tetap dapat diwujudkan.

“Atas nama pemerintah, kami mengucapkan terima kasih atas seluruh rangkaian terkait dengan pembahasan laporan ini,” kata Atika.

Basa-basi yang Melembaga?

Mari jujur. Banyak rekomendasi DPRD bergerak di wilayah yang aman: umum, normatif, dan minim daya paksa.

Semua hal disebut penting, tapi:
* tidak ada prioritas yang tegas,
* tidak ada tenggat yang jelas,
* tidak ada konsekuensi jika diabaikan.

Akibatnya, rekomendasi berubah menjadi bahasa yang lembut untuk masalah yang keras.

Sikap itu terdengar serius, tetapi nampaknya tidak cukup kuat untuk memaksa perubahan ke arah yang lebih baik, alih-alih untuk menjalankan eksekusi yang progresif.

Jadi Sinergi atau Gerogi Eksekutif?

Narasi “sinergi eksekutif–legislatif” selalu terdengar menenangkan. Namun publik berhak curiga: terlalu sering, sinergi berubah menjadi sikap gerogi dan bikin zona nyaman baut elite.

Tidak ada tekanan berarti.
Tidak ada benturan kepentingan yang produktif. Tidak ada dorongan yang memaksa sistem bergerak lebih cepat.

Yang ada hanyalah keseimbangan yang rapi — dan trik memelihara stagnasi rasa aman.

Di Sini Pemkab Diuji: Nyali Beraksi atau Narasi Basi

Jika DPRD berhenti pada rekomendasi, maka titik balik sesungguhnya ada di tangan Pemkab Madina.

Bukan pada kemampuan merespons secara retoris, tetapi pada keberanian bertindak secara konkret.

Pemkab punya dua pilihan:

Pertama, mengikuti arus lama — menjadikan rekomendasi sebagai referensi administratif, lalu melanjutkan pola kerja yang sama.

Kedua, memutus siklus — mengubah catatan normatif menjadi langkah yang terukur, terbuka dan bisa diuji publik.

Pilihan kedua itulah yang membutuhkan nyali politik.

Nyali Terukur

Jika serius ingin membuktikan, maka langkahnya tidak boleh lagi abstrak. Harus konkret, terukur, dan bisa diawasi.

Beberapa langkah minimal yang bisa langsung diuji publik:
* Publikasikan matriks tindak lanjut: setiap rekomendasi dipecah menjadi aksi, penanggung jawab, target waktu, dan indikator hasil.
* Tetapkan tenggat terbuka (90–180 hari), untuk capaian awal, bukan janji tanpa waktu.
* Kaitkan dengan APBD perubahan, program yang tidak selaras dengan rekomendasi harus dikoreksi atau dihentikan.
* Buka laporan progres berkala ke publik, bukan hanya di forum internal.
* Lakukan audit manajemen, bukan sekadar evaluasi program di atas kertas.

Tanpa ini semua, “komitmen” hanya akan terdengar seperti versi lain dari basa-basi.

Ubah Arah, Jangan Menumpuk Dokumen!

Di APBD ke-25 ini, Madina tidak lagi kekurangan laporan. Begitu banyak forum.
Tak terhitung istilah yang menyebut “sinergi yang baik”.

Yang kurang adalah keberanian untuk mengubah cara bekerja.

Selama rekomendasi hanya berputar di ruang sidang, dan respons hanya berhenti di pernyataan resmi, maka yang terjadi bukan perbaikan — melainkan pengulangan yang makin rapi.

Penutup: Ujian Sebenarnya Baru Dimulai

DPRD sudah bicara.
Catatan sudah disampaikan.
Kritik sudah diakui.

Sekarang, semua mata tertuju pada satu hal:
apakah Pemkab Madina benar-benar berani keluar dari pola lama, atau sekadar merawatnya dengan bahasa baru?

Karena pada akhirnya, publik tidak menguji pemerintah dari apa yang dikatakan —
melainkan dari apa yang berubah.

Dan di situlah nyali itu akan terlihat jadi aksi yang menegaskan bahwa dalam LKPJ Pemkab Madina 2025, eksekutif sudah jauh melampaui ekspektasi (narasi basi legislatif).***

Mandailing Epicentrum adalah wadah pemikiran dan gerakan kritis, motivasi dan support penguasa daerah.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bersih Bersih Sungai Aek Mata Terus Digalakkan

    Bersih Bersih Sungai Aek Mata Terus Digalakkan

    • calendar_month Jumat, 9 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Lingkungan Hidup Madina terus gulirkan pembersihan sungai aek mata, demi menjaga kelestarian sungai, meminimalisir banjir serta menjaga habitat Flora dan Fauna sungai. Pagi tadi Jum’at 10/7, ratusan orang turun ke sungai melakukan pembersihan aliran sungai. Ada dari TNI, Polri dan Intansi di Pemkab Madina. Inisiasi kegiatan ini sendiri datang dari […]

  • Monumen Jenderal Abdul Haris Nasution Akan Dibangun di Madina

    Monumen Jenderal Abdul Haris Nasution Akan Dibangun di Madina

    • calendar_month Rabu, 13 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Monumen Jenderal Abdul Haris Nasution akan dibangun di Mandailing Natal (Madina). Itu dikatakan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk Pusung saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Madina, Rabu (13/1). Menurutnya, pembangunan monumen itu karena sang jenderal berasal dari Madina, serta jasa-jasanya yang sangat besar bagi kemerdekaan Indonesia. Hanya saja Pandam […]

  • PN Panyabungan Harus Hati-hati

    PN Panyabungan Harus Hati-hati

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pengadilan Negeri Panyabungan tampaknya harus ekstra hati-hati dalam mengambil keputusan terkait kasus ganja yang melibatkan dua oknum PNS, Heriansyah Hanzali Dalimunthe dan Dedek Ispansyah Siregar yang saat ini masih dalam proses persidangan. Sebab dari beberapa kali persidangan yang dilaksanakan atas kedua oknum PNS dan dua orang temannya, Samsuddin Batubara alias Manambin dan Edi Syahputra, […]

  • PKB Madina Buka Pendaftaran Calon Bupati

    PKB Madina Buka Pendaftaran Calon Bupati

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Mandailing Natal (Madina) resmi  membuka pendaftaran bagi penjaringan bakal calon bupati-wakil bupati Madina priode 2016 – 2021, Jumat, (17/4). Sekretaris DPC PKB Madina, Edi Anwar Nasution, SH yang juga  koordinator Desk Pilkada PKB kepada Mandailing Online  mengatakan penjaringan ini juga terbuka untuk umum termasuk pengurus […]

  • Mengenal Bahasa Mandailing (bagian 1)

    Mengenal Bahasa Mandailing (bagian 1)

    • calendar_month Kamis, 17 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Basyral Hamidi Harahap (in memoriam) LANGGAM BICARA Langgam bicara orang Mandailing disebut pantis, irama dan intonasinya disebut landung, lemah lembut dan berirama yang diucapkan dengan nada yang rendah. Cara bertutur seperti ini merupakan pengaruh lingkungan Mandailing yang subur. Banyak pohon dan kurang berangin. Sehingga dengan suara yang bernada rendah sudah cukup untuk berbicara atau […]

  • Bus Pariwisata Jatuh di Jurang Jalinsum Titik Tambangan

    Bus Pariwisata Jatuh di Jurang Jalinsum Titik Tambangan

    • calendar_month Senin, 8 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Satu bus pariwisata mengalami kecelakaan di jalur Lintas Tengah Sumatera titik jembatan kecil simpang Angin Barat Lamo, Senin (8/2/2021) sekira pukul 12.15 WIB. Belum diketahui jumlah korban. Juga belum terpastikan penyebab kecelakaan. Lokasi kecelakaan itu berada di perbatasan Desa Muara Mais Jambur dengan Desa Lumban Pasir, Kecamatan Tambangan, Mandaililing Natal, Sumut. […]

expand_less