Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

AFC hanya akui PSSI

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 21 Okt 2012
  • print Cetak

JAKARTA, (MO)- PSSI menegaskan jika Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) hanya mengakui tim nasional (timnas) bentukan PSSI untuk berlaga di ajang Piala AFF 2012, November mendatang. Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Halim Mahfudz, penegasan itu disampaikan langsung oleh para petinggi AFC.

Dua petinggi AFC yang dimaksud Halim adalah Wakil Presiden AFC HRH, Prince Abdullah, dan Sekjen AFC, Dato Alex Soosay. Seperti yang disampaikan Halma, sapaan akrab Halim, di kantor PSSI, Jakarta, hari ini. Keduanya tidak akan membuka pintu timnas selain lewat PSSI.

‘Prince Abdullah dan Dato Alex Soosay sama-sama menegaskan jika AFC hanya mengakui timnas bentukan PSSI. Selain timnas bentukan PSSI, menurutnya tidak ada yang lain. Dan mereka pun menyatakan, tidak akan membuka pintu AFC selain untuk PSSI,” ungkap Halim.

Mantan juru bicara tim sukses George Toisuta dan Arifin Panigoro saat ingin mencalonkan diri sebagai ketua umum (ketum) dan wakil ketua umum (waketum) PSSI ini pun menambah, jika AFC tidak akan mengakui tim yang mengaku timnas. Untuk mendapatkan timnas yang solid, PSSI pun kembali mengajak kepada pemain yang dipanggil bisa memenuhi panggilan.

”Tim yang mengaku timnas tetapi tidak diakui oleh AFC bisa dipastikan tidak akan bisa ke mana-mana. Untuk itulah PSSI mengajak kepada semua pihak untuk kembali ke PSSI. PSSI pun secara terbuka mengajak pemain yang tidak diakui oleh PSSI untuk kembali ke timnas ketika mereka dibutuhkan,” papar Halim.

”Pembentukan timnas sendiri dibuka agar pemain-pemain lain bergabung, di mana timnas ada di bawah PSSI. Pemanggilan pemain pun seharusnya ditanggapi positif karena mereka semua akan menjadi wakil Indonesia dikancah Internasional,” sambung pria yang menggantikan posisi Tri Goestoro sebagai Sekjen PSSI.

Pada kesempatan kali ini, Halim pun mengecam kegiatan timnas bentukan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) yang sedang menjalani laga uji coba di Brisbane, Australia. Halim menilai, apa yang sudah dilakukan KPSI malah akan mencoreng nama Indonesia di kancah internasional.

”Tidak perlu membawa nama bangsa, jika bertujuan untuk mempermalukan bangsa ini. Apa yang telah mereka lakukan sudah menghianati pecinta sepak bola Indonesia. Karena ini sudah mencoreng nama baik Indonesia di dunia,” jelasnya.

Halim pun menyatakan, akan mengirimkan surat resmi AFC kepada para pemain yang sampai saat ini belum bergabung. Adapun pemain-pemain yang belom datang dari kompetisi Indonesia Super League (ISL) ada Bambang Pamungkas (Persija Jakarta ISL) dan Patrich Wanggai (Persipura Jayapura).

Sedangkan nama lain ada Firman Utina dan I Made Wirawan (Persib Bandung), Ahmad Bustomi dan Hamka Hamzah (Mitra Kukar), Victor Igbonefo dan Greg Nwokolo (Pelita Jaya FC). Dari delapan nama yang ada, hanya Bambang yang saat ini belum menyatakan akan bergabung dengan timnas bentukan PSSI atau KPSI.

”Saya akan kirim surat ini kepada semua pemain. Hal ini sebagai bukti jika timnas ada di bawah PSSI. Untuk pemain-pemain yang dipanggil, itu semua sudah atas penilaian pelatih kepala,” terang Halim.

Sementara itu, manajer timnas, Habil Marati, menegaskan, jika PSSI telah memanggil sekitar 35 pemain jelang digulirkannya Piala AFF. Dari 35 nama yang ada, masih terdapat para pemain ISL dan pemain-pemain yang saat ini membela klub luar negeri seperti Syamsir Alam dan Stefano Lilipaly.

“Nama-nama tidak akan berubah, karena semuanya sudah diputuskan oleh tim pelatih. Pendaftaran sendiri akan dilakukan pada 20 Oktober dan seminggu sebelum turnamen digelar akan dipilih sebanyak 23 pemain,” tutur Habil.
(mediaindonesia/sindo)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Pustu Pastab Jae, Sekda Akui Belum Diberitahu Dinas Kesehatan

    Kasus Pustu Pastab Jae, Sekda Akui Belum Diberitahu Dinas Kesehatan

    • calendar_month Selasa, 19 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus dugaan pengalihan lokasi proyek rehabilitasi Puskesmas Pembantu (Pustu) dari Desa Pastap Julu ke desa Pastap Jae terus bergulir. Sekrataris Daerah Kabupaten Mandailing Natal, Syafei Lubis yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jum’at (15/7) mengatatakan bahwa dia belum mendapat pemberitahuan bahwa pelaksanaan proyek rehab Pustu di Pastab Julu tersebut berubah lokasi ke […]

  • Dalih Biaya ” Administrasi” Dana BOS, Kepsek di Panyabungan Ngaku Setor 1 Juta. Manager BOS Disdik Madina Membantah

    Dalih Biaya ” Administrasi” Dana BOS, Kepsek di Panyabungan Ngaku Setor 1 Juta. Manager BOS Disdik Madina Membantah

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA|| Mandailing Online – Pengakuan mengejutkan dari sejumlah Kepala Sekolah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Mereka diwajibkan membayar “biaya administrasi” kepada Manager Dana BOS Dinas Pendidikan Madina saat pencairan Dana Operasional Sekolah (BOS). Pemotongan dana ini terjadi setiap kali pencairan, dengan jumlah yang bervariasi tergantung dana yang dicairkan. ” paling rendah yang kita […]

  • Jalan Raya Palas-Madina Akan Dibuka

    Jalan Raya Palas-Madina Akan Dibuka

    • calendar_month Selasa, 8 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Pembukaan badan jalan raya jalur Padang Lawas-Mandailing Natal bakal segera dimulai. Kepastian itu tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani Dirjen Bina Marga Kementerian PU dan Pangdam I/BB serta Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional II di Kantor Direktorat Jenderal Kementerian PU, Senin (7/8/2017). Pembukaan jalur jalan itu akan […]

  • Anggaran PNPM untuk Madina Turun

    Anggaran PNPM untuk Madina Turun

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) mendapat anggaran sebesar Rp 40,75 miliar melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Anggaran untuk pemberdayaan pedesaan di semua kecamatan tersebut menurun dibandingkan tahun 2010 yang mencapai Rp 48,5 miliar. “Meski menurun, Madina merupakan daerah dengan alokasi anggaran PNPM Mandiri terbesar kedua di Sumut setelah Kota Sibolga,” kata […]

  • Diguyur Hujan Lebat Satu Jam, Panyabungan Kebanjiran

    Diguyur Hujan Lebat Satu Jam, Panyabungan Kebanjiran

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hujan deras dan angin kencang mengguyur kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal sejak sore pukul 03: 00 Wib, panyabungan Kota dilanda banjir. Tak ayal kemacetan parah terjadi di sepanjang jalan Willem Iskander Madina. Pantauan Berita di depan Gedung sekolah arap Albarkah Kelurahan Sipolu- polu kecamatan panyabungan kota, air menggenangi semua sekolah Albarkah dan murid sekolah langsung […]

  • Seribuan Umat Muslim Madina Minta Ahok Diadili

    Seribuan Umat Muslim Madina Minta Ahok Diadili

    • calendar_month Jumat, 14 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bersamaan aksi serentak unjuk rasa secara nasional di berbagai daerah di Indonesia, muslim di Mandailing Natal juga turun ke jalan mendesak agar Gubernur DKI Jakarta, Ahok diadili. Sekitar 1.000 massa dari berbagai lembaga dan pengajian berunjukrasa, Jumat siang (14/10) mengutuk pernyataan Ahok yang telah melecehkan kitab suci Al-qur’an. Aksi unjuk rasa […]

expand_less