Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

Masjid Agung Nur Alannur, Kebanggaan Masyarakat Madina Diresmikan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2010
  • print Cetak

Berbiaya Rp38 M, Bisa Tampung 2.250 Orang
Setelah selama kurang lebih lima tahun masa pembangunan, Masjid Agung Nur Alannur Kabupaten Mandailing Natal akhirnya diresmikan Bupati H Amru Daulay SH didampingi seluruh Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Madina, Kamis (26/8) malam usai salat tarawih bersama. Peresmian masjid yang terletak di Desa Parbangunan Aek Godang, Kecamatan Panyabungan ini dihadiri ribuan warga.

Data diperoleh METRO dari Pemkab Madina melalui Kepala Bagian Humasy, M Taufik Lubis SH, Jumat (27/8) menyebutkan, peresmian masjid agung yang berada di pinggir bendungan Aek Batang Gadis dan beseberangan dengan rumah dinas Bupati Madina itu dilakukan mengingat hampir rampungnya pembangunan masjid kebanggaan masyarakat dan Pemkab Madina tersebut.

Proses pembangunan masjid agung itu bertahap selama lima tahun, anggaran dana yang telah dihabiskan untuk pembangunannya lebih dari Rp38 miliar, meskipun dana itu belum juga menyelesaikan secara sempurna pembangunannya.

Taufik menyebutkan, pembangunan Masjid Nur Alannur digagas Bupati Madina H Amru Daulay SH pada tahun 2003 atau masa periode pertama kepemimpinannya sebagai Bupati Madina. Dari analisa yang dilakukan, letak atau lokasi di sepanjang aliran sungai ini sangat strategis untuk mendirikan masjid, tepatnya di sekitar bendungan Batang Gadis Aek Godang yang juga merupakan salah satu objek wisata di Panyabungan.

Adapun kontrak pembangunan sebagai konsultan perencanaan dilaksanakan oleh PT Birano Achamad Noe’man di Bandung. Sedangkan pelaksanaan konstruksi dikerjakan oleh PT Waskita Karya. Selanjutnya tahapan pendanaan pembangunan masjid agung ini dilakukan dalam beberapa tahap.

Yakni tahap pertama dengan program pematangan lahan pada tahun 2005 hingga 2007. Untuk tahap kedua dengan program pembangunan masjid sejak tahun 2007 hingga tahun 2010. Sedangkan tahap berikutnya yang saat ini direncanakan adalah tahap pembangunan landscape, bangunan penunjang, dan penyempurnaan masjid yang direncanakan akan dikerjakan tahun 2010 hingga 2012.

“Sesuai data yang ada, pendanaan ini ada beberapa tahap. Yakni untuk anggaran tahun 2008 biaya yang dikeluarkan dari APBD sebesar Rp13.475.000.000, dan sudah selesai dikerjakan, sedangkan untuk tahap kedua tahun 2009 dengan anggaran Rp17.169.941.000, sudah selesai dikerjakan,” ujar Taufik saat ditemui di ruang kerjanya.

Untuk tahap berikutnya tahun anggaran 2010 yang memiliki dua nilai, yakni untuk nilai pertama sebesar Rp2 miliar dan telah selesai dikerjakan. Sedangkan untuk nilai kedua Rp6 miliar pada saat ini sedang persiapan pelaksanaan.

Dari data yang disebutkan Taufik, pembangunan masjid agung tersebut masih belum sempurna atau masih butuh biaya untuk dua kali anggaran lagi, yakni untuk tahap berikutnya sebagaimana yang telah direncanakan Pemkab Madina.

“Tahun anggaran 2011 untuk pembangunan tahap penyempurnaan masjid agung direncanakan dananya sebesar Rp10 miliar, dan tahun anggaran 2012 sebesar Rp8.033.108.000. Kita berharap pada dua tahapan ini Bupati Madina berikutnya menyambut baik rencana pembangunan atau penyempurnaan masjid agung supaya pembangunannya pada tahap sempurna. Dan total biaya yang sudah dikeluarkan hingga saat ini sebesar Rp38.644.941.000,” ungkapnya.

“Sedangkan kalau dijumlahkan dengan dana yang direncanakan untuk pembangunan masjid hingga tahun anggaran 2011 dan tahun 2012, maka total dana keseluruhan untuk pembangunan masjid hingga sempurna akan berjumlah Rp56.678.049.000,” tambahnya.

Adapun luas lahan dan bangunan Masjid Agung Nur Alannur dengan rincian yakni luas bangunan seluruh lantai seluas 4.172 M2, luasa lahan secara keseluruhan seluas 21.197 M2, sedangkan kapasitas jamaah di dalam gedung ruang salat utama berada di lantai 2 sebanyak 1.675 orang jamaah, untuk ruang shalat mezanine di lantai 3 sebanyak 575 orang. Jumlah kapasitas tampungnya sebanyak 2.250 orang.

Untuk komponen-komponen bagian bangunan, lanjut Kabag Humasy, memiliki banyak komponen. Dengan rincian lantai satu yakni tempat ruang serba guna atau fasilitas umum, tempat yang terdiri dari dua jenis, ruang peralatan sound system, menara utama dengan ketinggian kuran lebih 60 meter, sedangkan menara sayap setinggi 18 meter.

“Sedangkan komponen yang ada di lantai dua yakni terdiri dari ruang salat utama, ruang pengurus masjid, ruang peralatan sound system. Untuk lantai tiga terdiri dari ruang salat tambahan, ruang pengurus masjid, rangka atap baja berat. Sedangkan bangunan sebelah timur berada di luar masjid terdiri dari bangunan perumahan dan guest home, bangunan asrama putra dan putri, bangunan power house dan bangunan selasar, bangunan balai sidang dan perpustakaan, bangunan kampus, balai pengobatan, bangunan taman kanak-kanak Alquran, dan lain-lain,” tuturnya.

Dalam hal ini, sambung Taufik, Bupati Madina H Amru Dulay mengimbau kepada seluruh masyarakat Madina untuk sama-sama turut memakmurkan Masjid Agung Nur Alannur yang telah dicanangkan selama bertahun-tahun.

“Karena menurut Bupati Madina, masjid meskipun dengan kondisi yang sangat megah dan bagus namun bukanlah hanya keindahan dalam pandangan semata, tapi dengan kondisi fisik itu warga Madina menyesuaikannya dengan menggunakannya sebagai sarana beribadah baik amalan wajib maupun yang sunnah,” ucap Taufik mengakhiri. (wan)

sumber: metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dispensasi Nikah? Produk Tambal Sumbal Tanpa Islam Kafah

    Dispensasi Nikah? Produk Tambal Sumbal Tanpa Islam Kafah

    • calendar_month Senin, 13 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen, penulis Mengerikan! Harus waspada! Kasus kerusakan generasi di negeri  tidak bisa lagi dianggap biasa-biasa lagi. Maraknya kasus keruskan hampir di segala lini kehidupan semakin mencekik generasi muda anak bangsa. Khsusunya di ranah potensi kehidupan naluri seksual. Gaya hidup yang mengarusderaskan liberalisme telah melahirkan wajah kaum muda yang rapuh dan jauh […]

  • Hari Listrik Nasional ke 65, PLN Ranting Panyabungan Tingkatkan Pelayanan

    Hari Listrik Nasional ke 65, PLN Ranting Panyabungan Tingkatkan Pelayanan

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-; Dalam rangka mensukseskan program Hari Listrik Nasional (HLN) ke 65, PLN Ranting Panyabungan meningkatkan pelayanan dengan mengunjungi ke rumah-rumah pelanggan sambungan baru, khususnya warga telah bermohon sambungan baru. Manager PLN Ranting Panyabungan, Pardomuan Nasution melalui K Sitompul serta sejumlah Supervisor lainnya yakni R Sianturi, Rahman Tambunan, Eryan Tresnadi, Emi Robiah Nasution kepada METRO, Kamis […]

  • Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 2)

    Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 2)

    • calendar_month Sabtu, 15 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sastra Klasik Seni sastra Mandailing ditularkan melalui tradisi yang khas, misalnya melalui medium berikut: [4] 1. Marturi.  Tradisi bercerita dalam konteks sosial Mandailing yang dilakukan secara verbal. Cerita ditularkan secara turun-temurun. Plot menggunakan alur maju dan banyak memuat ajaran tentang budi pekerti. 2. Ende Ungut-ungut dibedakan atas temanya. Ende merupakan ungkapan hati, ekspresi kesedihan karena […]

  • Lima Daerah di Sumut Batal Terima DAU

    Lima Daerah di Sumut Batal Terima DAU

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Lima daerah di Sumatera Utara (Sumut) batal menerima Dana Alokasi Umum (DAU) karena Kementerian Keuangan RI melakukan penundaan pencairannya mulai April 2011. Kelima daerah tersebut adalah Nias Selatan, Batubara, Padanglawas, Langkat dan Karo dengan total dana DAU sekitar Rp42 miliar. Kepala Bagian (Kabag) Pembinaan Anggaran Kabupaten/Kota Biro Keuangan Pempropsu Indra Saleh mengatakan, penundaan tersebut […]

  • Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 3)

    Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 3)

    • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masa Kolonial Beberapa tonggak sastra yang berkembang pada masa kolonial antara lain: Willem Iskander (1840-1876) Pria kelahiran Pidoli bernama asli Sati Nasution ini menulis beberapa buku, antara lain: 1) “Hendrik Nadenggan Roa, Sada Boekoe Basaon ni Dakdanak.” (Terjemahan). Padang: Van Zadelhoff and Fabritius (1865). 2) “Leesboek van W.C. Thurn in het Mandhelingsch Vertaald.” Batavia: Landsdrukkerij. (1871) […]

  • Bacalon Bupati Madina 2024, Nama Zuhri Mustafa Nasution Dapat Respon Baik

    Bacalon Bupati Madina 2024, Nama Zuhri Mustafa Nasution Dapat Respon Baik

    • calendar_month Rabu, 14 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) muncul nya nama H.Zuhri Mustafa Nasution sebagai bakal calon Bupati Mandailing Natal ( Madina ) mendapat respon dari berbagai pihak salah satunya dari mantan Ketua DPRD Madina AS Imran Khaitami Daulay. Pada Mandailing Online, ia mengaku Munculnya nama Zuhri dalam bursa calon Kepala Daerah Madina menurutnya cukup menggembirakan bagi masyarakat […]

expand_less