Kamis, 16 Jul 2026
light_mode

Oknum DPRD Tapsel Diduga Tilep Rp12 Juta Uang TI

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
  • print Cetak


Tapsel,

Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan diminta melaksanakan tugas fungsi dan kewenangannya terkait dugaan pelanggaran etika oknum anggota DPRD Robinton Simanjuntak yang ketahuan menerima dana tukar informasi ke Bogor namun tidak turut pada kegiatan Komisi II tersebut.

Sesuai informasi dan data yang diperoleh wartawan, Komisi II DPRD Tapanuli Selatan melaksanakan Tukar Informasi dari tanggal 14 s/d 17 Maret 2011 di Bogor, Provinsi Jawa Barat, namun pada tanggal 16 Maret 2011 Robinton Simanjuntak ternyata berada di Muara Upu dan kesandung kasus kriminal yang saat ini tengah ditangani Polres Tapsel.

Anggota DPRD dari Partai Demokrasi Pembaharuan itu dilaporkan Saprin Batubara warga Lopian, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah dan Erwin Panggabean warga Sibolga sebagai korban kasus pemukulan oknum anggota dewan tersebut pada Rabu (16/03/2011) sekitar pukul 15.30 WIB di Muara Upu, Kecamatan Muara Batangtoru yang selanjutnya dilaporkan ke Polres Tapsel sesuai dengan LP/59/III/2011/SU/ Tapsel.

Adanya kejadian itu merupakan bukti bahwa Robinton Simanjuntak tidak melaksanakan tugas selaku anggota DPRD (Komisi II) yang pada tanggal yang sama mengkuti Tukar Informasi di Bogor Jawa Barat.

Walau tidak menghadiri kegiatan tersebut namun oknum RS dikabarkan telah menerima dana dari anggaran Tukar Informasi DPRD yang direncanakan pada Tahun 2011 sebesar Rp1.099.350.000 atau sekitar Rp12.215.000 per anggota dewan untuk dua kali tukar informasi.

Berkenaan dengan hal tersebut, aktifis LSM Mandiri S Ritonga kepada wartawan di Padang Sidimpuan, Jumat (25/03/2011) mengatakan bahwa tindakan oknum anggota DPRD tersebut terindikasi perbuatan pelanggaran etika karena tidak melaksanakan tugas sebagai anggota Komisi II DPRD dan terindikasi korupsi karena menerima uang tukar informasi tetapi tidak mengikuti kegiatan tersebut.

“Badan kehormatan DPRD harusnya melakukan tindakan sesuai fungsi kewenangannya terhadap perbuatan oknum RS yang dinilai melanggar etika dan merusak citra DPRD sebagai lembaga yang terhormat. Sedangkan terkait indikasi korupsi atas dana tukar informasi itu merupakan kewengan yudikatif untuk melakukan penyidikan,” ujarnya.

Ketua Komisi II DPRD Tapsel Sawal Pane ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa oknum RS tidak mengkuti kegiatan tukar informasi tersebut.

“Pak Robinton sampai di Medan pada tanggal 14 Maret tapi pulang ke Muara Batangtoru dengan alasan ada keluarga yang kurang sehat sehingga uang perjalanannya akan dikembalikan ke Kas Daerah,” ujarnya melalui SMS.

Sementara itu Kabag Keuangan Sekretariat DPRD Julianto ketika dikonfirmasi wartawan via HP tidak membantah bahwa uang tukar informasi yang sempat diterima oknum RS tersebut harus dikembalikan tetapi ketika ditanya apakah sudah dikembalikan, Julianto mengatakan belum.

“Belum, orangnya saja belum ketemu,” jawabnya melalui SMS. (BS-029)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Raja-raja Mandailing Dukung Edy Rahmayadi

    Raja-raja Mandailing Dukung Edy Rahmayadi

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Raja-raja Mandailing bersepakat memberikan dukungan kepada Edy Rahmayadi untuk kembali maju sebagai bakal calon Gubernur Sumatera Utara. Kesepakatan itu dilahirkan pada Sidang Adat di Sopo Godang Hutasiantar, Kotasiantar, Panyabungan, Mandailing Natal, Rabu (3/7/2024). Sekitar 80-an Anak ni Raja, Anak ni Namora hadir pada sidang adat tersebut. Meliputi Raja Panusunan, Raja Huta, Raja Ripe […]

  • Harga Karet Naik ke Level 8.600

    Harga Karet Naik ke Level 8.600

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga karet alam di Panyabungan, Mandailing Natal mengalami kenaikan dalam tiga pekan terakhir. Pantauan di lokasi pertimbangan karet, Gunungtua Iparbondar, Panyabbungan, Kamis (16/1/2020) harga karet basah di terrendah Rp 8.200 per Kg, tertinggi Rp 8.600 per Kg. Sahrin Nasution, penyadap karet dari Gunungtua Julu mengungkapkan harga karet alam ini mengalami […]

  • Kandidat Gubernur Sumut Mulai Diperbincangkan

    Kandidat Gubernur Sumut Mulai Diperbincangkan

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Menjelang Pemilihan Gubernur Sumatera Utara, Maret 2012 mendatang, kandidat Gubernur Sumut Periode 2013-2018 mulai ramai diperbincangkan. Informasi yang berhasil dihimpun beritasumut.com di Medan, Kamis (09/02/2012), sejumlah nama yang bakal ikut meramaikan bursa pemilihan tahun mendatang sudah mulai disebut-sebut. Nama-nama yang mulai disebut-sebut berasal dari beragama kalangan. Ada dari kalangan birokrat, politisi, militer hingga bankir. […]

  • Petugas Kebersihan Pasar Masih Kurang

    Petugas Kebersihan Pasar Masih Kurang

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejauh ini jumlah petugas kebersihan pasar di Madina masih 25 orang. Itu sudah termasuk tenaga supir, pengumpul dan pengangkut sampah. Jumlah ini masih kurang. Sejatinya ada penambahan sebanyak sekitar 33 petugas agar seluruh pasar kelas III di (Mandailing Natal) yang berjumlah 33 pasar dapat terkaper. Dari 25 petugas itu, 8 […]

  • Ratu Safiatuddin dalam Catatan Sejarah Aceh

    Ratu Safiatuddin dalam Catatan Sejarah Aceh

    • calendar_month Rabu, 6 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Penobatan Ratu Safituddin sebagai Sultanah Kerajaan Aceh menuai polemik, tetapi putri Sultan Iskandar Muda ini bisa melaluinya dengan baik, hingga 35 tahun pemerintahannya ia berhasil membangun Aceh dari berbagai sisi. PJ Veth, profesor etnografi dan geografi, Leiden University, Belanda, sangat tertarik dengan kepemimpinan perempuan di Aceh, terutama pemerintahan Ratu Safiatuddin. Ia menyebutnya sebagai pemerintahan yang […]

  • Swasembada Kedelai : Bentuk Egoisme Pemerintah

    Swasembada Kedelai : Bentuk Egoisme Pemerintah

    • calendar_month Senin, 2 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Josua Desmonda Simanjuntak Present Master Program in Faculty of Economics and Management, Department of Agribusiness Bogor Agricultural University, Bogor (Indonesia) Kementerian Pertanian melalui Menteri Pertanian, Amran Sulaiman megklaim bahwa Indonesia telah kembali berhasil melakukan swasembada beras pada tahun 2017, dimana hal ini terjadi terakhir kali pada tahun 1984. Selain beras, beliau juga […]

expand_less