Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Pembahasan APBD Madina Diprediksi Lawak-Lawak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 20 Des 2017
  • print Cetak

Latif Lubis

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pembahasan Rancangan APBD 2018 di DPRD Mandailing Natal diprediksi bakal menjadi pembahasan lawak-lawak.

Pasalnya, jadwal yang ditetapkan pihak DPRD terlalu singkat, yakni antara tanggal 21 hingga 29 Desember 2017.

“Waktu sesingkat itu akan sulit bagi anggota DPRD mencerna dan menganalisa ratusan program pemerintah daerah yang dianggarkan di RAPBD,” sebut  Latif Lubis, pamerhati pemerintahan kepada Mandailing Online di Panyabungan, Rabu (20/12/2017).

Latif menyatakan, jika pembahasan RAPBD sesingkat itu maka rata-rata IQ anggota DPRD Madina sudah di atas IQ Albert Einstein seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20.

“Untuk membaca buku RAPBD yang super tebal itu saja sulit menuntaskannya seminggu, konon lagi harus melakukan analisa, kajian dan mencermati item per item semua poin-poin program di dalam buku RAPBD, apa cukup seminggu?,” kata Latif nada bertanya.

Oleh karena itu, menurutnya, jika pembahasan sesingkat itu  dipaksakan juga, maka diyakini pembahasan tak akan berkualitas alias lawak-lawak.

“Kita berharap anggota DPRD Madina tak main-main terhadap nasib Mandailing Natal,” katanya.

Rentang tanggal 21 hingga 29 atau hanya 9 hari itu pun tak sepenuhnya menguliti item per item isi buku RAPBD.

Hari pertama atau tanggal 21, agenda yang dijadwalkan hanya penyampaian nota pengantar dari bupati, itu pagi hari, lalu siang harinya dilanjutkan dengan agenda tanggapan fraksi.

Hari kedua tanggal 22, agendanya  jawaban bupati terhadap padangan fraksi, lalu pandangan umum fraksi, lalu penyerahan buku RAPBD.

Lalu masih di tanggal 22 itu hingga tanggal 23 agendanya rapat-rapat di tingkat komisi. “Ini bisa tak mungkin 2 hari, sebab tanggal 22 itu dimungkinkan anggota DPRD sudah lelah mengukuti agenda paripurna jawaban bupati dan pandangan fraksi. Jadi, kemunkinan efektifnya hanya satu hari di tanggal 23 itu,” ujar Latif.

Kemudian, tanggal 27 hingga 28 agenda rapat-rapat Badan Anggaran sekaligus agenda Singkronisasi Rapat dan Pembuatan Laporan Badan Anggaran.

Lalu pada tanggal 29 agenda paripurna Pengambilan Keputusan terhadap RAPBD.

Berdasar jadwal itu, agenda pengkajian item-item program di buku RAPBD hanya sekitar  2 hingga 3 hari. “Itu artinya DPRD hanya membahas anggaran pembangunan Madina tahun 2018 selama 2 atau 3 hari saja. Apakah itu efektif? Mari bertanya pada rumput yang bergoyang,” kata Latif.

Peliput : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto Briptu Norman

    Foto Briptu Norman

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Pakar Telematika yang juga anggota Komisi Pertahanan DPR Roy Suryo memastikan bahwa foto heboh mirip Anggota Brimob Polda Gorontalo, Briptu Norman Kamaru merupakan foto asli dan bukan rekayasa. “Sebenarnya hal ini tidak perlu didokumentasikan dan saya harus katakan memang foto itu betul dia,” kata Roy usai diskusi Polemik Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta […]

  • SKPD Pemkab Madina Dirampingkan Jadi 12

    SKPD Pemkab Madina Dirampingkan Jadi 12

    • calendar_month Sabtu, 13 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Reformasi birokrasi terus digulirkan Pj Bupati Mandailing Natal (Madina) Aspan Sofian Batubara. Rancangan peraturan daerah (Rapnerda) tentang penciutan jumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bersama rancangan peraturan tentang retribusi daerah diajukan pada rapat paripurna DPRD Madina, Kamis (11/11/2010). Jumlah dinas daerah yang selama ini 18 unit akan dikurangi menjadi 12 unit saja dengan cara […]

  • Warga Paluta Keluhkan Sampah

    Warga Paluta Keluhkan Sampah

    • calendar_month Kamis, 22 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Paluta, (MO)- Sejumlah warga yang bermukim di Kelurahan Pasar Gunung Tua dan sekitarnya, Kecamatan Padang Bolak mengeluhkan tumpukan sampah yang berada di pinggir Jalan. Soalnya, tumpukan sampah itu sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir karena belum diangkut instansi terkait. Warga khawatir tumpukan sampah di depan permukiman mereka itu akan menimbulkan berbagai macam penyakit. Terlebih sejak […]

  • Gedung Sekolah Terbakar, Siswa SD 378 Sikara Kara IV Natal Terpaksa Beraktifitas Dibalai Desa

    Gedung Sekolah Terbakar, Siswa SD 378 Sikara Kara IV Natal Terpaksa Beraktifitas Dibalai Desa

    • calendar_month Sabtu, 9 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    NATAL ( Mandailing Online ) – Setahun gedung sekolah kena musibah kebakaran, siswa SD 378 Desa Sikara Kara IV, Kecamatan Natal, Mandailing Natal ( Madina ) terpaksa mengadakan kegiatan belajar mengajar di sebuah balai desa setempat setelah sempat beberapa pekan para siswa mengadakan kegiatan belajar mengajar di lapangan sekolah mereka. Peri Eka Putra salah seorang […]

  • Batahan Tutup Pintu Negosiasi Dengan PT Palmaris

    Batahan Tutup Pintu Negosiasi Dengan PT Palmaris

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 6 desa di Kecamatan Batahan, Mandailing Natal (Madina) menutup pintu bagi negosiasi dengan PT. Palmaris Raya. Mereka juga mendesak Pemkab Madina menjalankan rekomendasi PT. Palmaris agar pihak perusahaan sawit itu berhenti mendekati warga. Sikap 6 desa ini tertuang dalam notulen rapat pertemuan antara warga dengan manajemen perusahaan yang difasilitasi Muspika […]

  • Imran Khaitamy Sebut Saipullah Paling Cocok Memperbaiki Madina

    Imran Khaitamy Sebut Saipullah Paling Cocok Memperbaiki Madina

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tokoh politik senior Kabupaten Mandailing Natal (Madina) As Imran Khaitamy Daulay menaruh harapan besar kepada pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati nomor urut 2 Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) bakal mampu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Madina dengan memperbaiki tata kelola pertanian, perkebunan, dan peternakan. Jika Paslon SAHATA […]

expand_less