Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Sengketa Lahan PTPN Diselidiki

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
  • print Cetak


Medan, Hingga saat ini Polsek Percut Sei Tuan tengah melakukan penyelidikan kasus sengketa lahan antara masyarakat dengan pihak PTPN II.

Terlebih lagi adanya laporan Lia (25) warga Pasar I, Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, yang melaporkan PTPN II.

Hal ini ditegaskan Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Maringan Simanjuntak di kantornya, Rabu (26/01/2011).

Seperti diketahui, konflik antara masyarakat dengan PTPN II kembali memanas. Konflik berujung aksi anarkis kembali terjadi di Pasar III, Desa Bandar Khalifa, Sabtu (22/01/2011) lalu.

Kemudian pada Selasa (25/01/2011), puluhan karyawan PTPN II menyerang warga serta meluluhlantakkan lahan pertanian seperti tanaman jagung dan ubi siap panen.

Akibatnya, warga yang sudah bercocok tanam selama lima tahun terakhir ini ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp 600 juta. Pasalnya, lahan PTPN II yang disengketakan telah dijadikan menjadi lahan pertanian berjumlah 50 hektare dengan hasil produksi Rp 12 juta/hektarenya.

“Semuanya habis dibabat. Padahal, tinggal beberapa minggu lagi akan dipanen. Apa salahnya nunggu panen baru dibabat habis,” ujar Manalu (61) warga Pasar I yang terkejut melihat tanaman jagung dan ubinya dibabat habis.

Dikatakannya, sebagai warga negara Indonesia yang mengerti aturan hukum, dirinya menyesalkan tindakan arogan pihak PTPN II. Sebab, Tahun 2004 masyarakat sekitar yang merupakan para petani telah menjalin kerjasama dan kesepatan dengan pihak PTPN II yang saat itu dipimpin Asisten Manager PTPN II bermarga Pardede untuk memanfaatkan lahan yang merupakan lahan PTPN II menjadi lahan pertanian.

“Di Tahun 2004, kita sudah menjalin kesepakatan untuk mengolah lahan ini menjadi lahan pertanian. Sehingga, 70 kepala keluarga yang tinggal di kawasan ini memanfaatkan lahan ini menjadi lahan pertanian. Namun, jika PTPN II tetap bersikukuh merebut lahan ini, kami minta jangan main kasar dan main lempar-lempar batu kepada masyarakat seperti sekarang ini,” sesalnya. (BS-021)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisruh Pj Kades di Desa Batang Gadis Jae, Dana Desa Tak Kunjung Cair

    Kisruh Pj Kades di Desa Batang Gadis Jae, Dana Desa Tak Kunjung Cair

    • calendar_month Kamis, 15 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Desa Batang Gadis Jae Kecamatan Panyabungan Barat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta kisruh di pemerintahan desa mereka segera dicarikan solusi agar dana desa tahun 2023 tahap pertama dapat dicairkan. Kamis (15/6/2023). Sebelumnya diketahui dari beberapa warga bahwa Pj Kades Batang Gadis Jae Paryati Ningsih Daulay sempat ditolak beberapa perangkat desa […]

  • Baru Diaspal Sudah Mulai Mengelupas

    Baru Diaspal Sudah Mulai Mengelupas

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Pembangunan jalan menuju Kecamatan Panyabungan Timur perlu dipertanyakankan. Sebab, baru diaspal, terlihat ada yang sudah terkelupas. Demikian pantauan MedanBisnis di Panyabungan Timur, Jumat (22/10). Aspal yang terkelupas mulai terlihat dari titik 2+950 yang baru beberapa hari dilaksanakan penghamparan aspalnya. Dari pengakuan masyarakat setempat, jalan Panyabungan Timur yang baru dikerjakan itu sering dilewati truk pengangkut […]

  • Bupati Sukhairi: Idealnya Pemerintah Memangkas Jumlah Honorer

    Bupati Sukhairi: Idealnya Pemerintah Memangkas Jumlah Honorer

    • calendar_month Rabu, 11 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Idealnya Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) melakukan pemangkasan jumlah honorer (TKS) untuk percepatan pembangunan. Hal itu disampaikan Bupati H. M. Ja’far Sukhairi Nasution saat memberikan sambutan pada acara halalbihalal Pemkab Madina tahun 2022 di Masjid Agung Nur Alan Nur, Panyabungan. Sukhairi menyampaikan, saat ini pemerintah harus menganggarkan Rp 80 miliar […]

  • Sepeda Motor Milik Pegawai Bapeda Madina Dimaling di Depan Kantor

    Sepeda Motor Milik Pegawai Bapeda Madina Dimaling di Depan Kantor

    • calendar_month Selasa, 15 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Sepeda motor milik Pegawai di Bapeda Pemkab Mandailing Natal ( Madina ) yang diparkir di sekitar Kantor dimaling orang tak dikenal. Kejadian diperkirakan pukul 11.05 siang tadi selasa 15/8/2023. Putra Kurniawan pemilik sepeda motor mengaku mengetahui sepeda motor nya hilang saat hendak jam istirahat siang. ” saya tadi hendak pulang […]

  • Baznas dan MKS Bantu Keberangkatan Rahmania

    Baznas dan MKS Bantu Keberangkatan Rahmania

    • calendar_month Kamis, 28 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Baznas Mandailing Natal dan Minangkabau Saiyo (MKS) mengulurkan bantuan untuk keberangkatan Rahmania Amalia Suayb, karateka berprestasi, ke kejuaraan di Siantar. Defrion Chaniago secara langsung menjumpai keluarga Rahmania di Kelurahan Longat, Kecamatan Panyabungan Barat untuk memberikan apresiasi atas prestasi yang diperoleh dara berusia 18 tahun ini. “Ini bukan bantuan, tapi apresia atas […]

  • Limbah Pengolahan Emas atau Tong Beroperasi Bebas. Warga Mulai Resah Dampak Kimia nya

    Limbah Pengolahan Emas atau Tong Beroperasi Bebas. Warga Mulai Resah Dampak Kimia nya

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online )- tong raksasa untuk pengolahan material pasiran mengandung emas di jalan irigasi desa panyabungan jae, kecamatan panyabungan kota, kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) mersahkan masyarakat. Pasalnya pengolahan emas ini beroperasi dengan menggunakan bahan kimia berbahaya. Inisial ND diduga menjadi pengusaha nya. Aparat penegak hukumpun terkesan tak berani menyentuh nya meski […]

expand_less