Kualitas Udara Membaik, Pembelajaran Tatap Muka Kembali Berlaku
- account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Bupati Madina Saipullah Nasution memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat koordinasi di aula kantor bupati, Senin (19/10) tentang evaluasi Pembelajaran Jarak Jauh usai kualitas udara membaik. (Foto: Diskominfo Madina)
…
PANYABUNGAN (Mandailing Online) –
Sekolah kembali dibuka hari ini, Selasa (20/10/2026) di Mandailing Natal (Madina). Pembelajaran Tatap Muka kembali berlangsung di ruang kelas seperti sediakala.
Beberapa hari sebelumnya Pemkab Madina memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh akibat asap tebal menyelimuti kawasan.
Dikatakan kualitas udara sudah masuk pada kategori hijau atau layak.
Keputusan pemberlakuan pembelajaran tatap muka berlaku untuk tingkat PAUD, SD, dan SMP. Tingkat sekolah yang berada dalam kewenangan pemerintah kabupaten.
Pemberlakuan tatap muka itu ditetapkan oleh Bupati Madina H. Saipullah Nasution usai memimpin rapat koordinasi evaluasi terhadap dampak kabut asap di Aula Kantor Bupati, Panyabungan, Senin, 19 Oktober 2026.
Rakor tersebut diikuti Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, Kapolres AKBP Bagus Priandy, Pj. Sekda Afrizal Nasution, para kepala OPD terkait, dan instansi lain yang berkaitan dengan hal tersebut.
Bupati menyampaikan, berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) per 19 Oktober 2026 kualitas udara di Madina masuk pada kategori hijau atau layak.
Dengan demikian, Saipullah menilai pemberlakuan PJJ yang sebelumnya ditetapkan sampai 21 Oktober 2026 sudah tidak relevan dan dicabut. “Atas laporan tersebut, pemerintah mengambil keputusan untuk mencabut kebijakan PJJ per hari ini,” kata dia.
Selain itu, bupati meminta dinas terkait untuk berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan anak-anak mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG) sejalan dengan penghentian PJJ.
Saipullah juga menginstruksikan para camat untuk memantau kondisi wilayah masing-masing dan segera membuat laporan ketika ditemukan adanya titik panas kebakaran hutan.
Senada dengan itu, Wabup Atika menjelaskan selain kualitas udara yang semakin baik, jarang pandang juga sudah kembali normal sehingga penerapan PJJ tidak perlu diperpanjang.
Lebih lanjut, Wabup Atika menerangkan, PJJ tidak berjalan efektif karena kurangnya perhatian dari orang tua. “Selama PJJ banyak anak-anak yang berkeliaran di luar rumah. Alangkah baiknya PJJ dicabut dan pembelajaran dikembalikan ke sekolah,” tutup dia.
Kapolres AKBP Bagus Priandy mengatakan, pihaknya tetap siaga meskipun kondisi udara di Madina sudah dinyatakan layak. Dia juga memerintahkan jajaran kepolisian sektor (Polsek) untuk aktif mengedukasi masyarakat terkait bahaya pembakaran hutan dan lahan. “Upaya ini untuk memastikan Madina tetap bersih dari titik api karhutla,” tambah dia.
AKBP Bagus menambahkan, pihaknya juga tetap mengambil langkah preventif dalam mendukung kenyamanan masyarakat di tengah kabut asap yang belum sepenuhnya hilang berupa pengaturan lalu lintas dan pembagian masker. (rel/dab)
- Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)
- Editor: Dahlan Batubara




