Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Peran Penting Media dalam Mencerdaskan Umat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
  • print Cetak

Oleh: Siti Rima Sarinah

Media adalah sarana atau alat yang menjadi wasilah untuk menyampaikan berbagai informasi  kepada masyarakat. Media juga memiliki peran penting untuk mengedukasi dalam rangka mencerdaskan masyarakat. Sebab, dari media tersebut masyarakat akan mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan penting yang mereka butuhkan dan semakin memperluas cakrawala berpikir tentang segala sesuatu.

Berbagai macam media bisa diakses oleh masyarakat, bukan hanya untuk mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan saja. Karena media juga menyajikan berbagai macam hiburan kepada masyarakat. Film salah satu media hiburan yang banyak diminati oleh masyarakat. Dari film tersebut media bisa mengopinikan dan menitipkan pesan tertentu kepada masyarakat.

Film Sarat Pesan dan Kepentingan

Tidak dipungkiri, film menjadi media paling ampuh untuk digunakan untuk mengopinikan sesuatu kepada masyarakat. Karena, film tak hanya sekadar sebagai hiburan. Lebih banyak membawa pesan, pemikiran, paham tertentu. Sehingga banyak rumah produksi yang berbondong-bondong membuat film yang sarat “opini tertentu” agar bisa diterima oleh masyarakat. Memang tidak ada yang salah menjadikan film sebagai wasilah menyampaikan opini, tetapi apabila opini tersebut bermanfaat dan dapat mencerdaskan masyarakat.

Namun sayangnya, kebanyakan film yang diproduksi tidak sedikit pun ada unsur edukasi atau pun ilmu pengetahuan bagi masyarakat. Bahkan film kerap kali digunakan menebarkan opini yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, atau mencitraburukkan Islam.

Hal ini wajar terjadi, karena kita hidup di alam  kapitalisme yang menjadikan film  menjadi sarana untuk menyampaikan pesan, pemikiran yang bebas nilai ke tengah masyarakat. Karena sejatinya, nilai-nilai yang rusak ini akan membentuk pemahaman dan perilaku manusia yang rusak.

Dan tragisnya, masyarakat menggandrungi film yang berbau kemaksiatan, mencitraburukkan Islam, dan merusak akidah. Sehingga dari film inilah masyarakat memiliki “pemahaman baru” terkait apa yang diopinikan dalan film tersebut sebagai implementasi kebebasan berekspresi dan berpendapat.

Dan kita tahu siapa yang paling diuntungkan dari rusaknya pemikiran dan pemahaman masyarakat? Film dijadikan bisnis yang sangat menguntungkan pemilik rumah produksi, tanpa mengindahkan efek dan pengaruhnya kepada pemikiran dan perilaku masyarakat

Mengembalikan Peran Media

Perlunya untuk mengembalikan fungsi media sebagai sarana untuk mencerdaskan umat dengan memberikan berbagai informasi benar dan tidak bertentangan dengan aturan agama.

Sehingga diperlukan sebuah sistem dan aturan yang komprehensif untuk menjaga pemikiran dan perilaku masyarakat sebagai manusia berakal dan berakhlak mulia.

Penjagaan ini hanya bisa dilakukan oleh negara sebagai pihak yang berwenang. Yang akan menutup akses media yang akan merusak pemikiran masyarakat dan memberikan sanksi bagi yang melanggarnya. Agar tidak ada kerusakan yang diakibatkan media (unfaedah). Dan dapat mewujudkan masyarakat yang berakhlak dan berperilaku mulia serta cerdas menilai sesuatu dari cara pandang yang benar.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 14 tersangka perusak Kantor KPU Dairi

    14 tersangka perusak Kantor KPU Dairi

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    MEDAN, (Mandailing Online) – Sejumlah 14 warga Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, ditetapkan menjadi tersangka pencurian dan perusakan kantor Komisi Pemilihan Umum setempat pada Selasa (8/10). “Sebanyak 14 orang dinyatakan tersangka, salah satu di antaranya adalah wanita,” kata Kasubbid Pengelola Informasi dan Data Bidang Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan di Medan, hari ini. Ia mengatakan […]

  • Maling Kantor Camat Diduga Dari Luar Daerah

    Maling Kantor Camat Diduga Dari Luar Daerah

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Dua hari berlalu setelah kantor Camat Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dibobol maling, hingga Sabtu (11/2) polisi belum menemukan apapun mengenai identitas pelaku. Namun, berdasar hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) polisi menduga pelaku berasal dari luar daerah. Kapolres Madina, AKBP Ahmad Fauzi Dalimunthe SIk melalui Kapolsek Siabu AKP S Daulay kepada […]

  • Tersangka Kasus Korupsi PSR Tahun 2021 di Madina Bertambah. Jaksa Tahan Ketua Kelompok Tani

    Tersangka Kasus Korupsi PSR Tahun 2021 di Madina Bertambah. Jaksa Tahan Ketua Kelompok Tani

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Tersangka kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan Dana Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit (PSR) Kabupaten Mandailing Natal Tahun Anggaran 2021 yang ditangai Kejaksaan Negeri Mandailing Natal bertambah. Sesuai alat bukti yang kuat, jaksa menetapkan Ketua Kelompok Tani penerima dana di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batanggadis berinisial AN sebagai tersangka baru. Penetapan tersangka […]

  • Harga Biji Kopi Kian Turun

    Harga Biji Kopi Kian Turun

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 7Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga biji kopi belum juga membaik sejak anjlok Ramadhan lalu di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Dari kisaran 18.500 rupiah per kilo gram turun ke level 8.500 hingga 8.000 rupiah, turun lagi ke angka 6.500 rupiah per kilo gram. Sejumlah petani kopi di Kecamatan Ulu Pungkut dan Kecamatan Panyabungan Timur kepada wartawan, […]

  • Pengangguran Era Gen-Z, Menagih Tanggungjawab Negara Ciptakan Lapangan Kerja

    Pengangguran Era Gen-Z, Menagih Tanggungjawab Negara Ciptakan Lapangan Kerja

    • calendar_month Senin, 3 Jun 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Soviariani Ibu dan Pemerhati umat Potret generasi hari ini dikejutkan dengan berita membludaknya pencari kerja dari golongan Gen-Z. Antrian panjang pencari kerja terlihat hampir di setiap kota. Gen-z yang berusia antara 15-24 tahun banyak menjadi pengangguran atau tanpa kegiatan (not in employment, education, and training/NEET), lantaran sedikitnya peluang lapangan kerja yang tersedia. (Kompas.Com […]

  • BOLANG – Ornamen Tradisional Mandailing (bagian 1)

    BOLANG – Ornamen Tradisional Mandailing (bagian 1)

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Edi Nasution Di Mandailing, berbagai macam bentuk ornamen (hiasan) tradisional dapat kita temukan pada bagian Tutup Ari dari Sopo Godang (Balai Sidang Adat) dan Bagas Godang (Rumah Besar Raja). Dalam bahasa Mandailing, ornamen-ornamen tersebut disebut bolang yang juga berfungsi sebagai simbol atau lambang memiliki makna-makna yang sangat mendalam bagi masyarakat Mandailing. Di dalamnya terkandung […]

expand_less