Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Kemewahan gedung DPR "Spa, Kolam Renang di DPR, Buat Apa?"

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 31 Agt 2010
  • print Cetak

Pembangunan gedung baru DPR kembali disorot setelah pihak kesekjenan DPR menyatakan bahwa gedung baru tersebut akan dilengkapi oleh ruang rekreasi yang mencakup fasilitas fitness, spa, dan kolam renang. Seluruh sarana relaksasi itu rencananya akan ditempatkan di lantai 36 yang terletak paling atas.

Namun ternyata rencana pembangunan fasilitas rekreasi itu belum diketahui oleh sebagian pimpinan DPR. Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengaku terkejut dengan kabar adanya proyek rekreasi mercusuar tersebut. Ia balik mempertanyakan apa fungsi konkret dari seluruh fasilitas hotel bintang lima itu.

“Kami juga kaget. Kok katanya ada spa, kolam renang, dan lain-lain di dalam gedung baru itu. Buat apa kolam renang?” kata Pramono di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Ia menyatakan, DPR memang memerlukan gedung baru karena gedung lama yang ada sudah tidak representatif lagi. Tapi, tegasnya, pembangunan fasilitas yang berlebihan jelas perlu dikaji ulang.

Senada dengan Pramono, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso pun mengungkapkan keterkejutannya. “Ah, masak seperti itu? Saya belum tahu detailnya. Kalau benar ada spa segala, itu sudah kelewatan. Saya tidak setuju. Itu tidak elok,” tandas Priyo.

Priyo bahkan menekankan, ia akan menggunakan seluruh kewenangannya untuk memanggil seluruh anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR guna meminta klarifikasi terkait informasi tersebut. Bila itu benar, maka Priyo akan meminta agar rencana itu dibatalkan. “Pimpinan belum tahu soal itu, kok sudah dipublikasikan lebih dulu,” tukasnya.

Secara terpisah, anggota DPR Eva Kusuma Sundari dalam akun twitter-nya mengkritik pedas rencana pembangunan segala fasilitas rekreasi tersebut di gedung senilai Rp 1,2 triliun itu. Ia mengatakan, rencana renovasi kompleks DPR rupanya telah direduksi dan disabotase menjadi rencana pembangunan gedung mewah.

“Ini pembusukan dari dalam DPR,” tukas Eva. Ia menjelaskan, bahkan di Amerika Serikat, anggota parlemen mereka harus berbagi kamar mandi. Bila istirahat pun, mereka cukup menggunakan sofa atau spring bed ruang kerja. “Jelas di sini ada keserakahan oknum tertentu untuk membajak reformasi parlemen,” tukas Eva.

Gedung baru DPR menelan biaya hingga Rp 1,2 triliun hingga Rp 1,8 triliun. Di gedung baru ini nantinya anggota dewan memiliki ruangan lebih luas. Masing-masing anggota mendapat ruangan 120 m2. Ruangan ini bisa menampung lima staf khusus.

Gedung baru DPR juga akan dilengkapi dengan helipad. Tender pembangunan gedung ini akan melibatkan BPKP. (umi)
• VIVAnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perjalanan Ikan Jurung Keramat, Danau Siais Dan Aek Batangtoru

    Perjalanan Ikan Jurung Keramat, Danau Siais Dan Aek Batangtoru

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menyusuri Pedalaman Tapsel Ikan Jurung Keramat, Danau Siais, dan Aek Batang Toru Sebuah keajaiban bertahan selama hampir satu abad di desa Rianiate, Kecamatan Padangsidimpuan Barat, Tapanuli Selatan. Ribuan ikan jurung berukuran sampai 50 cm dengan berat mencapai 2 kg lebih, hidup liar dalam sebuah sungai kecil dan dangkal yang mengalir di belakang rumah penduduk. Bila […]

  • Aksi Tari Ular, Ketua DPRD Madina Harusnya Arif dan Bijaksana

    Aksi Tari Ular, Ketua DPRD Madina Harusnya Arif dan Bijaksana

    • calendar_month Jumat, 28 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Persoalan tari ular di restauran Dapoer Nenek, Panyabungan yang menghebohkan Kabupaten Madina dalam dua hari ini terus memunculkan stigma baru. Sudah banyak yang mengklarifikasi dan memohon maaf. Tetapi beberapa oknum memplintir persoalan tari ular tersebut sebagai kelalaian Pemkab Madina. “Perlu diketahui bersama, Saudara Ketua DPRD Madina yang hadir di acara tersebut […]

  • Tim Umumkan 10 Nama Calon Anggota KPU Madina

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 7Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mandailing Natal (Madina) telah mengumumkan 10 nama hasil penyaringan, Rabu (18/9/2013). Ketua Tim Seleksi, M. Yusuf Nasution, M.si kepada wartawan mengatakan 10 nama ini hasil penyaringan dari 17 orang di tahapan seleksi wawancara. “Jadi 10 orang inilah yang lolos dan memenuhi persyaratan untuk […]

  • Badan Pemangku Adat Jangan Dibawa ke Ranah Politik

    Badan Pemangku Adat Jangan Dibawa ke Ranah Politik

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Pelantikan Badan Pemangku Adat Mandailing Julu seharusnya tidak dibarengi dengan pernyataan sikap dan dukungan terhadap salah satu pasangan calon Bupati. Itu dikatakan Ketua DPP Himpunan Pemuda Mandailing (HIPMA), M. Suhairy Lubis, S. Fil, kemarin, terkait adanya rangkaian acara pengumuman dukungan Badan Pemangku Adat Mandailing Julu kepada calon bupati Dahlan Hasan […]

  • 3.000 Massa Demo ke DPRD Minta Bupati Turun

    3.000 Massa Demo ke DPRD Minta Bupati Turun

    • calendar_month Kamis, 17 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 3.000 massa yang dipimpin Aliansi Ulama-Masyarakat-Pemuda-Mahasiswa melakukan unjukrasa ke DPRD Madina, Kamis (17/1) meminta agar Bupati Madina Hidayat Batubara diturunkan dari jabatannya. Massa tiba di gedung dewan sekira pukul 11.00 WIB dengan mengendarai angkutan kota, sepeda motor dan mobil pribadi. Dihalaman gedung mereka memampangkan spanduk dan poster yang umumnya bertulis […]

  • Film “Senandung Willem” Bernuansa Tahun 1800-an

    Film “Senandung Willem” Bernuansa Tahun 1800-an

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Bersama Gubernur Hindia Belanda– Salah satu adegan film Senandung Willem yang digarap Tympanum Novem Film. Film yang merupakan proyek Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Mandailing Natal ini, dipercayakan digarap oleh Tympanum Novem. Film ini mengisahkan tokoh Willem Iskander yang punya andil besar dalam pendidikan di Mandailing pada tahun 1800-an. (hol)

expand_less