Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Dua Personil Polres Sidimpuan Dipecat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 2 Agt 2011
  • print Cetak


Akibat melanggar kode etik kepolisian, dua bintara Polres Padangsidimpuan masing-masing Bripda Romi Chandra dan Bripda Yusriwan dipecat.
Upacara pelepasan seragam dinas kepolisian kedua bintara tersebut dipimpin langsung Kapolres P. Sidimpuan AKBP Andi Syahriful Taufik, S.Ik, M.Si di halaman Mapolres setempat, Sabtu (30/7).

Dalam amanatnya Kapolres P. Sidimpuan AKBP Andi Syahriful Taufik mengatakan, secara pribadi dirinya sangat sedih karena harus menjadi atasan yang memecat anggotanya.

“Selaku pimpinan di Mapolres ini, saya sangat terpukul dan sedih, namun untuk kebaikan bersama tindakan ini harus dilakukan, “katanya.

Dikatakan, sebagai Kapolres dirinya telah melakukan berbagai upaya untuk perbaikan tingkah laku kedua bintara ini, namun upaya tersebut tidak berhasil, sehingga sesuai dengan surat perintah Kapoldasu, maka keduanya harus dipecat dengan tidak hormat sebagai konsekuensi telah melanggar kode etik Polri.

Dijelaskan, acara ini dilakukan bukanlah untuk mempermalukan yang bersangkutan, namun diharapkan dijadikan pelajaran kepada seluruh jajaran Polres P. Sidimpuan untuk lebih menghargai korps dan organisasi Polri dan melaksanakan tugas dan tanggungjawab sesuai aturan hukum yang berlaku sebagai pengayom, pelindung dan penegak hukum ditengah-tengah masyarakat khususnya di kota Dalihan Natolu ini.

“Tugas polisi sangatlah mulia, sehingga ditengah ekspetasi masyarakat yang sangat tinggi terhadap kinerja polisi, maka seluruh personil harus benar-benar melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Bekerjalah dengan benar sesuai dengan tugas masing-masing, masuk dinas, jangan cuma ambil gaji saja, karena aturan dan mekanisme Polri itu pasti akan berjalan jika kita melanggarnya,” tegasnya.

Kepada masyarakat Kota P. Sidimpuan Kapolres mengimbau, agar tidak melayani kedua bintara yang baru dipecat tersebut, karena sudah bukan lagi anggota polri. “Segala tindak tanduk keduanya tidak lagi menjadi tanggungjawab Polri karena sudah bukan anggota kepolisian lagi,” terangnya.

Untuk diketahui, Bripda Romi Chandra sudah bertugas sekitar 10 tahun di kepolisian dan saat ini sedang menjalani masa tahanan 7 bulan di LP Salambue karena mencuri HT di pos penjagaan Polres P. Sidimpuan. Sebelumnya, beliau juga pernah dipenjara selama 9 bulan atas kasus pemerasan. Beliau dihukum penjara 3 bulan 7 hari karena melanggar PP RI nomor 2 tahun 2003.

Dalam upacara pelepasan seragam itu, hanya Romi Chandra yang hadir sedangkan Yusriwan tidak hadir. Turut hadir, Wakapolres P. Sidimpuan Kompol Maradolok Seregar, para Kasat, Kabag, Kapolsek, Kanit, Bhayangkari dan jajaran personil Polres P. Sidimpuan. (hih)
Sumber : analisadaily.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal TKA China di OTP Geothermal, Data Disnaker Madina Beda dengan LIPAN

    Soal TKA China di OTP Geothermal, Data Disnaker Madina Beda dengan LIPAN

    • calendar_month Rabu, 18 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Lembaga Independen Pemantau Anggaran Negara (LIPAN) mengungkap temuan tentang jumlah tenaga kerja berbahasa China di OTP Geothermal, Mandailing Natal. Ketua LIPAN Mandailing Natal (Madina), Sutan Batang Hari Nasution kepada Mandailing Online, Selasa (17/7/2018) di Panyabungan mengungkapkan bahwa lembaga itu menemukan sekitar 60 orang tenaga kerja asing berbahasa China di lokasi […]

  • H.Saipullah Nasution : Saatnya Orang Mandailing Memilih Orang Mandailing

    H.Saipullah Nasution : Saatnya Orang Mandailing Memilih Orang Mandailing

    • calendar_month Sabtu, 1 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online)- Sudah saatnya orang Mandailing duduk sebagai anggota DPR RI di senayan, selama berdirinya Kabupaten Mandailing Natal, belum pernah satu pun putra daerah melalui Dapil Sumut II yang berhasil menjadi anggota DPR RI, yang ada hanya orang luar yang selalu datang dan ambil suara dari Mandailing Natal. Hal ini dikatakan H.Saipullah Nasution Bacaleg […]

  • Pengumuman Calon Kapolri Tertunda

    Pengumuman Calon Kapolri Tertunda

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Kompolnas Tunggu Permintaan SBY JAKARTA, – Kapolri Jenderal Timur Pradopo akan diganti bulan ini. Namun, hingga empat hari jelang upacara HUT Kemerdekaan RI, belum ada pengumuman nama calon orang nomor satu di kepolisian Indonesia. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sudah memilih tiga orang terbaik dari sembilan nama jenderal. “Tinggal tunggu permintaan Bapak Presiden,” ujar anggota Kompolnas […]

  • Di Madina Prabowo-Hatta 76,1 %, Jokowi-JK 23,8 %

    Di Madina Prabowo-Hatta 76,1 %, Jokowi-JK 23,8 %

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pasangan Prabowo-Hatta memperoleh suara 147.000 atau 76,1 %, sedangkan pasangan Jokowi-JK memperoleh 45.876 suara atau 23,8 %. Demikian dirilis tim Merah Putih yang ditandatangani Ketua Koalesi Merah Putih, As Imran Khaitamy Daulay, SH dan Sekretaris Dahler Nasution tertanggal 9 Juli 2014. Sejauh ini belum ada konfirmasi […]

  • Pertemuan Segitiga Bupati Madina, DPRD Madina, PT.SMGP Berbuntut Panjang

    Pertemuan Segitiga Bupati Madina, DPRD Madina, PT.SMGP Berbuntut Panjang

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pertemuan segi tiga antara Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, Wakil Ketua DPRD Madina Ja’far Sukheri Nasution dengan Direktur PT.SMGP (Sorik Merapi Geothermal Power) Peter Hobart yang berlokasi di salah satu tempat di Madina pada 10 Oktober 2014 lalu berbuntut panjang. Pasalnya pimpinan DPRD Madina, kamis (27/11) mulai mempertanyakan legalitas kehadiran […]

  • Ketika Cinta Ditolak, Iman Ditabrak?

    Ketika Cinta Ditolak, Iman Ditabrak?

    • calendar_month Selasa, 11 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Cinta ditolak, dukun bertindak! Begitulah kalimat yang dulu sempat popular bagi pejuang cinta yang menabrak akal sehatnya demi mengejar atau juga melampiaskan sakit hati pada lawan jenisnya. Namun saat ini, dukun tidak lagi diminati. Karena mungkin, kerjanya terlalu bertele-tele apalagi jika sampai merogok kocek yang hingga kendor. […]

expand_less