Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Aek Sabut Meluap, 8 Hektar Padi Siap Panen Hanyut dan Terendam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 20 Nov 2013
  • print Cetak

Gambar tanaman padi yang dilantak arus sungai Aek Sabut di Desa Simpang Duhu, Ulu Pungkut

ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Sungai Aek Sabut meluap, Senin malam (18/11/2013) menyebabkan tanaman padi siap panen sekira 8 hektar hanyut dan terrendam di titik desa Simpang Duhu Lombang, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Keterngan yang dihimpun di lapangan, Selasa (19/11) menyebutkan Aek Sabut ini meluap akibat curah hujan yang tinggi sejak Senin sore serta akumulasi musim penghujan dalam sebulan terakhir.

Kepala Desa Simpang Duhu Lombang, Bardansyah Lubis (40) yang dijumpai di lokasi kejadian mengatakan padi di areal perawahan di sepanjang pinggir sungai sebagian satu atau dua hari lagi sudah direncanakan panen oleh masing-masing petani, tetapi akhirnya dilantak arus sungai.

“Bahkan, beberapa petani kemarin sudah ada yang memanen padinya. Tapi karena panennya belum siap, padinya ditumpukkan di areal persawahan, akibat meluapnya sungai ini tumpukan padi yang baru dipanen itupun hanyut,” ungkapnya.

Dijelaskannya, selama kurun waktu 40 tahun, baru kali ini sungai Aek Sabut meluap. Sejauh ini jumlah kerugian yang di alami petani belum bisa dipastikannya.

“Kita masih melakukan pendataan, namun yang jelas sedikitnya 8 hektar areal sawah ini tidak bisa panen lagi, begitu juga dengan korban jiwa tidak ada,” imbuhnya.

Bardansyah berharap agar pihak terkait segera turun tangan untuk membantu warganya yang tertimpa musibah tersebut.

“Kasihan kita melihat warga, panen ini satu-satunya harapan mereka untuk belanja 6 bulan ke depan. Begitu juga untuk biaya sekolah anak-anaknya, serta keperluan lainnya, namun harapan itu sirna karena banjirnya sungai ini,” ujarnya.

Di hari yang sama, Aziz (50) salah seorang petani pemilik padi hanyut mengaku sangat sedih melihat sawahnya sudah rata dengan air.

“Rencananya dua hari lagi, padi ini akan saya panen, namun akibat meluapnya sungai ini semuanya sudah hanyut,” katanya mendesah.

Anggota DPRD Madina, Rahmat Rizky Daulay yang di jumpai di tempat terpisah mendesak Pemkab Madina agar segera turun tangan menginventarisasi dan membantu para petani yang sawahnya dihayutkan air.

“Kita mendesak Pemkab Madina segera turun tangan untuk membantu petani, sawah itu harapan mereka satu-satunya,” singkatnya.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Ini, Pemeriksaan Hewan Kurban Serentak Dilakukan di Madina

    Hari Ini, Pemeriksaan Hewan Kurban Serentak Dilakukan di Madina

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) :  melibatkan 34 orang petugas teknis dan dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal, hari ini selasa ( 20/6/2023 ) secara serentak dilakukan pemeriksaan hewan kurban, selain memeriksa kesehatan hewan, petugas juga memeriksa kelayakan baik dari segi usia maupun surat vaksin hewan yang di kurban kan. Kepala […]

  • Fraksi Gerindra DPRD Madina Salurkan Bantuan ke Daerah Terparah Banjir Madina

    Fraksi Gerindra DPRD Madina Salurkan Bantuan ke Daerah Terparah Banjir Madina

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Muara Batanggadis ( Mandailing Online ): Dengan menaiki perahu kecil jenis robin selama 4 jam, Fraksi Partai Gerakan Indoneaia Raya DPRD Mandailing Natal ( Madina ) menembus desa terparah dan terisolir akibat banjir yang melanda wilayah siulang aling di Kecamatan Muara Batanggadis. Banjir yang melanda wilayah Siulang aling ini terdiri dari 4 (Empat) Desa yaitu […]

  • Pokja Perlindungan Anak Hadir di Psp

    Pokja Perlindungan Anak Hadir di Psp

    • calendar_month Selasa, 18 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN – Guna mengantisipasi meningkatnya kekerasan terhadap anak, Kelompok Kerja Perlindungan Anak Kota (Pokja PA) hadir di Kota Padangsidimpuan (Psp). Hal itu diharapkan dapat membantu perlindungan terhadap anak nantinya. Kepengurusan Pokja PA di Kota Psp antara lain, Kadir pandapotan (Ketua), Dedi Kurniawan Nasution SPdI (Sekretaris), Muhammad Nizan Nasution SPdI (Bendahara). “Kami berharap semoga ke depan, […]

  • Anggota DPRD Ikut Pilkada Wajib Mundur

    Anggota DPRD Ikut Pilkada Wajib Mundur

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN, – Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat, sudah menegaskan, bahwa seluruh anggota dewan wajib mengundurkan diri dari karir politiknya di legislatif. Hal tersebut sesuai amar putusan terhadap judicial review Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah, Pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, […]

  • Dahlan Hasan, Mendengar dan Berbuat Bagi Perubahan (bagian 2-selesai)

    Dahlan Hasan, Mendengar dan Berbuat Bagi Perubahan (bagian 2-selesai)

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Seorang pemimpin dapat disebut sebagai “Community Worker” jika pemimpin tersebut selalu bekerja di tengah-tengah masyarakat, dan bukanlah yang menampakkan sifat elite yang berlebihan, apalagi lupa pada kampung halamannya. Kesan pemimpin yang begitu elite, mutlak harus ditinggalkan. Karena ke depan masyarakat butuh pelayan yang selalu mengabdi untuk kepentingan masyarakat. Yang memimpin proses rekonstruksi dan program kesejahteraan […]

  • Ketika Desa Hutapuli Menerbitkan Peraturan Desa (bagian 1)

    Ketika Desa Hutapuli Menerbitkan Peraturan Desa (bagian 1)

    • calendar_month Rabu, 10 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Dahlan Batubara Persolan yang dihadapi desa masa sekarang sangat berragam, mulai dari persoalan narkoba di kalangan generasi muda, kian punahnya ikan air tawar di sungai-sungai akibat merajalelanya sentrum ikan, pengangguran di usia angkatan kerja hingga masalah pecurian ternak dan kebun. Semua itu merupakan gambaran umum mayoritas desa di Mandailing Natal. Yang paling […]

expand_less