Senin, 14 Sep 2026
light_mode

Alasan Tolak Umumkan Kelulusan CPNS Dinilai Aneh

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Rabu, 12 Feb 2014
  • print Cetak

JAKARTA – Forum Honorer Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, menyatakan alasan kedua daerah itu belum mengumumkan kelulusan tes CPNS jalur umum dikarenakan putra daerah yang lulus tidak sesuai keinginan elit Pemda, sangatlah aneh. Alasan lain yakni takut didemo oleh peserta yang tak lulus, juga dinilai tidak logis

Ketua Forum CPNS Kabupaten Meranti-Rohil, Erry menganggap alasan itu berlebihan karena negara Indonesia negara hukum dan punya aparat yang pastinya bisa menjamin kondusifitas keamanan. Selain itu juga tidak jelas apa yang dimaksud putra daerah.

“Karena dari pendataan yang dilakukan Forum, 98 persen peserta yang mengikuti tes berasal dari Riau dan anak melayu Riau juga. Jika yang dimaksud putra daerah hanya anak tempatan, anggota Forum yang 100 persen merupakan anak- anak Melayu sangat menyayangkan itu,” kata Erry, kepada JPNN, Rabu (12/2).

Menjadi pertanyaan mengapa kedua pemda ini menerima berkas lamaran lebih kurang 15 ribuan berkas pendaftaran peserta dari luar kabupaten dan memprosesnya. Dari jumlah itu sebanyak 6.500 peserta di Meranti dinyatakan lolos syarat administrasi sementara di Kabupten Rohil 3.000-an peserta.

Dengan begitu, Pemda sendiri telah mengakui seluruh peserta yang lulus administrasi telah memenuhi syarat untuk mengikuti tes seleksi CPNS.

Anehnya setelah mengikuti seluruh tahapan tes CPNS hingga dikeluarkanya hasil, tiba-tiba pemda menolak mengumumkan dengan alasan minimnya putra daerah yang lulus.

“Inikan sangat tidak adil dan terkesan aneh setelah ribuan peserta diperbolehkan ikut tes tapi setelah dikeluarkanya pengumuman passingrade oleh Kemenpan, daerah malah tidak mau mengumumkan. Itu namanya Pemda memperbolehkan peserta ikut tes tapi tidak boleh lulus,” ujar Erry.

Untuk itu Forum meminta Pemda kedua Kabupaten memperlakukan seluruh pesertanya secara adil dan bersikap fair, apalagi Indonesia merupakan satu negara kesatuan. Sikap yang diperlihatkan elit kedua daerah ini justeru terkesan mengkotak-kotakan daerah.

“Jika menilai kami bukan putra daerah dan warga Indonesia yang harusnya memiliki hak yang sama maka Pemda sudah melanggar konstitusi UU Dasar, itu sangat fatal,” tegasnya.

Ditambahkan, Forum sangat mengapresiasi program reformasi birokrasi yang dilakukan oleh Kemenpan-RB melalui seleksi CPNS 2013 yang bersih bebas dari unsur, korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Namun disayangkan hal itu tak didukung kebijakan Pemda.

Karena itu Forum meminta program ini harus dituntaskan. Menpan yang juga Ketua Panselnas harus mampu menyelesaiakan permasalahan seleksi CPNS di Kabupaten Meranti dan Kabupaten Rohil ini. “Jika kedua Kabupaten tak mau mengumumkan maka wewenang mengumumkan dapat segera diambil alih Panselnas,” pintanya. (jpnn)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lembaga Keuangan Non Riba Saatnya Berdiri di Daerah

    Lembaga Keuangan Non Riba Saatnya Berdiri di Daerah

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Lembaga keuangan non riba atau pinjaman tanpa bunga menjadi solusi penting menyelamatkan keterpurukan usaha kecil menengah di daerah. Cara ini patut ditiru oleh Pemkab Mandailing Natal (Madina). Pemerintah daerah bisa bekerjasama dengan sejumlah bank dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) mendirikan lembaga keuangan non riba ini. Lembaga keuangan non riba ini menjadi solusi penting bagi […]

  • Guru Honor Berdemo di DPRD dan Kantor Bupati Madina

    Guru Honor Berdemo di DPRD dan Kantor Bupati Madina

    • calendar_month Rabu, 27 Mar 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Guru honorer yang merasa dirugikan pada saat pengumuman seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)  kembali gelar unjuk rasa. Pembatalan nilai seleksi kompetensi teknis tambahan (SKTT) kembali jadi tuntutan pengunjuk rasa Rabu,(27/03/2024). Didepan gedung DPRD Madina, para pengunjuk rasa meminta Bupati H.M.Jakfar Sukhairi Nasution membatalkan nilai SKTT dan mengembalikan hasil pada […]

  • Festival Budaya Bersastra Gordang Sambilan Berlangsung Senin

    Festival Budaya Bersastra Gordang Sambilan Berlangsung Senin

    • calendar_month Minggu, 20 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jika tak ada halangan, Mandailing Natal akan melangsungkan Sidang Adat dan Festival Budaya Bersastra Gordang Sambilan. “Insyaalah dilangsungkan Senin depan, 21 Pebruari 2022″ kata Ketua Umum Badan Pemangku Adat dan Budaya (BPAB) Mandailing Natal (Madina), Mangaraja Soangkupon kepada Mandailing Online di Panyabungan, Jum’at (17/2/2022). Lokasinya direncanakan di kawasan Tambangan, Mandailing Natal (Madina) Para raja-raja Mandailing […]

  • Sabu-sabu di Mobil, Okunum Camat di Madina Ditangkap Polres Siantar

    Sabu-sabu di Mobil, Okunum Camat di Madina Ditangkap Polres Siantar

    • calendar_month Sabtu, 3 Feb 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    P. SIANTAR (Mandailing Online) – Enam pria ditangkap Polres Pematang Siantar karena di dalam mobil yang mereka kendarai ditemukan narkotika jenis sabu-sabu, Sabtu (3/2/2017). Salah satu yang berada di mobil itu berinisial MRL (43) seorang oknum camat di Mandailing Natal. Penangkapan itu terjadi saat Satuan Lalulintas Polres Pematangsiantar menggelar razia di seputaran Jalan Medan, Kecamatan […]

  • BOC Buka Bazar Ramadan

    BOC Buka Bazar Ramadan

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ramadan berkah rejeki melimpah. Setiap bulan puasa, miliaran rupiah berpindah tangan dalam waktu 30 hari. Dari dompet warga langsung ke laci kayu pedagang es buah, penjual gorengan dan kolak di pinggir jalan. Dari pelaku usaha mikro uang bergerak ke pedagang kecil, menengah hingga ke pengusaha besar antar propinsi. Semuanya tunai. Ini […]

  • Kadis Kesehatan Madina Terancam 4 Tahun Penjara

    Kadis Kesehatan Madina Terancam 4 Tahun Penjara

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sidang perdana kasus penghinaan terhadap wartawan oleh Kepala Dinas Kesehatan Madina, Ismail Lubis dijadwalkan 9 April mendatang. Demikian dikatakan Kajari Panyabungan Satimin SH melalui Kasi Pidum Fajar SH di PN Panyabungan, Senin (6/4/2015) yang dilansir Berita Sumut.com. Ismail Lubis dikenakan Pasal 310 dan Pasal 311 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 […]

expand_less