Kamis, 23 Jul 2026
light_mode

BKD Siap Hadapi Proses Hukum

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2011
  • print Cetak


Jika Terbukti Ada Dugaan Pelanggaran Penerimaan CPNS 2010
SIDIMPUAN- Aliansi Mahasiswa Peduli Birokrat Bersih (AMPBB) beraudiensi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Padangsidimpuan (Psp), Kamis (6/1) di kantor BKD Psp, Jalan Kenanga Psp. Audiensi ini terkait adanya dugaan pelanggaran dalam penerimaan CPNS tahun 2010 di Pemko Psp.
“Jika memang AMPBB bisa membuktikan adanya dugaan pelanggaran dalam penerimaan CPNS tahun 2010 di Pemko Psp, BKD siap bersama-sama untuk pembuktiannya diproses di muka hukum,” tegas Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan dan Penerimaan Pegawai BKD, Afdal di hadapan perwakilan AMPBB, Andi Lumalo Harahap, Halomoan Harahap, Ahmad Riswan Panggabean, Sulaiman Nasution, dan Harijon Saputra yang melakukan audiensi ke BKD Psp. Audiensi ini juga disaksikan Asisten I Pemko Rahuddin Harahap, Kabag Hukum Rahmat Nasution, Kepala BKD Asli Rangkuti, Kasat Reskrim AKP Fahrizal, Kasat Samapta AKP E Simamora, Kasat Intel AKP Alfin Saragih.
Pada kesempatan tersebut, AMPBB meminta keterangan tentang formasi S1 Analis Ekonomi dan absensi untuk ruang 7 dan 8 di SMPN 4 Psp untuk formasi Sarjana Kesehatan Masyarakat. Permintaan mahasiswa ini kemudian dipenuhi oleh BKD Psp dan menyerahkan data-data yang dibutuhkan oleh mahasiswa. Selanjutnya mahasiswa menegaskan, pihaknya akan terlebih dahulu mencocokkan data yang ada pada mereka dengan data yang diserahkan oleh BKD Psp tersebut, kemudian akan diambil langkah dan tindakan selanjutnya.
Dikatakan mahasiswa, adapun dugaan pelanggaran dalam penerimaan CPNS tahun 2010 di Pemko Psp adalah salah satu peserta yang lulus CPNS sebelumnya sudah diberhentikan sebagai PNS di salah satu instansi vertikal pemerintah, sedangkan diformasi lainnya adalah salah satu peserta yang dinyatakan lulus diduga tidak hadir pada saat ujian sesuai keterangan dari peserta lainnya di dalam ruangan ujian yang sama.
Menanggapi dugaan pelanggaran yang disampaikan mahasiswa tersebut, Afdal kembali menegaskan bahwa untuk peserta yang dinyatakan lulus CPNS tapi sudah berhenti menjadi PNS di instansi lain sudah melampirkan bukti pemberhentian yang bersangkutan dari instansinya, dan peserta tersebut dinyatakan sah mengikuti ujian CPNS dengan catatan diberhentikan secara hormat tidak atas permintaan sendiri.Sedangkan dugaan adanya peserta yang lulus namun diduga tidak hadir, Afdal menjelaskan bahwa hal tersebut tidak benar. Namun demikian, jika memang mahasiswa bisa membuktikannya maka pihaknya dalam hal ini BKD Psp siap untuk sama-sama mengungkapnya dalam proses hukum. Andi Lumalo Harahap dan Halomoan Harahap mengatakan, untuk sementara pihaknya akan memvalidkan data yang ada pada mereka guna dibandingkan dengan data yang diserahkan oleh BKD Psp. “Kita validkan dulu data kita. Jika nantinya memang tidak terbukti, maka kami akan surati BKD untuk klarifikasi. Tapi jika terbukti maka persoalan ini akan kita teruskan ke proses hukum,” ujarnya.
Usai audiensi, Andi dan Halomoan Harahap menegaskan pihaknya melihat dugaan adanya peserta yang lulus tapi tidak ikut ujian semakin kuat setelah melihat absensi ruang 7 dan 8 yang diserahkan oleh BKD Psp. “Ya dugaan kita semakin kuat, hanya tinggal sedikit lagi meminta keterangan dan bukti lainnya dari peserta lainnya. Setelah itu akan langsung kita serahkan kepada proses hukum,” tegas mereka.
Sementara itu Ketua Komisi I DPRD Psp, Khoiruddin Rambe SSos menegaskan, dirinya mendukung sepenuhnya tindakan yang dilakukan oleh AMPBB. Diutarakan Khoiruddin, jika bukti sudah lengkap, dirinya menyarankan kepada AMPBB untuk segera melaporkannya kepada penegak hukum untuk segera diproses dan dibuktikan kebenarannya. Karena menurutnya isu yang berkembang sudah sangat buruk dan dapat merusak citra Pemko Psp soal penerimaan CPNS. Khoiruddin juga menyarankan kepada AMPBB untuk menyerahkan data yang ada kepada Komisi I DPRD sehingga pihaknya bisa melakukan pressure atau tekanan kepada Pemko Psp dengan memintai keterangan dan penjelasan dari Pemko soal dugaan pelanggaran penerimaan CPNS. “Tidak ada jalan lain, hal ini harus segera diungkap dan dibuktikan kebenarannya, dan Walikota Psp harus tanggap akan hal ini. Komisi I sangat mendukung langkah adik-adik mahasiswa untuk mengusut tuntas persoalan ini,” tegasnya.
Pengamat Sosial Politik, Arman Badrisyah Hasibuan menambahkan, apa yang dilakukan oleh AMPBB adalah kepanjangan tangan dari peserta yang merasa tidak puas dan juga tidak melihat adanya transparansi dalam penerimaan CPNS tahun 2010 ini.
Salah satunya menurutnya adalah penunjukan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo sebagai mitra dalam penerimaan CPNS, sehingga masyarakat khususnya pelamar tidak punya atau sulit mendapatkan akses informasi dari UNS, karena jaraknya yang jauh. (phn)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gunda Pietsch Bersyahadat Dua Kali

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gunda Pietsch, dididik keluarga yang tidak memandang penting posisi agama dalam hidup. Kedua orangtuanya tak lagi mengunjungi gereja sejak Gunda lahir. “Jadi, saya tidak mengenal Tuhan sejak lahir,” kata dia seperti dilansir onislam.net, Rabu (13/11). Memasuki usia dewasa, Gunda berpikir tidak mungkin kehidupan ini berjalan begitu saja tanpa ada yang mengatur. Awalnya, sikap skeptis Gunda […]

  • KemenPAN: Nasib Pengumuman CPNS Madina di Tangan Bupati

    KemenPAN: Nasib Pengumuman CPNS Madina di Tangan Bupati

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) membantah sebagai pihak yang bertanggung jawab atas belum diumumkannya hasil seleksi CPNS Kabupaten Madina 2013. Bantahan ini terkait adanya pernyataan Plt Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution yang menyebut KemenPAN-RB sebagai pihak yang harus mengumumkan hasil seleksi CPNS Kabupaten Madina 2013. Pernyataan […]

  • Sikapi “Basa-basi” DPRD, Pemkab Madina Kasih Aksi Buktikan Nyali

    Sikapi “Basa-basi” DPRD, Pemkab Madina Kasih Aksi Buktikan Nyali

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Sebelas rekomendasi telah dibacakan. Bahasa tertib, pembahasan disebut komprehensif, dan semua pihak sepakat bahwa kinerja pemerintahan belum maksimal. Masalahnya—di titik itu semuanya berhenti. Kritik disampaikan, diakui, lalu dinetralkan oleh kata-kata aman: akan dijadikan acuan, akan menjadi perhatian serius, sinergi akan diperkuat. Publik sudah terlalu sering mendengar kalimat-kalimat ini. Yang […]

  • Kasus Penebangan Pohon Pelindung di Jl. Haris Nasution, Kabid Pertamanan Sudah Peringati

    Kasus Penebangan Pohon Pelindung di Jl. Haris Nasution, Kabid Pertamanan Sudah Peringati

    • calendar_month Selasa, 23 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aktivitas pengerukan isrigasi Batang Gadis masih terus membabat pohon-pohon pelindung di Jl. Jend. Haris Nasution, Panyabungan. Pantauan Mandailing Online, dalam tiga hari terakhir alat berat jenis beko masih malakukan penumbangan pohon Trembesi di bahu jalan yang berbatasan dengan dinding irigasi. “Satu dua pohon masih ditumbangi,” kata warga, Selasa (23/5/2017). […]

  • PTPN 4 Pertahankan 5000 Hektare Lahan Teh

    PTPN 4 Pertahankan 5000 Hektare Lahan Teh

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan – PT Perkebunan Nusantara 4 akan mempertahankan luas areal tananam tehnya yang dewasa ini tinggal 5.000 hektare dari 7.500 hektare sebelumnya. “Luas areal teh yang seluas 5.000 hektare di tiga lokasi kebun akan dipertahankan untuk menjaga nama Sumut sebagai penghasil teh sekaligus pendapatan perusahaan dari produk itu,” kata Direktur Utama PTPN 4 Dahlan Harahap […]

  • Curah Hujan Tinggi Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

    Curah Hujan Tinggi Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam satu pekan terakhir mengakibatkan produksi dan harga getah karet di pasar-pasar lelang karet menurun. Seperti di Kelurahan Kota Siantar, harga getah karet turun dari semula Rp15.000 menjadi Rp13.500 per kilogramnya. Begitu juga di Desa Gunungtua Kecamatan Panyabungan, harganya hanya Rp13.000 per kg, dan di […]

expand_less