Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Sengketa Warisan Berujung Pilu, Dua Makam Pasutri di Madina Terpaksa Dibongkar Keluarga

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • print Cetak

MADINA|| Mandailing Online – Sebuah peristiwa memprihatinkan terjadi di Desa Hutalombang Lubis, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Akibat perselisihan harta warisan yang tak kunjung usai, dua makam pasangan suami istri terpaksa dibongkar dan dipindahkan oleh pihak keluarga pada Selasa (12/5/2026).

Makam yang dibongkar tersebut adalah milik almarhumah Hj. Nur Hayati dan suaminya, H. Fahrizal Piliang. Keduanya selama ini dimakamkan di lahan pemakaman keluarga yang terletak di Huta Lombang Lubis.

Proses pembongkaran yang berlangsung dari siang hingga sore hari tersebut disaksikan langsung oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, alim ulama, serta warga setempat yang merasa prihatin.

Rajab Lubis, cucu dari almarhumah Hj. Nur Hayati, mengungkapkan rasa sedih dan kecewa yang mendalam. Ia menjelaskan bahwa pembongkaran ini merupakan tuntutan dari saudara sepupunya sendiri, Sakti Matondang, yang juga merupakan cucu dari keluarga tersebut.

“Dari awal lahan ini dibeli memang ada konflik pembagian (warisan). Ujung-ujungnya muncul desakan untuk memindahkan makam ini sejak setahun lalu. Ada dua makam; satu sudah sepuluh tahun dimakamkan, dan satu lagi baru satu tahun (Bibinya),” ujar Rajab di lokasi pemakaman.

Pihak keluarga mengaku telah mengupayakan berbagai jalan damai. Proses mediasi melibatkan keluarga dekat hingga tokoh adat desa telah dilakukan selama setahun terakhir. Namun, Sakti Matondang tetap bersikukuh pada tuntutannya agar makam tersebut segera dikosongkan dari lahan yang kini dikuasainya.

Karena tak ada titik temu, Rajab akhirnya berinisiatif membeli lahan baru di sekitar lokasi tersebut sebagai tempat peristirahatan terakhir yang baru bagi bibi dan pamannya.

Peristiwa ini pun memicu reaksi emosional dari warga Huta Lombang Lubis dan Panyabungan Jae. Banyak warga, terutama kaum ibu, yang merasa miris melihat jenazah yang sudah menyatu dengan tanah harus kembali diangkat karena persoalan harta.

Di akhir prosesi, Rajab berpesan agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat luas agar tidak mengedepankan ego, terutama jika menyangkut urusan orang yang telah meninggal dunia.

“Ini pelajaran untuk kita semua. Orang sudah meninggal, sudah lama tenang, kenapa harus diganggu? Apalagi ini masih keluarga sendiri,” pungkasnya. (Ril)

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan Kelok 9 siap diresmikan

    Jembatan Kelok 9 siap diresmikan

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta (Mandailing Online) – Jembatan Kelok 9 yang sudah dilaksanakan pembangunannya sejak tahun 2003 di Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat telah rampung dan siap diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di akhir Bulan Oktober ini. Jembatan yang memiliki panjang mencapai 943 meter dan jalan penghubung sepanjang 2.089 meter telah dipasang rambu – rambu dan sudah […]

  • Terduga Pelaku Perkosaan di TRB Diamankan Polisi

    Terduga Pelaku Perkosaan di TRB Diamankan Polisi

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masih ingat 3 terduga pelaku pemerkosaan yakni WF, D dan P terhadap SN (20) Wanita Desa Pidoli Lombang, Panyabungan. Kini 1 diantara 3 pelaku yang sempat buron berhasil diamankan polisi dari Polres Madina. WF (21) diduga salah satu pelaku pemerkosaan diketahui di amankan kepolisian pada Minggu Malam (24/11). Hal itu dibenarkan […]

  • Akibat Banjir Belasan Hektar Tanaman Padi di Dua Kecamatan di Madina Alami Kerusakan

    Akibat Banjir Belasan Hektar Tanaman Padi di Dua Kecamatan di Madina Alami Kerusakan

    • calendar_month Kamis, 16 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Akibat curah hujan tinggi lahan persawahan yang ada di Kecamatan Ulu Pungkut dan Kecamatan Kota Nopan Mandailing Natal (Madina) tergenang banjir dan rusak. Kamis, (16/11/2023). Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Pertanian Madina sejak Senin kemarin hingga Hari ini, Kamis 16/11/2023, ada 2 (Dua) Desa Serta 1 (Satu) Kelurahan di 2 […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 28)

    MARSIDAO-DAO (episode 28)

    • calendar_month Kamis, 9 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Kuhur-kuhur Si Siti i dapur, marsiuman-umanan dohot sora ni tarahim i masojid. Mardahan manggule i marayak kotu Subuh, ima nangkan na giot kehe marsidao-dao. Dung sumbayang Subuh, ipalalusa mangan i dapur i sada-sadasa. Pinomparna na modom dope mungkor marsitune-tunean. Marayak mangalao tingon bagas i, ingotisa Si Poso i pantar […]

  • OTK Aniaya Empat Warga Tabuyung

    OTK Aniaya Empat Warga Tabuyung

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sekelompok orang tak dikenal (OTK) menganiaya empat orang warga Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kamis (07/04/2011) dinihari sekira pukul 02.00 WIB. Akibatnya, 1 orang kritis, 2 luka berat, 1 luka ringan. Korban pengeroyokan yakni Zarubaton (50), Istri Zarubaton, Nur Asmi (60) dan Zulham (25), harus dirawat di RS Panyabungan. […]

  • BENCANA TERUS TERJADI, SAMPAI KAPAN NEGARA ABAI?

    BENCANA TERUS TERJADI, SAMPAI KAPAN NEGARA ABAI?

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Mariani Siregar
    • 0Komentar

      Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam “Tolong kami Tuhan, tolong kami ya Allah! Ke mana lagi pergi air sudah meluap dan mulai masuk ke rumah-rumah kami. Tolong kami”. Demikianlah jeritan kaum Ibu warga kelurahan Huta Nabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang kembali dilanda banjir bandang pada Jum’at (18/07/2026). Kabar tersebut […]

expand_less