Senin, 28 Sep 2026
light_mode

Pemda Bisa Ambil Alih Otorita Asahan

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 16 Des 2013
  • print Cetak

JAKARTA – Setelah PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) 100 persen menjadi milik pemerintah RI, maka Otorita Asahan ke depan sudah tidak punya peran lagi. Dulunya, Otorita Asahan dibentuk sebagai badan yang mewakili pemerintah RI dalam pengelolaan Inalum, sedangkan pihak Jepang membentuk Nippon Asahan Aluminium (NAA).

Lantas mau diapakan Otorita Asahan ke depan? Apakah langsung dibubarkan? Hingga saat ini belum ada keputusan dari pihak pemerintah. Namun, anggota Komisi VI DPR Nasril Bahar tidak setuju jika badan yang kini dipimpin Effendi Sirait itu dibubarkan, dengan alasan terkait nasib karyawannya.

Nasril menyodorkan opsi, alangkah baiknya Otorita Asahan sebagai sebuah lembaga tetap dipertahankan, namun perannya yang diubah. Yakni dijadikan badan penghubung Pemprov Sumut dan 10 kabupaten/kota di seitar Danau Toba dalam keikutsertaannya mengelola Inalum.

“Jadi struktur Otorita Asahan diubah, mewakili Pemprov Sumut dan 10 kabupaten/kota. Orang-orangnya di struktur yang diganti, karyawannya tetap,” ujar Nasril Bahar kepada JPNN kemarin (15/12).

Disebutkan, Pemprov Sumut dan 10 kabupaten/kota memang perlu memiliki wadah khusus dalam keikutsertaannya mengelola Inalum. “Karena tidak mungkin misalnya 10 pemda itu sendiri-sendiri mengurusi Inalum,” ujar politisi dari PAN itu.

“Jadi Otorita Asahan nantinya bisa menjadi penghubung pemda dengan Inalum,” imbuhnya lagi.

Dikatakan, opsi itu lebih sebagai cara untuk menyelamatkan para karyawan Otorita Asahan. Karena bagaimana pun, lanjutnya, para karyawan Otorita Asahan sudah sangat paham mengenai seluk-beluk Inalum.

Jika  Pemprov Sumut dan 10 kabupaten/kota tidak mau mengambil alih Otorita Asahan, saran Nasril, karyawan Otorita Asahan bisa dialihkan statusnya menjadi karyawan Inalum.

“Karena bisa juga pemda menggunakan BUMD sebagai pihak yang mewakili pemda dalam mengurusi Inalum. Tapi saya lebih mendorong agar pemda memanfaatkan Otorita Asahan saja,” pungkas Nasril yang duduk di komisi yang membidangi masalah industri itu. (jpnn)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Diminta Tak Main Proyek

    Anggota DPRD Diminta Tak Main Proyek

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN – Sejumlah lapisan masyarakat meminta kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Psp untuk tidak terlibat atau bermain proyek pembangunan daerah sesuai dengan yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2015. Sebab, anggota DPRD memiliki tugas untuk melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah. Sehingga pelaksanana […]

  • Satahi Mampu Produksi 260 Kg Bubuk Kopi Mandailing Per Minggu

    Satahi Mampu Produksi 260 Kg Bubuk Kopi Mandailing Per Minggu

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Kelompok Tani Satahi I yang berlokasi di Desa Simpak Simpang Banyak Julu Kecamatan Ulu Pungkut sudah mampu memproduksi bubuk kopi Mandailing sebanyak 260 Kg per minggu. Demikian diungkapkan pengelola kilang bubuk kopi itu saat ditinjau Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution baru-baru ini. Bubuk kopi yang diproduksi kelompok ini berbahan baku […]

  • Setelah Viral, TPS RSUD Panyabungan Dibersihkan

    Setelah Viral, TPS RSUD Panyabungan Dibersihkan

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN | Mandailing Online –  Tempat Pembuangan Sementara (TPS)  RSUD Panyabungan kini sudah dibersihkan. Tumpukan sampah yang sempat menggunung dan viral di media sosial sejak Senin (4/5/2026) kini tinggal bekas dibakar. Pantauan wartawan kamis (7/5/2026), area depan TPS itu sudah bersih hanya meninggalkan sedikit bau. Menurut petugas yang ada di lokasi sampah itu dibersihkan pada […]

  • Petasan Dilarang Beredar!

    Petasan Dilarang Beredar!

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kapolres Madina AKBP Ahmad Fauzi Dalimunte menegaskan, segala bentuk dan ukuran petasan dilarang digunakan. Sebab bisa membahayakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Sementara itu, untuk kembang api juga memiliki ukuran yang bisa digunakan atau tidak. Menurut kapolres, dalam waktu dekat Polres Madina akan merazia petasan yang dijajakan di pasar Panyabungan. “Para pedagang petasan itu tidak ada […]

  • Meramal Cuaca, Bolehkah?

    Meramal Cuaca, Bolehkah?

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Prediksi cuaca bisa salah dan benar. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan manfaat yang tak sedikit bagi umat manusia. Kemudahan demi kemudahan pun diperoleh berkat inovasi-inovasi mutakhir. Tak terkecuali terkait prediksi cuaca suatu kawasan untuk keesokan hari. Seperti apakah cuaca besok kini bisa mudah diketahui lewat prakiraan tersebut. Entah hujan, berawan, cerah, mendung, dan lain […]

  • KAIN SARUNG DI PEMKAB MADINA

    KAIN SARUNG DI PEMKAB MADINA

    • calendar_month Senin, 18 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Dahlan Batubara Di India yang mayoritas Hindu. Kain sarung disebut lungi, phanek, mundu, kaili, saaram, vetti. Perbedaan penggunaan istilah ini tergantung pada daerah-daerah di India. Selain pakaian sehari-hari, juga untuk acara perayaan keagamaan. Di Sri Langka, juga mayoritas Hindu. Penggunaan kain sarung lebih didominasi pria. Sebenarnya ada juga perempuan. Kain sarung yang […]

expand_less