Kecilnya Anggaran Tak Mendukung Tupoksi Dinas Ketahanan Pangan. Ini Perbandingannya
- account_circle Muhammad Hanapi
- calendar_month 46 menit yang lalu
- print Cetak

PANYABUNGAN,( Mandailing Online ) – Tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mandailing Natal yang seharusnya fokus mengurusi perut rakyat, diduga tidak tercermin dalam postur anggaran APBD TA 2026.
Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) yang diperoleh redaksi, dari total 42 paket kegiatan senilai Rp 597.692.240, pos Belanja Perjalanan Dinas justru menjadi salah satu yang paling dominan dengan pagu Rp 122.158.000.
Rinciannya, Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota tercatat Rp 49.539.000 dan Belanja Perjalanan Dinas Biasa Rp 72.619.000.
Padahal berdasarkan Peraturan Bupati Mandailing Natal No. 35 Tahun 2022 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Dinas Ketahanan Pangan, tupoksi dinas ini sangat jelas. Mengelola ketersediaan dan cadangan pangan kabupaten, Menjaga distribusi, stabilisasi pasokan dan harga pangan untuk pengendalian inflasi. serta Melaksanakan gelar pangan murah dan sidak pasar melalui Satgas Pangan dan Menangani kerawanan pangan dan diversifikasi konsumsi.
Namun fakta anggaran justru terbalik. Anggaran Bibit Tanaman dadi 2 pos anggaran hanya Rp 40.597.500. Artinya, perjalanan dinas 3 kali lipat lebih besar dari bibit yang menjadi hulu ketahanan pangan.
Bahan Kimia dan Obat-obatan hanya Rp 64,6 juta, padahal berkaitan dengan keamanan dan produksi pangan. Selain itu Barang untuk Dijual/Diserahkan kepada Masyarakat hanya Rp 159,2 juta, selisih tipis dengan anggaran jalan-jalan dinas.
Ironisnya, anggaran operasional kantor yang tidak berhubungan langsung dengan pangan justru membengkak, seperti Belanja Tagihan Listrik Rp 20,6 juta, Tagihan Air Rp 17 juta, Langganan Jurnal/Surat Kabar Rp 23.055.000, dan Internet Rp 14,8 juta.
Kondisi ini sangat ironis di tengah anjloknya produksi padi Madina. Dinas Pertanian sendiri mencatat produksi hilang 10 ribu ton per musim karena 1.600 hektare sawah gagal tanam akibat irigasi Sipon Aek Pohon, Simangambat dan Sihepeng rusak.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Madina Taufik Zulhendra Ritonga yang berupaya dikonfirmasi belum berhasil (fikri )
- Penulis: Muhammad Hanapi




