Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Mahasiswa Sumut Demo di Depan Kantor SMGP Jakarta

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 10 Feb 2021
  • print Cetak

Sejumlah mahasiswa memampangkan spanduk dalam aksi demo di depan kantor SMGP di Jakarta, Senin (8/2/2021). Foto : Dok Formasu

 

JAKARTA (Mandailing Online) – Mahasiswa asal Sumut berunjukrasa di depan kantor PT SMGP di Jakarta, Senin, mendesak penutupan PLTP Sorik Marapi dan tuntutan hukuman bagi Presiden Direktur SMGP.

Puluhan yang mengatas namakan Forum Mahasiswa Sumatera Utara (Formasu) Jakarta itu menggelar aksi di depan gedung PT. Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di   Recapital Building, jalan Aditiyawarman no. 55 Jakarta Selatan, Senin (8/2/2021).

Aksi mahasiswa itu meresfon tewasnya 5 warga Sibanggor Julu dan puluhan keracunan tanggal 25 Januari 2021 saat pihak SMGP melakukan pembukaan sumur SMP-T02 untuk komisioning PLTP Unit II (15 MW) di Sibanggor, Mandailing Natal.

“Apapun itu adalah bentuk kelalaian perusahan serta  ketidakseriusan  perusahan dalam melakukan pengerjaan yang mengakibatkan merugikan masyarakat Mandailing Natal,” ujar Kordinator Aksi, Maulidi Azizi dalam rilis pers diterima Mandailing Online, Rabu (10/2/2021).

Mora Harahap selaku jendral lapangan menyampaikan “Ini adalah bukti bahwa PT.SMGP ini gagal dalam menjalankan pembangunan power plant pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi ( PLTPB ) di  Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal dan diduga pimpinan PT.SMGP proyek itu tidak  mampu serta gagal dalam mengelola pembangunan PLTPB tersebut,”.

Satu mahasiswa dari Formasu berorator di pintu gerbang PT SMGP di Jakarta, Senin (8/2/2021). Foto : dok Formasu

Sejumlah tuntutan Formasu Jakarta antara lain : Pertama, menuntut penghentian permanen proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi yang dilakukan oleh PT. Sorik Merapi Geothemal Power di Mandailing Natal.

Kedua, mendesak PT. Sorik merapi Geothemal Power (SMGP) agar bertanggung jawab penuh terhadap masyarakat yang terdampak akibat pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi.

Ketiga, menuntut pencopotan Yan Tang dari jabatan Presiden Direktur PT. Sorik Merapi Geothemal Power, karena dinilai gagal dalam memimpin pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Mandailing Natal.

Mahasiswa yang demo itu tak berhasil bertemu pihak manajemen SMGP karena pimpinan tak berada di kantor itu saat aksi  mahasiswa berlangsung.

“Kami mendapatkan informasi bahwa pejabat dan pegawai PT.Sorik Merapi Geothermal Power sudah seminggu tidak ada orang di kantor ini menandakan PT.SMGP ini ada yang tidak beres di dalamnya ” ujar Maulidi Azizi.

Maulidi menyatakan pihaknya masih berupaya melakukan aksi lanjutan dengan massa yang akan bertambah. Hanya saja waktunya belum terfinalkan. (rel)

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Salut! Eks Korban Gempa Yogya Kirim Bantuan ke Korban Banjir Jakarta

    Salut! Eks Korban Gempa Yogya Kirim Bantuan ke Korban Banjir Jakarta

    • calendar_month Senin, 21 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bantul, (MO) – Duka yang pernah dirasakan saat bencana gempa bumi melanda pada tahun 2006, membuat warga Dusun Bregan, Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak, Bantul, DIY bersimpati atas bencana banjir di Jakarta. Sebagai bentuk kepedulian, mereka mengirim bantuan ke korban banjir, Senin (21/1/2013). “Kita di Bantul pernah merasakan penderitaan akibat gempa bumi. Dan saat menyaksikan tayangan […]

  • Golkar pasca Amru "Mau dibawa kemana"

    Golkar pasca Amru "Mau dibawa kemana"

    • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Perjalanan Pilkada madina telah usai namun bagi Golkar selama ini sebagai partai pendukung incumbent masih terus menyisakan banyak pertanyaan. Mungkin persoalannya masih agak sedikit mengambang, artinya memang perlu waktu tetapi kalau kritikan itu justru sangat mendasar dan disampaikan maka sudah semestinya perlu di terima, di evaluasi dan dikerjakan dengan lebih baik. Dari awal Partai golkar […]

  • Jangan Jual Sawah dan Kerbau untuk Jadi CPNS

    Jangan Jual Sawah dan Kerbau untuk Jadi CPNS

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 1Komentar

    JAKARTA – Masih banyaknya warga peminat kursi CPNS yang termakan rayuan calo, membuat gemas Kepala Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen PNS Badan Kepegawaian Negara (BKN)  Aris Widiyanto. Dia mengingatkan, sistem rekrutmen CPNS saat ini sudah tidak bisa ditembus aksi suap menyuap yang melibatkan percaloan. “Dalam hal ini tidak mungkin ada calo atau penipu. Sehingga masyarakat di […]

  • Tanaman Tumpang Sari Satu-satunya Solusi Mengatasi Harga Karet

    Tanaman Tumpang Sari Satu-satunya Solusi Mengatasi Harga Karet

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Pola  tumpang sari dinilai satu-satunya upaya menyelamatkan petani ditengah apatisme terhadap harga komoditi karet alam yang tak kunjung membaik. Harga karet alam yang tak kunjung lagi menunjukkan kenaikan akan terus menyeret penduduk Mandailing Natal di jurang kemiskinan. Mayoritas penduduk daerah ini  tergantung pada komoditi karet alam. “Tak ada jalan lain, mau […]

  • Gerobak Penuh Darah Ditinggal Polisi

    Gerobak Penuh Darah Ditinggal Polisi

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Nur Iman, Korban Salah Sasaran yang Tewas saat Baku Tembak Densus 88 dan Teroris Baku tembak antara Densus 88 dan dua orang yang terduga teroris dini hari kemarin memakan korban warga sipil. Nur Iman, yang sehari-hari berjualan hik (makanan khas Solo), tewas dalam baku tembak itu. Benarkah dia hanya korban salah sasaran? Bagaimana kesaksian warga […]

  • BATUAN BESAR RERUNTUHAN TAMBANG HUTA BARGOT

    BATUAN BESAR RERUNTUHAN TAMBANG HUTA BARGOT

    • calendar_month Selasa, 12 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Batuan Besar – Material bebatuan yang menimbun korban di dalam tambang emas Huta Bargot, Mandailing Natal, berukuran besar-besar. Tim Basarnas diperkirakan harus memecah bebatuan ini agar mudah disingkirkan untuk mengangkat tubuh korban dari reruntuhan. Foto ini hasil jepretan tim Basarnas ketika tim sudah mampu mencapai titik reruntuhan di kedalam 150 meter di bawah tanah, tempat […]

expand_less