Selasa, 12 Mei 2026
light_mode

Mikrofon Mati di Ruang Paripurna: Wibawa DPRD Tersandung Hal Sepele

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Di ruang sidang paripurna, seorang anggota dewan berbicara menyampaikan pendapat. Namun suara itu tersendat—bukan karena argumennya lemah, melainkan karena mikrofon (mic) di mejanya mati.

Kelihatannya sepele. Tapi justru dari hal-hal kecil seperti inilah kualitas sebuah lembaga bisa terbaca.

Sebab dalam dunia kelembagaan, fasilitas bukan sekadar alat bantu teknis. Ia adalah bagian dari penghormatan terhadap forum, terhadap fungsi representasi, dan terhadap martabat lembaga itu sendiri.

Dan ketika mic mati di ruang sidang resmi DPRD, publik berhak bertanya: apa sebenarnya yang sedang tidak bekerja di Sekretariat DPRD Madina?

 

Tapi Mentalitas Pelayanan

Jangan buru-buru menyederhanakan ini sebagai gangguan teknis biasa.

Karena rapat paripurna bukan acara dadakan.

Ia terjadwal, resmi, dan menyangkut fungsi politik yang sangat penting.

Artinya, seluruh perangkat:

* sound system,
* meja sidang,
* dokumen,
* hingga dukungan teknis,

seharusnya sudah dipastikan siap sebelum sidang dimulai.

Kalau mic anggota dewan mati saat forum berjalan, itu menunjukkan satu hal: ada kelemahan dalam budaya kesiapan kerja.

 

Sekretariat DPRD Bukan Sekadar Administrasi

Banyak yang masih memahami Sekretariat DPRD sebatas kantor administrasi. Padahal perannya jauh lebih strategis.

Sekretariat adalah:

* tulang punggung teknis lembaga,
* penjamin kelancaran fungsi DPRD,
* sekaligus wajah profesionalisme parlemen daerah.

Ketika dukungan teknis lemah, yang terlihat buruk bukan hanya sekretariat—tetapi lembaga DPRD secara keseluruhan.

Dan publik tidak membedakan itu.

 

Hal Kecil yang Membuka Masalah Besar

Mic mati sebenarnya bisa dibaca sebagai simbol.

Simbol bahwa:

* detail kurang diperhatikan,
* standar kerja belum disiplin,
* dan pengawasan internal belum ketat.

Hari ini mic mati.
Besok bisa dokumen terlambat.
Lusa bisa agenda strategis kacau karena koordinasi lemah.

Masalah kelembagaan selalu dimulai dari pembiaran terhadap hal-hal kecil.

 

Di Sini Ujian Kepemimpinan Administratif

Dalam konteks ini, sorotan tidak bisa hanya diarahkan ke petugas teknis lapangan. Persoalannya menyentuh manajemen sekretariat secara keseluruhan.

Figur seperti Aprizal Nasution tentu memahami bahwa wibawa lembaga tidak hanya dijaga lewat pidato dan forum resmi, tetapi juga lewat kualitas dukungan teknis sehari-hari.

Karena publik menilai profesionalisme bukan dari slogan, melainkan dari pengalaman nyata yang mereka lihat:

* rapat berjalan tertib atau tidak,
* fasilitas siap atau tidak,
* forum terhormat atau justru terlihat semrawut.

 

Jangan Biasakan Ketidakseriusan

Masalah terbesar birokrasi sering bukan kegagalan besar, tetapi kebiasaan memaklumi gangguan kecil.

“Cuma mic.”
“Cuma kabel.”
“Cuma teknis.”

Padahal dari “cuma” itulah perlahan tumbuh budaya kerja yang longgar dan tidak presisi.

Dan lembaga publik yang kehilangan presisi, perlahan kehilangan wibawa.

 

Yang Dibutuhkan: Standar, Bukan Alasan

Sekretariat DPRD Madina perlu bergerak dari pola reaktif ke pola profesional:

* pengecekan perangkat sebelum sidang,
* tim teknis siaga penuh,
* evaluasi rutin fasilitas rapat,
* SOP penanganan gangguan saat forum berlangsung.

Ini bukan soal kemewahan.
Ini standar minimum kelembagaan.

Penutup

Ruang sidang paripurna adalah tempat suara rakyat dipresentasikan melalui wakilnya.

Dan ketika suara itu bahkan terganggu oleh mic yang mati, maka yang sebenarnya terganggu bukan sekadar komunikasi—tetapi marwah lembaga itu sendiri.

Karena pada akhirnya, publik akan menilai secara sederhana: jika hal kecil saja tidak siap, bagaimana publik bisa yakin pada hal-hal yang lebih besar? ***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketimpa Pohon, 4 Warga Batang Natal Meninggal Dunia

    Ketimpa Pohon, 4 Warga Batang Natal Meninggal Dunia

    • calendar_month Senin, 31 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    BATANAG NATAL ( Mandailing Online ) 4 orang warga Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal dikabarkan meninggal dunia karena tertimpa pohon besar saat beristirah. Kejadian terjadi pada Minggu malam 30/7/2023 sekitar pukul 24.00 wib. Kadis Kominfo Mandailing Natal Martua Batubara  yang menghubungi Sekcam Camat Batang Natal Senin 31/7/2023 membenarkan periatiwa tersebut. ” ya benar, ada […]

  • Investasi Bagai Dua Bilah Mata Pisau

    Investasi Bagai Dua Bilah Mata Pisau

    • calendar_month Minggu, 14 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Riani S.Pd.I Guru tinggal di Medan Kran investasi asing kian terbuka lebar, agaknya memberi peluang baru dunia perekonomian Indonesia, namun tentu perlu ditelisik ulang, karena investasi asing bisa jadi dua bilah mata pisau. Butuh siaga ketat dalam menerima investasi asing, jangan sampai rakyat dirugikan, karena sejatinya semua kebijakan negara harus ditujukan untuk kepentingan rakyat. […]

  • Dua Personil Polres Sidimpuan Dipecat

    Dua Personil Polres Sidimpuan Dipecat

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Akibat melanggar kode etik kepolisian, dua bintara Polres Padangsidimpuan masing-masing Bripda Romi Chandra dan Bripda Yusriwan dipecat. Upacara pelepasan seragam dinas kepolisian kedua bintara tersebut dipimpin langsung Kapolres P. Sidimpuan AKBP Andi Syahriful Taufik, S.Ik, M.Si di halaman Mapolres setempat, Sabtu (30/7). Dalam amanatnya Kapolres P. Sidimpuan AKBP Andi Syahriful Taufik mengatakan, secara pribadi dirinya […]

  • Lantik Pejabat Eselon

    • calendar_month Kamis, 6 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lantik: Sekretaris Daerah M Daud Batubara atas nama bupati Madina Hidayat Batubara melantik pejabat eselon II,III dan IV di gedung serba guna, Parbangunan, Rabu (4/6/2013). Sebanyak 169 PNS yang ikut dalam rotasi jabatan itu. Eselon II terdapat 6 orang. Sementara eselon III dan IV sebanak 163 orang. (foto: Maradotang Pulungan/Mandailing Online)

  • Maret Berdarah di Sumatera Timur

    Maret Berdarah di Sumatera Timur

    • calendar_month Kamis, 24 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tanah itu tak luas. Ukurannya hanya sekitar 2 x 3 meter. Kondisinya tampak tak terurus. Rumput tumbuh sembarang. Lokasinya berada di halaman depan Masjid Raya Tuan Ahmadsyah, Tanjung Balai, sekitar empat meter dari bangunan masjid. Tak banyak orang yang tahu bahwa tanah tersebut adalah sebuah kuburan massal. Sebanyak 73 nama terpahat di nisan tersebut. Mereka […]

  • Blus Ayu Ting Ting Paling Diburu

    Blus Ayu Ting Ting Paling Diburu

    • calendar_month Rabu, 18 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN- Penampilan sangat berarti bagi kaum wanita. Dimanapun berada, wanita pasti ingin terlihat cantik dan modis. Seperti kata Cygnus The Legend, “Memang penampilan bukanlah segalanya, tapi segalanya berawal dari penampilan”. Begitu juga bagi para wanita, pakaian merupakan bagian penting dari penampilan. Bagi wanita, ada saja kiat yang dilakukan untuk show up. Termasuk berburu pakaian yang […]

expand_less