Jumat, 25 Sep 2026
light_mode

Usai Seminar, Gerep Institute Punya Beban Strategis Pengusulan Pahlawan Nasional

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
  • print Cetak

Oleh: Muhammad Ludfan Nasution
Pegiat di Gerep Institute (pusat kajian Mandailing)

Gerep Institute sedang membahas persiapan seminar di rumah kediaman keluarga Sutan Iskandar, Pidoli Lombang, Panyabungan, Rabu (17/6/2026). Dok. Mandailing Online

 

Seminar usulan gelar Pahlawan Nasional bagi Sutan Iskandar (Willem Iskander), insya-Allah akan diselenggarakan besok (Jum’at, 19/6/2026) di STAIN Madina. Diselenggarakan Pemerintah Daerah Madina bersama Gerep Institute.

Seminar boleh saja selesai. Narasumber berbicara. Makalah dipresentasikan. Akademisi, budayawan, tokoh adat dan masyarakat menyampaikan pandangan.

Itu termasuk capaian dan loncatan besar. Gagagsan naik kelas.

Namun sesungguhnya, pekerjaan besar justru baru dimulai.

Sebab dalam tradisi pengusulan Pahlawan Nasional, seminar bukanlah garis akhir. Seminar adalah pintu masuk menuju tahapan yang jauh lebih berat: konsolidasi dokumen, penguatan bukti sejarah, pembangunan dukungan kelembagaan, serta penggalangan kesadaran publik.

Di titik inilah Gerep Institute memikul beban strategis.

Beban itu bukan beban organisasi semata. Ia adalah beban sejarah.

Jangan Berhenti Pada Euforia

Setiap gerakan sosial sering tergoda oleh euforia.

Foto bersama selesai.

Berita media terbit.

Spanduk diturunkan.

Lalu semuanya kembali seperti semula.

Padahal sejarah menunjukkan, banyak usulan tokoh nasional gagal bukan karena tokohnya kurang besar, melainkan karena tidak ada lembaga yang secara konsisten mengawal prosesnya.

Sutan Iskandar tidak membutuhkan seremoni sesaat.

Yang dibutuhkannya adalah kerja panjang.

Kerja sunyi.

Kerja yang terkadang tidak menghasilkan tepuk tangan.

Dari Komunitas Menjadi Institusi Pengetahuan

Di sinilah Gerep Institute memiliki posisi yang menarik.

Namanya sendiri berasal dari “gerep”, alat tulis tradisional Mandailing.

Sebuah simbol yang tidak berhubungan dengan kekuasaan.

Tidak berhubungan dengan politik.

Tidak berhubungan dengan proyek.

Melainkan berhubungan dengan ilmu.

Karena itu, tantangan pertama Gerep Institute adalah berubah dari sekadar komunitas pengusul menjadi institusi pengetahuan.

Artinya:

* mengumpulkan dokumen,
* mengarsipkan naskah,
* melacak sumber primer,
* merekam kesaksian keluarga,
* menyusun bibliografi,
* dan membangun pusat dokumentasi Sutan Iskandar.

Tanpa itu, perjuangan akan berjalan dengan kaki yang pincang.

Mengakhiri Era Fotocopy

Selama puluhan tahun, banyak dokumen Sutan Iskandar hidup dalam bentuk fotokopi.

Fotokopi buku.

Fotokopi laporan.

Fotokopi artikel.

Fotokopi manuskrip.

Fotokopi foto.

Ironisnya, sebagian masyarakat Mandailing mengenal Sutan Iskandar melalui lembaran fotokopi yang diwariskan dari tangan ke tangan.

Keadaan ini harus diakhiri.

Kalau Mandailing Natal sungguh-sungguh ingin melahirkan Pahlawan Nasional, maka dokumen-dokumen tentang Sutan Iskandar harus naik kelas.

Harus didigitalisasi.

Harus dikatalogkan.

Harus diteliti ulang.

Harus dipublikasikan secara ilmiah.

Pertarungan Berikutnya Ada di Tingkat Provinsi

Sesudah seminar kabupaten, arena berikutnya adalah Provinsi Sumatera Utara.

Di sana ukuran keberhasilan berubah.

Yang diuji bukan lagi semangat.

Melainkan kualitas dokumen.

Bukan lagi seberapa keras orang berpidato.

Melainkan seberapa kuat bukti sejarah yang disajikan.

Bukan lagi siapa yang berbicara.

Melainkan apa yang dapat dibuktikan.

Karena itu Gerep Institute harus mulai berpikir seperti tim akademik.

Membuat dossier.

Menyusun kronologi.

Memetakan kontribusi nasional Sutan Iskandar.

Menginventarisasi karya-karyanya.

Melacak jejak murid-muridnya.

Menguatkan keterhubungan Sutan Iskandar dengan sejarah pendidikan nasional dan sejarah kebangkitan kebangsaan Indonesia.

Sutan Iskandar Harus Keluar dari Mandailing

Ini mungkin terdengar paradoks.

Tetapi justru agar menjadi Pahlawan Nasional, Sutan Iskandar tidak boleh terus-menerus dipenjarakan sebagai tokoh Mandailing.

Ia harus diperkenalkan sebagai tokoh Indonesia.

Sebagaimana Ki Hajar Dewantara bukan hanya milik Yogyakarta.

Sebagaimana Dewi Sartika bukan hanya milik Sunda.

Sebagaimana Teuku Umar bukan hanya milik Aceh.

Demikian pula Sutan Iskandar harus dipahami sebagai milik bangsa Indonesia.

Tugas Gerep Institute adalah membangun narasi itu.

Narasi yang menjelaskan bahwa perjuangan Sutan Iskandar melampaui batas geografis Mandailing.

Bahwa gagasannya tentang pendidikan, guru, bahasa, harga diri bangsa, dan kemajuan pribumi merupakan bagian dari fondasi Indonesia modern.

Menulis Sejarah, Bukan Sekadar Mengusulkan Nama

Pada akhirnya, pengusulan Pahlawan Nasional bukanlah perlombaan administratif.

Ini adalah proses menulis ulang ingatan bangsa.

Karena itu, jika seminar nanti menghasilkan rekomendasi resmi:

“Kabupaten Mandailing Natal mengusulkan Willem Iskander kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Republik Indonesia”,

maka kalimat tersebut bukanlah akhir.

Ia adalah awal.

Awal dari sebuah perjalanan panjang yang menuntut ketekunan, kesabaran, dan kecerdasan kolektif.

Dan jika kelak nama Sutan Iskandar benar-benar ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, sejarah akan mencatat bahwa keberhasilan itu tidak lahir pada hari penyerahan gelar.

Keberhasilan itu lahir pada saat sekelompok anak Mandailing memutuskan untuk tidak membiarkan sejarah bangsanya hilang begitu saja.

Salah satu nama yang akan ikut tercatat dalam cerita itu adalah: Gerep Institute.

Karena kadang-kadang, perubahan besar dalam sejarah bangsa memang dimulai dari sesuatu yang sederhana:

sebuah gerep, sebuah pena, dan keberanian untuk menulis kembali ingatan.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Eli Mahrani Ikuti Seminar Kesehatan Kanker Serviks

    Eli Mahrani Ikuti Seminar Kesehatan Kanker Serviks

    • calendar_month Selasa, 25 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua TP PKK Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Ny Eli Mahrani Jafar Sukhairi Nasution Menghadiri Workshop dan Seminar Kesehatan di Hotel Rindang, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Minggu (25/10/2022). Seminar kesehatan tersebut mengangkat tema tata laksana deteksi dini kanker serviks dengan metode pemeriksaan IVA test di masa pandemi Covid-19. Eli menyampaikan perempuan sebagai […]

  • Harga Cabe Merah Turun

    Harga Cabe Merah Turun

    • calendar_month Minggu, 10 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Bentrok Pasokan Siborong-borong dan Petani Lokal PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam beberapa hari terakhir harga cabe merah di pasar teradisional di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) menurun tajam. Penurunan harga sekitar 10 ribu rupiah. Ini akibat pasokan sedang banjir dimana produksi cabe meningkat di  sejumlah sentra budidaya cabe di Madina serta pasokna yang melimpah dari […]

  • Selamatkan Peralatan Bengkel

    Selamatkan Peralatan Bengkel

    • calendar_month Sabtu, 18 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Seorang pria penduduk Desa Balimbing, Kecamatan Natal, Mandailing Natal, menyelamatkan peralatan bengkelnya dari genangan banjir, Sabtu (18/12/2021). Sekitar 200 rumah terbenam di desa ini menyusul luapan Sungai Batang Natal akibat curah hujan yang kontiniu dalam beberapa hari terakhir. Foto: Muhammad Yusuf

  • Pastikan tak Ada Rekrutmen CPNS, Ini Alasannya

    Pastikan tak Ada Rekrutmen CPNS, Ini Alasannya

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Bukan sekadar wacana lagi, tahun ini dipastikan tidak ada rekrutmen CPNS. Kepastian ini menyusul terbitnya Surat Edaran (SE) dari MenPAN-RB Yuddy Chrisnandi nomor B/2163/M.PAN-RB/06/2015  yang ditujukan kepada para kepala daerah dan pejabat pembina kepegawaian di pusat. Dalam Surat Edaran tertanggal 30 Juni 2015 itu disebutkan alasan tidak adanya rekrutmen CPNS tahun ini, dan […]

  • Wartawan Posmetro Langkat Diancam Polisi

    Wartawan Posmetro Langkat Diancam Polisi

    • calendar_month Senin, 14 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    LANGKAT, (MO) – Wartawan Posmetro Medan (Grup Sumut Pos) bertugas di wilayah Kabupaten Langkat, Darwis Sinulingga, diancam Kepala Pos Lalu-lintas (Kapos Lantas) Seikarang Kecamatan Stabat, Aiptu G Samosir, Minggu (13/1) dinihari. Pengancaman terjadi saat Darwis bersama keluarganya dihadang saat pulang dari Binjai menuju Stabat. “Biasanya polisi yang merazia selalu hormat kepada masyarakat, ini tidak dia […]

  • Izin Operasional SMGP Menciderai Hati Rakyat Madina

    Izin Operasional SMGP Menciderai Hati Rakyat Madina

    • calendar_month Senin, 1 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN(Mandailing Online) – Izin pengoperasian kembali sebagian aktivitas PT SMGP di Mandailing Natal, Sumut menuai protes dan kecaman dari sejumlah elemen masyarakat. Izin dari Kementerian ESDM dinilai produk yang premateur, suatu kebijakan yang tidak populis atau tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. Bahkan pengoperasian secara terbatas PT SMGP diduga kuat telah melanggar standar dan aturan baku […]

expand_less