Klaim Makmur dari Tanaman Kakao, 250 Ribu Bantuan Bibit Kakao Tanpa Jejak Lahan, PPL Jadi Tameng
- account_circle Muhammad Hanapi
- calendar_month 2 menit yang lalu
- print Cetak

Bantuan bibit kakao yang diterima kelompok tani di wilayah Kecamatan Panyabungan Timur, Madina ( mandailing online)
PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Janji kemakmuran dari komoditas kakao dilontarkan Dinas Pertanian (Distan) Mandailing Natal (Madina). Ironisnya, di balik klaim makmur dalam 3 tahun, keberadaan fisik lahan untuk 250 ribu batang bibit kakao bantuan pusat itu hingga kini belum keliatan.
“Insyaallah tiga tahun ke depan sudah makmur Madina dari kakao saja,” kata Plt Kepala Dinas Pertanian Madina, Syail Lubis saat dikonfirmasi di kantornya, Jumat (7/11).
Sesumbar itu dilontarkan tanpa data pembanding yang terbuka. Saat ditanya di mana titik pasti lahan 250 ribu bibit itu ditanam, siapa kelompok taninya, dan berapa luas baku lahan per desa, Syail tak mampu menyebut satu pun koordinat atau data by name by address.
Ia hanya berlindung di balik istilah CPCL ( calon petani dan calon lokasi ) dan melempar tanggung jawab ke penyuluh.
“Terkait lokasi lahannya yang jelas itu ada. Kita hanya CPCL melalui penyuluh dari balai sehingga bisa di-ACC. Misalnya ini petani kami, kelompok tani, dari desa ini, ini dan sekian lahan,” kilahnya.
Kejanggalan kedua muncul pada jumlah bibit. Dalam satu wawancara, Syail menyebut bantuan 250 ribu batang. Di sisi lain, ia mengakui label bibit yang terpasang tertulis 187.950 batang.

Bukti data jumlah bibit yang ditempel di batang bibit kakao (mandailing online )
Saat dikonfrontir, angka kembali berubah menjadi 260 ribu batang dengan alasan tambahan 10 ribu batang untuk cadangan bibit mati.
“Iya benar, mengenai pagu anggaran itu vendor, kami hanya menerima. Jadi itu ada 260 ribu, vendor sudah kasih sekitar 10 ribu lebih batang kakao untuk antisipasi atau istilahnya jika ada yang mati, rusak, tidak sesuai,” ujarnya.
Tiga angka berbeda untuk satu program yang sama yakni 250 ribu, 187.950, dan 260 ribu. Distan tak mampu menjelaskan mana angka kontrak resmi dan mana angka realisasi tanam.
Vendor pengadaan, CV Bumi Mitra asal Binjai, disebut memasok klon SUL 2 umur 3 bulan. Soal harga satuan dan total pagu anggaran, Syail mengaku hanya “menerima” dari vendor.
Distribusi bibit disebut-sebut Panyabungan Timur 20 ribu, Kotanopan 50.400, Lembah Sorik Marapi 10 ribu, Panyabungan Barat 83.500, Panyabungan Utara 20 ribu, Naga Juang 41.500, Hutabargot 14 ribu.
Namun penelusuran Mandailing Online di lapangan membantah klaim tersebut.
Di Kelurahan Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur yang disebut menerima 20 ribu batang, seorang pegawai kelurahan mengaku kelompok tani Sepadan menerima bantuan itu dengan klaim luas lahan 20 hektare.
“Itukan dari Kementerian Pertanian yang diberikan pada kelompok tani. Di sini nama kelompok taninya Sepadan, ada 20 ribu batang kemarin yang diterima. Luas lahan tanamnya 20 hektare. Itulah dulu kejar di manakah yang 20 hektare itu,” kata sumber tersebut, Jumat (6/11).
Dalam hitungan lahan, 20 hektar dengan 20 ribu batang bibit bantuan yang diterima Pemkab Madina yang diserahkan ke kelompok tani sebanyak 250 ribu batang bibit kakao membutuhlan 250 hektar.
Upaya konfirmasi ke Camat Panyabungan Timur, Wahyu, juga buntu. Saat didatangi ke kantornya Kamis (5/11), yang bersangkutan tidak ada. Pesan WhatsApp hingga berita ini naik tidak dibalas.
Dikhawatirkan, ratuaan bibit kakao ini akan tidak berguna tanpa keterbukaan CPCL
Program ratusan ribu bibit tanpa keterbukaan CPCL ( calon petani dan calon lokasi ) yang bisa diverifikasi rawan menjadi proyek fiktif, salah tanam, atau bibit mati di jalan sehingga jargon petani kakao makmur nantinya hanya sebatas diatas kertas.(fikri )
- Penulis: Muhammad Hanapi




