Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

KNPI Desak DPRD Madina Perjuangkan Beasiswa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 3 Sep 2019
  • print Cetak

Tan Gozali

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Madina yang baru dilantik didesak memperjuangkan kembalinya program beasiswa bagi mahasiswa miskin berprestasi.

Desakan itu disampaikan Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Madina, Tan Gozali kepada Mandailing Online di Panyabungan, Selasa (3/9/2019).

Gozali mengungkapkan bahwa beasiswa miskin berprestasi sudah beberapa tahun terakhir ditiadakan Pemkab Mandailing Natal (Madina).

Sebelumnya, beasiswa ini telah berjalan beberapa tahun. Masing-masing mahasiswa memperoleh 5 juta rupah per tahun yang bersumber dari APBD Madina.

Pihak Dinas Pendidikan Madina tak pernah memberitahu publik alasan penghentian beasiswa ini.

“Oleh karena itu, kita mendesak anggota DPRD Madina yang baru dilantik agar meningkatkan kepekaan, dan memperjuangkan kembalinya beasiswa itu,” ujar tan Gozali.

Tan Gozali mengaku, pertanyaan para mahasiswa kepadanya selalu datang mempertanyakan bagaimana nasib kelanjutan beasiswa.

Menurutnya, pihak legislatif memiliki kekuatan politik menekan pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali beasiswa tersebut.

Beasiswa itu sangat urgen dan penting mengingat banyak mahasiswa yang memiliki kecerdasan namun terancam gagal kuliah akibat kesulitan ekonomi orangtua.

“Sayang sekali jika para mahasiswa cerdas gagal kulaih akibat kondisi keuangan orang tua mereka,” katanya.

Padahal, lanjut Gozali, Madina membutuhkan generasi yang ber-SDM tinggi dalam dinamika pembangunan daerah ke depan. Sebab,Madina akan tetinggal jika tak mempersiapkan genarai yang cerdas.

Beasiswa itu, menurut Gozali, memiliki peran penting dalam membantu para mahasiswa yang terbentur finansial. Banyak orang tua tak mampu mengkuliahkan anak-anak mereka akibat kemiskinan.

Banyak generasi yang berpotensi harus menahan cita-cita hanya karena kemiskina orang tua. “Lantas mengapa beasiswa itu dihentikan? Bukankah pemerintah mampu secara APBD untuk itu?” keluh Gozali.

APBD Madina 2019 saja sudah 1,5 Triliun Rupiah, tetapi pemerintah daerah seolah tak punya hati nurani, lemah visi pendidikannya. Padahal pagu dana untuk beasiswa ini tak besar.

Penyaluran beasiswa terakhir berpagu sekitar 1,4 milyar Rupiah untuk sekitar 280 mahasiawa yang terseleksi.

Menurut tan Gozali, kondisi keuangan pemkab Madina mampu untuk itu. Bahkan jika peru  pagunya ditambah menajdi 5 milyar agar makin banyak mahasiswa miskin yang tertolong.

Menurutnya, masih banyak pos-pos anggaran di APBD yang tidak efisien, terkesan tak memiliki hubungan erat dengan pembangunan masyarakat.  Kenapa untuk beasiswa yang sangat penting justru diabaikan.

Tan Gozali berharap APBD Madina kedepan harus benar-benar memberi manfaat bagi pembangunan masyarakat.

APBD Madina harus benar-benar fokus kepada penyelesaian hal-hal mendasar termasuk bantuan bagi mahasiswa miskin berprestasi.

Oleh karena itu, DPRD Madina priode 2019-2024 jangan lemah dan jangan kecolongan yang hanya mengikuti apa saja program yang diajukan pemerintah daerah.

Para politisi di DPRD Madina harus memiliki visi yang tajam terutama di sektor pendidikan, sehingga DPRD mampu mempengaruhi pejabat eksekutif, bukan dipengaruhi.

Berdasar catatan Mandailing Online, beasiswa miskin berprestasi dimuai sejak tahun 2013 yang ditampung di APBD Madina. Pagunya sekitar 1,4 Milyar Rupiah kepada sekitar 280 mahasiswa yang terseleksi.

Namun, mulai sirna sejak tahun 2016 lalu. Pihak Pemkab Madina tak pernah terdengar mempublis apa penyebab penghantian program itu.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Guru bukan lagi panggilan jiwa

    Guru bukan lagi panggilan jiwa

    • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Guru di Sumatera Utara masih banyak yang menjadikan prefesi gurunya hanya sebagai pekerjaan biasa yang tidak berdasarkan panggilan jiwa untuk memberikan pengetahuan kepada siswa. “Menurut saya masih banyak guru di Sumut bukan berdasarkan panggilan jiwa,” kata Rektor UISU kampus Al-Munawwarah, Zulkarnain Lubis kepada Wasada Online, hari ini. Dia menilai guru yang mengajar […]

  • Tower di Komplek Madina Square Ditolak

    Tower di Komplek Madina Square Ditolak

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para penghuni di komplek ruko Madina Square, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) menyatakan keberatan terhadap pendirian tower tower Mini T-20 di atas salah satu ruko komplek itu. Keberatan itu muncul menyusul adanya pemberian izin dari Bakhri Efendi salah satu pemilik ruko (rumah toko) kepada perusahan telefon seluler untuk mendirikan tower di atas […]

  • Penghentian Operasional Tambang Emas Martabe Perburuk Citra RI

    Penghentian Operasional Tambang Emas Martabe Perburuk Citra RI

    • calendar_month Sabtu, 6 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO)-Penghentian sementara operasional tambang Martabe di Tapanuli Selatan, Sumut, merupakan sebuah kerugian besar bagi Indonesia. Terutama bagi citra Indonesia di mata dunia internasional. Bahwa ternyata iklim investasi di negara ini masih tidak kondusif, hanya karena tarik ulur antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, terkait masalah pemasangan pipa pembuangan sisa limbah […]

  • Bupati Tapsel Minta Pejabat Tingkatkan Etos Kerja

    Bupati Tapsel Minta Pejabat Tingkatkan Etos Kerja

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Tapsel –  Bupati Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Sahrul M Pasaribu mengatakan, para pemilik jabatan baru agar meningkatkan etos kerja sehingga capaian target kerja dapat dicapai. "Mari lakukan yang terbaik untuk membangun daerah ini lebih baik," kata Bupati Tapsel, Sahrul Pasaribu saat melantik pejabat eselon III dan IV di Kantor Sipirok, Rabu (11/2). Dikatakan, pelantikan jabatan […]

  • Kadis Pariwisata: Perbaikan Sampuraga Terbentur Dana

    Kadis Pariwisata: Perbaikan Sampuraga Terbentur Dana

    • calendar_month Kamis, 30 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Pariwisata (Disporkab) Pemkab Mandailing Natal, Ansyor Nasution Spd, Kamis (30/8) menyatakan bahwa obyek wisata Sampuraga tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Hanya saja pihaknya selama ini terbentur pada dana anggaran bagi perbaikan fasilitas maupun membangun fasilitas di objek Sampuraga. “Untuk melestarikan kekayaan alam Sampuraga ini, pemerintah memang sangat […]

  • Parlindoengan Loebis, Orang Indonesia di Kamp Konsentrasi NAZI

    Parlindoengan Loebis, Orang Indonesia di Kamp Konsentrasi NAZI

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Parlindoengan Loebis berangkat ke Negeri Belanda untuk belajar Kedokteran, setelah lulus Kandidat I di Betawi (begitu dia menuliskannya). Di Leiden, tak lama ia direkrut Perhimpoenan Indonesia. Sepeninggal Hatta cs, PI bersifat kekirian, dengan garis Stalinis yang jelas. Sempat Loebis menjadi ketua, selama 3 tahun, dan membawa PI ke arah yang tak begitu kiri. Kerjasama dengan […]

expand_less