Jumat, 21 Agu 2026
light_mode

Pendampingan Ibu Hamil melalui Aplikasi Helmigrowth untuk Mencegah Stunting

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Wahyuni Sari Zein Lubis, S. Tr. Gz dan Prof. Dr. Helmizar, SKM, M. Biomed 
Program Studi Magister Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

 

 

Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan anak yang perlu menjadi perhatian bersama. Banyak orang mengenal stunting sebagai kondisi anak yang bertubuh pendek. Padahal, stunting bukan hanya soal tinggi badan. Stunting menunjukkan adanya masalah gizi yang berlangsung lama, terutama pada masa penting sejak anak masih berada dalam kandungan hingga berusia dua tahun.

Karena itu, pencegahan stunting tidak bisa menunggu anak lahir. Upaya ini harus dimulai sejak masa kehamilan. Ibu hamil yang sehat dan cukup gizi akan memberi peluang lebih besar bagi janin untuk tumbuh dengan baik. Sebaliknya, jika ibu mengalami kekurangan gizi dalam waktu lama, pertumbuhan janin bisa terganggu dan risiko stunting pada anak menjadi lebih besar. Salah satu masalah gizi yang perlu diperhatikan pada ibu hamil adalah Kekurangan Energi Kronis atau KEK. Kondisi ini terjadi ketika ibu hamil kekurangan asupan energi dan zat gizi dalam jangka waktu cukup lama. KEK tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak pada kesehatan ibu, meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah, dan memengaruhi tumbuh kembang anak setelah lahir.

Namun, mencegah stunting tidak cukup hanya dengan memberikan makanan tambahan. Pemberian Makanan Tambahan berbahan pangan lokal, atau PMT lokal, memang penting untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, terutama bagi ibu yang berisiko KEK. Akan tetapi, makanan tambahan akan lebih bermanfaat jika ibu dan keluarga memahami manfaatnya, tahu cara mengonsumsinya, dan mampu menerapkan pola makan bergizi di rumah.

Pengalaman dari kegiatan pendampingan ibu hamil menunjukkan bahwa edukasi gizi perlu disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ibu hamil tidak hanya membutuhkan penjelasan singkat, tetapi juga perlu didampingi agar lebih percaya diri dalam memilih makanan, mengonsumsi PMT lokal, dan menjaga kesehatan selama kehamilan. Edukasi yang baik bukan hanya memberi tahu, tetapi membantu ibu memahami langkah nyata yang bisa dilakukan sesuai keadaan keluarga.

PMT lokal menjadi pendekatan yang tepat karena menggunakan bahan pangan yang mudah ditemukan di sekitar masyarakat. Telur, ikan, ayam, tahu, tempe, kacang-kacangan, sayuran hijau, buah-buahan, ubi, jagung, dan berbagai pangan lokal lainnya bisa menjadi sumber gizi yang baik bagi ibu hamil. Makanan bergizi tidak selalu harus mahal. Banyak bahan sederhana yang sebenarnya kaya manfaat jika dipilih dan diolah dengan tepat.

Masih ada anggapan bahwa ibu hamil cukup makan banyak nasi agar kuat. Padahal, tubuh ibu dan janin membutuhkan makanan yang beragam. Nasi memang sumber energi, tetapi ibu hamil juga membutuhkan lauk berprotein, sayur, buah, air minum yang cukup, serta makanan tambahan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Dengan pola makan yang lebih beragam, kebutuhan gizi ibu hamil bisa terpenuhi dengan lebih baik.

Peran keluarga juga sangat penting. Mencegah stunting tidak bisa dibebankan kepada ibu hamil saja. Suami dan keluarga perlu ikut mendukung, bukan hanya memberi nasihat. Dukungan itu bisa dimulai dari hal sederhana, seperti membantu menyediakan makanan bergizi, mengingatkan ibu untuk makan teratur, mendampingi pemeriksaan kehamilan, dan memastikan PMT lokal dikonsumsi sesuai anjuran.

Di tengah perkembangan teknologi, edukasi gizi juga perlu mengikuti kebiasaan masyarakat. Saat ini, telepon genggam sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Informasi kesehatan bisa disampaikan dengan cara yang lebih mudah, praktis, dan bisa dibaca kembali kapan saja. Salah satu media yang dapat digunakan dalam pendampingan ibu hamil adalah aplikasi Helmigrowth.

Aplikasi Helmigrowth membantu ibu hamil dan keluarga memperoleh informasi tentang gizi kehamilan, pencegahan KEK, PMT lokal, tumbuh kembang anak, imunisasi, resep makanan, artikel kesehatan, hingga fitur tanya ahli. Dengan adanya aplikasi ini, edukasi tidak berhenti setelah kegiatan pendampingan selesai. Ibu hamil tetap bisa membaca kembali materi yang dibutuhkan dan menjadikannya sebagai pengingat dalam kehidupan sehari-hari.

Meski demikian, aplikasi bukan pengganti tenaga kesehatan. Helmigrowth adalah alat bantu agar edukasi lebih mudah dijangkau. Peran tenaga kesehatan, kader, mahasiswa, dan keluarga tetap sangat penting dalam memberikan penjelasan, dukungan, serta pemantauan kepada ibu hamil. Teknologi akan lebih bermanfaat jika digunakan bersama pendampingan yang berkelanjutan.

Pendampingan juga bisa diperkuat melalui komunikasi lanjutan, misalnya menggunakan grup WhatsApp. Melalui grup tersebut, ibu hamil dapat bertanya, menerima pengingat, dan memperoleh dukungan setelah pertemuan tatap muka selesai. Cara ini sederhana, tetapi penting karena perubahan kebiasaan tidak terjadi dalam satu hari. Pengetahuan perlu diulang, didukung, dan dibiasakan agar benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Stunting bukan hanya persoalan kesehatan hari ini, tetapi juga menyangkut masa depan anak. Anak yang tumbuh sehat memiliki peluang lebih besar untuk belajar dengan baik, berkembang optimal, dan menjadi generasi yang produktif. Sebaliknya, jika stunting tidak dicegah sejak dini, dampaknya bisa terbawa hingga anak tumbuh dewasa.

Karena itu, pencegahan stunting perlu dilakukan dengan cara yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Edukasi, pangan lokal, dukungan keluarga, dan teknologi harus berjalan bersama. PMT lokal membantu memenuhi kebutuhan gizi. Helmigrowth membantu mendekatkan informasi. Pendampingan membantu memastikan ibu hamil tidak hanya tahu, tetapi juga mampu menerapkannya.

Pada akhirnya, anak yang sehat berawal dari ibu yang sehat. Ibu yang sehat membutuhkan makanan bergizi, pengetahuan yang benar, dan dukungan dari orang-orang terdekat. Melalui PMT lokal, pendampingan yang berkelanjutan, dan pemanfaatan aplikasi Helmigrowth secara bijak, pencegahan stunting dapat dimulai lebih awal, lebih mudah dipahami, dan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Guru bukan penentu nasib murid

    Guru bukan penentu nasib murid

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Saat ini sudah sepantasnya guru tidak lagi menilai murid, tapi menetapkan kriteria-kriteria yang harus dilaksanakan murid dan jika murid tidak bisa maka sudah menjadi tugas guru untuk menjembatani dan memfasilitasi mereka untuk dapat mencapai kriteria tersebut. Hal tersebut dikatakan Rektor Universitas Negeri Medan Syawal Gultom, kepada Waspada Online, sembari mengatakan paradigma itu harus […]

  • Kembangkan Pariwisata, Politeknik Pariwisata Medan – Pemkab Madina Teken Kerjasama

    Kembangkan Pariwisata, Politeknik Pariwisata Medan – Pemkab Madina Teken Kerjasama

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Politeknik Pariwisata Medan dan Pemkab Madina menandatangani nota kesepahaman kerjasama meningkatkan sektor pariwisata di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Ruang lingkup kerjasama tertuang dalam empat poin, yakni pengembangan SDM di bidang kepariwisataan, pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan maupun teknologi tepat guna yang berkaitan dengan kepariwisataan, penguatan manajemen pemerintahan di bidang kepariwisataan, dan […]

  • SI-GOTAP ULU

    SI-GOTAP ULU

    • calendar_month Selasa, 5 Sep 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. M. Daud Batubara, MSi Si-Gotap Ulu, merupakan kata yang cukup mengerikan dan dirasakan sebagai ancaman bagi anak-anak di masa sekitar 60 sampai 70-an. Karena kata ini berasal Gotap (bahasa Mandailing) artinya potong atau penggal, sedang ulu artinya kepala. Bila kata ini digabungkan, artinya menjadi penggal kepala. Sedangankan penggunaan kata Si pada awal kata […]

  • Talenta Dari Seorang  Munir Lubis Memainkan Alat Musik Budaya Mandailing

    Talenta Dari Seorang Munir Lubis Memainkan Alat Musik Budaya Mandailing

    • calendar_month Senin, 15 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) : Mungkin  bagi anda  yang terbiasa melihat penampilan Gordang Sambilan, pesta adat  atau acara- acara penyambutan Pejabat dan  tamu-tamu penting yang  memakai Gordang Sambilan sebagai musik pengiring,  anda mungkin kenal dengan sosok yang satu ini. Betapa tidak, hampir di setiap acara-acara  seperti itu,  beliau tidak pernah absen mempersembahkan Tor-tor Sabe-sabe atau Gondang […]

  • Jalan Medan-Berastagi longsor

    Jalan Medan-Berastagi longsor

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Jalan Medan-Berastagi di Dusun Listrik Desa Lau Mulgap, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara longsor sejak Minggu (29/12) kemarin pukul 20.30 WIB. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara Asren Nasution di Medan, hari ini, mengatakan longsor terjadi setelah menerima curah hujan yang tinggi pada Minggu malam. Tanah longsor tersebut mengikis […]

  • Perda Tambang Rakyat Sudah Pernah Terbit, Tatapi Terbentur Regulasi Pemerintah Pusat

    Perda Tambang Rakyat Sudah Pernah Terbit, Tatapi Terbentur Regulasi Pemerintah Pusat

    • calendar_month Rabu, 13 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD Madina sudah pernah menerbitkan peraturan daerah tentang tambang rakyat pada tahun 2014 lalu. Hanya saja, peraturan daerah yang diterbitkan itu gagal diberlakukan akibat munculnya regulasi pemerintah pusat dalam bentuk Undang-undang dan Peraturan Pemerintah yang bertentangan dengannya. Itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina), Zubeir Lubis di gedung DPRD […]

expand_less