Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Pemekaran Pantai Barat Ditagih

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masyarakat Pantai Barat kembali menagih realisasi pendirian kabupaten baru pemekaran dari Kabupaten Mandailing Natal.

Masyarakat menilai, dengan pemekaran ini akan mengeluarkan mereka dari keterisoliran.

Sekretaris Gerakan Mahasiswa Pantai Barat Bersatu (Gema PBB) M Fadri Lubis, Minggu (18/1) yang dilansir surat kabar Metro Tabagsel mengatakan, masyarakat Pantai Barat saat ini mulai menagih realisasi pemekaran Kabupaten Pantai Barat Mandailing, mengingat janji wakil rakyat di Senayan dulunya hanya menunda bukan membatalkan.

“Masyarakat sangat berharap pemekaran Pantai Barat bisa diterima pada paripurna DPR RI akhir periode 2009-2014 yang lalu, namun keputusan paripurna itu tidak sesuai dengan yang diharapkan masyarakat, karena keputusannya adalah menunda. Dan saat ini masyarakat mengingatkan kembali supaya DPR RI serta Pemerintah Pusat mengabulkan keinginan masyarakat ini,” ujar Fadri.

Fadri mengatakan, kehidupan masyarakat di Pantai Barat sangat memprihatinkan, meskipun hasil bumi dari sana sangat kaya, terutama di bidang perkebunan dan laut. Namun, kekayaan dan potensi alam yang dimiliki daerah itu tidak bisa mendukung peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.


“Itu terbukti dari banyaknya desa-desa terisolir dan warga miskin. Di sisi lain, masyarakat juga kesulitan melanjutkan pendidikan, pelayanan kesehatan yang belum maksimal. Karena itulah, masyarakat berharap, pemekaran Pantai Barat diyakini dapat merubah hidup masyarakat lebih sejahtera,” sebutnya.

Menurut Fadri, jika ditinjau dari persyaratan, Pantai Barat sudah memenuhi secara administratif dan persyaratan lainnya. Apalagi jika ditinjau dari jumlah penduduk dan dan hasil bumi di enam kecamatan yaitu Lingga Bayu, Ranto Baek, Sinunukan, Batahan, Natal, dan Muara Batang Gadis.

“Kalau persoalan persyaratan tidak ada lagi yang dipersoalkan, masyarakat saat ini hanya menunggu iktikad baik dari Pemerintah Pusat dan DPR agar mengesankan pemekaran Pantai Barat,” tambahnya.

Seperti diberitakan belum lama ini, Kepala Bidang Data pada Dinas Kependudukan, Capil, Sosial Nakertrans Pemkab Madina, Seri Suasni menyampaikan, jumlah penduduk di enam kecamatan di Pantai Barat ada sebanyak 121.141 jiwa dari 113 desa/kelurahan.

Dengan rincian untuk Kecamatan Lingga Bayu  ada 19 desa/kelurahan dan jumlah penduduknya ada 25.480 orang. Kecamatan Batahan ada 18 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk sebanyak 19.982 orang. Kecamatan Natal ada 30 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk 28.557 orang. Kemudian Kecamatan Muara Batang Gadis ada 14 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk sebanyak 16.865 orang.

Kecamatan Ranto Baek ada 18 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk 12.554. Selanjutnya Kecamatan Sinunukan ada 14 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk 17.703 orang.

Sementara, sumber penghasilan masyarakat pada dasarnya adalah berkebun seperti kebun karet, kakao, sawit, kelapa, dan banyak juga sebagai nelayan, karena daerah Pantai Barat memiliki laut lepas seluas 170-an kilometer yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Dan sebagian masyarakat bekerja sebagai buruh dan karyawan pada sejumlah perusahaan sawit di daerah itu, baik perusahaan milik swasta, perusahaan milik pemerintah seperti PTPN 4, dan PT Perkebunan Sumatera Utara, dan ada sekitar 17 perusahaan perkebunan di daerah Pantai Barat.

Sumber: Metro Tabagsel

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Berkategori

    KPK masih periksa 5 orang yang ditangkap di Kejati Sumut

    • calendar_month Rabu, 15 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (Mandailing Online) – Tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga Rabu (15/5) pagi, masih memeriksa 5 orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan di Medan kemarin. Selain mereka, KPK juga masih memeriksa sejumlah saksi di sana. Pemeriksaan dilakukan di tiga ruangan di lantai 1 dan 2 Gedung Kejati Sumut, Jalan AH Nasution, Medan. Sumber […]

  • Ini Resep dari Putra Habibie untuk Memajukan Negeri

    Ini Resep dari Putra Habibie untuk Memajukan Negeri

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JOGJA – Kemiskinan menjadi faktor yang harus dituntaskan oleh pemerintah demi menciptakan negara maju yang se-jahtera. Pernyataan ini dilontarkan Ilham Akbar Habibie, putera Presiden RI keempat BJ Habibie, dalam Seminar Nasional Teknoin 2014 di Fakutas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII),  Sabtu (22/11). Selain meminimalisasi kemiskinan, ada tiga hal penting lain yang harus jadi perhatian […]

  • Mengukur Risiko Gagal “Kampung Pisang”: Antara Jargon dan Fakta Lapangan

    Mengukur Risiko Gagal “Kampung Pisang”: Antara Jargon dan Fakta Lapangan

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum*   Program “Kampung Pisang” di Mandailing Natal datang dengan bahasa yang meyakinkan: ada “general check-up” tanah, identifikasi hama dan penyakit, hingga “terapi awal” sebelum pengembangan kawasan. Sekilas, semua terdengar rapi—bahkan ilmiah. Namun pertanyaannya sederhana: seberapa jauh istilah-istilah itu benar-benar mencerminkan kondisi faktual di lapangan? Karena dalam banyak program pembangunan, kegagalan […]

  • 2012, Cetak Sawah Seluas 700 Ha

    2012, Cetak Sawah Seluas 700 Ha

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Madina kembali mendapatkan kucuran dana dari pemerintah pusat dalam program cetak sawah tahun 2012. Tahun ini, seluas 700 hektar sawah akan dibuka dan luasan ini meningkat dari tahun lalu sebanyak 100 hektar, atau dari 600 hektar jadi 700 hektare. “Karena memang Madina masih sangat membutuhkan program ini untuk keperluan peningkatan ketahanan pangan, jumlah lahan […]

  • Potensi Konflik Horizontal Pilkada?  Karya Demokrasi Barat Yang Nyata

    Potensi Konflik Horizontal Pilkada? Karya Demokrasi Barat Yang Nyata

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara menjelaskan bahwa Kalimantan Utara tergolong daerah rawan konflik dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Hal tersebut disampaikan oleh AKBP. Budi Rachmat, S.I.k, Kabid Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Utara saat dikonfirmasi oleh awak media bahwa sesuai hasil survey Mabes Polri, tentang indeks […]

  • Saipullah Gandeng PT Sorikmas Mining Pulihkan Desa Muara Batang Angkola

    Saipullah Gandeng PT Sorikmas Mining Pulihkan Desa Muara Batang Angkola

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ):- PT. Sorikmas Mining, perusahan pemegang kontrak karya di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hadir turut serta membantu masyarakat yang terdampak dalam bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Madina, Saipullah Nasution dalam kunjungan Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan dan Menteri Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Maman […]

expand_less