Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode

ATAS NAMA GALUNDUNG

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
  • print Cetak


Ada banyak kata ternyata yang mati, zaman melupakannya. Tapi ada juga banyak kata yang kembali terpilih, karena zaman tak melupakannya. Sebutlah “galundung” sebuah idiom yang tiba-tiba meneror pola perhatian kita. Ia bukan sekedar alat pemecah batu. Kalau hanya itu, ia tidak akan lebih hebat dari palu, martil, “indalu” atau “batu panggilingan”, meskipun dalam konteks fungsi yang sama. “Galundung” berwibawa karena konteks sosialnya. Ia adalah kata bagi pertanda “harapan” atau lebih tepat “impian.” Impian bahwa dengan galundung nasib kita akan berubah hari ini. Dan kita suka mimpi itu, karena dalam mimpi gairah kita dibangunkan. Sama dengan judi, kita suka bukan karena permainnya, tetapi pada impian selama proses judi, bahwa dalam beberapa detik kita akan bermetamorfosa menjadi “Sutan” atau selamanya “Setan.”
Begitulah semua impian! Tentu saja! Siapa yang tak suka keajaiban! Tuhan memang pemilik segala nasib, tetapi impian kita yakini dapat membuat nasib berubah (dengan atau tanpa restu pemiliknya, siapa yang masih peduli).
Aha, besok kita bangun langsung menjadi orang kaya. Hari ini adalah akhir dari kekumalan, akhir dari kemiskinan, keterpurukan, akhir dari seseorang yang tak dianggap, seseorang yang selalu menelan air liur dan menahan emosi setiap kali kita sebagai rakyat dicorengi.
Galundung dan logam mulia yang diberinya adalah awal dari kehidupan kita sebagai rakyat akan diakhiri. Kita lahir menjadi seseorang: suaranya bukan hanya pelengkap pilkada. Ucapan kita bisa menjadi hukum, karena kita lah pemilik baru ruang keadilan. Bukan hanya suara hakim yang bisa kita beli, bahkan juga suara keadilan.
Betapa enak menjadi pemilik nilai. Betapa enak menjadi sumber inspirasi bagi orang miskin, karena setelah ini, orang miskin akan ingin menjadi seperti saya juga! Karena itu, dalam lobang yang berpuluh-puluh meter, dalam keyakinan bahwa semakin dalam semakin dekat ke ajal dan semakin bergantung kita kepada keajaiban Tuhan, dalam keyakinan akan ada karunia bergumpal-gumpal emas, dalam keyakinan bahwa tak mungkin Tuhan tidak memberi kita limpahan rezeki seperti yang diberikannya kepada penggali lain (bukankah Tuhan tak mungkin dendam kepada kita?), dan dalam berbagai impian lain, sekalipun dengan mempertaruhkan nyawa kita! Nyawa, ah siapa yang peduli. Enak mati muda, begitu kata Soe Hok Gie, tokoh muda yang senantiasa mengilhami para penggagas perubahan. Kita tak ingin mati sia-sia, karena itu kita pertaruhkan segalanya untuk satu dua lubang yang kita impikan akan segera mengubah hidup kita!
Oleh : Askolani Humas DPRD Kabupaten Mandailing Natal

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Video: Umar Abduh Nyatakan Prabowo Unggul 54%, Fakta Hasil Pilpres 2014 Ditangan TNI Dan Polri

    Video: Umar Abduh Nyatakan Prabowo Unggul 54%, Fakta Hasil Pilpres 2014 Ditangan TNI Dan Polri

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Pengamat intelijen dan kepolisian dari Center for Democracy And Social Justice Studies (CeDSoS) Umar Abduh membeberkan data penghitungan atau rekapitulasi suara Pilpres 2014 diduga berasal dari rekapitulasi TNI dan Polri. Dalam data perolehan suara yang dimilikinya, Umar mengungkapkan pemenang pilpres adalah Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Hal itu terungkap dari video Youtube yang […]

  • Tahun Ini Ada Penataan Panyabungan

    Tahun Ini Ada Penataan Panyabungan

    • calendar_month Selasa, 21 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Kepala Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan, Madina, Ahmad Asnyari Nasution didampingi Kabid Kebersihan dan Pertamanan Rahmadsyah Lubis ST kepada Mandailing Online, Senin (20/2) mengatakan bahwa Pemkab Madina sudah berencana mewujudkan Panyabungan sebagai kota Adipura. Namun perencanaan itu tidak bisa dilakukan secara spontanitas dan masih membutuhkan tahapan waktu. Meski begitu, tahun ini […]

  • Catatan 26 Tahun Madina: Pendekatan Sejarah, Soiologi, Antropologi, dan Kultural

    Catatan 26 Tahun Madina: Pendekatan Sejarah, Soiologi, Antropologi, dan Kultural

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Budayawan Mandailing Askolani Nasution menyampaikan catatan ringkas di Focus Grup Discussion yang diselenggarakan KNPI Mandaiiling Natal di D’San Hotel, Panyabungan, Jum’at (14/3/2025). Askolani melihat peluang pembangunan Mandailing Natal berdasar potensi kultural dan alamnya, namun pemerintah justru mengabaikannya. Padahal, menurut Askolani, sejarah Mandailing Natal (Madina) adalah sejarah gemilang pada masa lalu. Belasan kerajaan besar menancapkan pengaruhnya […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 47)

    MARSIDAO-DAO (episode 47)

    • calendar_month Rabu, 14 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Laing ikusandarkon dadaboru ni Muklan i do sibuk ni Si Siti tu indorana painte becak masin marobanna. Dadaboru ni Mahlil margoso palagut parabiton ni Siti nangkan obanon tu ruma sakit. Si Rahim iambit ombar balok ni alai. Poso-poso na manjalahi becak i, marlojong maripas tu dalan godang an. Dung […]

  • Meski Sempat Diprotes Warga, Tambang Emas Ilegal di Kotanopan Tetap Beroperasi. Polisi Seolah Takberkutik

    Meski Sempat Diprotes Warga, Tambang Emas Ilegal di Kotanopan Tetap Beroperasi. Polisi Seolah Takberkutik

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Kotanopan ( Mandailing Online ): Aneh Polisi seolah tidak mau tau dengan aktifitas tambang emas ilegal yang beroperasi di wilayah hukum Polsek Kotanopan, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ). Meski lokasi aktifitas tidak jauh dari Kantor Polsek, pelaku tambang dengan leluasa melakukan aktifitasnya. Seolah tidak ada fungsi Kepolisian setampat. Sore ini warga setempat […]

  • GURU PEMBURU

    GURU PEMBURU

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen: Rina Youlida Nurdina Arfan anak murid yang duduk di bangku kelas lima SD, tergolong soleh dan rajin. Disiplin yang sudah mulai tertanam dalam dirinya merupakan buah dari didikan ayah bundanya. Ayahnya bekerja sebagai salah satu pejabat pemerintah dan bundanya seorang guru di satu SMP terkemuka di kota. Dengan disiplin dan sifat mandiri yang sudah […]

expand_less