Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode

Akhirnya, Ustaz Solmed Meminta Maaf

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 28 Agt 2013
  • print Cetak

JAKARTA, — Ustaz Shaleh Mahmud alias Solmed akhirnya menyampaikan permohonan maaf terkait perselisihannya dengan sebuah majelis taklim di Hongkong. Ia menilai persoalan tersebut sudah tidak sehat.
“Saya sebagai manusia biasa ada hal yang salah dalam berucap dan bertingkah. Saya memohon maaf atas kesalahan itu ke teman-teman,” tutur Solmed saat ditemui di Gedung Trans TV, Jalan Tendean, Jakarta, Selasa (27/8/2013).
Suami artis April Jasmine ini juga telah membuka pintu maaf kepada pihak-pihak yang selama ini berseberangan dengannya. “Dengan ini, apa yang terjadi yang saya anggap bisa merugikan saya, sudah saya maafkan,” ujarnya.
Setelah masalah ini dianggap selesai, Solmed tidak ingin ada orang-orang yang tidak berkompeten atau tidak tahu masalahnya kembali angkat bicara. “Saya melihat persoalan ini tidak sehat, semua saling lempar, pingpong, sampai-sampai yang tidak tahu-menahu angkat bicara, itu kan enggak sehat,” tegasnya.
Ia berharap apa yang sudah terjadi biar berlalu. “Akhiri persoalan ini, bangun kembali dakwah bukan di Tanah Air, tapi juga di Hongkong,” tegasnya seraya berlalu.
Seperti diberitakan sebelumnya, perselisihan antara Ustaz Solmed dan salah satu EO di Hongkong sempat menjadi perhatian media setempat dengan judul “Tarif Ustad Dipasang, EO Hongkong Meradang” pada 23 Juni 2013.
Ketika itu, Solmed dijadwalkan berdakwah di Lapangan Victoria, di hadapan warga Indonesia yang bekerja di sana. Namun, rencana itu batal. Diberitakan di media lokal tersebut, sekelompok jemaah yang menamakan diri Thariqul Jannah mengaku kecewa saat Solmed secara mendadak menaikkan honor tampil secara sepihak.
Mereka lantas menyebut Solmed sebagai ustaz matre. Namun, Solmed membantah tegas tudingan itu. Ia justru mempermasalahkan pihak panitia yang menarik pungutan tiket kepada jemaah untuk dakwahnya di lokasi tersebut.
Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Kompas.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tolak Impor Beras,  Swasembada Pangan, Kapankah?

    Tolak Impor Beras,  Swasembada Pangan, Kapankah?

    • calendar_month Sabtu, 20 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfisyah S.Pd Guru dan pegiat literasi Islam Budi Waseso(Buwas) geram. Sebagai direktur utama Perum BULOG beliau kini kian buas. Beliau meradang karena menurutnya kebijakan impor beras yang digagas pemerintah belum diperlukan. Beliau menolak impor beras. Sebab panen raya  masyarakat masih menyisakan banyak stok cukup untuk saat ini. Persedian beras di BULOG pun masih lebih […]

  • Madonna, Rajin Belajar Al Quran

    Madonna, Rajin Belajar Al Quran

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Diva kontroversial ini tengah mempelajari kitab suci Al Quran. Ketertarikannya kepada Al Quran, didasari karena Madonna penasaran dengan kehidupan pribadi sang kekasih, Brahim Zaibat, yang merupakan seorang Muslim. Dilansir dari Nation, Madonna yang berlatar belakang dari keluarga Katolik, diketahui saat ini menganut Kabbahlah (aliran Yahudi). Janda Guy Ritchie itu hanya tahu sedikit tentang sejarah Islam […]

  • Jembatan Gantung Bernilai 4,6 M di Kampung Baru Selesai, Ini Harapan Bupati ke Warga

    Jembatan Gantung Bernilai 4,6 M di Kampung Baru Selesai, Ini Harapan Bupati ke Warga

    • calendar_month Senin, 20 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Jembatan gantung aek batang gadis di Desa Kampung Baru, Kecamatan Panyabungan Utara ,Mandailing Natal ( Madina ) bernilai Rp.4,6 miliar kelar dikerjakan, Bupati Madina H.M.Jakfar Sukhairi Nasution berharap masyarakar bisa merawat nya. ” dengan selesainya pekerjaan jembatan gantung yang diharapkan masyarakat ini, saya berharap masyarakat bisa merawat nya, karena jembatan […]

  • Manjalaki Flim India

    Manjalaki Flim India

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Nanisuratkon : Edi Saputra “Ketale mardalan-dalan tu pasar,” ning si Bejik tu si Besteng. “Sakalian maligi-ligi kaset CD daripada suntuk ita ison bo,” ningia. Ke mada alai langsung tu pasar. Dung sampe tu pasar, ke ma alai tu parjagal kaset VCD i. Parjagal           : Biado…? Maligi kaset aha lana? Bejik                : Kaset […]

  • PETI dan Jatuhnya Korban Jiwa: Bukti Kegagalan Pemerintah Mengurus Rakyat

    PETI dan Jatuhnya Korban Jiwa: Bukti Kegagalan Pemerintah Mengurus Rakyat

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      Oleh : Irwan H Daulay | Pemerhati Ekonomi Menurut pemberitaan Mandailing Online, telah terjadi musibah di lokasi PETI Dompeng, Desa Simanguntong, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, pada Rabu (18/3/2026). Laporan yang diterima menyebutkan tiga orang tertimbun material tambang. Dua orang dinyatakan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya berhasil selamat. Hingga saat ini, identitas […]

  • BAHASA DAN AKSARA MANDAILING (bagian 2 selesai)

    BAHASA DAN AKSARA MANDAILING (bagian 2 selesai)

    • calendar_month Senin, 2 Apr 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : ASKOLANI NASUTION Budayawan   TATA BAHASA MANDAILING Pada tahun 1861, HN Van Der Tuuk, ahli tata bahasa Belanda, menulis buku “Stukken in het Mandailingsch”, tulisan ilmiah pertama tentang bahasa Mandailing yang terbit di Amsterdam. Melalui buku itu, bahasa Mandailing  dikenal secara luas. Bahasa Mandailing memiliki banyak perbedaan dengan bahasa daerah lainnya di […]

expand_less