Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Rebutan Lahan Eks PTPN II, 1 Tewas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Agt 2012
  • print Cetak

Ditikam di Depan Anak Kandung

LABUHAN DELI, (MO)- Persoalan sengketa tanah sepertinya tidak ada habisnya, kembali satu nyawa melayang dan dua lainnya kritis akibat bentrokan memperebutkan lahan eks PTPN II. Peristiwa tersebut terjadi di lahan garapan Pasar X Desa Manunggal Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deliserdang, Rabu (1/8) kemarin.

Keterangan dihimpun Sumut Pos di sekitar lokasi kejadian, bentrokan berdarah di lahan garapan itu terjadi sekira pukul 13.45 WIB. Ketika itu korbann
Hergiono alias Ang (45) warga Jalan Baut Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan bersama empat rekannya yakni Ragil, Heri, Yanto, dan Hendro (42) warga Titi Baru Klumpang Kecamatan Hamparan Perak bermaksud memasang plang dan bendera mengatasnamakan kelompok petani penggarap di areal tersebut.

Belum sempat plang dipasang persis di depan lahan garapan milik Kelompok Tani Maju Lestari (KTML) Sumut, tiba-tiba puluhan pria dengan menumpangi mobil dan sepeda motor mendatangi Hergiono dan temannya. “Aku tak tahu mereka (pelaku) dari kelompok mana. Hanya saja sebelum terjadi bentrokan, kami sempat ribut mulut sama mereka,” ujar Hendro, seorang korban saat dirawat di Klinik Tumbuh Sehat, Marelan.

Karena sama-sama bersikeras mengaku sebagai pemilik atas lahan garapan tersebut, keributan mulut antarkedua kelompok ini kemudian berakhir bentrok. Dalam kejadian itu, Hergiono tewas bersimbah darah setelah mengalami luka bacok di bagian leher, perut, dan tangannya. Sedangkan keempat temannya termasuk Ragil dan Hendro yang mengalami luka bacok berhasil selamat setelah berupaya melarikan diri ke permukiman warga.

“Karena kulihat mereka jumlahnya banyak sambil bawa parang dan panah, aku langsung lari ke rumah warga. Oleh warga aku disembunyikan sedangkan yang lain aku tak tahu melarikan diri ke mana. Cuma, sebelum lari aku sempat melihat si Ang terkapar di tanah,” ungkapnya.

Hendro mengaku, dirinya ikut memasang plang di lahan garapan itu setelah diajak oleh Ragil. Karena tak menyangka bakal terjadi keributan, pria kurus bercelana panjang warna hitam ini pun ikut. “Aku ‘gak tahu soal permasalahan tanah garapan itu, aku datang ke lahan itu karena diajak sama si Ragil. Dan kalau tahu bakal rebut, pasti aku tak mau diajak sama dia,” tuturnya.

Warga setempat ketika ditanyai Sumut Pos menyebutkan, sebelum bentrokan berdarah terjadi, Hergiono yang kerap mengaku anggota BIN ini pernah terlibat keributan dengan seorang pria berinisial Jur yang juga mengaku sebagai kelompok penggarap.

“Beberapa hari sebelumnya memang sudah ada keributan, masalahnya salah satu dari kelompok penggarap berencana membangun rumah ibadah di lahan itu. Sedangkan kelompok satunya lagi melarang karena mengaku lahan itu punya dia,” sebut warga yang minta namanya untuk tidak ditulis.
Warga mengaku, sebelum bentrokan terjadi mereka sempat melihat belasan sepeda motor dan mobil melintas masuk ke lahan garapan.”Kalau untuk 30 orang mungkin ada, mereka naik kereta (sepeda motor, Red) dan mobil, tak berapa lama ada beberapa orang lari minta tolong ke arah rumah warga di sini. Sedangkan pelakunya ada yang lari ke arah perkebunan menuju Hamparan Perak,” lanjut warga.

Sementara, petugas Polres Pelabuhan Belawan yang tiba di lokasi kejadian setelah menerima laporan warga selanjutnya melakukan pengamanan dan mengevakuasi jasad Hergiono ke RSU dr Pirngadi Medan guna kepetingan penyidikan. Sedangkan sejumlah barang bukti di antaranya sebuah plang milik korban disita petugas.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Yudi Priyanto ketika dihubungi Sumut Pos mengatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku dalam pristiwa bentrokan di lahan garapan yang mengakibatkan seorang warga tewas.”Sebentar dulu ya, kita masih melakukan pengejaran terhadap pelakunya ini,” ujar Yudi singkat.

Adit (21) keponakan Hergiono ketika ditemui di instalasi jenazah RSUD dr Pirngadi Medan mengungkapkan, pamannya itu dikeroyok. Saat itu, selain dengan teman-temannya, pamannya juga bersama anaknya Topan (4). “Tanpa basa-basi pamanku dan kawannya siang itu langsung dikeroyok bahkan di depan anak kandungnya sendiri. Karena ‘gak seimbang mereka sempat lari, tapi saat itu paman berhasil ditahan orang itu dan ‘gak bisa menyelamatkan diri,” ujar Adit yang mengakui jika korban memiliki dua anak kandung dan seorang anak tiri.

Menurut Adit, beruntung Topan tak ikut jadi korban. “Karena dia anak-anak makanya dibiarkan sama pelaku, tapi anaknya saat itu melihat langsung ayahnya dipukuli,”terang Adit.

Sementara paman Hergiono yang turut mengantarkan jasad ke RSUD dr Pirngadi Medan tidak mau memberikan komentar apapun. Begitupun saat disinggung tentang konflik terkait perebutan lahan garapan, lagi-lagi paman korban bungkam. (mag-17/uma.b.sumut)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pilkada Palas Dijadwalkan 11 September

    Pilkada Palas Dijadwalkan 11 September

    • calendar_month Kamis, 22 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS, (MO) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Padang Lawas (Palas) dijadwalkan menghelat pemilihan kepala daerah (pilkada) pada Rabu, 11 September 2013 mendatang. Penjadwalan ini setelah KPU Palas menerima surat dari KPU Pusat dalam hal pelaksanaan pemilukada Bupati dan Wakil Bupati periode 2014-2019.Menurut Devisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kabupaten Palas Ali Atas Siregar Sag, KPU […]

  • Nama-nama Caleg Yang Akan Memperoleh Kursi di Dapil Madina I

    Nama-nama Caleg Yang Akan Memperoleh Kursi di Dapil Madina I

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal (Madina) telah menyelesaikan rekapitulasi perolehan suara partai politik Pemilu 2014, Senin dini hari (22/4/2014). Sebanyak 10 kursi DPRD Madina yang diperebutkan di Daereh Pemilihan I (Dapil I) meliputi Kecamatan Panyabungan, Panyabungan Timur dan Panyabungan Barat. Partai Nasdem memperoleh 1 kursi di dapil I dengan total […]

  • Tiga Calon Haji dari Panyabungan Timur

    Tiga Calon Haji dari Panyabungan Timur

    • calendar_month Rabu, 3 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Jumlah calon haji dari Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal tahun ini sebanyak 3 orang. Ketiganya berasal dari desa Sirangkap. Itu diketahui pada acara pelepasan oleh pihak Muspika di aula Kantor Camat Panyabungan Timur, Rabu,(3/8). Acara ini dihadiri Camat Panyabungan Timur,  Aidil Faturrahman S.Sos; Kepala KUA Panyabungan Timur, H.Naziruddin, Lc; pihak Babinsa, Kapospol, […]

  • Korban Pelecehan Seks di Timur Tengah, Puluhan Anak TKW Dibuang

    Korban Pelecehan Seks di Timur Tengah, Puluhan Anak TKW Dibuang

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, Banyak tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di Arab Saudi menjadi korban pelecehan atau kekerasan seksual, juga melakukan hubungan gelap dengan majikan. Mereka harus menanggung aib, mengandung anak hasil perbuatan haram. Saat mereka pulang ke Indonesia, TKW yang bermasalah itu menjadi kebingungan dengan anak yang dibawanya. Apalagi, ada dari mereka yang telah mempunyai suami […]

  • Terpenting Pemuda Turut Andil Membangun Madina

    Terpenting Pemuda Turut Andil Membangun Madina

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua KNPI Mandailing Natal (Madina) Khairil Amri yang baru saja dilantik menyebutkan pengurus tidak berharap banyak selain pemuda turut andil dalam membangun daerah. “Kami tidak berharap banyak, yang terpenting pemuda bisa turut andil dalam pembangunan Madina dan bisa dirasakan kesejahteraan seperti cita – cita kemerdekaan,” katanya dalam sambutannya, Jumat (12/8). Pelantikan […]

  • SI-GOTAP ULU

    SI-GOTAP ULU

    • calendar_month Selasa, 5 Sep 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. M. Daud Batubara, MSi Si-Gotap Ulu, merupakan kata yang cukup mengerikan dan dirasakan sebagai ancaman bagi anak-anak di masa sekitar 60 sampai 70-an. Karena kata ini berasal Gotap (bahasa Mandailing) artinya potong atau penggal, sedang ulu artinya kepala. Bila kata ini digabungkan, artinya menjadi penggal kepala. Sedangankan penggunaan kata Si pada awal kata […]

expand_less