Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode

2012, Cetak Sawah Seluas 700 Ha

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 31 Jan 2012
  • print Cetak


MADINA-
Madina kembali mendapatkan kucuran dana dari pemerintah pusat dalam program cetak sawah tahun 2012. Tahun ini, seluas 700 hektar sawah akan dibuka dan luasan ini meningkat dari tahun lalu sebanyak 100 hektar, atau dari 600 hektar jadi 700 hektare.
“Karena memang Madina masih sangat membutuhkan program ini untuk keperluan peningkatan ketahanan pangan, jumlah lahan yang dibuka meningkat dari tahun lalu,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Madina, Taufik Zulhandra SP MM, Senin (30/1).
Taufik mengatakan, program cetak sawah ini nantinya akan meningkatkan produksi beras untuk Madina dengan harapan akan bisa menghasilkan 5-6 ton per hektar untuk panen perdana. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan partisipasi petani demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan produksi tani.
”Untuk mencapai target pemerintah dalam mencapai surplus beras, salah satu upayanya adalah dengan perluasan dan pengelolahan lahan. Makanya untuk tahun ini kita memperoleh tambahan dari 600 hektar menjadi 700 hektar,” ucap Taufik.
Diungkapkan Kadis, program cetak sawah tahun 2011 lalu seluas 600 hektar di dua desa yakni Desa Tunas Karya Kecamatan Natal dan Desa Banjar Aur Kecamatan Sinunukan saat ini sudah selesai masa tanam dengan jenis bibit yang digunakan Ciherang dan Nekongga. Tiap hektar sawah membutuhkan 25 kilogram. Target panen raya perdana dari program cetak sawah tahun 2011 di bulan April mendatang.
”Kita upayakan bulan April depan akan dilakukan panen perdana,” Sebutnya.
Jika panen pedana selesai, terang Taufik maka musim tanam selanjutnya akan dikerjakan masyarakat secara swadaya masyarakat, dan bukan dari pemerintah lagi.
”Bantuan cetak sawah hanya untuk pembukaan lahan hingga selesai tanam dan pupuk,” tambahnya.
Sementara, sejumlah petani di Desa Lumbandolok, Kecamatan Siabu mengaku sangat mendukung program cetak sawah ini. Karena, program ini akan membantu petani untuk meningkatkan hasil produksi tani, mengingat selama ini produksi tani warga semakin tahun semakin berkurang.
”Kalau dibantu pemerintah melalui cetak sawah kami yakin produksi tani kami akan meningkat. Karena, akibat rendahnya produksi sawah kami, banyak yang mengganti tanaman padi menjadi tanaman palawija. Itu disebabkan kurangnya kemampuan masyarakat untuk mengelola lahannya masing-masing,” sebut Panusunan warga Lumbandolok kepada METRO, Senin (30/1. (wan/mer.metrotabagsel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PKB Madina Partai Pertama Serahkan Perbaikan Berkas Bacaleg ke KPU

    PKB Madina Partai Pertama Serahkan Perbaikan Berkas Bacaleg ke KPU

    • calendar_month Jumat, 7 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online)- Ketua KPU Madina Fadilah Syarif mengatakan PKB Madina merupakan parpol yang pertama menyerahkan perbaikan dokumen Bacaleg ke KPU Madina. Hal dikatakan usai menerima berkas perbaikan Bacaleg dari DPC PKB Madina Jum’at 7/7/2023 di Kantor KPU Madina. Dia mengimbau kepada partai politik peserta Pemilu agar segera menyerahkan perbaikan dokumen Bacaleg masing-masing mengingat masa […]

  • DCS Dapil 4 PKPI Madina

    DCS Dapil 4 PKPI Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 4 PKP Madina

  • Pemda Main-main Urus Seleksi CPNS

    Pemda Main-main Urus Seleksi CPNS

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kewenangan proses seleksi CPNS 2013 yang ditangani pemerintah pusat membuat sebagian besar pemerintah daerah (pemda) kecewa. Kekecewaan ini dilampiaskan dengan caranya sendiri, yakni tidak serius memproses lanjutan tahapan seleksi, yakni penetapan, pengumuman, dan pengusulan pemberkasan Nomor Induk Pegawai (NIP) bagi peserta yang lulus CPNS. Demikian disampaikan Koordinator Sentra Advokasi untuk Pendidikan Rakyat (Sahdar), […]

  • Ribuan anak korban banjir Singkil tidak sekolah

    Ribuan anak korban banjir Singkil tidak sekolah

    • calendar_month Sabtu, 17 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Banda Aceh, (MO) – Ribuan anak dari puluhan desa yang diterjang banjir di Kabupaten Aceh Singkil dilaporkan tidak bisa sekolah karena sarana sekolah mereka rusak akibat bencana alam tersebut. “Memprihatinkan pelajar yang sekolahnya terendam banjir dipastikan tidak bisa beraktivitas, karena sebagian besar sarana tidak bisa digunakan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh Jarwansyah yang dihubungi […]

  • Diduga Sakit Jantung, Napi LP Sipaga-paga Meninggal

    Diduga Sakit Jantung, Napi LP Sipaga-paga Meninggal

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Diduga terkena serangan jantung, salah seorang Narapidana Lembaga Permasyarakatan Kelas II B Sipaga-paga Panyabungan, ditemukan meninggal dunia di selnya, Selasa (29/03/2011). Korban meninggal bernama Adreas alias Deras, ditahan di LP Panyabungan terkait kasus pembunuhan dengan hukuman 18 tahun penjara Adreas meninggal di usia 41 tahun. Dia sudah beberapa tahun menjalani hukuman di LP Sipaga-paga. […]

  • Rivalitas Abdul Haris Nasution vs Zulkifli Lubis (bagian 2 dari 2 tulisan)

    Rivalitas Abdul Haris Nasution vs Zulkifli Lubis (bagian 2 dari 2 tulisan)

    • calendar_month Rabu, 3 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Suatu hari, kepala Stasiun Padalarang, yang berada di wilayah Divisi Siliwangi, ditembak PMC. “Maka terpaksa PMC ditindak. Semua badan penyelidik yang beroperasi dibawah markas besar atau kementerian pertahanan di Yogya, berangsur-angsur kena penertiban oleh Divisi saya,” aku Nasution dalam Memenuhi Panggilan Tugas: Kenangan Masa Muda (1989: 217). Seperti Lubis, Nasution juga tak ketinggalan ikut Republik. […]

expand_less