Kamis, 8 Okt 2026
light_mode

Sikapi “Basa-basi” DPRD, Pemkab Madina Kasih Aksi Buktikan Nyali

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Sebelas rekomendasi telah dibacakan. Bahasa tertib, pembahasan disebut komprehensif, dan semua pihak sepakat bahwa kinerja pemerintahan belum maksimal.

Masalahnya—di titik itu semuanya berhenti.

Kritik disampaikan, diakui, lalu dinetralkan oleh kata-kata aman: akan dijadikan acuan, akan menjadi perhatian serius, sinergi akan diperkuat. Publik sudah terlalu sering mendengar kalimat-kalimat ini. Yang belum pernah benar-benar dilihat adalah apa yang terjadi setelahnya.

Di sinilah pertanyaan itu berdiri: apakah ini akan kembali menjadi arsip, atau kali ini berubah menjadi aksi?

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) sudah menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam sidang Paripurna LKPJ di gedung DPRD Madina, Senin (4/5/2026).

Dalam kesempatan mewakili Bupati itu, Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution mengakui, bahwa penyelenggaraan pemerintahan sepanjang tahun 2025 belum sepenuhnya berjalan optimal.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa melalui sinergi antara eksekutif dan legislatif, serta dukungan berbagai pihak, visi dan misi pembangunan daerah tetap dapat diwujudkan.

“Atas nama pemerintah, kami mengucapkan terima kasih atas seluruh rangkaian terkait dengan pembahasan laporan ini,” kata Atika.

Basa-basi yang Melembaga?

Mari jujur. Banyak rekomendasi DPRD bergerak di wilayah yang aman: umum, normatif, dan minim daya paksa.

Semua hal disebut penting, tapi:
* tidak ada prioritas yang tegas,
* tidak ada tenggat yang jelas,
* tidak ada konsekuensi jika diabaikan.

Akibatnya, rekomendasi berubah menjadi bahasa yang lembut untuk masalah yang keras.

Sikap itu terdengar serius, tetapi nampaknya tidak cukup kuat untuk memaksa perubahan ke arah yang lebih baik, alih-alih untuk menjalankan eksekusi yang progresif.

Jadi Sinergi atau Gerogi Eksekutif?

Narasi “sinergi eksekutif–legislatif” selalu terdengar menenangkan. Namun publik berhak curiga: terlalu sering, sinergi berubah menjadi sikap gerogi dan bikin zona nyaman baut elite.

Tidak ada tekanan berarti.
Tidak ada benturan kepentingan yang produktif. Tidak ada dorongan yang memaksa sistem bergerak lebih cepat.

Yang ada hanyalah keseimbangan yang rapi — dan trik memelihara stagnasi rasa aman.

Di Sini Pemkab Diuji: Nyali Beraksi atau Narasi Basi

Jika DPRD berhenti pada rekomendasi, maka titik balik sesungguhnya ada di tangan Pemkab Madina.

Bukan pada kemampuan merespons secara retoris, tetapi pada keberanian bertindak secara konkret.

Pemkab punya dua pilihan:

Pertama, mengikuti arus lama — menjadikan rekomendasi sebagai referensi administratif, lalu melanjutkan pola kerja yang sama.

Kedua, memutus siklus — mengubah catatan normatif menjadi langkah yang terukur, terbuka dan bisa diuji publik.

Pilihan kedua itulah yang membutuhkan nyali politik.

Nyali Terukur

Jika serius ingin membuktikan, maka langkahnya tidak boleh lagi abstrak. Harus konkret, terukur, dan bisa diawasi.

Beberapa langkah minimal yang bisa langsung diuji publik:
* Publikasikan matriks tindak lanjut: setiap rekomendasi dipecah menjadi aksi, penanggung jawab, target waktu, dan indikator hasil.
* Tetapkan tenggat terbuka (90–180 hari), untuk capaian awal, bukan janji tanpa waktu.
* Kaitkan dengan APBD perubahan, program yang tidak selaras dengan rekomendasi harus dikoreksi atau dihentikan.
* Buka laporan progres berkala ke publik, bukan hanya di forum internal.
* Lakukan audit manajemen, bukan sekadar evaluasi program di atas kertas.

Tanpa ini semua, “komitmen” hanya akan terdengar seperti versi lain dari basa-basi.

Ubah Arah, Jangan Menumpuk Dokumen!

Di APBD ke-25 ini, Madina tidak lagi kekurangan laporan. Begitu banyak forum.
Tak terhitung istilah yang menyebut “sinergi yang baik”.

Yang kurang adalah keberanian untuk mengubah cara bekerja.

Selama rekomendasi hanya berputar di ruang sidang, dan respons hanya berhenti di pernyataan resmi, maka yang terjadi bukan perbaikan — melainkan pengulangan yang makin rapi.

Penutup: Ujian Sebenarnya Baru Dimulai

DPRD sudah bicara.
Catatan sudah disampaikan.
Kritik sudah diakui.

Sekarang, semua mata tertuju pada satu hal:
apakah Pemkab Madina benar-benar berani keluar dari pola lama, atau sekadar merawatnya dengan bahasa baru?

Karena pada akhirnya, publik tidak menguji pemerintah dari apa yang dikatakan —
melainkan dari apa yang berubah.

Dan di situlah nyali itu akan terlihat jadi aksi yang menegaskan bahwa dalam LKPJ Pemkab Madina 2025, eksekutif sudah jauh melampaui ekspektasi (narasi basi legislatif).***

Mandailing Epicentrum adalah wadah pemikiran dan gerakan kritis, motivasi dan support penguasa daerah.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Sekolah Berkualitas Dipecat, Warga Protes Pemkab Madina

    Kepala Sekolah Berkualitas Dipecat, Warga Protes Pemkab Madina

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online)  – Inilah akibatnya jika kepala sekolah yang berkualitas diganti oleh pemerintah daerah dan digantikan oleh orang lain yang belum tentu berkualitas. Warga pun memprotes dan menyalahkan Pemkab Mandailing Natal (Madina) yang dinilai tak mau mempertahankan kepala sekolah bermutu. “Ibu kepala sekolah Dorima sudah serasi bagi kami dan sudah sesuai dengan harapan […]

  • Bapenda Madina : Setiap Rupiah Pajak Anda Kembali Jadi Jalan, Lampu dan Layanan Publik

    Bapenda Madina : Setiap Rupiah Pajak Anda Kembali Jadi Jalan, Lampu dan Layanan Publik

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA|| Mandailing Online – Kepala Bapenda Mandailing Natal Ahmad Yasir Lubis menegaskan, pajak dan retribusi bukan “uang hilang”. Semua yang dibayar warga kembali ke masyarakat dalam bentuk jalan mulus, lampu penerangan, layanan kesehatan, hingga fasilitas pendidikan. “Tertib pajak berarti ikut membangun daerah sendiri,” kata Yasir, Senin 20/5/2026 Mengacu UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang HKPD, […]

  • Basarnas Kirim Heli Ke Lokasi

    Basarnas Kirim Heli Ke Lokasi

    • calendar_month Jumat, 8 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satu unit helikopter terlihat terbang menuju lokasi tambang yang runtuh di Huta Bargot, Mandailing Natal, Jum’at (8/2). Heli ini dikirim Basarnas Sumut untuk membantu tim Basarnas yang sejak Kamis kemarin berupaya melakukan evakuasi korban dari dalam lobang tambang sedalam 150 meter di dalam tanah. Menjawab wartawan, Bupati Mandailing Natal Hidayat Batubara […]

  • 15 Pemain PSMS Medan Tandatangani Kontrak

    15 Pemain PSMS Medan Tandatangani Kontrak

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Medan – Sebanyak 15 pemain resmi bergabung dengan tim PSMS Medan setelah melewati proses seleksi dan menandatangani kontrak dengan menajemen klub tersebut. CEO PSMS Medan Sunardi A. di Medan, Sumut, Jumat, mengatakan sebanyak 15 pemain telah setuju meneken kontrak dengan pihak manajemen, dan selanjutnya nama-nama tersebut didaftarkan ke PT.Liga Indonesia. “Ada enam pemain lagi yang […]

  • Warga Temukan Mayat di Parit

    Warga Temukan Mayat di Parit

    • calendar_month Minggu, 15 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Warga Jalan Abri Kelurahan Panyabungan II Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) geger atas penemuan mayat di parit, Kamis (12/1) malam. Mayat tersebut diduga korban lakalantas. Ternyata korban bernama Harun (30) warga Desa Manyabar kecamatan Panyabungan yang sudah dua hari tidak pulang ke rumah. Hal itu terungkap salah seorang keluarganya Binuh mendatangi lokasi kejadian […]

  • Ki Dalang Asep S Sunarya Tutup Usia

    Ki Dalang Asep S Sunarya Tutup Usia

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    BALEENDAH – Mulih ka jati, mulang ka asal. Telah meninggal dunia maestro dalang wayang golek Asep Sunandar Sunarya karena serangan jantung di RS AL-Ikhsan Baleendah Kabupaten Bandung, kemarin (31/3) pukul 14.20. Rencananya, jasad almarhum akan dikebumikan di pemakaman keluarga dekat rumahnya di Jalan Giriharja RT 01 RW 01, Kampung Jelekong, Kelurahan Jelokong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten […]

expand_less