Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Dua Personil Polres Sidimpuan Dipecat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 2 Agt 2011
  • print Cetak


Akibat melanggar kode etik kepolisian, dua bintara Polres Padangsidimpuan masing-masing Bripda Romi Chandra dan Bripda Yusriwan dipecat.
Upacara pelepasan seragam dinas kepolisian kedua bintara tersebut dipimpin langsung Kapolres P. Sidimpuan AKBP Andi Syahriful Taufik, S.Ik, M.Si di halaman Mapolres setempat, Sabtu (30/7).

Dalam amanatnya Kapolres P. Sidimpuan AKBP Andi Syahriful Taufik mengatakan, secara pribadi dirinya sangat sedih karena harus menjadi atasan yang memecat anggotanya.

“Selaku pimpinan di Mapolres ini, saya sangat terpukul dan sedih, namun untuk kebaikan bersama tindakan ini harus dilakukan, “katanya.

Dikatakan, sebagai Kapolres dirinya telah melakukan berbagai upaya untuk perbaikan tingkah laku kedua bintara ini, namun upaya tersebut tidak berhasil, sehingga sesuai dengan surat perintah Kapoldasu, maka keduanya harus dipecat dengan tidak hormat sebagai konsekuensi telah melanggar kode etik Polri.

Dijelaskan, acara ini dilakukan bukanlah untuk mempermalukan yang bersangkutan, namun diharapkan dijadikan pelajaran kepada seluruh jajaran Polres P. Sidimpuan untuk lebih menghargai korps dan organisasi Polri dan melaksanakan tugas dan tanggungjawab sesuai aturan hukum yang berlaku sebagai pengayom, pelindung dan penegak hukum ditengah-tengah masyarakat khususnya di kota Dalihan Natolu ini.

“Tugas polisi sangatlah mulia, sehingga ditengah ekspetasi masyarakat yang sangat tinggi terhadap kinerja polisi, maka seluruh personil harus benar-benar melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Bekerjalah dengan benar sesuai dengan tugas masing-masing, masuk dinas, jangan cuma ambil gaji saja, karena aturan dan mekanisme Polri itu pasti akan berjalan jika kita melanggarnya,” tegasnya.

Kepada masyarakat Kota P. Sidimpuan Kapolres mengimbau, agar tidak melayani kedua bintara yang baru dipecat tersebut, karena sudah bukan lagi anggota polri. “Segala tindak tanduk keduanya tidak lagi menjadi tanggungjawab Polri karena sudah bukan anggota kepolisian lagi,” terangnya.

Untuk diketahui, Bripda Romi Chandra sudah bertugas sekitar 10 tahun di kepolisian dan saat ini sedang menjalani masa tahanan 7 bulan di LP Salambue karena mencuri HT di pos penjagaan Polres P. Sidimpuan. Sebelumnya, beliau juga pernah dipenjara selama 9 bulan atas kasus pemerasan. Beliau dihukum penjara 3 bulan 7 hari karena melanggar PP RI nomor 2 tahun 2003.

Dalam upacara pelepasan seragam itu, hanya Romi Chandra yang hadir sedangkan Yusriwan tidak hadir. Turut hadir, Wakapolres P. Sidimpuan Kompol Maradolok Seregar, para Kasat, Kabag, Kapolsek, Kanit, Bhayangkari dan jajaran personil Polres P. Sidimpuan. (hih)
Sumber : analisadaily.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Derita Transmigran Singkuang, 15 Tahun Menuntut Hak dan Keadilan (bagian 1 dari 2 tulisan)

    Derita Transmigran Singkuang, 15 Tahun Menuntut Hak dan Keadilan (bagian 1 dari 2 tulisan)

    • calendar_month Sabtu, 11 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : MHD RIDWAN LUBIS, S.Pd   Transmigrasi merupakan program Pemerintah Indonesia untuk memindahkan penduduk dari suatu daerah padat penduduk atau perkotaan ke daerah lain di dalam wilayah Indonesia. Program transmigrasi bertujuan untuk mengurangi kemiskinan, memberikan kesempatan bagi orang yang mau bekerja, dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja. Seiring berjalannya waktu dan kebijakan baru pemerintah, […]

  • HISTORISME MANDAILING

    HISTORISME MANDAILING

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Askolani Nasution Budayawan Mandailing Pengantar Nama Mandailing acapkali diletakkan pada kerangka historis yang tidak sesuai. Peletakan itu tentu karena tidak pernah melalui kajian sejarah dan arkeologi yang relevan. Hal itu yang menyebabkan distorsi sosial dalam berbagai kebutuhan. Historime Mandailing Tentu tidak mudah untuk menentukan kapan manusia dan kebudayaan Mandailing muncul pertama kali di […]

  • Tujuh Tuntutan Rakyat Penambang

    Tujuh Tuntutan Rakyat Penambang

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terdapat 7 poin tuntutan rakyat penambang emas kepada DPRD dan Pemkab Mandailing Natal (Madina). Ketujuh tuntutan itu tertuang dalam surat pernyataan yang diorasikan di halaman DPRD Madina dalam aksi unjukrasa melibatkan sekitar 5.000 orang, Kamis (12/12/2019). Poin-poin tuntutan diantaranya : Pertama : Meminta DPRD Madina untuk segera membentuk Panitia […]

  • Gaji Anggota KPPS di Desa Gunung Barani yang Disunat Akhirnya Dikembalikan

    Gaji Anggota KPPS di Desa Gunung Barani yang Disunat Akhirnya Dikembalikan

    • calendar_month Minggu, 25 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gaji anggota KPPS di Desa Gunung Barani, Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) yang terlanjur disunat dsngan alasan pajak akhirnya dikembalikan ketua PPS dan Sekretariat PPS. Pengembalian gaji KPPS itu dilakukan setelah mendapat penolakan dari sejumlah angoota KPPS yang merasa dirugikan. Dijelaskan Arfah Ketua PPS Desa Gunung Barani. […]

  • Setahun Lagi Pilgubsu, Partai Besar Mulai Bicara Soal Koalisi Golkar Sudah Punya Nama

    Setahun Lagi Pilgubsu, Partai Besar Mulai Bicara Soal Koalisi Golkar Sudah Punya Nama

    • calendar_month Senin, 16 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN- Kata koalisi seolah tak bisa dipisahkan, ketika berbicara mengenai pemilihan umum (Pemilu). Begitupun Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2013. Kemana arah koalisi partai-partai besar di Sumut seperti Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Indonesia Perjuangan (PDI P), dan Partai Demokrat dalam mengusung jago-jagonya dalam Pilgubsu 2013 mendatang? Dalam perkembangan saat ini, dari sumber Sumut […]

  • Masyarakat Madina Mayoritas Ahlussunnah Waljamaah

    Masyarakat Madina Mayoritas Ahlussunnah Waljamaah

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) –  Secara kultural mayoritas masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mayoritas berfaham Ahlussunnah Waljamaah. Hal ini dibuktikan dengan mayoritas masyarakat ketika beramal ibadah mengamalkan ajaran Ahlussunnah Waljamaah. “Fakta ini sudah terjadi sejak dahulu,” demikian dikatakan Ketua Tandfidz Nahdlatul Ulama Madina, Drs.H.Zainal Arifin Nasution,MM di Hutatinggi, Puncak Sorik Marapi, Selasa, (7/7) […]

expand_less