Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Aek Sabut Meluap, 8 Hektar Padi Siap Panen Hanyut dan Terendam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 20 Nov 2013
  • print Cetak

Gambar tanaman padi yang dilantak arus sungai Aek Sabut di Desa Simpang Duhu, Ulu Pungkut

ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Sungai Aek Sabut meluap, Senin malam (18/11/2013) menyebabkan tanaman padi siap panen sekira 8 hektar hanyut dan terrendam di titik desa Simpang Duhu Lombang, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Keterngan yang dihimpun di lapangan, Selasa (19/11) menyebutkan Aek Sabut ini meluap akibat curah hujan yang tinggi sejak Senin sore serta akumulasi musim penghujan dalam sebulan terakhir.

Kepala Desa Simpang Duhu Lombang, Bardansyah Lubis (40) yang dijumpai di lokasi kejadian mengatakan padi di areal perawahan di sepanjang pinggir sungai sebagian satu atau dua hari lagi sudah direncanakan panen oleh masing-masing petani, tetapi akhirnya dilantak arus sungai.

“Bahkan, beberapa petani kemarin sudah ada yang memanen padinya. Tapi karena panennya belum siap, padinya ditumpukkan di areal persawahan, akibat meluapnya sungai ini tumpukan padi yang baru dipanen itupun hanyut,” ungkapnya.

Dijelaskannya, selama kurun waktu 40 tahun, baru kali ini sungai Aek Sabut meluap. Sejauh ini jumlah kerugian yang di alami petani belum bisa dipastikannya.

“Kita masih melakukan pendataan, namun yang jelas sedikitnya 8 hektar areal sawah ini tidak bisa panen lagi, begitu juga dengan korban jiwa tidak ada,” imbuhnya.

Bardansyah berharap agar pihak terkait segera turun tangan untuk membantu warganya yang tertimpa musibah tersebut.

“Kasihan kita melihat warga, panen ini satu-satunya harapan mereka untuk belanja 6 bulan ke depan. Begitu juga untuk biaya sekolah anak-anaknya, serta keperluan lainnya, namun harapan itu sirna karena banjirnya sungai ini,” ujarnya.

Di hari yang sama, Aziz (50) salah seorang petani pemilik padi hanyut mengaku sangat sedih melihat sawahnya sudah rata dengan air.

“Rencananya dua hari lagi, padi ini akan saya panen, namun akibat meluapnya sungai ini semuanya sudah hanyut,” katanya mendesah.

Anggota DPRD Madina, Rahmat Rizky Daulay yang di jumpai di tempat terpisah mendesak Pemkab Madina agar segera turun tangan menginventarisasi dan membantu para petani yang sawahnya dihayutkan air.

“Kita mendesak Pemkab Madina segera turun tangan untuk membantu petani, sawah itu harapan mereka satu-satunya,” singkatnya.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pangan dan Konflik Mengorbankan Umat Mulia

    Pangan dan Konflik Mengorbankan Umat Mulia

    • calendar_month Rabu, 9 Jun 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Rusliana, SPd.I Aktivis Forum Muslimah Peduli Mandailing Natal Suriah mengalami krisis pangan yang belum terselesaikan hingga kini. Seorang pria dari Kota Zabadani mengatakan, keluarganya yang beranggotakan empat orang telah berhenti makan keju dan daging pada awal 2020. Kini dia hanya mengandalkan roti untuk makanan mereka (REPUBLIKA.CO.ID). Program Pangan Dunia (WFP)  mendengungkan bahwa jutaan warga di […]

  • Wabup Madina Serahkan SK CPNS dan PPPK Formasi Tahun 2021

    Wabup Madina Serahkan SK CPNS dan PPPK Formasi Tahun 2021

    • calendar_month Kamis, 9 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MADINA (Mandailing Online) – Wakil Bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menyerahkan petikan surat keputusan kepada CPNS dan PPPK formasi tahun 2021. Penyerahan SK tersebut dilaksanakan di gedung serbaguna Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kamis (09/6). Wabub Madina menyerahkan sebanyak 566 SK dengan rincian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 62 orang, pegawai pemerintah […]

  • Atika Dukung Paslon 1 Harun- Ichwan Jadi Bupati Madina Berikutnya

    Atika Dukung Paslon 1 Harun- Ichwan Jadi Bupati Madina Berikutnya

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Dukungan pada Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Harun Mustafa Nasution dan Ichwan Husein Nasution terus bergulir dari akar rumput. Petani asal Desa Pagur, Panyabungan Timur Yakni Nur Atika Hannum (40) yang akrab disapa Atika serta emak emak lainnya pastikan dukungan pada Paslon nomor urut 1 (Satu) Jum’at. (11/10/2024). Dijelaskan Atika […]

  • Harga Elpiji Kembali Melambung

    Harga Elpiji Kembali Melambung

    • calendar_month Selasa, 4 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga gas LPJ kembali melambung di Panyabungan, Mandaiiling Natal dalam beberapa hari terakhir. “Barangnya sulit didapat, bang. Harganya sudah 22.000 (rupiah) setabung (3 kg),” kata ibu rumah tangga boru Pulungan di Desa Gunung Tua Julu, Panyabungan, Selasa (4/4/2017) kepada Mandailing Online. Sementara itu, sejumlah warung pengecer  LPJ yang dijumpai, menyatakan dalam […]

  • Kursi Kosong DPRD Madina Akan Diisi Ludfan Nasution

    Kursi Kosong DPRD Madina Akan Diisi Ludfan Nasution

    • calendar_month Kamis, 19 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satu kursi DPRD Mandailing Natal (Madina) akan diisi oleh Ludfan Nasution,S.Sos. Kursi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu kosong setelah ditinggalkan Muhammad Jafar Sukhairi Nasution yang mengundurkan diri karena mencalon sebagai calon wakil bupati Madina pada Pilkada Madina 2015. Kepastian Ludfan Nasution yang akan mengisi kursi kosong itu berdasarkan surat Ketua DPRD […]

  • KESUSASTRAAN MANDAILING (1)

    KESUSASTRAAN MANDAILING (1)

    • calendar_month Minggu, 16 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Oleh: Askolani Nasution (Bahan pada Sarasehan Kebudayaan Mandailing, Jakarta, 1 Juni 2013) PRAKATA Mengidentifikasi tipikal Mandailing membutuhkan kajian yang komprehensif. Amat naif jika hanya menggeneralisir begitu saja bahwa Mandailing hanya sebatas teritorial saja, tanpa acuan-acuan yang signifikan. Apalagi kita meyakini bahwa filsafat, norma, dan budaya—yang sering digunakan untuk pengelompokan sosial—bukanlah satuan-satuan yang berdiri sendiri tanpa […]

expand_less