Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Inilah Kronologi Bentrok Warga di Tarakan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 29 Sep 2010
  • print Cetak

Sekitar seribu warga berkumpul di depan kantor Persatuan Suku Asli Kalimantan (Pusaka) di kota Tarakan sembari mengacungkan senjata tajam berupa samurai, tombak, dan parang.Divisi Humas Mabes Polri merilis kronologi bentrok antar kelompok warga yang terjadi di Kampung Juata Permai, Tarakan, Kalimantan Timur, Selasa (28/9/2010). Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang tewas.

Berikut konologi yang dirilis via jejaring sosial facebook oleh Divisi Humas Mabes Polri.

Minggu tanggal 26 September 2010 sekitar pukul 22.30 WITA.
Pada saat Abdul Rahmansyah, Warga Kel Juanta Permai sedang melintas di Perum Korpri Jl. Seranai III, Juata Kec Tarakan Utara, Kota Tarakan, secara tiba-tiba dikeroyok 5 (lima) orang tidak dikenal, sehingga sdr Abdul Rahmansyah mengalami luka-luka ditelapak tangan. Selanjutnya Sdr Abdul Rahmansyah pulang ke rumah untuk meminta pertolongan dan diantar pihak keluarga ke RSU Tarakan untuk berobat.

Senin 27 September 2010
Sekitar pukul 00.30 WITA, Sdr Abdullah (56), Warga Kel Juata Permai, Orang Tua Sdr Abdul Rahmansyah beserta 6 (enam) orang yang merupakan keluarga dari Suku Tidung berusaha mencari para pelaku pengroyokan dengan membawa senjata tajam berupa mandau, parang dan tombak. Mereka mendatangi sebuah rumah yang diduga sebagai rumah tingga salah seorang dari pengroyok di Perum Korpri Jl Seranai III, Juata, Tarakan Utara Kota Tarakan. Penghuni rumah yang mengetahui bahwa rumahnya akan diserang segera mempersenjatai diri dengan senjata tajam berupa badik dan parang. Kemudian terjadilah perkelahian antara kelompok Sdr Abdullah (warga Suku Tidung) dengan penghuni rumah tersebut (kebetulan warga Suku Bugis Latta). Akibatnya Sdr Abdullah meninggal dunia akibat sabetan senjata tajam.

Pukul 01.00 WITA, di Perum Korpri Jl. Seranai III, tarakan Utara, Kota Tarakan terjadi penyerangan yang dilakukan sekitar 50 orang (Warga Suku Tidung) yang bersenjatakan mandau, parang dan tombak. Terjadi pengrusakan terhadap rumah milik Sdr Noodin (Warga Suku Bugis Letta), Warga t 20 Kel Juata Permai, Tarakan Utara.

Pada pukul 05.30 WITA terjadi lagi aksi pembakaran terhadap rumah milik Sdr Sarifudin (Warga Suku Bugis Latta), Warga Perum Korpri Jl. Seranai Rt 20 Kel Juata Permai, tarakan Utara. Pada pukul 06.00 WITA, sekitar 50 orang (Warga Suku Tidung) mencari Sdr Asnah (Warga Suku Bugis Latta), namun berhasil diamankan anggota Brimob.

Pada pukul 10.00 WITA, massa kembali mendatangi rumah tinggal Sdr Noodin (Warga Suku Bugis Latta) dan langsung membakarnya.

Pada pukul 11.00 WITA, massa kembali melakukan pengrusakan terhadap 4 (empat) sepeda motor yang berada dirumah Sdr Noodin.

Pada pukul 14.30 WITA, korban meninggal Sdr Abdullah dimakamkan di Gunung Daeng Kel Sebengkok Kec tarakan Tengah Kota Tarakan.

Pada pukul 18.00 WITA, terjadi pengeroyokan terhadap Sdr Samsul Tani ( Warga Suku Bugis), Warga Memburungan Rt 15 Kec Tarakan Timur, Kota Tarakan, oleh orang tidak dikenal.

Pukul 18.00 WITA, personil gabungan dari Polres Tarakan (Sat Intelkam, Sat Reskrim dan Sat Samapta) diperbantukan untuk mengamankan TKP.

Pada pukul 20.30 WITA s/d 22.30 WITA bertempat di Kantor Camat tarakan Utara berlangsung pertemuan yang dihadiri untur Pemda setempat seperti Walikota Tarakan, Sekda Kota Tarakan, Dandim Tarakan, Dirintelkam Polda Kaltim, Dansat Brimob Polda Kaltim, Wadir Reskrim Polda Kaltim serta perwakilan dari Suku Bugis dan Suku Tidung.

Hasil pertemuan tersebut di antaranya, sepakat untuk melihat permasalahan tersebut sebagai masalah individu, sepakat untuk menyerahkan kasus tersebut kepada hukum yang berlaku, segera mencari pelaku, seluruh kegiatan pemerintahan dan perekonomian berjalan seperti biasa, elemen masyarakat, tokoh masyarakat dan tokoh agama mendukung upaya penegakkan hukum, mengatasi akar permasalahan secara tuntas, tidak menciptakan pemukiman yang homogeny, seluruh tokoh elemen masyarakat memberikan pemahaman kepada warganya agar dapat menahan diri, dan peranan pemerintah secara intern terhadap kelom pok etnis.

Selasa 28 September 2010
Pada pukul 11.30 WITA, telah diamankan 2 (dua) orang yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan sdr Abdullah. Mereka adalah Baharudin alias Bahar (20), berperan sebagai penebas parang dan Badarudin alias Ada (16) yang berperan sebagai pembantu.

Editor : kisdiantoro
sumber: tribunnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Senin, Rapat Jadwal Pelantikan Bupati Madina dan Labusel

    Senin, Rapat Jadwal Pelantikan Bupati Madina dan Labusel

    • calendar_month Jumat, 16 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) akan menggelar rapat persiapan pelantikan bupati Madina dan Labusel. Rapat diagendakan Senin (19/7/2021). Agenda rapat persiapan pelantikan itu berdasartkan surat Pemprovsu nomor 005/6849 tanggal 16 Juli 2021 tentang Undangan Rapat yang ditandatangani H. Afifi Lubis, SH, selaku Sekdaprov Sumut, ditujukan kepada Pj. Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) […]

  • Aksi Damai itu Akhirnya Diterima Ketua DPRD Binjai

    Aksi Damai itu Akhirnya Diterima Ketua DPRD Binjai

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINJAI – Aksi damai presidum masyarakat peduli Binjai akhirnya di terima ketua DPRD Binjai. Ratusan masyarakat presidum peduli Binjai langsung masuk ke ruang rapat paripurna DPRD Binjai dikawal oleh aparat kepolisian, Rabu (29/9/2011) Presidum masyarat peduli binjai terdiri dari PC Ansor Binjai, DPD Gempita binjai, HMI binjai, dan karang taruna binjai menuntut enam tuntutan kepada […]

  • Konflik Antar Petani Akibat Irigasi Batang Gadis Kurang Urus (1)

    Konflik Antar Petani Akibat Irigasi Batang Gadis Kurang Urus (1)

    • calendar_month Sabtu, 17 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Jurnalis/Petani di Gunung Tua Jae Selain jurnalis, saya juga aktif bertani. Mengelola sawah seluas sekitar 1/3 hektar. Pun mengelola ladang bayam dan sawi seluas sekitar 2 rante. Posisi saya menulis artikel ini bukan saja dari sisi jurnalis, juga dari sisi petani. Sawah yang saya kelola terletak di hamparan persawahan Sialang, kawasan […]

  • Pemuda Muhammadiyah dan Bupati Madina Jalin Silaturrahim

    Pemuda Muhammadiyah dan Bupati Madina Jalin Silaturrahim

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Madina melaksanakan silaturrahim dengan Bupati Madina. Silaturrahim itu berlangsung di ruang kerja Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution, Selasa (2/6/2020). Silaturrahim itu berlangsung akrab. Berbagai hal kedaerahan dibicarakan. Termasuk sinergitas hubungan antara pemda dengan kepemudaan untuk penguatan nilai nilai religiusitas di dalam sistem pembangunan daerah. Dalam hal […]

  • Konflik Antar Petani Dipicu Irigasi Batang Gadis Sakit Parah (2)

    Konflik Antar Petani Dipicu Irigasi Batang Gadis Sakit Parah (2)

    • calendar_month Minggu, 18 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Jurnalis/Petani di Gunung Tua Jae Kekurangan air terjadi hampir di mana-mana. Bukan di Gunung Tua Jae saja. Desa Saba Jambu, Iparbondar, Mompang, Sarak Matua, Panyabungan Jae hingga Sipolu-Polu. Itu akibat saluran-saluran sekunder Irigasi Batang Gadis tak mengalirkan volume air yang banyak. Kasus gerilya malam para petani Desa Iparbondar juga terjadi. Akhiruddin […]

  • Harga Cabe Merah Turun

    Harga Cabe Merah Turun

    • calendar_month Minggu, 10 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Bentrok Pasokan Siborong-borong dan Petani Lokal PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam beberapa hari terakhir harga cabe merah di pasar teradisional di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) menurun tajam. Penurunan harga sekitar 10 ribu rupiah. Ini akibat pasokan sedang banjir dimana produksi cabe meningkat di  sejumlah sentra budidaya cabe di Madina serta pasokna yang melimpah dari […]

expand_less