Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Membasmi Malaria Harus Ditangani Lintas Sektor

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 4 Mar 2015
  • print Cetak


PANYABUNGAN (MandailingOnline) – Penaggulangan malaria di Mandailing
Natal (Madina) membuthkan kerjasama secara lintas sektoral. Tak bisa
hanya satu pihak saja.

Pasalnya Madina termasuk kawasan epidemi malaria yang membutuhkan
penanganan secara serius dan kerjasama antar semua pihak secara
berkesinambungan.

Seperti yang pernah dilansir Mandailing Online sebelumnya, kecuali
Kecamatan Pakantan, seluruh kecamatan di Mandailing Natal adalah
kawasan endemik malaria. Itu artinya 22 dari 23 kecamatan merupakan
kawasan sebaran virus berbahaya tersebut.

Dan jenis malaria yang ada di Mandailing Natal (Madina) adalah jenis
Plasmodium Palsifarum dan Plasmodium vivax.

Jenis Palsifarum yang paling bebahaya, karena merusak sekitar 86
persen sel darah si penderita. Baik penderita usia tua maupun usia
muda. Sementara vivax merusak sekitar 3 persen sel darah muda.

Terdapat dua jenis utama nyamuk penyebar virus malaria di Madina,
yakni jenis anopheles kochi dan anopheles nigerimus. Anopheles kochi
ditemukan di kawasan Mandailing Godang, Mandailing Julu dan Pantai
Barat. Sementara anopheles nigerimus ditemukan di kawasan Mandailing
Julu.

Habitat perkembangan nyamuk ini berada pada kawasan rawa, perkebunan,
sungai dan alur pantai serta kawasan hutan.

Berdasar itu, Kantor Penanggulangan Malaria Madina telah mengusulkan
pembentukan tim terpadu secara lintas sektoral.

Menjawab wartawan, Rabu (4/3) Kantor Penanggulangan Malaria Madina, Dr
Syaripuddin mengaku sudah mengajukan penerbitan surat keputusan tim
terpadu percepatan eliminasi malaria kepada Bupati Madina, Dahlan
Hasan Nasution.

“Dan SK tersebut masih dalam proses, sementara tim terpadu tersebut
sudah disepakati seluruh instansi yang terkait, tinggal menunggu tanda
tangan bupati saja,” katanya.

Jika tim terpadu itu kelak terbit, maka eliminasi malaria bias kian
cepat dan penyebaran penyakit malaria tersebut dapat diminimalisir
sehingga lingkuangan permukiman penduduk terbebas dari sebaran
malaria.


Peliput : Maradotang Pulungan
Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT Madina: Bintang Film CDSB Hibur Pengunjung dengan Monolog

    HUT Madina: Bintang Film CDSB Hibur Pengunjung dengan Monolog

    • calendar_month Kamis, 10 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Salah satu rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Mandailing Natal (Madina) adalah Pagelaran Kreativitas Seni Budaya. Hari pertama pagelaran tersebut, Rabu (9/3) Bintang film Cinta dalam Sepotong Bambu (CDSB) Leli Marito Panggabean menghibur pengunjung dengan penampilan monolog. Pemeran Sahnah pada film yang diproduksi Dinas Pariwisata itu menampilkan monolog […]

  • Supangat Dipukul Preman di Markas Polres Madina

    Supangat Dipukul Preman di Markas Polres Madina

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penganiayaan terjadi di markas Polres Mandailing Natal (Madina) pada Sabtu malam (2/5/2020) lalu. Supangat (55) warga Sinunukan Kecamatan Batahan dianiaya oleh Isman warga Batahan. Sebelum kejadian, Supangat beserta sejumlah pengurus Koperasi Sawit Murni lainnya di Kecamatan Batahan melaporkan kasus pencurian yang dilakukan beberapa orang yang diduga dari kelompok Tarman Tanjung pada […]

  • Nasib Miris Petani Cabai Kala Pandemi

    Nasib Miris Petani Cabai Kala Pandemi

    • calendar_month Kamis, 2 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban   Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet menanggapi video viral yang memperlihatkan seorang petani cabai mengamuk dan merusak kebun cabai miliknya. Kemarahan petani diduga akibat harga cabai di pasaran turun. Slamet mengatakan, harga cabai yang anjlok di pasaran menandakan adanya masalah yang seharusnya menjadi perhatian serius […]

  • Karang Taruna Madina Konsisten Jaga Nilai Kearifan Lokal

    Karang Taruna Madina Konsisten Jaga Nilai Kearifan Lokal

    • calendar_month Kamis, 28 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Forum Pengurus Karang Taruna Kabupaten Mandailing Natal sebagai organisasi sosial kepemudaan akan tetap konsisten mewarisi nilai-nilai tradisi leluhur dan tetap menjaga nilai kearifan lokal Mandailing. “Ciri khas yang digali dari unsur-unsur tradisionil Mandailing yang turun temurun dari leluhur kita harus tetap kita jaga dan pertahankan. Kearifan lokal (local genius) Mandailing harus […]

  • Tol Kuala Namu belum akan beres tahun ini

    Tol Kuala Namu belum akan beres tahun ini

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah mulai membangun jalan tol Medan-Kuala Namu sejak September tahun lalu. Ditargetkan tol ini akan rampung akhir 2014. Namun, Direktur Jendral Bina Marga, Djoko Murjanto, ragu target itu akan tercapai. “Sepertinya tidak akan selesai tahun ini, kami masih terkendala permasalahan tanah,” kata Djoko, akhir pekan. Djoko mengungkapkan, pembangunan yang merupakan Viability Gap Fund […]

  • Gordang Sambilan Menggema di Istana Merdeka

    Gordang Sambilan Menggema di Istana Merdeka

    • calendar_month Jumat, 17 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Jakarta (MO) – Untuk kali pertama, Gordang Sambilan dipertunjukkan di istana merdeka, Jakarta. Alat musik tradisional Mandailing tersebut dipagelarkan dalam acara HUT RI, Jum’at (17/8). Sebanyak 4 orang pemain gordang dari Desa Hutagodang, Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal berangkat pekan lalu ke Jakarta untuk memenuhi pertunjukan Goradang Sambilan. Pemain tambahan diisi oleh orang Mandailing yang […]

expand_less