Jumat, 12 Jun 2026
light_mode

Hadiri Pengajian Puncak Barokah, Saipullah Ungkap Keinginan Mengabdi di Tanah Kelahiran

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
  • print Cetak

BUKITMALINTANG (Mandailing Online) – Calon Bupati (Cabup) Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 H. Saipullah Nasution ceramah di hadapan ribuan jamaah pengajian di Puncak Barokah, Desa Bange, Kecamatan Bukitmalintang, Madina, Minggu (29/8/2024).

Saipullah minta didoakan jamaah pengajian untuk memimpin Madina lima tahun kedepan.

Kehadiran Saipullah yang juga menjabat Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Nasution (IKANAS) sempat membetot perhatian jamaah pengajian Puncak Barokah.

Dalam ceramahnya, Saipullah menyebutkan Rasulullah SAW merupakan sosok pemimpin yang amanah, pemimpin yang mengayomi, dan khalifah pertama di muka bumi.

“Rasulullah SAW adalah pemimpin demokratis yang bisa menerima semua golongan dan suku tanpa dibeda-bedakan. Di mata Rasulullah, semua sama. Rasulullah harus menjadi teladan bagi kita,” kata Saipullah.

Sebagai umat Islam, Saipullah ingin mencontoh sifat kepemimpinan Rasulullah SAW, sehingga membawa kemajuan dan kemaslahatan daerah yang hendak dia pimpin nantinya.

“Dalam suatu perputaran pemerintahanan, ada masanya berakhir kepemimpinan. Tahun ini, ada pergantian seluruh kepala daerah mulai dari presiden, gubernur, bupati, dan wali kota. Mari memilih calon pemimpin yang bisa membawa Madina lebih maju kedepannya,” ujarnya.

Pada kontestasi politik yang akan digelar pada 27 November 2024, Saipullah mengatakan SAHATA (Saipullah-Atika) mengambil bagian menjadi salah satu kandidat bupati dan wakil bupati di Pilkada Madina 2024.

Pada kesempatan itu, Saipullah juga tidak berjanji muluk-muluk. Dia berkomitmen membuktikan peryataannya dengan berbuat sebaik mungkin. Dia bertekad melanjutkan program-program yang dijalankan pemerintahan sebelumnya yang sudah berjalan dengan baik. Sedangkan program yang belum berjalan maksimal, dia akan memperbaiki dan memaksimalkannya.

“Kami tidak berjanji, tapi akan membuktikan dengan langkah dan kinerja dalam membenahi Madina,” tegas tokoh kelahiran Gunung Baringin, Panyabungan Timur, Madina, ini.

Menurut mantan kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Barat ini, masih banyak yang harus dibenahi, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, dan nasib nelayan.

Saipullah dan Atika berkomitmen memprioritaskan pembenahan berbagai sektor itu agar masyarakat Madina makin sejahtera, sehingga mampu mengejar kemajuan kabupaten-kabupaten lain di Provinsi Sumatera Utara.

Di bagian akhir ceramahnya, Saipullah mengatakan pasangan calon SAHATA meminta doa dari masyarakat Madina, khususnya yang hadir pada pengajian di Puncak Barokah, agar Allah SWT memberikan kesempatan memimpin, sehingga bisa mengabdi di tanah kelahiran yang dia cintai ini. (dahlan batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pusat Setuju 185 M Untuk Pembangunan Jalan Pantai Barat Madina

    Pusat Setuju 185 M Untuk Pembangunan Jalan Pantai Barat Madina

    • calendar_month Senin, 19 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Kementerian Pekerjaan Umum RI setuju mengalokasikan dana sebesar 185 milyar rupiah untuk pembangunan dan peningkatan jalan di kawasan Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Program ini merupakan multi years yang diproyeksikan dimulai pada tahun anggaran 2013 hingga tahun 2015. Persetujuan ini menyusul hasil pengkajian Kementerian PU terhadap usulan Kabupaten Madina. Ditjen […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 44)

    MARSIDAO-DAO (episode 44)

    • calendar_month Selasa, 6 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara “Itu rumah kakek kalian, Nak. Paman kalian sekarang yang tinggal di sini. Namanya Hamzah. Dia adik ayahmu,” ning dadaboru i tu Si Poso. Inotnoti Si Poso bagas i. “Onma najolo bagas ni ayangku,” ning roana. Bagas i ngada saru godang, hum sa bagas ni alai na i Mandailing i […]

  • Bangunan Talut PNPM Tak Dapat Difungsikan

    Bangunan Talut PNPM Tak Dapat Difungsikan

    • calendar_month Minggu, 21 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Singkil, Bangunan talut Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di kawasan Trans Nelayan Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil dinilai mubazir karena tidak dapat difungsikan untuk apa pun juga. Bangunan talut permanen yang berada di luar kampung di pinggir ruas jalan provinsi itu dinilai syarat dengan kepentingan. Padahal diharapkan fungsinya sebagai saluran pembuangan menanggulangi banjir di […]

  • Anggota KPU Asahan Meninggal

    Anggota KPU Asahan Meninggal

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Anggota KPU Asahan Edy Syam meninggal dunia, Sabtu (26/4/2014). Kabar duka ini disampaikan oleh anggota KPU Sumut Yulhasni yang pagi tadi mendapat info dari Ketua KPU Asahan. “Edy Syam ikut dalam Rapat Pleno Tingkat Provinsi. Waktu itu saya melihat dia masih pucat. Katanya dia baru saja keluar dari rumah sakit. Setelah rapat disini, […]

  • Demonstran Duduki Gedung DPRD Psp

    Demonstran Duduki Gedung DPRD Psp

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tanyakan Besarnya Anggaran Pansus Sangkumpal Bonang SIDIMPUAN- Sekitar 30-an massa dari Yayasan Kompak dan Komunitas Pinggiran Payung Hitam (Kopi Pahit) berunjuk rasa ke gedung DPRD Padangsidimpuan, Rabu (2/2). Mereka mempertanyakan besarnya anggaran Pansus Pasar Sangkumpal Bonang yang mencapai Rp206 juta serta dugaan korupsi di Sekretariat DPRD. Bahkan, demonstran masuk ke dalam gedung dan menduduki kursi […]

  • The Scary Khilafah

    The Scary Khilafah

    • calendar_month Kamis, 24 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Emha Ainun Najib Kenapa dunia begitu ketakutan kepada Khilafah? Yang salah visi Khilafahnya ataukah yang menyampaikan Khilafah kepada dunia? Sejak 2-3 abad yang lalu para pemimpin dunia bersepakat untuk memastikan jangan pernah Kaum Muslimin dibiarkan bersatu, agar dunia tidak dikuasai oleh Khilafah. Maka pekerjaan utama sejarah dunia adalah: dengan segala cara memecah […]

expand_less