Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode

Masjid Agung Nur Alannur, Kebanggaan Masyarakat Madina Diresmikan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2010
  • print Cetak

Berbiaya Rp38 M, Bisa Tampung 2.250 Orang
Setelah selama kurang lebih lima tahun masa pembangunan, Masjid Agung Nur Alannur Kabupaten Mandailing Natal akhirnya diresmikan Bupati H Amru Daulay SH didampingi seluruh Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Madina, Kamis (26/8) malam usai salat tarawih bersama. Peresmian masjid yang terletak di Desa Parbangunan Aek Godang, Kecamatan Panyabungan ini dihadiri ribuan warga.

Data diperoleh METRO dari Pemkab Madina melalui Kepala Bagian Humasy, M Taufik Lubis SH, Jumat (27/8) menyebutkan, peresmian masjid agung yang berada di pinggir bendungan Aek Batang Gadis dan beseberangan dengan rumah dinas Bupati Madina itu dilakukan mengingat hampir rampungnya pembangunan masjid kebanggaan masyarakat dan Pemkab Madina tersebut.

Proses pembangunan masjid agung itu bertahap selama lima tahun, anggaran dana yang telah dihabiskan untuk pembangunannya lebih dari Rp38 miliar, meskipun dana itu belum juga menyelesaikan secara sempurna pembangunannya.

Taufik menyebutkan, pembangunan Masjid Nur Alannur digagas Bupati Madina H Amru Daulay SH pada tahun 2003 atau masa periode pertama kepemimpinannya sebagai Bupati Madina. Dari analisa yang dilakukan, letak atau lokasi di sepanjang aliran sungai ini sangat strategis untuk mendirikan masjid, tepatnya di sekitar bendungan Batang Gadis Aek Godang yang juga merupakan salah satu objek wisata di Panyabungan.

Adapun kontrak pembangunan sebagai konsultan perencanaan dilaksanakan oleh PT Birano Achamad Noe’man di Bandung. Sedangkan pelaksanaan konstruksi dikerjakan oleh PT Waskita Karya. Selanjutnya tahapan pendanaan pembangunan masjid agung ini dilakukan dalam beberapa tahap.

Yakni tahap pertama dengan program pematangan lahan pada tahun 2005 hingga 2007. Untuk tahap kedua dengan program pembangunan masjid sejak tahun 2007 hingga tahun 2010. Sedangkan tahap berikutnya yang saat ini direncanakan adalah tahap pembangunan landscape, bangunan penunjang, dan penyempurnaan masjid yang direncanakan akan dikerjakan tahun 2010 hingga 2012.

“Sesuai data yang ada, pendanaan ini ada beberapa tahap. Yakni untuk anggaran tahun 2008 biaya yang dikeluarkan dari APBD sebesar Rp13.475.000.000, dan sudah selesai dikerjakan, sedangkan untuk tahap kedua tahun 2009 dengan anggaran Rp17.169.941.000, sudah selesai dikerjakan,” ujar Taufik saat ditemui di ruang kerjanya.

Untuk tahap berikutnya tahun anggaran 2010 yang memiliki dua nilai, yakni untuk nilai pertama sebesar Rp2 miliar dan telah selesai dikerjakan. Sedangkan untuk nilai kedua Rp6 miliar pada saat ini sedang persiapan pelaksanaan.

Dari data yang disebutkan Taufik, pembangunan masjid agung tersebut masih belum sempurna atau masih butuh biaya untuk dua kali anggaran lagi, yakni untuk tahap berikutnya sebagaimana yang telah direncanakan Pemkab Madina.

“Tahun anggaran 2011 untuk pembangunan tahap penyempurnaan masjid agung direncanakan dananya sebesar Rp10 miliar, dan tahun anggaran 2012 sebesar Rp8.033.108.000. Kita berharap pada dua tahapan ini Bupati Madina berikutnya menyambut baik rencana pembangunan atau penyempurnaan masjid agung supaya pembangunannya pada tahap sempurna. Dan total biaya yang sudah dikeluarkan hingga saat ini sebesar Rp38.644.941.000,” ungkapnya.

“Sedangkan kalau dijumlahkan dengan dana yang direncanakan untuk pembangunan masjid hingga tahun anggaran 2011 dan tahun 2012, maka total dana keseluruhan untuk pembangunan masjid hingga sempurna akan berjumlah Rp56.678.049.000,” tambahnya.

Adapun luas lahan dan bangunan Masjid Agung Nur Alannur dengan rincian yakni luas bangunan seluruh lantai seluas 4.172 M2, luasa lahan secara keseluruhan seluas 21.197 M2, sedangkan kapasitas jamaah di dalam gedung ruang salat utama berada di lantai 2 sebanyak 1.675 orang jamaah, untuk ruang shalat mezanine di lantai 3 sebanyak 575 orang. Jumlah kapasitas tampungnya sebanyak 2.250 orang.

Untuk komponen-komponen bagian bangunan, lanjut Kabag Humasy, memiliki banyak komponen. Dengan rincian lantai satu yakni tempat ruang serba guna atau fasilitas umum, tempat yang terdiri dari dua jenis, ruang peralatan sound system, menara utama dengan ketinggian kuran lebih 60 meter, sedangkan menara sayap setinggi 18 meter.

“Sedangkan komponen yang ada di lantai dua yakni terdiri dari ruang salat utama, ruang pengurus masjid, ruang peralatan sound system. Untuk lantai tiga terdiri dari ruang salat tambahan, ruang pengurus masjid, rangka atap baja berat. Sedangkan bangunan sebelah timur berada di luar masjid terdiri dari bangunan perumahan dan guest home, bangunan asrama putra dan putri, bangunan power house dan bangunan selasar, bangunan balai sidang dan perpustakaan, bangunan kampus, balai pengobatan, bangunan taman kanak-kanak Alquran, dan lain-lain,” tuturnya.

Dalam hal ini, sambung Taufik, Bupati Madina H Amru Dulay mengimbau kepada seluruh masyarakat Madina untuk sama-sama turut memakmurkan Masjid Agung Nur Alannur yang telah dicanangkan selama bertahun-tahun.

“Karena menurut Bupati Madina, masjid meskipun dengan kondisi yang sangat megah dan bagus namun bukanlah hanya keindahan dalam pandangan semata, tapi dengan kondisi fisik itu warga Madina menyesuaikannya dengan menggunakannya sebagai sarana beribadah baik amalan wajib maupun yang sunnah,” ucap Taufik mengakhiri. (wan)

sumber: metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Imbas Lemahnya Nilai Tukar Rupiah, Pengrajin Tahu dan Tempe di Madina Mulai Wanti Wanti

    Imbas Lemahnya Nilai Tukar Rupiah, Pengrajin Tahu dan Tempe di Madina Mulai Wanti Wanti

    • calendar_month Sabtu, 29 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online : Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS mulai diwanti-wanti para pengrajin tahu dan tempe yang bahan bakunya kacang kedelai impor karena akan membuat harga komoditas tersebut naik. Mandailing Online menyambangi sejumlah pengrajin tempe di kawasan Kota Sianta Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina ), Sabtu (29/6). Menurut mereka harga kedelai masih terpantau stabil dan […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 23)

    MARSIDAO-DAO (episode 23)

    • calendar_month Jumat, 27 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Dua bolas ari Si Imran nagulung i, ima namarsituhuk malaria, ngada pe adong tarida tu murakna. Mangalao aruar bagas pe ngada tolapsa. Dai ni indahan les paet do ilalasa. Imaia, namatondik i ngada be ro. Marnyiang marsik muse do tarida pamatangna. Ima dalannna so ioban dadaboru nia ia tu […]

  • Warga Tapus Minta Cabut Izin PT.M3

    Warga Tapus Minta Cabut Izin PT.M3

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perwakilan Masyarakat Tapus Kecamatan Lingga Bayu kembali mendatangi Dinas Pertambangan dan Energi Mandailing Natal (Madina) minta menghentikan dan mencabut izin aktivitas PT. Madinah Madani Mining (PT.M3) sebelum masyarakat bertindak anarkis. Pasalnya, keberadaan PT.M3 hingga saat ini hanya menjadi masalah bagi warga di Kelurahan Tapus. “Hingga saat ini perusahaan tersebut hanya menimbulkan […]

  • Dua Tahun Belajar di Bawah Pohon Sawit

    Dua Tahun Belajar di Bawah Pohon Sawit

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PALAS – Kabupaten Padang Lawas memang identik dengan kelapa sawit. Tapi, bukan berarti kondisi yang wajar pula, proses belajar mengajar dilakukan di bawah pohon kelapa sawit. Itulah yang berlangsung selama dua tahun terakhir di Desa Gunung Tua, Kecamatan Sosa. Namun, siapa sangka, dengan kondisi tempat terbuka dan memungkinkan terkendala hujan, sejauh ini belum pernah proses […]

  • Sorikmas Mining Menunggu IPPKH

    Sorikmas Mining Menunggu IPPKH

    • calendar_month Rabu, 31 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PT. Sorikmas Mining saat ini masih menunggu Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dari pemerintah Indonesia. Jika izin ini keluar, maka perusahaan tambang emas di Mandailing Natal itu akan memasuki tahapan konstruksi yang akan menyedot tenaga kerja sekitar dua ribuan orang. “Kalau saat ini kami sama sekali belum diizinkan melakukan kegiatan […]

  • Madina Perpanjang Libur Sekolah Hingga 12 Juli

    Madina Perpanjang Libur Sekolah Hingga 12 Juli

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sistem belajar dari rumah untuk TK,SD,SMP/Mts diperpanjang di Madina hingga 12 Juli 2020. Sedangkan untuk SLTA di Sumut mengikuti perpajangan tanggap darurat Covid-19 hingga 7 Juni 2020. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sahnan Pasaribu kepada wartawan, Jumat (29/5) menyampaikan, perpanjangan di Madina itu ditetapkan dalam Surat Edaran […]

expand_less