Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Prof.Uli Kozok Janjikan Kerja sama dengan Tympanum

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 8 Jul 2012
  • print Cetak


Panyabungan (MO)-
Tympanum Novem dalam waktu dekat akan menjalin kerja sama dengan Prof. Uli Kozok, ahli tata bahasa dan budaya Tapanuli berkebangsaan Jerman. Berawal dari software “Latin to Mandailing” yang dikembangkan Tympanum Novem dan di publikasikan melalui situs 4shared.com beberapa waktu yang lalu. Software dimaksud diyakini menarik perhatian peneliti senior Etnologi Asia Pasifik di Universitas Hawaii itu. Prof. Uli Kozok mengatakan bahwa software itu bagus dari segi sistem alogaritme komputernya. “Sayangnya, font yang digunakan dalam aplikasi itu belum standar, karena belum mengacu pada unicode aksara Mandailing yang benar,” kata Uli Kozok. Lebih lanjut penulis buku “Aksara Batak” itu menjelaskan bahwa konstruksi font yang digunakan dan diyakini di Mandailing selama ini, sebenarnya bersumber dari konstruksi yang dikembangkan misionaris Jerman di masa kolonialisme. “Konstruksi aksara tersebut tidak benar,” katanya.

Askolani mewakili Tympanum Novem kepada Mandailingonline mengakui bahwa sistem aksara yang digunakan sebagai dasar acuan mereka memang hanya bersumber dari buku-buku pembelajaran huruf Tulak-Tulak yang digunakan di sekolah-sekolah di masa Mandailing masih bagian dari Kabupaten Tapanuli Selatan. “Kita belum memiliki acuan yang lebih valid, karena selama ini belum ada referensi yang sahih tentang aksara Mandailing,” katanya.

Prof. Uli Kozok mengatakan bahwa saat ini timnya di Universitas Hawaii sedang menyusun unicode berbagai rumpun bahasa Tapanuli, termasuk unicode Mandailing. Beliau menjanjikan akan segera memberikan format unicode dimaksud kepada Tympanum Novem untuk dibuatkan sistem alogaritmenya. “Sistem alogaritme yang dikembangkan idealnya berbasis Linux, jangan berbasis Windows, karena OS Linux merupakan aplikasi OpenSource yang lebih banyak dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi internasional. Uli Kozok juga menyampaikan kesalutannya, karena Tympanum memiliki keahlian mengembangkan alogaritme yang begitu rumit.

“Kita sebenarnya belum terlalu menguasai aplikasi berbasis Linux, terutama aplikasi pengembang multimedia dan database. Apalagi selama ini kita lebih userfull dengan OS berbasis Windows. Tapi insya allah, kita bisa segera menyesuaikan diri dengan gaya OpenSource Linux, karena OS dimaksud pernah juga kita gunakan,” kata Askolani.

Hal senada juga disampaikan Ahmad “Aes” Sukri. “Insyaallah kita bisa memenuhi keinginan Uli Kozok. Dengan begitu nanti, Mandailing nanti bisa lebih dikenali di dunia internasional,” kata penanggung jawab Desain & Software di Tympanum Novem itu . “Kita berharap Tympanum Novem ke depan dapat menjadi mitra Universitas Hawaii di Mandailing dalam mengembangkan berbagai penelitian dan pengembangan aplikasi berbasis lokal. Tentu saja melalui Prof Uli Kozok yang selama beberapa dekade amat getol meneliti dimensi-dimensi adat dan budaya rumpun Tapanuli. Dengan begitu, Mandailing dapat segera dikenali di lingkungan akademisi internasional, bukan hanya sebatas Gordang Sambilan saja.(holik)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gedung Kelas Jauh SDN 295 Pulo Padang Mubazir?

    Gedung Kelas Jauh SDN 295 Pulo Padang Mubazir?

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      LINGGA BAYU (Mandailing Online) – Bangunan gedung kelas jauh SD Negeri 295 Pulo Padang, Desa Simpang Durian, Kecamatan Lingga Bayu, Mandailing Natal tidak dipergunakan sejak dibangun 2014 lalu. Hal ini terungkap dari penuturan Johor (78) kepada wartawan pekan lalu. Sebagai warga masyarakat yang sudah mengibahkan lahan untuk pertapakan gedung tersebut, Johor merasa kecewa. Maka […]

  • Mengapa H.Aswin Maju ke DPR-RI ?  Pengamat : “Demi Perjuangan Pembangunan Daerah”

    Mengapa H.Aswin Maju ke DPR-RI ? Pengamat : “Demi Perjuangan Pembangunan Daerah”

    • calendar_month Rabu, 27 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hanya terhitung jari putra Mandailing Natal yang lahir dan berdomisili di Mandailng Natal yang berani masuk gelanggang Pemilu 2019 untuk DPR-RI. Bahkan Pemilu sebelum-sebelumnya juga begitu. Akibatnya, dalam beberapa priode terakhir tidak ada tokoh yang berdomisili di Mandailing Natal yang duduk di DPR-RI. Akibatnya, perjuangan bagi pembanguan Mandailing Natal di DPR-RI menjadi lemah. “Ini ironis […]

  • KECEWA BERHARAP PADA DEMOKRASI

    KECEWA BERHARAP PADA DEMOKRASI

    • calendar_month Senin, 28 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Alfisyah Guru / tinggal di Medan Masyarakat mulai menunjukkan taringnya. Masyarakat ogah ditipu terus oleh demokrasi melalui berbagai ajang Pilkada-nya. Pemilu dirasakan masyarakat sebagai ajang tipu-tipu untuk naiknya komunitas tertentu dalam kekuasaan yang sedang berjalan. Berbagai laporan kecurangan atas satu pasangan calon mulai dilaporkan. Pada Pilkada Medan tampak laporan dari Ahyar – Salman […]

  • Tambang Emas Batang Natal “Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu”

    Tambang Emas Batang Natal “Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu”

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jeritan rakyat di Kecamatan Batang Natal sangat nyaring. Tetapi telinga pejabat Pemkab Madina seperti tuli. Bahkan, Madina saat ini bagai kabupetan tak berhukum. Buktinya tambang tambang emas liar di sepanjang sungai Batang Natal terus menjarah tanpa menghiraukan jeritan rakyat. Pemkab Madina bagai penguasa ompong. Tak bertaring menyetop para mafia tambang. Para mafia tambang pun sepertinya […]

  • Ketika Ibadah Haji Dikapitalisasi, Benarkah Negara Peduli?

    Ketika Ibadah Haji Dikapitalisasi, Benarkah Negara Peduli?

    • calendar_month Jumat, 27 Jan 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Masih rencana! Belum final! Kenapa sudah ramai? Segelintir kalimat yang sering muncul jika ada wacana kebijakan yang sedang dipublikasikan. Memang betul masih rencana dan belum final. Tetapi publikasi kebijakan yang diberitakan tidak mungkin diabaikan oleh masyarakat. Terlebih zaman serba maju dan cepat oleh internet hari ini. Jika tidak […]

  • Parkir di Panyabungan Semrawut

    Parkir di Panyabungan Semrawut

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-Lokasi parkir kendaraan di sekitar Parkir di Panyabungan Semrawut semrawut terutama di Pasar Lama dan Pasar Baru Panyabungan. Kenderaan baik roda 2, 3 dan roda empat parkir di sembarang tempat dan sejauh ini pemerintah belum mampu menertibkannya. Amatan METRO, Senin (19/9) banyak warga khususnya warga Panyabungan mengeluhkan kondisi lokasi parkir yang tak jelas di Panyabungan. […]

expand_less