Selasa, 28 Jul 2026
light_mode

SK Honorer Diduga Hilang di BKD

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
  • print Cetak


SIANTAR- Akibat keteledoran seorang staf di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemko Pematangsiantar, Sanna Elplida br Saragih (25) honorer di Bagian Hukum Pemko Pematangsiantar terancam bakal tak diangkat jadi PNS. Pasalnya, SK honorer miliknya hilang di Kantor BKD Kota Siantar.

Menurut Sanna Elplida, SK honorer asli miliknya itu tertanggal 1 April 2005 dan ditandatangani Wakil Wali Kota Siantar Kurnia Rajasah Saragih (karena saat itu Wali Kota Marim Purba sedang non aktif). Sejak 2005 hingga sekarang, ia tetap bekerja sebagai honorer di Bagian Hukum Kantor Wali Kota.

Kemudian, untuk keperluan pengangkatan CPNS menjadi PNS tahap II, sekira seminggu lalu, SK honorer asli ini diberikannya kepada Sugiati, seorang pegawai di Kantor BKD Pematangsiantar. “Tadi (kemarin, Red) sekitar pukul 10.30 WIB, sudah saya tanya sama Sugiati di BKD. Sugiati mengaku sudah memberikan SK ini kepada supir pribadi Kepala BKD yang bernama Parulian Simanjuntak. Namun kami lihat tadi bapak itu (Parulian, red) tidak ada di kantor. Saya khawatir sekali SK saya itu hilang dan digantikan sama orang lain, semuanya kan bisa saja terjadi,” ungkap Sanna dengan nada sedih, Rabu (8/12).

Disebutkannya, ia sangat berharap SK itu bisa ditemukan, karena itu menyangkut masa depannya dan keluarganya. Dia juga mengaku tidak mau mengurus SK lain sebagai pengganti SK tersebut. Pasalnya, dia takut bakal bermasalah di belakang hari atau takut dikatakan ada manipulasi pada SK miliknya.

Sementara, Sugiati saat ditemui di kantor BKD mengakui ada menerima SK honorer asli atas nama Sanna Elplida br Saragih seminggu lalu. Dan pada Sabtu (4/12) SK itu telah diserahkannya kepada Parulian Simanjuntak untuk diteruskan kepada Kepala BKD.

“Ini salah komunikasi saja, kebetulan Pak Simanjuntak lagi ke Jakarta. Sudah saya periksa tadi berkas di lemariku, dan memang tidak ada. Bapak tahulah, Sabtu kemarin merupakan hari terakhir pendaftaran CPNS, jadi kami sibuk sekali. Tapi saya lihat sudah ada ditangan Pak Parulian berkas itu,” jelas Sugiati.

“Seandainya SK honorer asli itu hilang, saya siap bertanggungjawab untuk mengurusnya,” jelasnya lagi.
Sementara Parulian Simanjuntak dan Kepala BKD Kota Siantar Marihot Situmorang saat dikonfirmasi melalui telepon tidak berhasil. Meski sudah beberapa kali di SMS dan ditelepon dan HP keduanya terdengar aktif, namun mereka berdua tidak mau membalas SMS maupun mengangkat HP. (ral/smg)
Sumber : Sumut Pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Biliar Sebabkan Pelajar Bolos

    Biliar Sebabkan Pelajar Bolos

    • calendar_month Minggu, 5 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Di Pantai Barat Madina MADINA-Permainan biliar yang banyak terdapat di sejumlah kecamatan di wilayah Pantai Barat, Kabupaten Madina meresahkan warga. Diperkirakan, keberadaan biliar ini sebagai penyebab anak-anak sering bolos sekolah. Hal ini disampaikan Aswan Lubis warga Desa Bangkelang, Kecamatan Batang Natal kepada METRO di Panyabungan, Jumat (3/2). Aswan didampingi Sekretaris Umum (Sekum) PC PMII Madina, […]

  • Hadiri Sejuta Selawat, Atika Kembali Ingatkan Pengawasan Ponsel Anak

    Hadiri Sejuta Selawat, Atika Kembali Ingatkan Pengawasan Ponsel Anak

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Calon wakil bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution meminta para orangtua untuk proaktif mengawasi penggunaan ponsel pada anak, terutama aplikasi yang berkaitan dengan judi online (daring) dan pornografi. Hal itu disampaikan calon wakil bupati yang berpasangan dengan Saipullah Nasution itu saat menghadiri acara sejuta selawat di Desa Lumban […]

  • Buta Aksara Sumut Tinggal 2,6%

    Buta Aksara Sumut Tinggal 2,6%

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Tapsel – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) terus berupaya menurunkan persentase penduduk buta aksara usia 15 tahun ke atas. Terbukti, hingga saat ini tinggal 2,16% atau 150.511 jiwa penduduk Sumut buta aksara. Capaian dalam memberantas buta aksara di Sumut hingga tersisa 2,16% tersebut menjadi catatan penting yang dicapai Provinsi Sumut dalam memenuhi target deklarasi dakar […]

  • Soal KPSU, Dishut Madina Banding

    Soal KPSU, Dishut Madina Banding

    • calendar_month Kamis, 14 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Mandailing Natal (Madina), Mara Ondak Harahap menyatakan bahwa Pemkab Madina akan melakukan upaya banding terhadap putusan PTUN Medan soal KPSU. Itu dikatakannya menjawab wartawan, Kamis (14/3) menyusul putusan PTUN Medan, pada Rabu (6/3) lalu yang mengabulkan gugatan pihak KPSU terhadap putusan bupati Madina Hidayat Batubara […]

  • Si Balkom Manjalaki Rongkap (3-sidung)

    Si Balkom Manjalaki Rongkap (3-sidung)

    • calendar_month Rabu, 10 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Na isuratkon: Ramli Hasibuan “Oo Buyung, ngot ko jolo. Keheni jolo manabusi sira tu kode an. Ikle baya nga binoto nangkin na madung abis sira. Oo Rohim, ngot ko bo. Patibuma, anso kacak ita mangan kotu,” ima pio-pioni inangni ia. Tarsunggul si Balkom baen sora na mamio ia i, bulus antong jonjong ia marlao tu […]

  • Kriminalitas Meningkat, Ini Faktor Penyebabnya Versi IPW

    Kriminalitas Meningkat, Ini Faktor Penyebabnya Versi IPW

    • calendar_month Kamis, 19 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA –- Tindak kejahatan kian marak akhir-akhir ini. Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mengungkapkan ada sejumlah faktor yang membuat angka kriminalitas semakin merajalela. Menurut Neta, menghilangnya patroli polisi, baik menggunakan mobil maupun motor, menjadi penyebab utamanya. Padahal, jelas dia, jika patroli tersebut rutin dilakukan petugas kepolisian, maka pelaku kejahatan akan berpikir […]

expand_less