Kamis, 29 Okt 2026
light_mode

Ternyata, Al Quran dibakar di Amerika!

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 15 Sep 2010
  • print Cetak

Setelah rencana pembakaran Al Quran di Amerika dibatalkan, masyarakat Islam sedunia sempat lega, khususnya di Indonesia karena dilaporkan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyurati Presiden Barack Obama.

Menurut laporan Tennessean.com, pembakaran kitab suci Islam itu tetap dilakukan, Sabtu lalu di kediaman salah seorang pendeta AS. Dilaporkan bahwa dua pendukung pendeta Terry Jones melakukan aksi itu. Pelakunya adalah pendeta Bob Old dan pendeta Danny Allen, dilakukan di hadapan media.

Aksi kedua pendeta itu dilakukan di rumah pendeta Old, dan mereka mengaku aksinya merupakan pesan dari Tuhan. Gereja telah mengecewakan banyak orang karena tidak mendukung aksinya, kata Old. “Saya yakin bahwa sebagai negara kita berada dalam bahaya,” katanya.

“Ini adalah buku berisi kebencian, bukan cinta,” katanya sambil memegang Al Quran sebelum kemudian membakarnya. “Ini adalah kitab palsu, Nabi Muhammad adalah nabi palsu dan itu merupakan wahyu palsu,” tambahnya.

Gerakan bakar Al Quran yang digaungkan Dove World Outreach Center dari Gainesville, Florida, amat sangat menghina umat Islam. Namun, umat Islam diminta harus bisa menyikapinya dengan arif dan tenang.

“Ini bagian dari pemacu amarah umat. Kita harus lebih objektif memandang masalah ini. Jangan terbawa emosi,” kata Syahrin Harahap, rektor Univa Sumatera Utara kepada Waspada Online, tadi malam.

Syahrin juga menghimbau agar umat Islam jangan terpancing dengan kebodohan ini. “Saya yakin, penentang mereka bukan hanya umat Islam tapi juga umat lainnya. “Karena tidak ada satu agama pun di dunia ini yang mengajarkan umatnya untuk menghina agama lain termasuk kitab dan nabi agama lain,” tegas cendekiawan asal Sumut ini.

Sebelumnya melalui news.com.au, Terry Jones menuduh Islam dan hukum syariah bertanggungjawab atas aksi terorisme terhadap World Trade Center di New York pada 11 September 2001. “Kami menyerukan agar umat manusia, termasuk umat beragama di Indonesia, tak terjebak dalam perbuatan-perbuatan anarki seperti ini yang justru tidak memperlihatkan sikap keadaban,” ujar Gerakan Peduli Pluralisme, baru-baru ini.

Kelompok yang menyatakan dukungannya terhadap pernyataan Gerakan Peduli Pluralisme, antara lain, PGI, Parisadha Hindu Dharma Indonesia, Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia, Ma’arif Institute, Moderate Muslim Society, Forum Kerukunan Antarumat Beragama, Masyarakat Dialog Antaragama, Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, dan Forum Lintas Agama.
Editor: SASTROY BANGUN
sumber : Waspada

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Acara Mangupa, SARASI Didoakan Bijak Pimpin Tapsel

    Acara Mangupa, SARASI Didoakan Bijak Pimpin Tapsel

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Tim relawan keluarga Syahrul Martua Pasaribu-Aldinz Rapolo Siregar (SARASI) menggelar prosesi mangupa, di Jalan Gende, Kelurahan Hutasuhut, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Sabtu (20/11) lalu. Ketua panitia acara, H Painan Siregar, bersama Ketua Naposo Nauli Bulung Napa Napa Ni Sibualbuali (NNBS), Faisal Reza Pardede, kepada METRO, Minggu (21/11), mengatakan, pelaksanaan syukuran tersebut merupakan […]

  • Kerugian 44 Milyar Akibat Banjir Bandang

    Kerugian 44 Milyar Akibat Banjir Bandang

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Pemkab Madina akhirnya melansir data total kerugian akibat banjir bandang Sungai Rantopuran di Kecamatan Panyabungan dan Sungai Sigaja Kecamatan Naga Juang yang terjadi pada Pebruari lalu. Kerugian mencapai 44 milyar rupiah. Kerusakan yang menyebabkan kerugian meliputi rumah-rumah warga yang rusak berat dan ringan, lahan-lahan pertanian, serta harta benda warga yang […]

  • Onggara Lubis, KNPI Madina dan Transformasi Pemuda

    Onggara Lubis, KNPI Madina dan Transformasi Pemuda

    • calendar_month Kamis, 24 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KNPI Kabupaten Mandailing Natal kini dipimpin wajah baru. Segudang PR pun telah menanti di depan mata yang harus dituntaskan. KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) sebagai organisasi konsorsium organisasi kepemudaan memiliki kewajiban membangun karakter generasi muda dalam lalulintas dinamika perjalanan pembangunan di Madina (Mandailing Natal). Peran pemuda dalam pembangunan di segala sektor sangat urgen, baik sektor […]

  • Pasar Beras Murah Diserbu Warga, Kadis Ketapang Madina : Beras Dipastikan Aman Meski Impor Dari Vietnam

    Pasar Beras Murah Diserbu Warga, Kadis Ketapang Madina : Beras Dipastikan Aman Meski Impor Dari Vietnam

    • calendar_month Senin, 16 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Dalam rangka hari Pangan Sedunia Sanin 16/10/2023, Desa Gunung Tua Raya, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina ), dapat jatah Gerakan Pangan Murah Nasional dari Pemda Madina. lokasi pasar murah pangan yang berada di pelataran Masjid Raya Assyuhada’a itu pun langsung diserbu warga. Panitia dari Dinas Ketahanan Pangan Madina sendiri menurunkan […]

  • Obyek Wisata yang Dikelola Pemkab Madina Ternyata hanya Pemandian Air Panas Hutaraja. Ini Anggaran Perjalanan Dinas Pariwisata Madina

    Obyek Wisata yang Dikelola Pemkab Madina Ternyata hanya Pemandian Air Panas Hutaraja. Ini Anggaran Perjalanan Dinas Pariwisata Madina

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Meski destinasi wisata cukup banyak di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) ternyata tidak dapt mendongkrak pendapatan asli daerah. pasalnya dari sekian banyak destinasi wisata itu, hanya satu saja yang bisa yang bisa dikelola dan menghasilkan retribusi yakni pemandian air panas yang terletak di Desa Hutaraja Kecamatan Panyabungan Selatan. Kepala Dinas […]

  • Pengadaan Lahan Stadion Madina Diduga Mark Up

    Pengadaan Lahan Stadion Madina Diduga Mark Up

    • calendar_month Rabu, 24 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Pengadaan lahan untuk pembangunan stadion milik Pemkab mandailing Natal (Madina) di Desa Gunung Tua, Kecamatan Panyabungan yang luasnya sekitar 5 hektar pada Tahun 2003 lalu dipertanyakan. Diduga pembelian lahan dimark up. Informasi diterima, Selasa (23/08/2011), pembelian lahan tersebut dilakukan oleh tim dengan harga senilai Rp200 juta per hektar namun harga tanah ketika Tahun 2003 […]

expand_less