Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

Lari dari Panti, 3 Wanita Binaan Diperkosa di Hotel

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 23 Agt 2011
  • print Cetak


KARO-
Setelah berhasil melarikan diri dengan mengelabui petugas dan merusak pintu Panti Sosial Wanita Tuna Laras dan Tuna Susila Berastagi, 3 wanita binaan malah diperkosa secara bergiliran oleh 2 pria di hotel kelas melati di kawasan Kota Kabanjahe, Sabtu (20/8) petang.

Informasi yang diperoleh wartawan Sumut Pos, beberapa jam pasca kejadian, kedua pria yang belakangan diketahui berinisial JS (41) dan FS (32), warga Jalan Jamin Ginting, Kuta Gadung dan Desa Raya, Berastagi itu, ditangkap polisi dari penginapannya di Desa Sumber Mufakat, Kabanjahe, Minggu (21/8) pukul 05.00 WIB.

Kejadian pemerkosaan terhadap wanita yang seharusnya mendapat binaan di panti tersebut, berawal ketika kedua pria itu melihat ketiganya kabur. JS dan FH, yang pintar memanfaatkan situasi, segera mendatangi calon korbannya dengan menawarkan diri mampu memberikan perlindungan kepada mereka.

Tanpa berpikir jauh, karena takut tertangkap dan kembali ke panti, ketiga wanita binaan, HH (16) warga Lau Macem, Pancur Batu, RM (23) warga Jalan Setia Budi Medan dan JBH (26) warga Medan, akhirnya menurut ketika dibawa kedua tersangka ke hotel A.

Pasca tiba di hotel kelas melati, ketiga wanita binaan ditempatkan di kamar terpisah yang sebelumnya telah dipesan tersangka. Tak lama berselang, sekitar pukul 20.00 WIB, JS, yang telah berumah tangga dan rekannya, FS, menyetubuhi dan menggilir ketiga korbannya.

Namun sial bagi kedua tersangka, satu dari wanita binaan itu, sempat menghubungi rekannya di kawasan Deli Serdang melalui selular, tentang keberadaan dan kejadian yang mereka alami. Akhirnya, teman wanita binaan yang menerima kabar, selanjutnya menghubungi polisi.

Sebelumnya, setelah mengetahui adanya warga binaan yang melarikan diri, Kepala UPT Panti Sosial Tuna Laras dan Tuna Susila Berastagi, Halomoan Samosir, bersama anggotanya telah melakukan upaya pengejaran, hingga menemukan 13 orang lainnya. Selain itu, secara resmi pihak Parawas panti juga telah memberitahukan persoalan ini ke aparat kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Karo AKP Harry Azhar kepada wartawan mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus yang menimpa pelarian warga binaan Panti Sosial Tuna Laras dan Tuna Susila Berastagi. Adanya korban yang berumur muda (dibawah umur-red) membuat aparat kemungkinan akan menjerat para pelaku dengan UU per lindungan anak. (wan)
Sumber : hariansumutpos.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polsek Batang Natal Tutup Mata, Aktifitas Tambang Emas Ilegal di Desa Rantobi Terus Beroperasi

    Polsek Batang Natal Tutup Mata, Aktifitas Tambang Emas Ilegal di Desa Rantobi Terus Beroperasi

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal -Mandailing Online: Polsek Batang Natal di Kecamatan Batang Natal, Kabupaten.Mandailing Natal ( Madina ) terkesan tutup mata terhadap aktifitas tambang emas ilegal di Desa Rantobi tepatnya di Dusun Batumarsaong. Aktifitas tambang ilegal itu sendiri dilakukan mafia tambang bernama Fajaruddin. Dari pengakuan Fajaruddin sendiri bahwa aktifitas tambang emas ilegal nya itu merupakan kerjasama dengan masyarakat […]

  • Babiat Berkeliaran, Warga Pagur Takut Mangguris

    Babiat Berkeliaran, Warga Pagur Takut Mangguris

    • calendar_month Kamis, 14 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Saat ini babiat (harimau) berkeliaran di kawasan Desa Pagur Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Warga ketakutan, resah. Banyak yang takit mangguris (menyadap) karet di kebun. Dalam dua pekan terakhir ini tercatat sudah tiga kali babiat tersebut muncul di areal perkebunan warga. “Dalam dua pekan ini tercatat sudah tiga […]

  • Ribuan Ha Sawah Dihantam Banjir

    Ribuan Ha Sawah Dihantam Banjir

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Ribuan hektare lahan persawahan di Kecamatan Siabu rusak dihantam banjir, belum lama ini. Masing-masing lahan tersebar di Desa Sihepeng, Huraba, Simangambat dan Bonan Dolok. Peristiwa ini terungkap saat Wakil Bupati (Wabup) Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution, meninjau lokasi tersebut, Senin (9/1). “Sampai sekarang lahan yang dihantam banjir ini belum bisa digunakan atau ditanami […]

  • 350 Juta Uang Dinas Pendidikan Madina Dirampok

    350 Juta Uang Dinas Pendidikan Madina Dirampok

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dana Ujian Nasional sebesar Rp.350.000.000 digondol maling dari mobil Kurniawan Siregar, Bendahara Dikmenumjur Dinas Pendidikan Mandailing Natal (Madina), Rabu (4/6/2014). Kejadian terjadi pada pukul 13:00 Wib di pelataran parkir Madina Market, Panyabungan. Uang itu berada di tas dalam mobil yang baru saja diambil dari Bank Rakyat Indonesia. Keterangan Satpam Madina Market, […]

  • Ketua DPRD Tak Bijaksana Penilaian Elemen Mahasiswa

    Ketua DPRD Tak Bijaksana Penilaian Elemen Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sejumlah elemen mahasiswa menilai pernyataan Ketua DPRD Palas, HM Ridho Harahap yang mengatakan, tidak ada masalah dengan spanduk ucapan selamat menunaikan ibadah puasa 1432 H yang memakai logo daerah lain tidak bijaksana. “Pantas saja Kabupaten Palas ini tidak ada majunya. Soalnya rasa cinta terhadap daerah sangat minim sekali. Bahkan, banyak orang yang mengaku tokoh, tapi […]

  • Dilarang Bikin Aturan Domisili untuk Syarat Daftar CPNS

    Dilarang Bikin Aturan Domisili untuk Syarat Daftar CPNS

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Pemerintah tidak membolehkan adanya daerah yang membuat aturan tentang domisili sebagai salah satu syarat pelamar CPNS. Seluruh warga negara indonesia berhak memilih tempat untuk ikuti tes CPNS yang akan mulai pada November depan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) M. Imanuddin […]

expand_less