Jumat, 21 Agu 2026
light_mode

BISNIS KRIPIK SINGKONG BANJARKOBUN DARI PINGGIR JALAN (Bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Cara Membaca dan Mengisi Celah Ekonomi Mikro di Madina

Di Mandailing Natal, usaha kecil sebenarnya tidak pernah benar-benar mati. Bisnis ini hanya bergerak pelan.

Kadang nyaris tak terlihat.

Kadang muncul sebentar lalu tenggelam lagi.

Di sudut pasar tradisional, di dapur rumah-rumah kecil, di warung kopi pinggir jalan, di lorong desa yang aroma minyak gorengnya merayu hidup di sore hari — ekonomi rakyat terus bernapas.
Ada ibu-ibu yang memarut singkong sejak subuh. Ada anak muda yang mencoba jualan lewat Tiktok.

Ada warung kopi yang sudah menaruh kripik lokal – kerupuk singkong parut ala Banjarkobun di dekat etalase yang mencolok.

Masalahnya, bukan karena orang Madina tidak bisa usaha.

Usaha-usaha kecil sejenis itu justru sudah lama tumbuh mandiri dan, sayangnya, banyak pelaku yang senang “main” sendiri-sendiri.

Iya, menggeliat sendiri-sendiri. Mereka memproduksi sendiri. Menjual sendiri. Promosi sendiri. Lelah sendiri. Lalu, banyak yang akhirnya, perlahan hilang sendiri.

Padahal, di tengah situasi ekonomi yang semakin sulit, justru ekonomi mikro seperti inilah yang paling mungkin bertahan.
Dan salah satu produk paling potensial sebenarnya sangat sederhana: kripik singkong parut ala Banjarkobun.

Keunggulan jenis bisnis kecil ini bukan karena produknya luar biasa modern. Tapi karena usaha itu memenuhi syarat paling penting dalam ekonomi rakyat:
• bahan baku tersedia,
• mudah diproduksi,
• bisa dikerjakan rumahan,
• pasar selalu ada,
• dan modalnya relatif kecil.

Namun pertanyaan sebenarnya, bukan: “Bisakah membuat kripik?”

Melainkan: “Bagaimana membangun pasar dan ekosistemnya?” Dimana peluang bisnisnya?

CELAH BESAR BISNIS: BUKAN PRODUK, TAPI JALUR PASAR

Kalau kita perhatikan lebih teknis, UMKM Madina hari ini punya problem yang hampir sama:
• produksi ada,
• rasa lumayan,
• harga bersaing,
• tapi pasar sempit.

Artinya, ruang kosongnya bukan di dapur produksi. Yang kosong adalah: jalur ekonomi – jalur pasar.

Maka orang yang paling potensial sukses di ekonomi mikro Madina saat ini, tidak selalu yang paling jago bikin produk.

Tetapi, yang sangat mungkin, adalah yang bisa menghubungkan produk dengan pasar. Menjadi satu mata rantai.

Dan menariknya, untuk masuk ke ruang itu tidak selalu butuh modal besar.
Bisnis kecil ini justru butuh:
• keberanian mulai,
• kemampuan membaca perilaku pasar,
• dan konsistensi kecil tapi rutin.

LANGKAH PERTAMA:
Mulai dari Skala Kecil, Tak Harus Besar

Ini kesalahan paling umum di bisnis UMKM kecil. Baru mulai usaha, langsung berpikir:
• cetak ribuan bungkus,
• sewa tempat,
• beli alat mahal, dan
• stok besar.

Padahal, pasar belum terbentuk. Dan, cara paling realistis justru sebaliknya: mulai dari distribusi produk dalam skala kecil selaku pengusaha di sektor mikro.
Bagaimana gambaran cara? Yakni, dengan:

1. Mulai dengan 5 pembuat kripik rumahan

Tidak perlu langsung punya dapur sendiri. Datangi:
• ibu-ibu pembuat kripik,
• penjual gorengan,
• usaha kecil rumahan,
• tetangga yang sudah produksi.

Lalu, tawarkan: “Saya bantu pasarkan.”

Banyak UMKM kecil sebenarnya tidak kuat menjual. Mereka kuat memproduksi.
Ini celah pertama untuk berbisnis di sektor UMKM.

2. Buat merek bersama sederhana

Jangan pakai nama terlalu rumit.
Yang penting:
• mudah diingat,
• ada nuansa lokal,
• mudah dicetak di stiker.

Contoh:
• Parut Madina,
• Kriuk Mandailing,
• Singkong Panyabungan,
• Balado Batang Gadis.

Tidak perlu langsung legalitas lengkap.

Awalnya cukup:
• logo sederhana,
• stiker ukuran kecil,
• nomor WhatsApp,
• akun medsos.

Modal desain bahkan bisa dibuat lewat Canva.

3. Fokus pada kemasan

Dalam ekonomi modern, kemasan sering lebih menentukan daripada rasa.

Karena konsumen pertama kali membeli lewat mata. Maka:
• gunakan plastik tebal bening,
• buat label rapi,
• beri warna konsisten,
• cantumkan tanggal produksi,
• beri slogan pendek.

Contoh slogan:
“Kriuknya Orang Mandailing.”
atau:
“Teman Kopi dari Pinggir Sawah.”
Kecil. Tapi membangun identitas. (bersambung)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Arus Balik Terganggu Akibat Premium Langka di Madina

    Arus Balik Terganggu Akibat Premium Langka di Madina

    • calendar_month Rabu, 15 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bahan bakar minyak jenis premium langka di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sejak Senin memasuki arus balik Lebaran, sementara sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kehabisan stok akibat meningkatnya kebutuhan pengguna kendaraan. Kondisi ini dikhawatirkan akan mengganggu arus balik Lebaran yang mulai mendekati puncaknya H+5, meski Pertamina sudah menambah pasokan BBM, namun kebutuhan konsumen belum […]

  • TNI Janji KTT ASEAN Bebas Teror

    TNI Janji KTT ASEAN Bebas Teror

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Mabes TNI optimistis Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN tiga hari lagi berjalan aman. TNI menjamin acara yang diikuti 11 negara itu akan berlangsung aman tanpa gangguan terorisme. “Insya Allah aman dan lancar. Semua anak-anak sudah siap,” ujar Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono usai acara apel bersama pengamanan KTT ASEAN di Monas kemarin (1/5). Apel Kesiapan […]

  • TKA di Madina Dominasi dari Negara China

    TKA di Madina Dominasi dari Negara China

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA : Mandailing Online– Data Tenaga Kerja Asing ( TKA) di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) masih di nominasi perusahaan panas bumi PT. Sorik Marapi Geotermal Power ( SMGP ) yang beroperasi di Kecamatan Puncak Sorik Marapai. Kepala Dinas Tenaga Kerja Madina menyebut, ada 28 orang TKA dari Negara China yang bekerja di PT. […]

  • DCS Dapil 3 Hanura Madina

    DCS Dapil 3 Hanura Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 3 Hanura Madina.

  • ISU GENDER DALAM PENANGGULANGAN BENCANA (2-selesai)

    ISU GENDER DALAM PENANGGULANGAN BENCANA (2-selesai)

    • calendar_month Rabu, 14 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh :  Moechtar Nasution Wakil Direktur GEREP Institute   Bila kearifan lokal ini dapat dilembagakan, maka akan sangat efektif sebagai upaya untuk penanggulangan resiko bencana karena langsung tersentuh pada sendi – sendi kehidupan bermasyarakat, terutama ketika menjadi syair yang dinyanyikan oleh ibu – ibu saat menidurkan anaknya akan sangat melekat dalam jiwa mereka sampai dewasa. […]

  • Lagi, LBH Al Amin Berangkatkan 4 Yatim ke SMK Penerbangan

    Lagi, LBH Al Amin Berangkatkan 4 Yatim ke SMK Penerbangan

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) : LBH Al-Amin kembali memberangkatkan empat anak yatim dari Madina untuk disekolahkan di SMK Penerbangan, Jakarta. Keempat anak yatim itu berangkat dengan bus ALS dari Ladang Sari, Panyabungan, Rabu (17/7/2019). Isak tangis tak terbendung dari masing-masing ibu melepaskan keberangkatan anak-anak mereka. Bukan saja derai air mata perpisahan, tetapi juga tangisan melepaskan […]

expand_less