Senin, 14 Sep 2026
light_mode

Masjid Agung Nur Alannur, Kebanggaan Masyarakat Madina Diresmikan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2010
  • print Cetak

Berbiaya Rp38 M, Bisa Tampung 2.250 Orang
Setelah selama kurang lebih lima tahun masa pembangunan, Masjid Agung Nur Alannur Kabupaten Mandailing Natal akhirnya diresmikan Bupati H Amru Daulay SH didampingi seluruh Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Madina, Kamis (26/8) malam usai salat tarawih bersama. Peresmian masjid yang terletak di Desa Parbangunan Aek Godang, Kecamatan Panyabungan ini dihadiri ribuan warga.

Data diperoleh METRO dari Pemkab Madina melalui Kepala Bagian Humasy, M Taufik Lubis SH, Jumat (27/8) menyebutkan, peresmian masjid agung yang berada di pinggir bendungan Aek Batang Gadis dan beseberangan dengan rumah dinas Bupati Madina itu dilakukan mengingat hampir rampungnya pembangunan masjid kebanggaan masyarakat dan Pemkab Madina tersebut.

Proses pembangunan masjid agung itu bertahap selama lima tahun, anggaran dana yang telah dihabiskan untuk pembangunannya lebih dari Rp38 miliar, meskipun dana itu belum juga menyelesaikan secara sempurna pembangunannya.

Taufik menyebutkan, pembangunan Masjid Nur Alannur digagas Bupati Madina H Amru Daulay SH pada tahun 2003 atau masa periode pertama kepemimpinannya sebagai Bupati Madina. Dari analisa yang dilakukan, letak atau lokasi di sepanjang aliran sungai ini sangat strategis untuk mendirikan masjid, tepatnya di sekitar bendungan Batang Gadis Aek Godang yang juga merupakan salah satu objek wisata di Panyabungan.

Adapun kontrak pembangunan sebagai konsultan perencanaan dilaksanakan oleh PT Birano Achamad Noe’man di Bandung. Sedangkan pelaksanaan konstruksi dikerjakan oleh PT Waskita Karya. Selanjutnya tahapan pendanaan pembangunan masjid agung ini dilakukan dalam beberapa tahap.

Yakni tahap pertama dengan program pematangan lahan pada tahun 2005 hingga 2007. Untuk tahap kedua dengan program pembangunan masjid sejak tahun 2007 hingga tahun 2010. Sedangkan tahap berikutnya yang saat ini direncanakan adalah tahap pembangunan landscape, bangunan penunjang, dan penyempurnaan masjid yang direncanakan akan dikerjakan tahun 2010 hingga 2012.

“Sesuai data yang ada, pendanaan ini ada beberapa tahap. Yakni untuk anggaran tahun 2008 biaya yang dikeluarkan dari APBD sebesar Rp13.475.000.000, dan sudah selesai dikerjakan, sedangkan untuk tahap kedua tahun 2009 dengan anggaran Rp17.169.941.000, sudah selesai dikerjakan,” ujar Taufik saat ditemui di ruang kerjanya.

Untuk tahap berikutnya tahun anggaran 2010 yang memiliki dua nilai, yakni untuk nilai pertama sebesar Rp2 miliar dan telah selesai dikerjakan. Sedangkan untuk nilai kedua Rp6 miliar pada saat ini sedang persiapan pelaksanaan.

Dari data yang disebutkan Taufik, pembangunan masjid agung tersebut masih belum sempurna atau masih butuh biaya untuk dua kali anggaran lagi, yakni untuk tahap berikutnya sebagaimana yang telah direncanakan Pemkab Madina.

“Tahun anggaran 2011 untuk pembangunan tahap penyempurnaan masjid agung direncanakan dananya sebesar Rp10 miliar, dan tahun anggaran 2012 sebesar Rp8.033.108.000. Kita berharap pada dua tahapan ini Bupati Madina berikutnya menyambut baik rencana pembangunan atau penyempurnaan masjid agung supaya pembangunannya pada tahap sempurna. Dan total biaya yang sudah dikeluarkan hingga saat ini sebesar Rp38.644.941.000,” ungkapnya.

“Sedangkan kalau dijumlahkan dengan dana yang direncanakan untuk pembangunan masjid hingga tahun anggaran 2011 dan tahun 2012, maka total dana keseluruhan untuk pembangunan masjid hingga sempurna akan berjumlah Rp56.678.049.000,” tambahnya.

Adapun luas lahan dan bangunan Masjid Agung Nur Alannur dengan rincian yakni luas bangunan seluruh lantai seluas 4.172 M2, luasa lahan secara keseluruhan seluas 21.197 M2, sedangkan kapasitas jamaah di dalam gedung ruang salat utama berada di lantai 2 sebanyak 1.675 orang jamaah, untuk ruang shalat mezanine di lantai 3 sebanyak 575 orang. Jumlah kapasitas tampungnya sebanyak 2.250 orang.

Untuk komponen-komponen bagian bangunan, lanjut Kabag Humasy, memiliki banyak komponen. Dengan rincian lantai satu yakni tempat ruang serba guna atau fasilitas umum, tempat yang terdiri dari dua jenis, ruang peralatan sound system, menara utama dengan ketinggian kuran lebih 60 meter, sedangkan menara sayap setinggi 18 meter.

“Sedangkan komponen yang ada di lantai dua yakni terdiri dari ruang salat utama, ruang pengurus masjid, ruang peralatan sound system. Untuk lantai tiga terdiri dari ruang salat tambahan, ruang pengurus masjid, rangka atap baja berat. Sedangkan bangunan sebelah timur berada di luar masjid terdiri dari bangunan perumahan dan guest home, bangunan asrama putra dan putri, bangunan power house dan bangunan selasar, bangunan balai sidang dan perpustakaan, bangunan kampus, balai pengobatan, bangunan taman kanak-kanak Alquran, dan lain-lain,” tuturnya.

Dalam hal ini, sambung Taufik, Bupati Madina H Amru Dulay mengimbau kepada seluruh masyarakat Madina untuk sama-sama turut memakmurkan Masjid Agung Nur Alannur yang telah dicanangkan selama bertahun-tahun.

“Karena menurut Bupati Madina, masjid meskipun dengan kondisi yang sangat megah dan bagus namun bukanlah hanya keindahan dalam pandangan semata, tapi dengan kondisi fisik itu warga Madina menyesuaikannya dengan menggunakannya sebagai sarana beribadah baik amalan wajib maupun yang sunnah,” ucap Taufik mengakhiri. (wan)

sumber: metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir di Gua Asom Belum Surut, Bantuan dari Pemkab Belum Datang

    Banjir di Gua Asom Belum Surut, Bantuan dari Pemkab Belum Datang

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Perwakilan PT Agincourt Resources Batang Toru, Agus Hutabarat menyerahkan bantuan kemanusiaan, Senin (4/10). Banjir di Gua Asom Belum Surut, Bantuan dari Pemkab Belum Datang TAPSEL-METRO; Hingga Selasa (5/10), 17 rumah warga di Dusun Gua Asom, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan masih direndam air setinggi 1 meter. Sebab, hujan masih terus mengguyur daerah tersebut sehingga […]

  • FKI-1 Unjuk Rasa Desak Bupati Berhentikan Kadis Perhubungan

    FKI-1 Unjuk Rasa Desak Bupati Berhentikan Kadis Perhubungan

    • calendar_month Selasa, 23 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN  (Mandailing Online) – Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) Kabupaten Mandailing Natal melakukan unjuk rasa meminta bupati memberhentikan Kepala Dinas Perhubungan Madina yang sudah menjadi tersangka korupsi. Unjuk rasa dimulai di Kantor Dinas Perhubungan Madina dan kemudian berpindah ke kantor bupati Madina lalu berlanjut ke gedung DPRD Madina, Selasa (23/2). […]

  • Bawaslu Tak Tegas, MK Diminta Diskualifikasi Dahlan-Aswin

    Bawaslu Tak Tegas, MK Diminta Diskualifikasi Dahlan-Aswin

    • calendar_month Selasa, 19 Jan 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Mahkamah Konstitusi diminta untuk mendiskualifikasi pasangan calon kepala daerah nomor urut 02 Dahlan-Aswin yang juga merupakan bupati petahana karena melakukan pelanggaran dan kecurangan pilkada. “Terhadap semua pelanggaran dan kecurangan sejak proses pilkada hingga hari ini, layak dan beralasan hukum bagi Mahkamah untuk mendiskualifikasi paslon 02 Dahlan-Aswin sebagai paslon dalam Pilkada Kabupaten […]

  • Capaian Vaksinasi Rendah, MPC PP Madina Gelar Vaksinasi Massal

    Capaian Vaksinasi Rendah, MPC PP Madina Gelar Vaksinasi Massal

    • calendar_month Rabu, 27 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Capaian target vaksinasi di Mandailing Natal (Madina) masih rendah. Ini dibuktikan dengan penetapan PPKM level 3 melalui Inmendagri nomor 54. Padahal yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Madina nihil. Hal ini membuat Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Madina tergerak untuk melakukan vaksinasi massal sebagai upaya membantu pemerintah dalam mencapai kekebalan […]

  • Tinggalkan Aceh

    Tinggalkan Aceh

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sejumlah pekerja asal Pulau Jawa yang bekerja di Aceh tiba di stasiun bus Kurnia Medan untuk transit ke Jakarta, Jumat (13/1). Sejumlah pekerja pendatang yang mengerjakan sejumlah proyek pembangunan di sejumlah wilayah provinsi Aceh berbondong-bondong pergi meninggalkan Aceh dengan alasan keamanan dan keselamatan jiwa terkait pembunuhan yang terjadi belakangan ini.(antara)

  • Warga Sebar Photo 3 Terduga Pelaku Perkosaan yang Melarikan Diri

    Warga Sebar Photo 3 Terduga Pelaku Perkosaan yang Melarikan Diri

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kesal karena pelaku perkosaan terhadap SN ( 20 th ) warga Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) belum ketangkap. warga desa korban sebar photo pelaku. Dengan mencetak photo ke 3 pelaku dalam lembaran kertas, warga desa pidoli lombang menyebarkannya di kota panyabungan dan sejumlah desa […]

expand_less