Sabtu, 24 Okt 2026
light_mode

Akibat Tambang Emas Ilegal, Ribuan Warga Tak Bisa Manfaatkan Sungai Batang Natal. APH Tak Berkutik Kepenambang

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

Kondisi Sungai Batang Natal berwarna coklat pekat akibat limbah tambang emas ilegal,( Istimewa)

MADINA (Mandailing Online) –Kondisi Sungai Batang Natal di Kecamatan Batang Natal dan Lingga Bayu kini sangat memprihatinkan. Sungai kebanggaan masyarakat itu yang dulu jernih dan menjadi sumber kehidupan, kini berubah menjadi sungai susu coklat pekat yang tak bisa lagi dimanfaatkan.

Airnya tidak bisa lagi untuk mandi, mencuci, apalagi untuk dikonsumsi. Penyebabnya satu limbah tambang emas ilegal (PETI) yang dibuang langsung ke aliran sungai.

Foto-foto yang diterima redaksi Mandailing Online memperlihatkan betapa parahnya kerusakan. Dari pantauan udara, Sungai Batang Natal yang membelah perkebunan sawit terlihat coklat pekat seperti kopi susu. Di hilir Kecamatan Natal, air sungai yang berwarna kuning kecoklatan itu bahkan sudah masuk ke wilayah pesisir pantai di Kecamatan Natal.

“Limbah tambang emasnya dibuang langsung ke sungai, bagaimana air sungai mau bersih. Tiap hari puluhan alat berat pelaku tambang beraktivitas tanpa ada yang melarang. Kami masyarakat yang menderita,” keluh seorang warga Batang Natal dengan nada geram, Sabtu (25/10/2026).

Menurut warga, aktivitas PETI di hulu Sungai Batang Natal sudah tidak terkendali. Puluhan excavator beroperasi siang malam mengeruk bukit dan bantaran sungai. Lumpur hasil kerukan dialirkan ke sungai.

Dampaknya langsung dirasakan warga di dua kecamatan. Mulai dari krisis air bersih, habisnya habitat sungai seperti ikan sungai, sampai pada ancaman kesehatan dan bencana.

Ironisnya, meski kerusakan sudah terlihat jelas dan dikeluhkan warga bertahun-tahun, penindakan dari Aparat Penegak Hukum (APH) terkesan tumpul.

“Di mana Dinas Lingmungan Hidup Madina, Di mana Polres Madina. Masa puluhan alat berat beraktifitas melakukan penambangan emas secara ilegal tapi tidak ada yang ditangkap. Apakah hukum hanya tajam ke pencuri ayam saja” tanya warga lainnya.

Warga mendesak Bupati Mandailing Natal Saifullah Nasution, Kapolres Madina, dan Dandim 0212/TS untuk turun langsung ke lokasi dan menghentikan aktivitas PETI.

Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin bencana longsor dan banjir bandang akan menimpa warga.(*)

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mandailing dan Kebenaran yang Memerdekakan

    Mandailing dan Kebenaran yang Memerdekakan

    • calendar_month Rabu, 15 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Keluhuran ilmu pengetahuan adalah anugrah yang sangat penting yang diberikan tuhan kepada manusia. Dengan  ilmu pengetahuan, kita semakin memahami semua yang ada di sekeliling kita, termasuk sejarah masa lampau. Kebenaran mampu diungkap manusia dengan perangkat-perangkat ilmu pengetahuan itu. Oleh karenanya, wahyu yang diturunkan Allah Swt kepada Rasululah SAW adalah “iqra”. Bacalah. Kebenaran itu memerdekakan. Demikian […]

  • Ekspedisi ke Kawah Gunung Sorik Marapi

    Ekspedisi ke Kawah Gunung Sorik Marapi

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      DI PINGGIR KAWAH – Satu tim dari Tympanum Novem Film’s yang bermarkas di Mandailing foto bersama di pinggir kawah gunung Sorik Marapi dalam satu ekspedisi bulan Juni 2014 ke puncak gunung yang berada di Kabupaten Mandailing Natal. Kawah dan puncak gunung ini memiliki panorama alam yang eksotis dan sangat cocok untuk dijadikan tujuan wisata. […]

  • Kasus Taman Raja Batu, 4 Pejabat Madina Masuk Daftar KPK

    Kasus Taman Raja Batu, 4 Pejabat Madina Masuk Daftar KPK

    • calendar_month Rabu, 15 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – di Panyabungan, beredar salinan surat KPK yang ditujukan kepada Kejatisu soal kasus dugaan korupsi pembangunan Taman Raja Batu dan Tapian Siri-siri di Mandailing Natal. Copyan surat itu beredar di Whatsaap. Dalam surat KPK itu tertera sebanyak 4 pejabat Pemkab Mandailing Natal masuk dalam daftar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Surat itu bernomor […]

  • 20% Pelamar CPNS Absen

    20% Pelamar CPNS Absen

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Berkas Ujian soal CPNS Pemko Medan dan lembar jawaban yang tersisa telah dimusnahkan agar masyarakat yakin Seleksi CPNS Pemko Medan benar-benar bersih dan transparan. Demikian dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Medan Lahum Lubis kepada wartawan di Medan, Kamis (16/12/2010). Menurutnya, jumlah peserta ujian CPNS Kota Medan yang tidak ikut tes sebanyak 3.707 peserta. Mereka […]

  • Pembentukan Provinsi Sumteng Mendesak, DPRD Sumut Desak Moratorium Dicabut

    Pembentukan Provinsi Sumteng Mendesak, DPRD Sumut Desak Moratorium Dicabut

    • calendar_month Jumat, 21 Jun 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      MEDAN (Mandailng Online) : DPRD Provinsi Sumatera Utara kembali menggulirkan rencana pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara (Sumteng) yang sempat terhenti dalam beberapa tahun karena moratorium pembentukan otonomi daerah baru oleh Pemerintah Pusat. Ketua DPRD Sumut, Wagirin Arman meminta agar pemerintah pusat bijak menyikapi rencana pemekaran Provinsi Sumteng ini. Ketua DPRD Sumut, Wagirin Arman mengatakan, digulirkannya […]

  • Ruhut sebut PKI, Yogya boikot PD

    Ruhut sebut PKI, Yogya boikot PD

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pernyataan Ruhut Sitompul yang menyebut aksi sidang rakyat Yogyakarta mirip aksi PKI menuai kiritk keras dari masyarakat Yogyakarta. Bahkan, masyarakat Yogyakarta juga berencana memboikot Bahkan masyarakat Yogyakarta menantang Ruhut Sitompul untuk datang dan berbicara langsung dihadapan masyarakat Yogya. “Kalau Ruhut Sitompul kalau belum mati, belum bisa dia berhenti bicara yang tidak enak. Bukan […]

expand_less