Sabtu, 7 Nov 2026
light_mode

SK Honorer Diduga Hilang di BKD

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
  • print Cetak


SIANTAR- Akibat keteledoran seorang staf di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemko Pematangsiantar, Sanna Elplida br Saragih (25) honorer di Bagian Hukum Pemko Pematangsiantar terancam bakal tak diangkat jadi PNS. Pasalnya, SK honorer miliknya hilang di Kantor BKD Kota Siantar.

Menurut Sanna Elplida, SK honorer asli miliknya itu tertanggal 1 April 2005 dan ditandatangani Wakil Wali Kota Siantar Kurnia Rajasah Saragih (karena saat itu Wali Kota Marim Purba sedang non aktif). Sejak 2005 hingga sekarang, ia tetap bekerja sebagai honorer di Bagian Hukum Kantor Wali Kota.

Kemudian, untuk keperluan pengangkatan CPNS menjadi PNS tahap II, sekira seminggu lalu, SK honorer asli ini diberikannya kepada Sugiati, seorang pegawai di Kantor BKD Pematangsiantar. “Tadi (kemarin, Red) sekitar pukul 10.30 WIB, sudah saya tanya sama Sugiati di BKD. Sugiati mengaku sudah memberikan SK ini kepada supir pribadi Kepala BKD yang bernama Parulian Simanjuntak. Namun kami lihat tadi bapak itu (Parulian, red) tidak ada di kantor. Saya khawatir sekali SK saya itu hilang dan digantikan sama orang lain, semuanya kan bisa saja terjadi,” ungkap Sanna dengan nada sedih, Rabu (8/12).

Disebutkannya, ia sangat berharap SK itu bisa ditemukan, karena itu menyangkut masa depannya dan keluarganya. Dia juga mengaku tidak mau mengurus SK lain sebagai pengganti SK tersebut. Pasalnya, dia takut bakal bermasalah di belakang hari atau takut dikatakan ada manipulasi pada SK miliknya.

Sementara, Sugiati saat ditemui di kantor BKD mengakui ada menerima SK honorer asli atas nama Sanna Elplida br Saragih seminggu lalu. Dan pada Sabtu (4/12) SK itu telah diserahkannya kepada Parulian Simanjuntak untuk diteruskan kepada Kepala BKD.

“Ini salah komunikasi saja, kebetulan Pak Simanjuntak lagi ke Jakarta. Sudah saya periksa tadi berkas di lemariku, dan memang tidak ada. Bapak tahulah, Sabtu kemarin merupakan hari terakhir pendaftaran CPNS, jadi kami sibuk sekali. Tapi saya lihat sudah ada ditangan Pak Parulian berkas itu,” jelas Sugiati.

“Seandainya SK honorer asli itu hilang, saya siap bertanggungjawab untuk mengurusnya,” jelasnya lagi.
Sementara Parulian Simanjuntak dan Kepala BKD Kota Siantar Marihot Situmorang saat dikonfirmasi melalui telepon tidak berhasil. Meski sudah beberapa kali di SMS dan ditelepon dan HP keduanya terdengar aktif, namun mereka berdua tidak mau membalas SMS maupun mengangkat HP. (ral/smg)
Sumber : Sumut Pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pejabat SMGP Akan Diadukan ke Polisi

    Pejabat SMGP Akan Diadukan ke Polisi

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah elemen masyarakat Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, siang ini, Rabu  (28/9/2022) dijadwalkan akan mengadukan PT SMGP ke Polres Madina terkait pidana lingkungan hidup. Elemen yang akan mengadu tergabung dalam gerakan Masyarakat Madina Menggugat (GM3). Laporan ini sehubungan  jatuhnya kembali korban keracunan yang diduga sebagai dampak aktivitas PT SMGP (Sorik […]

  • Terkait 17 Rumah dan 3 Kendaraan Dibakar

    Terkait 17 Rumah dan 3 Kendaraan Dibakar

    • calendar_month Jumat, 20 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    41 Warga jadi Tersangka 8 Ditahan TAPSEL– Polres Tapsel menetapkan 41 tersangka kasus pembakaran dan pengrusakan 17 rumah dan kantor serta 3 kendaraan PT Tanjung Siram. Dari 41 tersangka, 8 ditahan, sementara 33 tersangka lainnya tidak ditahan. Kapolres Tapsel, AKBP Subandriya SH MH melalui Kasat Reskrim, AKP Lukmin Siregar mengatakan, pihaknya menetapkan 41 tersangka yang […]

  • Bupati Madina Tegaskan Komitmen Meningkatkan Ketahanan Pangan

    Bupati Madina Tegaskan Komitmen Meningkatkan Ketahanan Pangan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution, menegaskan komitmennya meningkatkan ketahanan pangan sesuai instruksi Presiden RI. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan pemaparan ketahanan pangan, Budan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama para kepala OPD, camat, dan para kepala desa di Aula Kantor Bupati, Komplek perkantoran Payaloting, Senin […]

  • MEMBEDAH VISI MISI CALON BUPATI MADINA

    MEMBEDAH VISI MISI CALON BUPATI MADINA

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Sudut Pandang Ekonomi) Oleh: Abdul Mujib Nasution, S.HI, M.SI Pengantar Dalam hal pencapaian suatu tujuan di perlukan suatu perencanaan dan tindakan nyata untuk dapat mewujudkannya, secara umum bisa di katakan bahwa Visi dan Misi adalah suatu konsep perencanaan yang di sertai dengan tindakan sesuai dengan apa yang di rencanakan untuk mencapai suatu tujuan. Dalam kegiatan […]

  • Pejabat Pemkab Madina Wajib Lancar Baca Alquran

    Pejabat Pemkab Madina Wajib Lancar Baca Alquran

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Wakil Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumatera Utara Nuzirwan Lubis menegaskan, satu-satunya partai yang menyatakan diri sebagai partai Islam dan siap menjadikan partai sebagai lembaga syiar Islam adalah PPP. Hal itu ditegaskan Nuzirwan dihadapan 400an kader DPC PPP Mandailing Natal (Madina) di Panyabungan, Senin (15/08/2011) malam. Safari Ramadhan DPW PPP Sumut di Madina […]

  • Baru Lahir, Tanggung Utang Rp7,56 Juta

    Baru Lahir, Tanggung Utang Rp7,56 Juta

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KONDISI bangsa Indonesia sungguh memprihatinkan akibat utang luar negeri pemerintah yang mencapai Rp1.800 triliun. Dampaknya, setiap warga termasuk bayi yang baru dilahirkan di bumi Indonesia, sudah menanggung beban utang Rp7,56 juta. Diperkirakan beban utang bayi yang lahir pada tahuntahun mendatang akan jauh lebih besar dibanding sekarang. Pasalnya, utang yang ‘berbungabunga’ makin mencekik leher bangsa Indonesia […]

expand_less