Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

BEM STAIM dan PT.SMGP Kerjasama Bagi Pemahaman Tentang Geothermal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Fungsi gunung serta energi panas bumi banyak diungkapkan di dalam Al-Qur’an. Dan Allah SWT menyuruh manusia untuk menganalisa dengan ilmu pengetahuan agar dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik bagi kebutuhan umat manusia di muka bumi.

Itu terungkap dalam Seminar Nasional Komitmen PT. Sorik Merapi Geothermal Power Dalam Meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat di Mandailing Natal yang dilaksanakan Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Mandailing Natal di kampus STAIM, Panyabungan, Kamis (28/5).

Dosen STAIM, Abdul Mujid yang hadir sebagai pembanding di seminar itu mengungkapkan, jauh sebelum ilmu pengetahuan berkembang, Al-Qur’an telah berperan sebagai basic science mengungkapkan berbagai penomena alam.

Menurutnya, banyak ayat di Al-Qur’an yang menyebutkan alam dan potensi energi di bumi, termasuk di dalam suroh Yasin dan Al Kahfi.

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia kemudian mampu menganalisa dan mempelajari serta melahirkan teknologi bagi pemanfaatan sumber energi tersebut bagi kebutuhan manusia.

Dan temuan energi tersebut merupakan rahmat dari tuhan jika mampu dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik.

Sementara itu, dosen STAIM lainnya sebagai pembanding, Ainun Mardiah Harahap,S.Pd.MA menyatakan bahwa energi merupakan sumber kekuatan. Di dalam Al-Qur’an, gunung dengan sebutan Jabal atau Jibal dan kata Rawasi berkali-kali disebutkan Allah SWT. Kata Jibal disebutkan 23 kali, kata Jabal 6 kali dan kata Rawasi 10 kali.

Fungsi gunung juga tidak hanya sebagai pasak bagi bumi saja, akan tetapi sebahagian gunung yang ada mengandung panas bumi yang dibutuhkan bagi keperluan kehidupan manusia. Dan keberadaan panas bumi ini juga telah mulai dimanfaatkan oleh pemerintah termasuk di Mandailing Natal dalam upaya menjawab kebutuhan energi yang semakin meningkat di Mandailing Natal dan umumnya di Indonesia.

Seminar ini menghadirkan beberapa pakar sebagai pemateri, yakni Janes Simanjuntak ahli Geologi Panas Bumi dan Apriadi Gani, Manajer CDCR PT.SMGP. Sedangkan pembanding dari dosen BLU STAIM meliputi Abdul Mujid Nasution, Ainun Mardiah Harahap, Siti Hawa Lubis dan Darto Siregar.

Sementara itu, Apriadi Gani dalam paparannya mengungkapkan bahwa pemanfaatan panas bumi atau geothermal sebagai sumber energi sangat ramah lingkungan dengan tingkat emisi lebih rendah dibanding dengan sumber energi fosil, batubara dan gas bumi. Berdasar itu, pemerintah Indnesia dan negara lain telah mengalihkan konsentrasi sumber energi listrik kepada Energi Panas Bumi.

Di beberapa kawasan yang sudah ada proyek geothermal-nya menunjukkan bahwa  proyek geothermal dapat berdampingan dengan areal pertanian dan perkebunan. Berdasarkan kenyataan itu proyek geothermal tidak menggunduli dan merusak hutan sebagaimana yang dikhawatirkan sebahagaian masyarakat.

Selain itu, pengeboran panas bumi berbeda dengan pengeboran gas dan minyak. Sebab pengeboran panas bumi di kawasan gunung berapi memiliki formasi bebatuan yang sangat keras, berbeda dengan pengeboran gas dan minyak yang umumnya berada di dataran rendah dengan formasi batuan yang relatif lunak. Sehingga anggapan bahwa pengeboran panas bumi akan menimbulkan luapan lumpur merupakan kekhawatiran yang kurang berdasar.

Di sisi lain, menjawab pertanyaan salah satu mahasiswa, Kasat Binmas Polres Madina AKP Aswin Nur Nasution menyatakan bahwa bahwa polisi berpijak pada landasan legalitas dan legitatif.

Dari sisi legalitas, polisi akan mendukung setiap usaha yang memiliki legalitas dari pemerintah. Termasuk PT. SMGP yang secara legalitas adalah perusahaan resmi yang beroperasi di bawah payung hukum UU Panas Bumi No 21 Tahun 2014 dan mendapatkan Ijin Operasi dari Kementrian ESDM. Namun secara legitimate, keberadaan perusahaan menjadi pro dan kontra, dan itu sah-sah saja.

Namun, dia secara pribadi melihat  keuntungan dari proyek panas bumi, sebab daya listrik yang kurang di Madina sangat merugikan.

Sedangkan dari sisi tindakan hukum, polisi hanya memproses orang yang melakukan pengrusakan atau tindak pidana lainnya.

Peliput : Holik Nasution
Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina Akui M3 Ambil Kayu

    Pemkab Madina Akui M3 Ambil Kayu

    • calendar_month Kamis, 11 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Mandailing Natal, Drs. Mara Ondak Harahap mengakui PT. Madina Madani Mining (M3) melakukan pemanfaatan kayu sebanyak 46,5000 meter kubik untuk bangunan barak karyawan sebanyak yang terdiri dari 15 unit barak karyawan. PT. Madina Madani Mining adalah perusahaan yang berinvestasi di sektor pertambangan emas di Madina pada […]

  • Pesan untuk Keluarga Muslim

    Pesan untuk Keluarga Muslim

    • calendar_month Jumat, 27 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” “Belajar yang rajin ya, nak. Kelak besar kamu jadi orang pintar dan dapat pekerjaan yang baik, sehingga hidupmu tidak menyusahkan orang lain,” demikian sebagian orang tua memberikan nasehat dan  motivasi kepada putra-putrinya. Memang tidak bisa dipungkiri, kebanyakan […]

  • Jangan ‘mainkan’ dana BOS

    Jangan ‘mainkan’ dana BOS

    • calendar_month Jumat, 5 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN, (MO) – Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Syaiful Syafri mengharapkan agar para kepala sekolah (kepsek) dapat mempergunakan dana BOS sesuai dengan ketentuan yang berlaku, siswa dan sekolah dapat merasakan manfaatnya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. “Total dana BOS yang disalurkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp1.577.280.830.- Namun, dananya dibagi dalam empat […]

  • Toge Panyabungan Ditetapkan Sebagai Makanan Khas Mandailing

    Toge Panyabungan Ditetapkan Sebagai Makanan Khas Mandailing

    • calendar_month Jumat, 22 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        JAKARTA (Mandailing Online) – Toge Panyabungan ditetapkan sebagai makanan khas etnis Mandailing. Penetapan itu disahkan dalam Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2017 yang berlangsung pada tanggal 21 hingga 24 Agustus 2017 lalu di Jakarta oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemdikbud RI. Dalam website http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbaceh/2017/08/24/sidang-penetapan-warisan-budaya-takbenda-indonesia-2017/ dijelaskan bahwa penetapan […]

  • Rekaman Suara "Osama" Ancam Prancis Pemerintah Prancis menanggapi ancaman ini dengan sangat serius.

    Rekaman Suara "Osama" Ancam Prancis Pemerintah Prancis menanggapi ancaman ini dengan sangat serius.

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Stasiun televisi berita Al-Jazeera, Rabu 27 Oktober 2010, menyiarkan rekaman seseorang, yang diduga adalah suara Osama bin Laden, pemimpin jaringan teroris al-Qaeda. Dalam rekaman tersebut, bin Laden memperingatkan pemerintah Prancis menarik tentaranya dari Afghanistan dan mencabut larangan pemakaian burqa. “Jika kalian ingin menindas kami dan berpikir bahwa kalian berhak melarang wanita mengenakan burqa, berarti kami […]

  • Forwakot Berencana Buat Diskusi Terbuka Bahas ” Bayi Dikubur Ibunya” di Madina

    Forwakot Berencana Buat Diskusi Terbuka Bahas ” Bayi Dikubur Ibunya” di Madina

    • calendar_month Minggu, 9 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Forum Wartawan Kota (Forwakot) Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal( Madina ) berencana akan membuat Diskusi terbuka membahas seputar” ibu kubur bayinya ” yang terjadi di lorong aek galoga, Desa Pidoli Lombang, Kabupaten Mandailing Natal. Rencana ini sendiri berawal dari beberapa temuan kasus orok bayi di Kabupaten ini yang dinai sabagai dampak […]

expand_less