Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Rebutan Lahan Eks PTPN II, 1 Tewas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Agt 2012
  • print Cetak

Ditikam di Depan Anak Kandung

LABUHAN DELI, (MO)- Persoalan sengketa tanah sepertinya tidak ada habisnya, kembali satu nyawa melayang dan dua lainnya kritis akibat bentrokan memperebutkan lahan eks PTPN II. Peristiwa tersebut terjadi di lahan garapan Pasar X Desa Manunggal Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deliserdang, Rabu (1/8) kemarin.

Keterangan dihimpun Sumut Pos di sekitar lokasi kejadian, bentrokan berdarah di lahan garapan itu terjadi sekira pukul 13.45 WIB. Ketika itu korbann
Hergiono alias Ang (45) warga Jalan Baut Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan bersama empat rekannya yakni Ragil, Heri, Yanto, dan Hendro (42) warga Titi Baru Klumpang Kecamatan Hamparan Perak bermaksud memasang plang dan bendera mengatasnamakan kelompok petani penggarap di areal tersebut.

Belum sempat plang dipasang persis di depan lahan garapan milik Kelompok Tani Maju Lestari (KTML) Sumut, tiba-tiba puluhan pria dengan menumpangi mobil dan sepeda motor mendatangi Hergiono dan temannya. “Aku tak tahu mereka (pelaku) dari kelompok mana. Hanya saja sebelum terjadi bentrokan, kami sempat ribut mulut sama mereka,” ujar Hendro, seorang korban saat dirawat di Klinik Tumbuh Sehat, Marelan.

Karena sama-sama bersikeras mengaku sebagai pemilik atas lahan garapan tersebut, keributan mulut antarkedua kelompok ini kemudian berakhir bentrok. Dalam kejadian itu, Hergiono tewas bersimbah darah setelah mengalami luka bacok di bagian leher, perut, dan tangannya. Sedangkan keempat temannya termasuk Ragil dan Hendro yang mengalami luka bacok berhasil selamat setelah berupaya melarikan diri ke permukiman warga.

“Karena kulihat mereka jumlahnya banyak sambil bawa parang dan panah, aku langsung lari ke rumah warga. Oleh warga aku disembunyikan sedangkan yang lain aku tak tahu melarikan diri ke mana. Cuma, sebelum lari aku sempat melihat si Ang terkapar di tanah,” ungkapnya.

Hendro mengaku, dirinya ikut memasang plang di lahan garapan itu setelah diajak oleh Ragil. Karena tak menyangka bakal terjadi keributan, pria kurus bercelana panjang warna hitam ini pun ikut. “Aku ‘gak tahu soal permasalahan tanah garapan itu, aku datang ke lahan itu karena diajak sama si Ragil. Dan kalau tahu bakal rebut, pasti aku tak mau diajak sama dia,” tuturnya.

Warga setempat ketika ditanyai Sumut Pos menyebutkan, sebelum bentrokan berdarah terjadi, Hergiono yang kerap mengaku anggota BIN ini pernah terlibat keributan dengan seorang pria berinisial Jur yang juga mengaku sebagai kelompok penggarap.

“Beberapa hari sebelumnya memang sudah ada keributan, masalahnya salah satu dari kelompok penggarap berencana membangun rumah ibadah di lahan itu. Sedangkan kelompok satunya lagi melarang karena mengaku lahan itu punya dia,” sebut warga yang minta namanya untuk tidak ditulis.
Warga mengaku, sebelum bentrokan terjadi mereka sempat melihat belasan sepeda motor dan mobil melintas masuk ke lahan garapan.”Kalau untuk 30 orang mungkin ada, mereka naik kereta (sepeda motor, Red) dan mobil, tak berapa lama ada beberapa orang lari minta tolong ke arah rumah warga di sini. Sedangkan pelakunya ada yang lari ke arah perkebunan menuju Hamparan Perak,” lanjut warga.

Sementara, petugas Polres Pelabuhan Belawan yang tiba di lokasi kejadian setelah menerima laporan warga selanjutnya melakukan pengamanan dan mengevakuasi jasad Hergiono ke RSU dr Pirngadi Medan guna kepetingan penyidikan. Sedangkan sejumlah barang bukti di antaranya sebuah plang milik korban disita petugas.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Yudi Priyanto ketika dihubungi Sumut Pos mengatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku dalam pristiwa bentrokan di lahan garapan yang mengakibatkan seorang warga tewas.”Sebentar dulu ya, kita masih melakukan pengejaran terhadap pelakunya ini,” ujar Yudi singkat.

Adit (21) keponakan Hergiono ketika ditemui di instalasi jenazah RSUD dr Pirngadi Medan mengungkapkan, pamannya itu dikeroyok. Saat itu, selain dengan teman-temannya, pamannya juga bersama anaknya Topan (4). “Tanpa basa-basi pamanku dan kawannya siang itu langsung dikeroyok bahkan di depan anak kandungnya sendiri. Karena ‘gak seimbang mereka sempat lari, tapi saat itu paman berhasil ditahan orang itu dan ‘gak bisa menyelamatkan diri,” ujar Adit yang mengakui jika korban memiliki dua anak kandung dan seorang anak tiri.

Menurut Adit, beruntung Topan tak ikut jadi korban. “Karena dia anak-anak makanya dibiarkan sama pelaku, tapi anaknya saat itu melihat langsung ayahnya dipukuli,”terang Adit.

Sementara paman Hergiono yang turut mengantarkan jasad ke RSUD dr Pirngadi Medan tidak mau memberikan komentar apapun. Begitupun saat disinggung tentang konflik terkait perebutan lahan garapan, lagi-lagi paman korban bungkam. (mag-17/uma.b.sumut)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lahirnya Generasi Stres

    Lahirnya Generasi Stres

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN :Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan, ketidaktahuan orang tua dalam mendidik anak sering menyebabkan lahirnya “generasi stres”. “Karena melupakan hak anak, tanpa sadar kita melahirkan `generasi stres`,” katanya dalam seminar “Anakku Masa Depanku” yang diselenggarakan Blessing Community dan Dinas Pendidikan Kota Medan di di Medan, Sabtu 27 November 2010. Sebenarnya, kata dia, […]

  • Breaking News! Kantor Dalihan Natolu Grup di Padangsidimpuan Disegel KPK

    Breaking News! Kantor Dalihan Natolu Grup di Padangsidimpuan Disegel KPK

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PADANGSIDIMPUAN-( Mandailing Online ): Warga di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut), tiba-tiba heboh melihat segel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di salah satu kantor kontraktor. Kantor tersebut berada di Jalan Teratai, Kelurahan Pintu Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan. Menurut pantauan wartawan, segel dengan bertuliskan “Dalam Pengawasan KPK” itu terpajang di depan pintu masuk kantor berwarna […]

  • Terkait Kades Jambur Baru Batangnatal. Dinas PMD Madina Tunggu Hasil Rekomendasi Inspektorat

    Terkait Kades Jambur Baru Batangnatal. Dinas PMD Madina Tunggu Hasil Rekomendasi Inspektorat

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Irsal Pariadi, menyatakan akan menindaklanjuti hasil rekomendasi Inspektorat terkait Kepala Desa Jambur Baru, Riswan Haedy, yang diduga melakukan pengrusakan aset daerah. “Kita tunggu rekomendasi hasil riksus dari inspektorat. Apabila sudah keluar akan kami jalankan dan tindaklanjuti sesuai rekomendasi tersebut,” kata Irsal Pariadi Senin […]

  • Aneh Tahun 2024 Ternyata Proyek Sanctuary Tapir di Sopotinjak Kembali Dianggarkan.TNBG Bantah Proyek itu Mubazzir

    Aneh Tahun 2024 Ternyata Proyek Sanctuary Tapir di Sopotinjak Kembali Dianggarkan.TNBG Bantah Proyek itu Mubazzir

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – (Mandailing Online) – Terkait Proyek Sanctuary Tapir di Desa Sopo Tinjak, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang dinilai mubazir dibantah satuan kerja Balai Taman Nasional Batang Gadis (TNBG). Melalui Bidang Sub Bagian Tata Usaha. Herbert Aritonang, didampingi Kepala seksi Siti Wahyuni selaku pengelola taman nasional wilayah 3 TNBG mengatakan proyek pembangunan […]

  • Staf BPN Deli Serdang Ditahan

    Staf BPN Deli Serdang Ditahan

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LUBUK PAKAM- Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuk Pakam kembali menahan tersangka tindak pidana korupsi pengadaan lahan gardu induk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), yang berokasi di Dusun V Desa Petangguhan Kecamatan Galang. Kali ini Kejari menahan M Dachi (45) yang merupakan staf Badan Pertanahan Negara (BPN) Deli Serdang, yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka. Penahanan itu […]

  • Hari Ini, Pemeriksaan Hewan Kurban Serentak Dilakukan di Madina

    Hari Ini, Pemeriksaan Hewan Kurban Serentak Dilakukan di Madina

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) :  melibatkan 34 orang petugas teknis dan dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal, hari ini selasa ( 20/6/2023 ) secara serentak dilakukan pemeriksaan hewan kurban, selain memeriksa kesehatan hewan, petugas juga memeriksa kelayakan baik dari segi usia maupun surat vaksin hewan yang di kurban kan. Kepala […]

expand_less